Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENTINGNYA UPDATING DATA SINTA MELALUI EDUKASI ONLINE DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS Baharudin, Erwan; Ernawati, Ernawati; Arianto, Henry; Cahyadi, Lukman; Ramadhan, Yanuar
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 6, No 4 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v6i4.3631

Abstract

The spread of the COVID-19 is the cause of death with the highest number in the world so that the government enforce work from home rule.The work from home rule causes activities such as teaching and learning, training, and seminar conducted via online education. The purpose of this activity is to educate online about the importance of updating data in sinta. The method of activity is carried out with socialization (lecture) and FGD (Focus Group Discussion). The target of this activity is the campus community consisting of staff-bureaus, lecturers, and the rest of the university staff. The number of participants who participated was 79 people. Most were from the faculty of health sciences (25.3%), law (15.2%), economics and business (13.9%), psychology and engineering (11.4%). The results of the socialization showed that most participants understood about the importance of updating data in sinta; knowledge (good) 51.9%. The results of the FGD showed that participants mainly discussed the creating a sinta account (25%), synchronizing data from old institution to new institution (25%), consulting services in sinta (37.5%), and classifying expertise or research themes in sinta (12.5%). As many as 100% expressed an understanding about updating data in sinta. This activity increased knowledge about the importance updating data in sinta by 48.1%. Thus, it is important to carry out an educational activities especially with online methods routinely and periodically in an effort to increase knowledge regarding the conditions of the pandemic.  Keywords: Online Education, COVID-19, Knowledge, Sinta
PENINGKATAN PENGETAHUAN HUKUM PERJANJIAN KERJA DI DESA MEKAR BUANA KABUPATEN KARAWANG Suprayogi, Agus; Olivia, Fitria; Arianto, Henry; Ernawati, Ernawati; Baharudin, Erwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 6, No 2 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v6i2.3170

Abstract

AbstractLegal protection for workers is the fulfillment of the basic rights inherent and protected by the constitution as regulated in Article 27 paragraph (2) of the 1945 Constitution "Every citizen has the right to work and a decent living for humanity". Violation of basic rights protected by the constitution is a violation of human rights. Generally, violations of the law against workers, occur in the area or village, because in general workers' knowledge of labor law is relatively lacking. One of them is in Mekarbuana Village, Karawang Regency. This is the reason that makes us, the lecturers at Esa Unggul University, interested in making community service in Mekarbuana Village, Karawang Regency. The method of implementation is initiated by seeking information from informants in the village, then observing the village, then ending with legal counseling in the field of labor, according to what they need. It is expected that after this counseling, knowledge to the public about the rights and obligations of workers and employers will increase so as to create mutual understanding between workers and employers in order to prevent industrial relations disputes. The conclusion we get, so far they still do not get what they are entitled to, especially in the field of Specific Time or Honorary Workers. Keywords: Increased knowledge, work agreements, mekarbuana village AbstrakPerlindungan hukum terhadap Pekerja merupakan pemenuhan hak dasar  yang melekat dan dilindungi oleh konstitusi sebagaimana yang diatur di dalam  Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 “Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan  penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”. Pelanggaran terhadap hak dasar yang dilindungi konstitusi  merupakan pelanggaran hak asasi manusia. Umumnya pelanggaran hukum terhadap pekerja, terjadi di daerah atau desa, dikarenakan umumnya pengetahuan pekerja terhadap aturan hukum tenaga kerja relatif masih kurang. Salah satunya adalah di Desa Mekarbuana, Kabupaten Karawang.  Alasan inilah yang membuat kami, para dosen di Universitas Esa Unggul, tertarik untuk membuat pengabdian masyarakat di Desa Mekarbuana, Kabupaten Karawang, tersebut. Adapun metode pelaksanaannya adalah diawali dari pencarian informasi dari narasumber di desa tersebut, lalu observasi di desa tersebut, barulah di akhiri dengan penyuluhan hukum di bidang tenaga kerja, sesuai dengan yang mereka butuhkan. Diharapkan setelah penyuluhan ini, pengetahuan kepada masyarakat mengenai hak dan kewajiban pekerja dan pengusaha makin bertambah sehingga tercipta saling pengertian antara Pekerja dan pengusaha guna mencegah terjadinya perselisihan hubungan industrial. Kesimpulan yang kami dapatkan, mereka selama ini masih belum mendapatkan apa yang menjadi hak mereka, khususnya di bidang Pekerja Waktu Tertentu atau Honorer. Kata kunci: Peningkatan pengetahuan, perjanjian kerja, desa mekarbuana
PENINGKATAN KESADARAN SANTRI TERHADAP PERILAKU GHASAB DAN PEMAKNAANNYA DALAM HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF Ernawati, Ernawati; Baharudin, Erwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v4i2.2274

