Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENARIK MINAT MASYARAKAT DI SDN TERGAMBANG BANCAR Moh. Mujabul Marom Al-Wafi; Fathurrahman
Journal Educatione Vol. 1 No. 2 (2024): Journal Educatione
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era globalisasi, persaingan antar lembaga pendidikan sangat ketat untuk menarik perhatian masyarakat. Hal ini menuntut setiap lembaga pendidikan mempunyai strategi yang baik untuk menarik perhatian masyarakat. Strategi kepala sekolah memegang peranan penting dalam memajukan sekolah. Kepala sekolah juga harus mempunyai hubungan yang baik dengan masyarakat. sehingga masyarakat tertarik menyekolahkan anaknya ke fasilitas ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan di SDN Tergambang. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk mencapai tujuan diperlukan strategi yang baik. Strategi kepala sekolah untuk menarik minat masyarakat menyekolahkan anaknya di SDN Tergambang adalah melalui sosialisasi kepada masyarakat, kemitraan dengan organisasi lain, program unggulan, promosi dan peningkatan mutu dari sekolah. Dalam menerapkan strateginya, kepala sekolah tidak dapat memisahkan faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung kepala sekolah menerapkan strategi untuk menarik minat masyarakat adalah kekuatan finansial yang memadai dan kepercayaan masyarakat terhadap SDN Tergamabang. Sementara itu, tantangan yang dihadapi kepala sekolah yang mungkin menghambat implementasi strategi ini adalah persaingan antar lembaga pendidikan yang sangat ketat
ANALISIS PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SATUAN UNIT MADRASAH Ziyad Safirul Auliya; Fathurrahman; M. Furqon Wahyudi
Journal Educatione Vol. 1 No. 3 (2024): Journal Educatione
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid adalah tempat ibadah bagi umat Muslim yang tidak hanya digunakan untuk beribadah, tetapi juga sebagai tempat untuk mempelajari ilmu agama. Fungsi ini telah ada sejak zaman Rasulullah hingga masa kekhalifahan Bani Saljuk. Pada masa itu, ilmu pengetahuan berkembang pesat, banyak buku diterjemahkan, dan kegiatan pengajian atau halaqoh dari para ulama dan murid semakin bertambah. Karena masjid sebagai pusat pembelajaran tidak lagi mampu menampung jumlah siswa yang belajar, didirikanlah madrasah sebagai tempat khusus untuk belajar agama Islam. Menyadari pentingnya keberadaan madrasah diniyah di lingkungan pondok pesantren, peneliti ingin menggali model kurikulum madrasah dan pengembangannya agar lulusannya memiliki kompetensi yang diharapkan oleh semua pihak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, deskriptif, dan studi pustaka, yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau fenomena yang ada dengan mengumpulkan data dari berbagai dokumen yang mendukung penelitian ini melalui studi dokumentasi.
Kontribusi Komite Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Sekolah Unggul Studi Situs pada SMK Negeri 1 Lamongan Fathurrahman Fathurrahman; M. Saunan Al Faruq; Silvi Rosiva Rosdiana
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The school committee played a strategic role in developing an excellent school culture through support, oversight, and the strengthening of collaboration among schools, parents, and the community. This is in releted with the view that a strong organizational culture emerges from the active involvement of stakeholders. Therefore, the school committee serves as one of the key pillars in promoting public participation to foster a school climate and culture that are oriented toward school excellence. This research aims to describe the contribution of school committees in developing superior schools. This research uses a qualitative approach with a case study method at SMK Negeri 1 Lamongan.. The selection of research informants was based on the strategic roles of the research subjects, including school committee members, the leadership of SMKN 1 Lamongan, teachers, and selected parents. Data were collected through observations of events and collaborative activities between the school committee and the principal, focusing on the phenomenon of collaboration among various stakeholders within the school. In addition, interviews were conducted with school committee members, the principal, and teachers, complemented by a review of relevant documents.Data analysis techniques are carried out through data condensation, display/presentation, verification and drawing conclusions. Data validity is carried out by data triangulation, source triangulation, member check, extension of observation time. The research results showed that the school committee made a significant contribution to improving the schools culture in the efective schools. Through: (1) establishing synergistic collaboration with the principal, school leaders, and teachers; (2) actively participating in school development team meetings related to school policies; (3) optimizing its role as a communicator of school programs to parents and the wider community; (4) conveying the aspirations of parents and the community to the school; (5) actively involving parents in school-based character-building and habituation activities; (6) supporting educational activities by assisting in committee fundraising efforts for learning programs. Keywords: School Committee Contribution, School Culture, Excellent School Abstrak: Komite sekolah memiliki peran strategis dalam mengembangkan budaya sekolah unggul, melalui