Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Adopsi dan Difusi Teknologi Pengukuran Tekanan Intraokular Non-Invasif Pada Pemeriksaan Kesehatan di Kota Semarang Sari Ayu Wulandari; Wisnu Adi Prasetyanto; Cynthia Arsita; Arga Dwi Pambudi
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i1.3236

Abstract

The Community Service Program (PKM) in Semarang City, Central Java, aims to address the low adoption of smart city technology, particularly in health screening initiatives. Amid a rising prevalence of glaucoma, the rate of eye disease screening in this region remains low. This PKM initiative offers the development of an affordable, non-invasive tonometer for intraocular pressure measurement to facilitate early glaucoma screening and monitoring. The implementation includes device design, screening participation surveys, and analysis of measurement results compared to a reference tonometer. This tool is expected to aid in early glaucoma detection and help reduce adoption barriers to technology. Surveys conducted before and after the program indicate increased public understanding, while calibration tests show the device has high accuracy with a minimal error rate of 1.71 mmHg, demonstrating its effectiveness for intraocular pressure screening.
PENARIKAN SECARA PAKSA OBJEK JAMINAN FIDUSIA DALAM HUBUNGAN PERLINDUNGAN ANGSURAN KREDIT DEBITUR Esca Sariayu Wulandari; Ridwan Ridwan; Achmad Syarifuddin
Repertorium: Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan Vol. 9 No. 1 (2020): Repertorium
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28946/rpt.v9i1.368

Abstract

Penelitian tesis ini membahas tentang penarikan secara paksa objek jaminan fidusia dalam hubungan perlindungan angsuran kredit debitur. Pemberian pembiayaan yang diberikan kepada pihak konsumen sebagai debitur menjadi sebuah utang senilai pembiayaan yang diberikan berikut dengan bunga yang diperjanjian pembiayaaan oleh para pihak. Mengingat sifat perjanjian pembiayaan mengandung sebuah perikatan pokok dalam bentuk utang piutang, maka jasa pemberian pembiayaan juga membutuhkan adanya jaminan yang memadai sebagaimana disebut sebagai jaminan fidusia. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu mengenai bagaimana keabsahan penarikan objek Jaminan Fidusia secara paksa, serta bentuk perlindungan hukum terhadap debitur atas prestasi (angsuran kredit) yang telah dilakukan terkait dengan penarikan  objek jaminan fidusia secara paksa. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Jenis bahan hukum diperoleh dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier, dikumpulkan melalui studi kepustakaan, dianalisis secara kualitatif, dengan teknik penarikan kesimpulan secara deduktif. Hasil penelitian ini adalah, penarikan jaminan fidusia secara paksa merupakan tindakan sah apabila telah memenuhi prosedur yang tepat dalam penarikan objek jaminan fidusia, tapi dalam praktiknya banyak menemukan masalah karena tidak ada aturan yang jelas tentang  penerima fidusia untuk mengambil objek yang menjadi jaminan fidusia dari pemberi fidusia. Justru yang biasa dialami penerima fidusia adalah penarikan secara paksa  oleh debt collector. Atas prestasi angsuran kredit yang dilakukan oleh debitur dalam hal terjadi penarikan objek jaminan Fidusia secara paksa tidak adanya perlindungan secara hukum yang jelas sehingga menjadi kerugian bagi debitur dalam arti tidak ada imblan atas prestasi debitur namun debitur merasakan manfaat pemakaian barang selama angsuran berlangsung.
Penerapan Teknologi Mekanisasi dan Inovasi Desain Kemasan untuk Peningkatan Daya Saing UMKM Snack N&N Salatiga Agus Triyono; Sari Ayu Wulandari; Zahrotul Umami; Dwi Eko Waluyo
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 8 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Agustus, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i8.4005