Abstract

AbstractThe behavior of the ghasab is generally said to have entrenched the environment of boarding school, it implies that the act of using the property of others illegally for self-interest has often happened and both the students, teachers and administrators have considered this as something normal and common in their environment, can not be separated from one of them is students of Al-Mansyuriyah boarding school. The purpose of this activity is to give full understanding to students to reduce, eliminate and even break the chain of ghasab culture in environment of boarding school and also remind every ghasab behavior never justified in the teachings of Islam and also the rule of law in our country. Method of implementation of this activity through presentation, lecture, and reciprocal interaction between students with sources for 30 minutes in the hall of boarding school Al-Mansyuriyah. The result of this activity is the absorption of understanding about the impact of ghasab behavior, either from the meaning of Islamic law as well as state law and also the long-term impact of ghasab behavior for the character formation in the future. Keywords: students, ghasab, boarding school AbstrakPerilaku ghasab secara umum dikatakan sudah membudaya dilingkungan Pondok Pesantren, hal ini mengandung pengertian bahwa tindakan mempergunakan milik orang lain secara tidak sah untuk kepentingan sendiri sudah sering terjadi dan baik para santri, ustadz maupun pengurus pun sudah menganggap hal ini sebagai sesuatu yang wajar dan umum terjadi di lingkungan mereka, tidak terlepas dari salah satunya yaitu santri Pondok Pesantren Al-Mansyuriyah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman sepenuhnya kepada santri untuk mengurangi, menghilangkan bahkan memutuskan mata rantai budaya ghasab dilingkungan asrama pesantren dan juga mengingatkan kembali setiap perilaku ghasab tidak pernah dibenarkan dalam ajaran agama Islam dan juga peraturah hukum di negara kita. Metode pelaksanaan kegiatan ini melalui presentasi, ceramah, dan interaksi timbal balik antara santri dengan narasumber selama 30 menit di aula Pondok pesantren Al-Mansyuriyah. Hasil kegiatan ini adalah adanya penyerapan pemahaman tentang dampak yang ditimbulkan dari perilaku ghasab, baik itu dari pemaknaan hukum Islam maupun hukum negara dan juga dampak jangka panjang perilaku ghasab bagi pembentukkan karakter dikemudian hari. Kata kunci: santri, ghasab, pesantren
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR DI SEKOLAH GRATIS MASTER DEPOK MELALUI PENGENALAN POTENSI DIRI, INTERAKSI DAN PENGARAHAN PELUANG PEKERJAAN Baharudin, Erwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v3i2.1882

Abstract

AbstractCompulsory education is a government program that is being intensively encouraged by the government. This program requires every citizen to learn for twelve years at the level of primary school up to high school. However, not all children have the motivation for learning of minority children in particular. This is because of the demands they make a living to help their parents and provide for their own needs. Thus, for some minority children earning a living is more important than learning, so even though there is already a free school for the children of minorities is more concerned with earning a living than learning in the schools. Based on this reason, then this community activities aimed at motivating learning and directing minority children elementary school levels through the introduction of potential. The method of implementing these activities through presentations and lectures are interspersed with the reciprocal interaction between students with a resource person for 30 minutes.  The result of this community service activity is the growing interest of learning based on the introduction of potential owned by minority students. The conclusion of the activities of this devotion is the increased awareness of the students of the importance of learning in school, because those in school can develop its potential and directional.Keywords: learning, self potential, self development  Wajib belajar merupakan program pemerintah yang sedang gencar digalakkan oleh pemerintah. Program ini mewajibkan setiap warga negara  untuk belajar selama dua belas tahun pada jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Namun, tidak semua anak-anak memiliki motivasi untuk belajar khususnya anak-anak minoritas. Hal ini dikarenakan adanya tuntutan mereka mencari nafkah untuk membantu orang tuanya dan mencukupi kebutuhannya sendiri. Dengan demikian, untuk beberapa anak minoritas mencari nafkah lebih penting daripada belajar, sehingga meskipun sudah ada sekolah yang gratis anak-anak minoritas ini lebih mementingkan mencari nafkah daripada belajar di sekolah tersebut. Berdasarkan alasan inilah, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini  bertujuan untuk memberikan motivasi belajar serta mengarahkan anak-anak minoritas tingkat sekolah dasar melalui pengenalan potensi diri yang dimilikinya. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu melalui presentasi dan ceramah yang diselingi dengan interaksi timbal balik antara siswa dengan narasumber selama 30 menit. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah tumbuhnya minat belajar berdasarkan pengenalan potensi diri yang dimiliki oleh para siswa minoritas tersebut. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya kesadaran para siswa-siswi akan pentingnya belajar di sekolah, karena di sekolah tersebut potensi yang dimilikinya dapat berkembang dan terarah.Kata kunci: belajar, potensi diri, pengembangan diri
MENINGKATKAN PENGETAHUAN HUKUM SECARA DINI PADA ANAK-ANAK MARJINAL DI SEKOLAH GRATIS MASTER DEPOK Ernawati, Ernawati; Baharudin, Erwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v3i1.1677