dukungan, pengawasan, dan penguatan kerja sama antara sekolah, orang tua, serta masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan pandangan bahwa budaya organisasi yang kuat lahir dari keterlibatan para pemangku kepentingan. Oleh karenanya komite sekolah menjadi salah satu pilar penting dalam menggerakkan partisipasi publik guna menumbuhkan iklim dan budaya sekolah yang berorientasi pada keunggulan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan kontribusi komite sekolah dalam mengembangkan budaya sekolah unggul. Penelitian didesain menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus pada SMK Negeri 1 Lamongan. Penentutan informan penelitian didasarkan pada peran strategis dari subjek penelitian meliputi anggota komite sekolah, pimpinan SMKN 1 Lamongan, dewan guru dan wali murid terpilih. Teknik pengumpulan data melalui observasi atas kejadian dan kerjasama komite dan kepala sekolah, melalui pengamatan fenomena kolaborasi antar elemen di sekolah. Wawancara dengan komite sekolah, kepala sekolah dan guru, serta dengan telaah dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui kondensasi data, display/penyajian, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan trianggulasi data, trianggulasi sumber, member check, perpanjangan waktu pengamatan. Hasil penelitian didapatkan bahwasannya komite sekolah memberikan kontribusi signifikan dalam mengembangkan budaya sekolah unggul. Pada SMKN 1 Lqamongan , Melalui; 1) melaksanakan kerjasama sinergis dengan kepala sekolah, pimpinan sekolah dan guru; 2) dalam hal kebijakan sekolah, komite sekolah terlibat aktif dalam rapat tim pengembang sekolah; 3) mengoptimalkan peran menjadi komunikator program sekolah kepada wali murid dan masyarakat; 4) menyampaikan aspirasi wali murid dan masyarakat kepada pihak sekolah; 5) komite sekolah bersama wali murid aktif melibatkan dalam kegiatan pembiasaan baik di sekolah; 6) untuk penguatan kegiatan, komite sekolah membantu penggalangan dana komite untuk pembelajaran. Kata kunci: Kontribusi Komite sekolah, Budaya Sekolah, Sekolah Unggul
Pengelolaan Kantin Sekolah Untuk Pembelajaran Hidup Sehat dan Inspirasi Kewirausahaan Fathurrahman Fathurrahman; Asmoni Asmoni; R. Chusnu Yuli Setyo
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v7i42024p559

Abstract

Abstract: This study reveals the experience of SMPN 3 Lamongan (Lamongan State Junior High School 3) in managing a healthy school canteen, giving entrepreneurship learning, and giving inspiration of economic activity towards both the school community and the surrounding community to cooperate in the canteen, all of which are as the Implementation of Independent Curriculum. The method of this study is designed in a qualitative approach, in which the data are collected by interview, observation, and documentation. The data are then analyzed through these steps: data condensation, data display, and conclusion drawing. The result shows that 1) the location of the canteen is beautiful and comfortable; 2) canteens are part of the implementation of the independent curriculum which is used for learning to live a healthy and clean life through the provision of nutritious, healthy and free from preservatives, dyes, sweeteners, and flavorings; 3) The canteen provides motivation and inspiration for the cultivation of students' entrepreneurial spirit. As well as collaborating with school residents and parents to provide food, snacks, and drinks with nutritious, healthy, and attractive criteria; and 4) canteens are also as a Adiwiyata School program which is implemented by the principles of environmental conservation. Keywords: school canteen, healthy behavior learning, entrepreneurial inspiration Abstrak: Penelitian ini mengungkap pengalaman SMPN 3 Lamongan dalam mengelola kantin sekolah sehat mandiri, memberikan pembelajaran kewirausahaan, dan memberikan inspirasi kegiatan ekonomi baik kepada warga sekolah maupun masyarakat sekitar untuk bekerjasama dalam kantin. yang kesemuanya merupakan Implementasi Kurikulum Mandiri. Metode penelitian ini dirancang dengan pendekatan kualitatif, dimana pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis melalui langkah-langkah berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) lokasi kantin asri dan nyaman; 2) kantin merupakan bagian dari Penerapan Kurikulum merdeka yang digunakan untuk pembelajaran hidup sehat dan bersih melalui penyediaan asupan jajanan, dan minuman yang bergizi , sehat dan bebas dari bahan pengawet, pewarna, pemanis, dan penyedap rasa,; 3) kantin memberikan motivasi dan inspirasi penanaman jiwa kewirausahaan peserta didik. Serta bekerjasama dengan warga sekolah dan wali murid untuk menyediakan makanan, jajanan, dan minuman dengan kriteria bergizi, sehat, dan menarik; dan 4) kantin juga merupakan bagian dari program sekolah Adiwiyata Sekolah yang dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip pelestarian lingkungan hidup. Kata kunci: Kantin sekolah; Pembiasaan Hidup sehat, inspirasi kewirausahaan
Kontribusi Komite Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Sekolah Unggul Studi Situs pada SMK Negeri 1 Lamongan Fathurrahman Fathurrahman; M. Saunan Al Faruq; Silvi Rosiva Rosdiana
