Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EFEKTIFITAS PENYULUHUAN TERHADAP SANITASI WARUNG MAKAN DI SEKITAR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG Eni Mahawati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2012): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.498 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v11i1.662

Abstract

Background: The rise of food stalls on campus culminated in the emergence of a variety of issues, among other health problems. In Central Java has started 21 events poisoning (2006), with the number of 1269 people, and 3 patients died. Based on data from DKK Semarang mentioned that the number of patients because of food poisoning in the city of Semarang in2006 reached an average of 21.95%. The results of the initial survey of 14 food vendors on campus UDINUS in the last 3 years (2008, 2009, 2010) showed about 45% have the knowledge, practices and the availability of sanitary hygiene compliance has not been good.Method: This is a “quasi experimental research” with “one group pre-post test design”. Using the observation method of data collection / survey with questionnaires. Purposive sample isdetermined, as many as 25 food stalls crowded. Processing and data analysis performed with SPSS for windows. Data were analized with “ Wilcoxon test “ to know about counseling effectiveness of food stall sanitation.Result: Based on the result of this research was known that there has been improvement of motivation, knowledge, awareness of hygiene and sanitation practices of food stalls target. Based on the results of data processing and analysis can be seen that the general sanitary conditions of hygiene that still needs to be fixed to respondents to the ideal standard sanitaryaspects of the washing, sanitizing processing and sanitary serving / food packaging.Conclusion: To optimize achieving certification stalls it is advisable need assessment for immediate assistance and facilitation to improved hygiene practices and improved sanitation facilities as a series of subsequent certification process that is well worthy of certification for food service businesses. In addition to do research on the number of germs as outcome of food hygiene and sanitation.Keyword : Food hygiene,Food sanitation,Food stalls, Counseling Effectiveness
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN NYERI PINGGANG PADA TENAGA KERJA BAGIAN PENGEMASAN INDUSTRI FARMASI TAMBAKAJI SEMARANG Hafni Farahwati; Eni Mahawati; MG Catur Yuantari
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2012): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.287 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v11i2.670

Abstract

Latar Belakang : Keluhan nyeri punggung merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang salah . Dari hasil studi, hampir semua pekerja sering mengeluhkan nyeri pinggang dengan berbagai macam intersitasnya dari yang ringan hingga berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis hubungan antara usia, masa kerja, posisi dan fasilitas dengan keluhan nyeri pinggang pada pekerja industri kemasan farmasi di Tambakaji Semarang.Metode : Data dikumpulkan dengan Metode Survey dan Cross Sectional Study Design. 36 pekerja kemasan sebagai sampel diwawancarai dan diukur tingkat keluhan nyeri pinggangdengan pemeriksanaan klinis.Hasil : Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat hubungan antara umur ( p value: 0,000; r: 0,699 ) , masa kerja ( p value: 0,000 ; r : 0647 ) , posisi kerja ( p value : 0,11 ), fasilitas kerja ( p value: 0,013 ) dengan ringan kasus nyeri punggung bawah 13 responden (36,1 %) , 20 (55,6%) responden mengeluhkan nyeri pinggang dengan kategori sedang dan 3 (8,3%) responden dalam kategori berat.Kesimpulan : Penelitian ini terdapat hubungan antara usia, masa kerja, posisi kerja dan fasilitas kerja dengan keluhan nyeri pinggang pada pekerja industri kemasan farmasi diTambakaji Semarang.Kesimpulan: Saran bagi perusahaan, pekerja disediakan kursi dengan sandaran untuk memberikan kenyamanan selama duduk dan untuk menghindari kram otot, meja kerja harusmemenuhi kualifikasi ergonomis untuk membuat pekerja lebih mudah bekerja dan keranjang harus di tersusun rapi sehingga itu tidak mengganggu mobilitas kerja.Kata kunci : Keluhan nyeri pinggang, posisi kerja, fasilitas kerja
Studi Kasus di Rumah Sakit Tipe C dan Tipe B: Analisis Identifikasi dan Autentikasi Dokumen Rekam Medis Berbasis SNARS Eni Mahawati; Elyta Oviana; Nela Indah Suryan; Lulu Maftukhatul Khasanah
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 18, No 2 (2019): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.795 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v18i2.2781

Abstract

Implementation of patient identification based on SNARS can support patient safety programs. Based on the initial survey of medical record quantitative analysis of 20 inpatient medical record documents have known that were 30%  incomplete identification, 40% incomplete reporting, 50% were incomplete recording and 30% incomplete authentication. The purpose study was to analyze identification and authentication incomplete medical records based on SNARS to support patient safety program. It was a descriptive study with observational collecting data method of 225 medical record documents. The results of the study identify 58.30% incomplete identification of medical record in type C hospital and 14,38% in type B hospital. Other results show there were 66.67% incomplete authentication (incomplete signature) of medical records in type C hospital and 45.75 % in type B hospital. There was 65.3% incomplete officer name of medical records in type C hospital and 9.15 % in type B hospital.  Incomplete writing place, date and time of medical records 70.8% in type C hospital and 16.34 % in type B hospital.  It was concluded that were significant differences in  medical records incomplete based on identification and authentication in type B and C hospital. Suggestions, to handle the incompleteness of medical record documents, regular meetings with all PPAs need to be held to evaluate the staff performance and increase staff awareness in completing medical record documents to support quantitative analysis medical records, especially based on SNARS standard accreditation. Keywords: SNARS, Identification, authenthicationLiterature: 9 (2008-2018)
PENGARUH SIKAP INDIVIDU DAN PERILAKU TEMAN SEBAYA TERHADAP PRAKTIK SAFETY RIDING PADA REMAJA (STUDI KASUS SISWA SMA NEGERI 1 SEMARANG) Andi Sumiyanto; Eni Mahawati; Eko Hartini
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 2 (2014): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.265 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v13i2.1129

