Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

RELA mRNA Expression in Epithelial Ovarian Cancer: Correlation with rs11820062 Gene Variant: Ekspresi mRNA RELA pada Kanker Ovarium Epitelial : Korelasinya dengan Varian Gen rs11820062 Benedikta D. Saraswati; Dwi A. Suryandari; Ria Kodariah; Dewi Sukmawati; Luluk Yunaini; Primariadewi Rustamadji; Puji Sari
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume 11 No. 2 April 2023
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32771/inajog.v11i2.1872

Abstract

and its correlation to i mRNA expression in low-grade and high-grade EOC’s patients from Dr. Cipto Mangunkusumo General hospital, Indonesia. Methods: This study is cross-sectional with a total of 65 healthy subjects and 80 ovarian biopsies (15 ovarian cysts as expression calibrators, 36 low-grade EOC, and 29 high-grade EOC) were used in this study. The distribution of genotypes and alleles was analyzed using ARMS PCR. The mRNA expressions of RELA were determined by real-time polymerase chain reaction (qPCR) analysis.Results: There was no significant difference between genotype and allele distributions for RELA rs11820062 in normal and case group. RELA relative mRNA expression was significantly higher in low-grade and high-grade EOC compared to in ovarian cysts (p<0.01). RELA rs11820062 CC genotype correlated to higher RELA mRNA relative expression and the TT genotype of RELA rs11820062 correlated with lower RELA mRNA relative expression in low-grade and high-grade EOC.Conclusion: C allele in rs11820062 caused an increased expression of RELA mRNA, which individuals with CC genotype correlated with higher RELA expression in low-grade and high-grade EOC. In contrast, individuals with the T allele of RELA rs11820062 had a protective effect against EOC risk because the RELA TT genotype tended to have a lower RELA mRNA expression in EOC.Keywords: epithelial ovarian cancer, NF-kB, RELA, rs11820062.AbstrakTujuan: Mengetahui distribusi RELA rs11820062 dan korelasinya dengan ekspresi mRNA RELA pada pasien EOC low-grade dan high-grade di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Indonesia.Metode: Penelitian ini merupakan peneliatan potong lintang terhadap 65 sampel darah perempuan normal dan total 80 biopsi kanker ovarium dengan rincian: 15 kista ovarium sebagai kalibrator ekspresi, 36 EOC low-grade, dan 29 EOC high-grade. Distribusi genotipe dan alel dianalisis menggunakan ARMS PCR dan ekspresi mRNA RELA dikuantifikasi menggunakan teknik qPCR. Hasil: Tidak terdapat perbedaan distribusi genotipe dan alel antara kelompok normal dengan kasus EOC. Ekspresi relatif mRNA RELA meningkat secara signifikan pada kelompok EOC low-grade dan high-grade. Individu dengan genotipe RELA rs11820062 homozigot CC memiliki ekspresi mRNA yang lebih tinggi dibandingkan genotipe lain. Sebaliknya individu dengan genotipe TT memiliki korelasi dengan ekspresi mRNA RELA yang lebih rendah pada tipe low-grade dan high-grade EOC. Kesimpulan: Alel C pada RELA rs11820062 menyebabkan peningkatan ekspresi mRNA RELA pada pasien EO yang dilihat dari individu dengan genotipe CC cenderung memiliki ekspresi mRNA RELA yang lebih tinggi pada tipe EOC low-grade dan high-grade. Sebaliknya, individu dengan alel T RELA rs11820062 diduga memiliki efek protektif terhadap risiko EOC karena adanya korelasi antara genotipe TT dengan ekspresi mRNA RELA yang lebih rendah pada EOC.Kata kunci: kanker ovarium epitelial, NF-kB, RELA, rs11820062.
Ekspresi HER-2 pada Adenokarsinoma Gaster dan Hubungannya dengan Tipe Histopatologik dan Derajat Diferensiasi Diah Setiawati; Diah Rini Handjari; Primariadewi Rustamadji
Majalah Patologi Indonesia Vol. 23 No. 1, Januari 2014