Abstract

UMKM Snack N&N Salatiga merupakan usaha pengolahan makanan ringan yang memiliki potensi pengembangan pasar, namun masih menghadapi kendala dalam proses produksi dan pemasaran. Pencetakan kue untir-untir yang masih dilakukan secara manual menyebabkan kapasitas produksi terbatas, waktu pengerjaan relatif lama, dan bentuk produk kurang seragam. Di sisi lain, desain kemasan yang digunakan belum optimal dalam menarik minat konsumen, menyampaikan informasi produk, dan memperkuat identitas merek. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing UMKM melalui penerapan mesin pencetak kue untir-untir serta inovasi desain kemasan. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, perancangan dan penerapan mesin, pengembangan desain kemasan, pelatihan penggunaan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan mekanisasi mampu meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi serta menghasilkan bentuk produk yang lebih seragam. Inovasi kemasan juga meningkatkan tampilan visual, kelengkapan informasi, dan citra merek produk. Selain itu, pelatihan dan pendampingan meningkatkan kemampuan mitra dalam mengoperasikan teknologi produksi dan menerapkan konsep pengemasan yang lebih modern. Secara keseluruhan, penerapan teknologi tepat guna dan inovasi kemasan memberikan dampak positif terhadap produktivitas, kualitas produk, dan daya saing UMKM Snack N&N Salatiga.
Pengelompokan Jenis Kulit Normal, Berminyak dan Kering Menggunakan 4-Connectivity dan 8-Connectivity Region Properties Berdasarkan Ciri Rerata Bound Sari Ayu Wulandari
Jurnal Transformatika Vol. 17 No. 1 (2019): July 2019
Publisher : Jurusan Teknologi Informasi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/transformatika.v17i1.1341

Abstract

Produk kosmetik, sabun dan perawatan kulit wajah, mengkhususkan penggunaan pada beberapa jenis kulit. Ada 5 jenis kulit wajah yaitu normal, berminyak, kering, sensitif dan kombinasi. Mengetahui jenis kulit wajah sangat penting untuk memilih produk kosmetik yang cocok. Diperkirakan sekitar 1518 individu dengan kasus penyakit kulit baru dilaporkan di tahun 2018. Dalam makalah ini, dilakukan proses deteksi jenis kulit wajah dengan menggunakan metode 4 dan 8 konektifitas. Tujuan dari makalah ini adalah untuk melakukan deteksi jenis kulit wajah serta merancang bangun sebuah teknologi pengolahan citra digital yang dapat mengenali jenis kulit wajah. Metode yang digunakan meliputi akuisisi citra, peningkatan kualitas citra, segmentasi citra, ekstraksi ciri dan pengenalan pola. Manfaat dari makalah ini adalah dapat mengetahui jenis kulit wajah, sehingga dapat memberikan perlakuan yang tepat, sehingga tingkat kesalahan dalam memilih kosmetik dapat diminimalisir.
Sistem Monitoring Sungai Berbasis IoT Arga Dwi Pambudi; Sari Ayu Wulandari
Elektrika Vol. 14 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/elektrika.v14i2.5754

Abstract

Water pollution often occurs due to the disposal of household waste (solid waste and liquid waste) as well as industrial waste, small industry and non-organic waste. This waste will be disposed of through channels which then flow into rivers. Thepurpose of this research is to make a device that can determine the condition of river water, which is polluted or not from along distance. The method used in this study is by taking samples from river water that can represent polluted and unpolluted,then data is taken from these samples which are then processed so that their condition can be known. The conditions that havebeen obtained are then displayed via the web.
Monitoring Sistem Kontrol Mesin Drying Kopi Secara Real Time Berbasis IoT Kusmiyati Kusmiyati; Arga Dwi Pambudi; Zaenal Arifin; Sari Ayu Wulandari; Muhammad Agus Purnomo; Kristoforus Ardian Setiadi; Nia Yunita Listianingrum
Elektrika Vol. 15 No. 2 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/elektrika.v15i2.7857

