Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ISOLASI ENZIM SELULASE DARI PANKREAS KEONG MAS Sri Hilma Siregar
Sistem Informasi Vol 1 No 2 (2011): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v1i2.118

Abstract

Extract the cellulose was prepared by the precipitation method using aceton 50% (v/v) and its protein content was analized by Biuret method. The sugar content as the result of the hydrolization of cellulose was determined by Nelson Somogyi method. After precipitation of the protein enzyme, centrifugation and freeze drying were applied and the specific activity of he enzyme cellulose extract was 0.1012 U/mg protein in optimal condition of pH 4.5 and temperature 45oC, where as the maximum velocity 32.94 μg/ml/min and KM value were 0.7279 mg/ml. Respectively the purification fold was 3.58 times and the % recovery was 52.95%.
BIOAKTIVITAS EKSTRAK KULIT BATANG TUMBUHAN LANGKA MERANTI LILIN Jufrizal Syahri; Kamal Rullah; Sri Hilma Siregar
Sistem Informasi Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i1.142

Abstract

Tumbuhan Shorea teysmaniana Dier adalah tumbuhan khas Provinsi Riau yang sudah langka dan dikenal dengan nama Meranti Lilin. Kulit batang tumbuhan ini diekstrak dengan metoda maserasi, sehingga didapatka ekstrak heksan 40,69 g, ekstrak etilasetat 133,22 g, dan ekstrak methanol 386,29 g. Masing-masing ekstrak dilakukan uji antibakteri dengan metoda difusi dan uji anti oksidan dengan metoda DPPH. Uji antibakteri dilakukan terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Sallmonella typhii, Bacillus subtilis dengan konsentrasi 1%. Ekstrak heksana tidak menunjukkan aktivitas, ekstrak etilasetat memberikan zona bening berturut-turut (mm) 13,2; 12,3; 9,6; 9;9. Ekstrak metanol menunjukkan aktifitas dg membentuk zona bening berturut-turut (mm) 10,6; 10,3; 8,1; 11,0. Berdasarkan aktivitas inilah proses isolasi dilanjutkan dengan menggunakan kromatografi vacum cair sehingga dihasilkan 12 fraksi untuk setiap ekstraknya. Ekstrak aktif dilanjutkan untuk diisolasi sampai senyawa murni, untuk ekstrak etil asetat menghasilkan 2 senyawa murni dengan kode HT1 dan HT2.
PEMANFAATAN KULIT SINGKONG SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU EDIBLE FILM Sri Hilma Siregar; Widarti Irma
Sistem Informasi Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i1.144

Abstract

Bahan makanan pada umumnya sangat sensitif dan mudah mengalami penurunan kualitas. Salah satu cara untuk mencegah atau memperlambat fenomena tersebut adalah dengan pengemasan yang tepat. Bahan pengemas dari plastik banyak digunakan dengan pertimbangan ekonomis dan memberikan perlindungan yang baik dalam pengawetan. Penggunaan material sintetis tersebut berdampak pada pencemaran lingkungan, sehingga dibutuhkan penelitian mengenai bahan pengemas yang dapat diuraikan. Alternatif penggunaan kemasan yang dapat diuraikan adalah dengan menggunakan edible film. Edible Film didefinisikan sebagai lapisan yang dapat dimakan yang ditempatkan di atas atau di antara komponen makanan, dapat memberikan alternatif bahan pengemas yang tidak berdampak pada pencemaran lingkungan karena menggunakan bahan yang dapat diperbaharui dan harganya murah. Polisakarida seperti pati dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan edible film menggantikan polimer plastik karena ekonomis, dapat diperbaharui, dan memberikan karakteristik fisik yang baik. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dengan semakin meningkatnya konsentrasi gliserol, maka semakin meningkat pula ketebalan dari edible film tersebut ( 0,097 ± 0,0029% ) pada pati kulit ubi kayu 5 gram dengan variasi gliserol 0,8 ml/gram). Daya kuat tarik yang tertinggi diperoleh pada pati kulit ubi kayu dengan variasi gliserol 0,6 ml/gram yaitu sebesar 2,0 GPa ± 0,4. Sedangkan persentase pemanjangan (elongasi) tertinggi pada pati kulit ubi kayu 5 gram dengan variasi gliserol 0,8 ml/gram yaitu 11%±4%. Penambahan gliserol tidak menunjukkan adanya penambahan gugus fungsi pada edible film, tetapi terjadi interaksi ikatan gaya Van Der Walls dan ikatan hidrogen antar molekul penyusun edible film.
IKATAN SILANG POLIURETAN DARI METILEN -4,4’ DIFENILDIISOSIANAT (4,4’-MDI), POLIETILEN GLIKOL 400 (PEG 400), DAN MINYAK BEKAS PENGGORENGAN Prasetya -; Sri Hilma Siregar
Sistem Informasi Vol 4 No 1 (2013): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v4i1.170