Abstract

AbstractThe existence of marginal groups such as street children, singers, beggars and hawkers from year to year increase. Ironically, most of them belonging to children under age for work. They are scattered in various strategic locations, such as around the traffic light, strip malls, as well as a place that became the center of the crowd. But unfortunately, the existence of those who work in the street can disturb the tranquility and safety of others including himself, and therefore their existence is often pursued by Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja). Therefore, many street children are traumatized and antipathy towards the government. It is this attitude that led to later acts disorderly and it is feared will lead to criminal acts such as stealing, impose, fighting, drugs, and the others. The purpose of this public service activities is to provide knowledge of the legal and ethical education of children in the elementary level of marginal Sekolah Gratis Master Depok. The method of implementation of these activities in the form of extension to provide an overview and explanation of some of the events of the empirical experienced by street children as well as sanctions of criminal threatening, as well as provide examples of good behavior when they are at school, at home, or outside the home. The results of this public service activities is the transfer of knowledge about the legal knowledge and ethical education when they interact with others in the school, home, or in their neighborhood for a living. The conclusion of this activity is the increased understanding of the legal and ethical when they are at home, school and place them earn a living. It can be detected by the question and answer session at the time of the extension took place.Keywords: street children, understanding of the law, ethics educationAbstrakKeberadaan kaum marjinal seperti anak-anak jalanan, pengamen, pengemis dan pengasong dari tahun ke tahun semakin bertambah. Ironisnya sebagian besar dari mereka tergolong anak-anak di bawah umur untuk bekerja. Mereka tersebar di berbagai lokasi strategis, seperti disekitar lampu merah, terminal, mall-mall, serta beberapa tempat yang menjadi pusat keramaian. Namun sayangnya, keberadaan mereka yang bekerja di jalanan tersebut dapat mengganggu ketentraman dan keselamatan orang lain termasuk dirinya sendiri, oleh sebab itu keberadaan mereka sering dikejar-kejar oleh  Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja). Oleh karena itu, banyak anak-anak jalanan yang menjadi trauma dan antipati terhadap pemerintah. Sikap inilah kemudian yang memunculkan tindakan-tindakan yang tidak tertib dan dikhawatirkan akan menjurus ke tindakan kriminal seperti mencuri, memalak, berkelahi, memakai narkoba, dan lain sebagainya. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan hukum dan pendidikan etika pada anak-anak marjinal  tingkat Sekolah Dasar di Sekolah Gratis Master Depok. Metode pelaksanaan kegiatan ini berbentuk penyuluhan dengan memberikan gambaran dan penjelasan beberapa kejadian-kejadian empirikal yang dialami oleh anak jalanan beserta sangsi-sangsi pidana yang mengancamnya, serta memberikan contoh-contoh perilaku yang baik ketika mereka berada di sekolah, dirumah, maupun di luar rumah. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah adanya transfer pengetahuan tentang pengetahuan hukum dan pendidikan etika ketika mereka berinteraksi dengan orang lain di sekolah, rumah, maupun di lingkungan mereka mencari nafkah. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pemahaman hukum dan etika saat mereka berada di rumah, sekolah dan tempat mereka mencari nafkah. Hal ini dapat diketahui dengan adanya tanya jawab pada saat penyuluhan tersebut berlangsung.Kata kunci: anak jalanan, pemahaman hukum, pendidikan etika  
Pembekalan Pengetahuan tentang Identifikasi Jenis Ular Berbisa dan idak Berbisa serta Cara Penanganannya di Yayasan Al Wathoniyah 19 Cakung Jakarta Timur ISSN 2406-8365 Tyas, Ari Anggarani Anggarani Winadi Prasetyoning; Baharudin, Erwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v2i1.1294