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background Gastric carcinoma is the most common malignant tumor in upper gastrointestinal. According to epidemiologic data, gastric adenocarcinoma intestinal type and diffuse type showed different carcinogenesis. Recently, targeting therapy for adenocarcinoma has established. The aim of the study to know the relationship between HER-2 expression and histopathologic type according to Lauren’s classification and grading of gastric adenocarcinoma. Methods This study has done in Department of Anatomical Pathology Faculty of Medicine University of Indonesia/Cipto Mangunkusumo National Hospital, Jakarta. HER-2 expression is analyzed to see the relationship with histopathologic type and differentiation of gastric adenocarcinoma. The specimens were from resection and biopsy (2007-2011). Histopathologic type evaluated with Hematoxylin Meyer’s staining. HER-2 expression evaluated with immunostaining with HER-2 antibody. Results We found 55 cases from 2007 until 2011 (76.4% men and 23.6% women). The mean age is 50.55 years (the range of age 29-73 years). HER-2 expression 3+,2+ and 1+ are 14.5%, 34.5%, and 25.5% sampling. 25% sample did not show HER-2 expression. We found overexpression HER-2 (3+) in 8 cases (14.5%) of adenocarcinoma gastric intestinal type. Conclusion There is a significant relation between HER-2 expression with histopathologic type (p=0.021). There is no significant relation between HER-2 with grading (p=0.253). Key words: grading, gastric adenocarcinoma, HER-2.
Analisis Peran p53 pada Astrositoma Difus dan Astrositosis: Studi Diagnostik Eka Susanto; Esti DS Soetrisno; Nurjati C Siregar; Ening Krisnuhoni; Primariadewi Rustamadji
Majalah Patologi Indonesia Volume 26 No. 1, Januari 2017
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Astrositoma difus (WHO grade II) merupakan tumor astrositik yang paling sering ditemukan di FKUI/ RSCM. Tumor ini merupakan tumor invasif, potensial agresif, dan dapat bertransformasi menjadi astrositoma derajat tinggi. Pada praktik sehari-hari, diagnosis astrositoma difus kadang-kadang sulit ditegakkan hanya dengan gambaran histopatologik. Hal ini terutama disebabkan karena astrositoma difus sukar dibedakan dengan astrositosis, apalagi bila ukuran spesimen biopsi sangat kecil. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mutasi gen TP53 sering ditemukan pada astrositoma difus. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pulasan imunohistokimia p53 dalam membedakan astrositoma difus (WHO grade II) dengan astrositosis. Metode Studi diagnostik dilakukan pada 20 kasus astrositoma difus dan 20 kasus lesi astrositosis dengan baku emas pemeriksaan histopatologi. Penilaian histopatologi dan ekspresi p53 dinilai secara tersamar. Pulasan imunohistokimia dinyatakan dalam skor, yaitu positif bila inti astrosit terwarnai coklat tua. Hasil penilaian ekspresi pulasan p53 dimasukkan ke dalam Tabel 2x2 untuk dihitung nilai diagnostiknya. Hasil Protein p53 terekspresi kuat pada 13 kasus astrositoma difus dan 1 kasus astrositosis karena peradangan. Dengan demikian didapatkan sensitivitas 65% dan spesifisitas 95%. Terdapat 2 kasus astrositosis yang positif kuat pada endotel dan makrofag. Ekspresi lemah dan sedang tidak terbatas pada astrositoma difus, namun dijumpai pula pada kasus astrositosis. Kesimpulan Pada penelitian ini di dapatkan spesifisitas yang cukup tinggi, namun sensitivitas masih rendah. Ekspresi p53 tidak terbatas pada astrosit neoplastik, tapi juga dijumpai pada astrosit reaktif dan sel selain astrosit. Oleh karena itu diperlukan kehati-hatian dalam interpretasi ekspresi p53. Kata kunci: astrositoma difus, astrositosis, imunohistokimia, p53.