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The school committee played a strategic role in developing an excellent school culture through support, oversight, and the strengthening of collaboration among schools, parents, and the community. This is in releted with the view that a strong organizational culture emerges from the active involvement of stakeholders. Therefore, the school committee serves as one of the key pillars in promoting public participation to foster a school climate and culture that are oriented toward school excellence. This research aims to describe the contribution of school committees in developing superior schools. This research uses a qualitative approach with a case study method at SMK Negeri 1 Lamongan.. The selection of research informants was based on the strategic roles of the research subjects, including school committee members, the leadership of SMKN 1 Lamongan, teachers, and selected parents. Data were collected through observations of events and collaborative activities between the school committee and the principal, focusing on the phenomenon of collaboration among various stakeholders within the school. In addition, interviews were conducted with school committee members, the principal, and teachers, complemented by a review of relevant documents.Data analysis techniques are carried out through data condensation, display/presentation, verification and drawing conclusions. Data validity is carried out by data triangulation, source triangulation, member check, extension of observation time. The research results showed that the school committee made a significant contribution to improving the schools culture in the efective schools. Through: (1) establishing synergistic collaboration with the principal, school leaders, and teachers; (2) actively participating in school development team meetings related to school policies; (3) optimizing its role as a communicator of school programs to parents and the wider community; (4) conveying the aspirations of parents and the community to the school; (5) actively involving parents in school-based character-building and habituation activities; (6) supporting educational activities by assisting in committee fundraising efforts for learning programs. Keywords: School Committee Contribution, School Culture, Excellent School Abstrak: Komite sekolah memiliki peran strategis dalam mengembangkan budaya sekolah unggul, melalui dukungan, pengawasan, dan penguatan kerja sama antara sekolah, orang tua, serta masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan pandangan bahwa budaya organisasi yang kuat lahir dari keterlibatan para pemangku kepentingan. Oleh karenanya komite sekolah menjadi salah satu pilar penting dalam menggerakkan partisipasi publik guna menumbuhkan iklim dan budaya sekolah yang berorientasi pada keunggulan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan kontribusi komite sekolah dalam mengembangkan budaya sekolah unggul. Penelitian didesain menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus pada SMK Negeri 1 Lamongan. Penentutan informan penelitian didasarkan pada peran strategis dari subjek penelitian meliputi anggota komite sekolah, pimpinan SMKN 1 Lamongan, dewan guru dan wali murid terpilih. Teknik pengumpulan data melalui observasi atas kejadian dan kerjasama komite dan kepala sekolah, melalui pengamatan fenomena kolaborasi antar elemen di sekolah. Wawancara dengan komite sekolah, kepala sekolah dan guru, serta dengan telaah dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui kondensasi data, display/penyajian, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan trianggulasi data, trianggulasi sumber, member check, perpanjangan waktu pengamatan. Hasil penelitian didapatkan bahwasannya komite sekolah memberikan kontribusi signifikan dalam mengembangkan budaya sekolah unggul. Pada SMKN 1 Lqamongan , Melalui; 1) melaksanakan kerjasama sinergis dengan kepala sekolah, pimpinan sekolah dan guru; 2) dalam hal kebijakan sekolah, komite sekolah terlibat aktif dalam rapat tim pengembang sekolah; 3) mengoptimalkan peran menjadi komunikator program sekolah kepada wali murid dan masyarakat; 4) menyampaikan aspirasi wali murid dan masyarakat kepada pihak sekolah; 5) komite sekolah bersama wali murid aktif melibatkan dalam kegiatan pembiasaan baik di sekolah; 6) untuk penguatan kegiatan, komite sekolah membantu penggalangan dana komite untuk pembelajaran. Kata kunci: Kontribusi Komite sekolah, Budaya Sekolah, Sekolah Unggul
Konsep Ahsani Taqwim dalam Tafsir Al-Misbah:  Studi Implikasi terhadap Teori Kecerdasan Majemuk Siti Sholihah; Hayyan Ahmad Ulul Albab; Fathurrahman Fathurrahman
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep ahsani taqwim dalam Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab serta implikasinya terhadap teori kecerdasan majemuk Howard Gardner. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sistem pendidikan yang masih berorientasi pada aspek kognitif sehingga keberagaman potensi peserta didik belum berkembang secara optimal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari Tafsir Al-Mishbah, Tafsir Al-Lubab, karya-karya M. Quraish Shihab, serta tulisan Howard Gardner mengenai teori kecerdasan majemuk. Data sekunder berasal dari kitab tafsir, buku, jurnal, dan literatur relevan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ahsani taqwim memaknai manusia sebagai makhluk yang diciptakan dalam bentuk terbaik dengan potensi fisik, akal, spiritual, dan moral yang harus dikembangkan dan dipertahankan secara optimal. Konsep tersebut berimplikasi pada teori kecerdasan majemuk karena sama-sama memandang manusia memiliki potensi yang beragam dan unik sebagai dasar pengembangan pendidikan.