Abstract

AbstrakUlar merupakan reptil yang dapat beradaptasi dengan lingkungannya, oleh sebab itu jenis dan penyebarannya sangat banyak dibandingkan dengan jenis reptile maupun binatang lainnya. Beberapa jenis ular hidup diberbagai habitat seperti di hutan, gunung, sungai, semak belukar, gorong-gorong, serta di laut. Oleh sebab itu tidak mengherankan bila banyak dijumpai ular yang masuk kedalam pemukiman warga. Namun sayangnya keberadaan ular di masyarakat belum dapat diterima keberadaannya karena adanya pengetahuan yang kurang tepat, sehingga tidak mengherankan jika ada warga yang bertemu ular mereka ada yang menghindar atau bahkan membunuhnya. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pengenalan identifikasi jenis ular berbisa dan tidak berbisa di  yayasan Al Wathoniyah 19 cakung Jakarta Timur. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari dua sesi, yang pertama adalah pengenalan melalui slide menggunakan proyektor dan kedua adalah dengan membawa jenis-jenis ular tersebut secara langsung, sehingga para audiens dapat melihatnya secara langsung bahkan untuk jenis ular tidak berbisa mereka dapat menyentuh dan melilitkan ular tersebut ke badannya. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah adanya penyerapan pengetahuan oleh audiens terhadap berbagai jenis ular yang ada disekitar lingkungannya dan sering mereka jumpai. Secara perilaku audiens, hasil yang didapat adalah mereka mulai berani mendekat dan menyentuh ular yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan oleh audiens. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah adanya transformasi pengetahuan baru dapat merubah pandangan dan paradigma yang sebelumnya diakui kebenarannya selama bertahun-tahun. Perubahan ini memang tidak secara instan dapat diperoleh, ada yang memerlukan waktu cukup lama dan ada juga yang secara cepat. Perubahan secara cepat dapat didapatkan dengan pengalaman yang diperoleh sendiri baik dengan cara melihat dan juga merasakan secara langsung. Setelah adanya kegiatan P2M ini, para guru dan siswa telah mengetahui jenis-jenis ular dan penanganannya ketika mereka bersinggungan dengan ular. Kata kunci: paradigm, phobia, pengetahuan jenis ular
Gender Issues And Islamic Family Ernawati Ernawati; Erwan Baharudin
AIUA Journal of Islamic Education Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : AIUA Journal of Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.261 KB)

Abstract

Islam is often considered discriminatory against women with the concept of polygamy, thalak, inheritance and women's testimony, the concept of mahram for women if they want to leave and even the concept of hijab is considered as symbols of restraint on women's freedom in the Islamic world. Where women in the family are considered not to have the same gender role as men. Here gender discourse cannot be separated from theological studies, because the position of women in religious thought is indeed placed as the second being, especially about the origin and function of the existence of both. The perpetuation of gender inequality widely in religion originates from the nature of religion itself or is derived from the understanding, interpretation and thought of religion which is not impossible to be influenced by patriarchal traditions and culture or other views. Therefore an understanding is needed to place the real role of women in the family according to the guidance of the teachings of Islam. The purpose of this study is to find out how Islamic teachings place the role and position of women in the family. This research is a descriptive analytical research design using conflict and feminist theory approaches, with the hope that there will be a deeper analysis of gender issues in the Islamic family more deeply.
Pemberdayaan Peran Kader Posbindu Dalam Peningkatan Derajat Kesehatan Lansia berbasis Budaya Di Puskesmas Depok Mira Asmirajanti; Antia Antia; Erwan Baharudin; Gledys Oksecargra; Khairina Arare; Chairuni Shaliha Nurfitra; Evi Medina Oktavia; Ratu Dini Rahmawati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.24 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4227