Abstract

Sintesis poliuretan telah dilakukan dengan menggunakan monomer 4,4'-MDI, PEG 400, dan minyak Bekas Penggorengan. Gugus fungsi karakteristik poliuretan, dan ikatan silang (derajat penggembungan), masing-masingnya dianalisis dengan spektofotometer FT-IR, beberapa pelarut (THF). Berdasarkan hasil penelitian diketahui serapan inframerah poliuretan hasil sintesis memiliki korelasi dengan serapan inframerah poliuretan standar. Hasil pengujian derajat penggembungan menunjukkan poliuretan hasil sintesis memiliki derajat penggembungan.
SINTESIS DAN PERBANDINGAN STRUKTUR, TEKSTUR BENTONIT ALAM DAN BENTONIT TERAKTIVASI ASAM Sri Hilma Siregar; Wirdati Irma
Sistem Informasi Vol 7 No 01 (2016): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v7i01.572

Abstract

Bentonite is a material that has several layers, which consists of one layer of octahedral and two tetrahedral layers or commonly known as the bentonite mineral that is composed of layers of 2: 1. Bentonite nature in general is less than optimal when used as an adsorbent. This can be overcome by activating the natural bentonite either chemistry or physics. In this study, natural bentonite acid activated. Bentonite activated with HF acid with a variety of 1% -5%. Acid can damage the structure of octahedral layers in the space between the layers. Effect of activation with HF acid cause ion exchange of Al3+, Fe3+, Mg2+ with H+ ions from the acid HF so changes smectite crystalline structures. Activation of bentonite with lead acid cation exchange capacity decreased and significantly increases the specific surface area of 26.893 m2 / g (natural bentonite) to 43.167 m2 / g (activated).
Analisa Makanan Tradisional Jeruk Maman dari Daun Maman (Cleome gynandra L) Sahira; Sri Hilma Siregar; Rahmadini Syafri; Hasmalina
Sistem Informasi Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v11i2.2513

Abstract

Jeruk maman merupakan asinan sayur yang menghasilkan asam laktat, sehingga mempunyai cita rasa yang khas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas makanan Jeruk maman dari tiga variasi jeruk maman. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, yaitu melakukan penambahan cabai dan garam dalam jumlah yang berbeda pada jeruk maman. Jeruk maman yang dibuat sebanyak tiga variasi yaitu: DKA 01 = daun maman 500 g, ditambah nasi 2% DKA 02= daun maman 500 gr penambahan, nasi 2% garam 2,25% dan cabai 1%, DKA 03= daun maman 500 gr penambahan nasi 2% garam 2,5% dan cabai 1%. Diamkan selama 3 hari, selanjutnya di analisa pH, kadar air,total asam laktat, bakteri asam laktat dan protein untuk semua perlakuan. Penelitian ini menggunakan bentuk Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan 1 faktor yang diuji terdiri dari 3 taraf perlakuan dan 2 kali ulangangan. Hasil penelitan Kualitas yang terbaik dari ketiga variasi jeruk maman yaitu pada analisa kadar protein kualitas yang terbaik adalah sampel DKA 01 dengan jumlah protein tertinggi yaitu 2,47% dan nilai total asam tertitrasi tertinggi juga pada sampel DKA 01 yaitu 0,37%. Sementara pada analisa pH terbaik adalah sampel DKA 02 yaitu 3,9 %dan DKA 03 yaitu 3,8 %. Hasil analisa BAL terbaik adalah sampel DKA 02 1,7 x 108 dan DKA 03 yaitu 1,5 x 108.
Tanaman Apu-Apu (Pistia stratiotes L) dengan Penambahan Zeolit sebagai Agen Fitoremediasi Air Terkontaminasi Logam Kadmium (Cd), Tembaga (Cu) Dan Timbal (Pb) Hasmalina Nasution; Siti Fatimah; Fitra Perdana; Sri Hilma Siregar
Sistem Informasi Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v11i2.2770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar logam berat (Cd, Cu dan Pb) dalam air yang terkontaminasi logam berat dan mengetahui pengaruh perlakuan terhadap penurunan konsentrasi logam berat dalam air. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 Perlakuan yaitu P1 (0 gr apu-apu + 150 gr zeolit), P2 (50 gr apu-apu + 100 gr zeolit), P3 (100 gr apu-apu + 50 gr zeolit) dan P4 (150 gr apu-apu + 0 gr zeolit). Parameter utama dalam penelitian ini yaitu penurunan konsentrasi dalam air. Analisa data yang digunakan adalah analisa ANOVA untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap penurunan logam. Analisa kadar logam (Cd,Cu dan Pb) dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom (SSA). Persentase Penurunan kadar Cd tertinggi yaitu 73.80 % sedangkan yang terendah 69.90 %, Persentase Penurunan kadar Cu tertinggi yaitu 89.46 % sedangkan yang terendah 42.81 %, dan Persentase Penurunan kadar Pb tertinggi yaitu 99.07 % sedangkan yang terendah 81.24 %, Nilai Penurunan kadar (Cd, Cu dan Pb) tertinggi diperoleh oleh P3. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata perlakuan terhadap penurunan konsentrasi dalam air pada taraf nyata (p<0,05). Hasil penentuan uji presisi dan linearitas menunjukkan bahwa metode yang digunakan memiliki linearitas serta presisi yang baik.
Sintesis Biodiesel dari Minyak Jelantah Menggunakan Katalis Bentonit, K-Bentonit Dan K-Bentonit Terimpregnasi CaO Hasmalina Nasution; Wahyuni Puspita Sanda; Rahmadini Syafri; Sri Hilma Siregar; Yuhelson; Prasetya
Sistem Informasi Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v12i1.3312