Abstract

The process of drying coffee beans often done by manually using sunlight which has its drawbacks, where coffee farmers cannot predict the weather which may rain at any time. If exposed to rain water, coffee beans that are slightly dry will become wet and moist again, which will affect the quality of the coffee beans. Therefore, in this research a literature study will be carried out, followed by the construction of an IoT-based coffee drying machine so that its condition can be monitored at any time. In the drying process, a PTC fan and heater will be used to regulate the temperature and humidity in the coffee drying machine to get better results in drying coffee. This research will also test how much temperature and humidity are optimal in the coffee drying machine, because it will also affect the drying time and the quality of the coffee produced. To determine the quality of the coffee beans and develop a coffee drying machine, researchers will collaborate with UKM Boyolali which has experience in drying coffee beans. IoT-based dying coffee machine has been made, with dimensions (80 x 47 x 115) cm, drying capacity of 30 grams, using electric fuel which is integrated with temperature and humidity sensors which function as drying temperature controllers, with measurement error calibration results of 1.2 and organoleptic tests show that the quality of the coffee produced by the tool/machine is better than the coffee produced by manual heating, where the coffee beans heated by the machine have a strong coffee aroma but do not smell burnt, the color is even, light brown in color and has a bitter taste and when crushed and dissolved there is no precipitate on the surface. The optimum temperature for the IoT-based dying coffee machine is 80ºC in 883 seconds or the equivalent of 15 minutes, which is equivalent to traditional drying by relying on sunlight for 10 days, while the optimal humidity for the IoT-based dying coffee machine is 15 %, this is in accordance with the quality standards of coffee as a result of heating.          Keywords: Coffee beans, Drying coffee machine, IoT ABSTRAK  Pada proses pengeringan biji kopi saat ini masih sering dilakukan secara manual menggunakan sinar matahari yang memiliki kekurangan, dimana petani kopi tidak bisa memprediksi cuaca yang kemungkinan bisa terjadi hujan setiap saat. Jika terkena air hujan biji kopi yang agak kering akan menjadi basah dan lembab kembali, dimana akan jadi berpengaruh pada kualitas dari biji kopi tersebut. Oleh karena itu pada penelitian ini akan dilakukan study literature, yang dilanjutkan dengan pembuatan mesin drying kopi berbasis IoT sehingga bisa dipantau kondisinya setiap saat. Pada proses pengeringan akan digunakan fan dan heater PTC untuk mengatur suhu dan kelembapan di dalam mesin drying kopi untuk mendapatkan hasil yang lebih bagus dalam pengeringan kopi. Pada penelitian ini juga akan diujikan seberapa besar suhu dan kelembapan yang optimal di dalam mesin drying kopi, karena akan berpengaruh juga pada waktu pengeringan dan kualitas kopi yang dihasilkan. Untuk menentukan kualitas dari biji kopi dan mengembangkan mesin drying kopi peneliti akan bekerjasama dengan UKM Boyolali yang sudah berpengalaman dibidang pengeringan biji kopi. Telah dibuat mesin dying kopi yang berbasis IoT, dengan dengan dimensi (80 x 47 x 115) cm, kapasitas pengeringan 30 gram, menggunakan bahan bakar listrik yang terintegrasi dengan sénsor suhu dan kelembaban yang berfungsi sebagai pengontrol suhu pengeringan, dengan hasil kalibrasi error pengukuran sebesar 1,2 dan uji organoleptic menunjukan bahwa kualitas kopi hasil alat/ mesin lebih bagus dibandingkan dengan kopi hasil pemanasan manual, dimana biji kopi hasil pemanasan dengan mesin mempunyai aroma kopi kuat namun tidak beraroma gosong, warna merata, berwarna coklat muda dan mempunyai rasa pahit dan ketika ditumbuk dan dilarutkan tidak ada endapan dipermukaan. Suhu optimal pada mesin dying kopi yang berbasis IoT adalah 80ºC dalam kurun waktu 883 detik atau setara dengan 15 menit yang mana hasil tersebut setara dengan pengeringan secara tradisional dengan mengandalkan sinar matahari selama 10 hari, sedangkan kelembapan optimal pada mesin dying kopi yang berbasis IoT adalah 15%, hal ini sesuai dengan baku mutu kopi hasil pemanasan.