Abstract

Posbindu activities are promotional and preventive activities that involve the community. The planing, implementation, and monitoring, as well as assessments are carried out from and by the community. Skills of health cadres are required in posbindu activities. Improving the ability of cadres in communication and posbindu services as a forum for services to the elderly needs to be carried out, especially preventive and promotive. The method used in this service is counseling and training of health cadres who are expected to detect risk factors for the elderly with prevention as early as possible. The activity was held on November 10, 2022, attended by 17 cadres posbindu hebras, posbindu gelatik A, and posbindu flamboyan B. The results of the activity are known to have increased cadre knowledge about “warga emas“ elderly, herbal therapy, massage therapy, accupressure, and supplementary feeding of the elderly. Through community service activities, the empowerment of posbindu cadres, especially in communication, can increase motivation and provide information to the elderly community.
DINAMIKA MASYARAKAT HUKUM ADAT DALAM SISTEM KETATANEGARAAN DI INDONESIA Ernawati, Erwan Baharudin
Jurnal Ilmiah Hukum dan Keadilan Vol. 6 No. 2 (2019): Hukum dan keadilan
Publisher : LP3M STIH Painan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.669 KB)

Abstract

Masyarakat adat merupakan dasar bagi pembicaraan hak masyarakat adat sebagai hak yang asasi. Banyak peraturan perundang-undangan nasional di masa ini telah memuat pengaturan tentang masyarakat adat sebagai bagian dari substansinya. Banyak pula inisiatif pembentukan hukum baru yang mencoba mengatur tentang masyarakat adat dan hak-haknya. Demikian pula pada level lokal, kita menemukan sejumlah peraturan perundang-undangan yang bertujuan untuk menata ulang hubungan masyarakat adat dengan negara. Ini menandakan sebuah perkembangan yang membaik. Namun, kami tetap merasa penting untuk mempertanyakan: Bagaimanakah seluruh produk legislasi dan masyarakat adat menuntut pengakuan negara atas keberadaan mereka serta hak-hak mereka. Inilah yang kemudian melahirkan bagaimana dinamika masyarakat hukum adat berkaitan dengan sistem ketatanegaraan di Indonesia saat ini? Sehingga dari permasalan tersebut akan mengupas tentang perkembangan mayarakat adat dan pemberlakuan hukum adat sebagai hukum positif di Indonesia. Pada penelitian hukum ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridif normatif. Penelitian ini mencari premis-premis atau kategori-kategori dalam hal ini tentang konsep-konsep hukum yang ada dalam peraturan dan dianalisis berdasarkan teori tentang legal policy (kebijakan) yang digunakan, kemudian dengan menggunakan kajian literatur yang bersifat analisis deskripsi melalui berbagai kajian kepustakaan maka akan memperkuat analisis yang didukung dari berbagai sumber yang memiliki kedalaman teori dari para ahli tentang hukum adat dengan menggunakan 2 (dua) konsep pemikiran tentang hukum yang sangat tajam mempertentangkan kedudukan hukum adat dalam sistem hukum yaitu konsep pemikiran legisme (termasuk aliran positivisme) dan aliran mazhab sejarah.
Pemberdayaan Peran Kader Posbindu Dalam Peningkatan Derajat Kesehatan Lansia berbasis Budaya Di Puskesmas Depok Mira Asmirajanti; Antia Antia; Erwan Baharudin; Gledys Oksecargra; Khairina Arare; Chairuni Shaliha Nurfitra; Evi Medina Oktavia; Ratu Dini Rahmawati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4227

Abstract

Posbindu activities are promotional and preventive activities that involve the community. The planing, implementation, and monitoring, as well as assessments are carried out from and by the community. Skills of health cadres are required in posbindu activities. Improving the ability of cadres in communication and posbindu services as a forum for services to the elderly needs to be carried out, especially preventive and promotive. The method used in this service is counseling and training of health cadres who are expected to detect risk factors for the elderly with prevention as early as possible. The activity was held on November 10, 2022, attended by 17 cadres posbindu hebras, posbindu gelatik A, and posbindu flamboyan B. The results of the activity are known to have increased cadre knowledge about “warga emas“ elderly, herbal therapy, massage therapy, accupressure, and supplementary feeding of the elderly. Through community service activities, the empowerment of posbindu cadres, especially in communication, can increase motivation and provide information to the elderly community.