Abstract

Biodiesel is an alternative fuel for diesel engines produced by a transesterification reaction between vegetable oils or animal fats containing triglycerides and alcohol, one of which is methanol. The use of homogeneous base catalysts in the synthesis of biodiesel still poses a problem for the environment because it is difficult to separate, therefore, researchers use variations of heterogeneous base catalysts. The synthesis of biodiesel from used cooking oil was carried out through a transesterification reaction with technical methanol with a catalyst of CaO impregnated Bentonite, K-Bentonite and Bentonite using the reflux method at 65ºC for 2 hours. The ratio of the volume of oil, methanol, and catalyst used is 5:1:1%-w oil. Based on the research that has been done, the yield of each catalyst is 84.85% bentonite, 84.24% K-bentonite and 89.27% ​​K-bentonite-CaO. The characteristics of biodiesel obtained from each of these catalysts such as calorific value and density have met the quality requirements of the Indonesian National Standard (SNI 7182-2012), except for the acid number and kinematic viscosity which still exceed the quality requirements of SNI 7182-2012.
Eco-friendly Edible Film from Chicken Bone Waste and Tapioca Starch Sri Hilma Siregar; P. Prasetya; Aulia Rizki Ramadhanti; Rian Putra; Siti Zahidah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 25, No 2 (2022): Volume 25 Issue 2 Year 2022
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.611 KB) | DOI: 10.14710/jksa.25.2.79-86

Abstract

The manufacture of edible film from chicken bone gelatin incorporated with starch is essential for Indonesia, where most Muslims are. This is related to Shari’a law which requires Muslims to consume only halal food. Gelatin made from chicken bones is guaranteed to be halal. This study aimed to determine the process of extracting chicken bone waste with acid solvents, making the edible film, and the characterization of chicken bone edible film. This research started with extracting gelatin from chicken bone waste. The 5 g of extracted chicken bones were mixed with 40% w/v glycerol, starch (0, 5, 10, 15% w/v), and distilled water, then heated at 50°C. The mixture was printed in a petri dish (15 cm in diameter) and dried for 24 hours. The edible films were evaluated for physicochemical and mechanical properties, such as tensile strength, elongation, thickness, water resistance, WVTR, and degradation test. Edible film characterization used FTIR, SEM, XRD, and TGA. The optimum condition of the extraction procedure was obtained by using 5% HCl, which produces 8.22172% yield of gelatin with pH of 6.0, water content of 8%, and ash content of 0.945%. In the thickness test, the more significant the starch concentration added, the greater the thickness of the edible film produced. The edible film exhibited a decrease in tensile strength and an increase in elongation along with increasing starch concentration. The results of the WVTR test were only starch concentrations of 0 and 15% that meet the standards, while all concentrations in the water resistance did. The results of FTIR chicken bones with variations in starch and the addition of glycerol as a plasticizer have functional groups N-H, O-H, C-O, C=O, C-H, C-N. Edible films without the addition of starch were utterly degraded within 30 days.
Modifikasi Pembalut Wanita Berbasis Serabut Pelepah Sawit dan Serabut Kelapa Higienis dan Ramah Lingkungan Regina Tesa; Eva Saputri Setyowati; Olif Syahbella; Riswandi; Sri Hilma Siregar
Sistem Informasi Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v12i2.2422

Abstract

containing chlorine has a high risk of reproductive health for women, including the risk of: vaginal discharge, itching, irritation and causing cancer. Permenkes No. 472/Menkes/Per/V/1996 chlorine is a hazardous substance which is toxic and causes irritation and itching. Therefore, its use in sanitary napkins is prohibited. In this study, the aim of this study was to obtain sanitary and safe sanitary napkins and to use palm frond waste which is usually just thrown away. This research was conducted using materials, namely palm midrib fibers and coconut fibers and added with betel leaf extract. This research was conducted by testing the absorbency of the sanitary napkins. How to test the pads by making 2 samples, namely pads without a mixture of palm midrib and coconut fiber and pads with a mixture of palm midrib and coconut fiber, and tested how much the pads can absorb liquid with the unit used is mL. After being tested, the results of this study were that the absorption capacity of the pads of palm midrib and coconut fiber was better than that of pads without palm and coconut fiber.