Relasi Antara Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kedisiplinan Kejuruan dan Penguatan Karakter Religius Fathurrahman Fathurrahman; Ahmad Hanif Fahruddin; Nur Iftitahul Husniyah; Muhammad Zaki Muharor; Abdul Qodir
PEDAGOGIKA Vol 16 No 2 (2025): Vol 16 No 2 2025: Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/pedagogika.v16i2.4340

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara kepemimpinan kepala sekolah, kedisiplinan kejuruan, dan penguatan karakter religius di SMKN 1 Lamongan. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan pendidikan vokasi tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga berkarakter religius dan berintegritas. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, guru kejuruan, tenaga kependidikan, dan siswa yang aktif dalam kegiatan keagamaan sekolah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berperan sebagai motor penggerak budaya religius melalui keteladanan dalam ibadah, kultum, dan interaksi harian yang inspiratif. Kebijakan sekolah, seperti penerapan buku saku SAKTI dan Gerakan 5S, menyediakan kerangka formal untuk mewujudkan visi kepemimpinan dalam regulasi praktis. Internalisasi nilai religius dilakukan melalui kegiatan rutin, antara lain salat berjamaah, tradisi salim, kultum, dan refleksi Jumat pagi, yang secara efektif mengubah aturan menjadi kebiasaan nyata. Proses ini berdampak langsung pada kedisiplinan kejuruan siswa yang tercermin dalam ketepatan waktu, kerapian, kepatuhan pada aturan, serta keteraturan dalam praktik vokasi. Pada akhirnya, relasi antarvariabel bermuara pada terbentuknya karakter religius siswa, yang mencakup sikap amanah, hormat, solidaritas, dan tanggung jawab. Kesimpulan penelitian ini merumuskan model relasi: Kepemimpinan → Kebijakan → Internalisasi → Disiplin → Karakter Religius, yang dapat menjadi acuan bagi penguatan pendidikan karakter berbasis religius di sekolah kejuruan Indonesia. ABSTRACT This study aims to analyze the relationship between principal leadership, vocational discipline, and the strengthening of religious character at SMKN 1 Lamongan. The research is grounded in the growing demand for vocational education not only to produce technically competent graduates but also individuals of integrity and strong religious values. A qualitative approach with a case study design was employed, utilizing in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The participants included the school principal, Islamic education teachers, vocational subject teachers, administrative staff, and students actively engaged in religious activities. The findings reveal that the principal’s leadership serves as the driving force behind the development of a religious school culture, demonstrated through role modeling in daily prayers, short sermons, and spiritually oriented interactions. School policies, such as the implementation of the SAKTI pocketbook (Saku Adab, Akhlak, dan Budi Pekerti) and the 5S Movement (Smile, Greeting, Salutation, Politeness, Courtesy), provide a formal framework for translating the principal’s vision into practice. The internalization of religious values is fostered through routine activities including congregational prayers, the salim tradition (showing respect to teachers by hand-kissing), short religious talks, and Friday reflection sessions. These practices transform regulations into habitual behaviors. Consequently, vocational discipline emerges, reflected in punctuality, neatness, adherence to rules, and systematic practice in vocational training. Ultimately, the interplay of these variables leads to the formation of students’ religious character, encompassing trustworthiness, respect, solidarity, and responsibility. The study concludes with a relational model: Leadership → Policy → Internalization → Discipline → Religious Character, which may serve as a reference for strengthening religious-based character education in vocational schools in Indonesia