Abstract

Safety riding adalah perilaku mengemudi secara selamat yang bisa membantu untukmenghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas. Safety riding dirancang untuk meningkatkankesadaran pengendara terhadap segala kemungkinan yang terjadi selama berkendara. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sikap individu dan perilaku teman sebayaterhadap praktik safety riding pada remaja (studi kasus siswa SMA Negeri 1 Semarang).Jenis penelitian ini menggunakan Eksplanatory Research dengan pendekatan cross sectional.Teknik analisis data menggunakan uji korelasi pearson product moment dan regresilinier sederhana. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 1Semarang yang berjumlah 423 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah 82 orang yangdipilih secara “purposive sampling”Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek safety riding responden secara umum baik.Aspek safety yang sering dilakukan yaitu membawa STNK setiap kali berkendara, kendaraandilengkapi STNK, menggunakan helm setiap kali berkendara, menyalakan lampu sein kiri/kanan sebelum belok. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh perilaku teman sebayaterhadap praktik safety riding (p value = 0,000), F=20.593, R2= 0,205 yang artinya 20,5%praktik safety riding dipengaruhi oleh perilaku teman sebaya, sedangkan sisanya 79,5%dipengaruhi oleh sebab-sebab lain.Kata kunci : Perilaku tema sebaya, sikap, Keselamatan berkendaraan
Analisis Penerapan Konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) Dalam Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Di Unit Filing RSUD Dr. M. Ashari Pemalang Eni Mahawati; Dewi Ernita
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v19i2.4026

Abstract

Objective: The 5R Method is consists of several stages to get an efficient and effective action in each activity. Based on the results of the 5R implementation survey at the hospital, it was obtained that 5R can support the maintenance of medical records in filing space. The implementation of the 5R method can support work-related disease prevention. The purpose of this study is to describe the application of the concept of 5R in filing space to prevent occupational diseases. Method: It was a descriptive study that uses collecting data methods through observation and interview. The subjects of the study were the head of medical records and eight filing officers. Result: The results showed that there was some condition found such as lack of storage shelves, absence of temperature gauges, lighting and humidity, the absence of an expedition book used to facilitate medical records lending, and retention of outpatients. Sweeping is done to find the lost medical records during service. Conclusion: It was concluded that were the application of 5R in the filing section has not been done thoroughly. The officers do not understand the maintenance of medical records. medical records maintenance and job description for the maintenance do not exist yet. Suggestions: It is suggested that the hospital should increase the socialization to filing officers to implement the 5R method at work, using personal protective equipment and retention for each periodic. It is also suggested to add shelf capacity for storage, providing PPE with masks and gloves as well as tools for temperature and humidity gauges for medical records maintenanceKeywords: Filing, 5R, Medical Records, Occupational, DiseaseLiterature: 9 (2000-2019)
Literasi Informasi dan Perilaku Kesehatan Terhadap Pencegahan Penularan Covid-19 pada Siswa SD Sekayu Semarang Fitria Wulandari; Lenci Aryani; Eni Mahawati
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 5, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v5i2.582

Abstract

Pandemi Covid-19 saat ini belum diketahui kepastian berakhirnya, memerlukan kesiapsiagaan dan perlindungan bagi anak-anak/fasilitas Pendidikan. Lokasi mitra tergolong area berisiko penularan, berada di wilayah perkampungan warga yang mudah menjadi tempat penularan langsung. Metode kegiatan berupa ceramah, demonstrasi dan diskusi/tanya jawab dimana penyajian materi menggunakan ppt, leaflet/booklet, MMT dan X-banner. Materi meliputi penerapan PHBS di sekolah, kesiapsiagaan covid-19, pemilihan dan penggunaan alat pelindung diri, pemberdayaan dokter kecil sebagai peer educator di sekolah dalam adaptasi kebiasaan baru. Pada akhir kegiatan diberikan stimulan alat pelindung diri dan hand sanitizer mendukung kelengkapan sarana. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh rangkaian tahap pengabdian masyarakat telah berjalan baik dan lancar diikuti oleh 17 peserta, semua peserta antusias, mengerti dan memahami materi yang disampaikan serta interaktif dalam tanya jawab dan diskusi. Pada akhir kegiatan disimpulkan semua peserta telah memiliki persamaan pesepsi kesiapsiagaan covid-19 pada pembelajaran tatap muka di era kebiasaan baru disertai komitmen bersama untuk penerapan protokol kesehatan covid-19 melibatkan seluruh warga sekolah. Disarankan bagi pihak sekolah agar pemberdayaan dokter kecil di sekolah dalam penerapan adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi covid-19 bisa segera direalisasikan serta dilakukan pendampingan/monitoring sehingga mendukung seluruh warga sekolah dapat melaksanakan prosedur 5M secara baik, benar, konsisten untuk mencegah rantai penularan covid-19 di sekolah.
PERBEDAAN KAPASITAS VITAL PARU GURU SMP BERDASARKAN PENGGUNAAN KAPUR TULIS DAN SPIDOL (STUDI KASUS DI KABUPATEN KENDAL) Sara, Sigit Yoga; Mahawati, Eni
Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Januari 2023
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/saintekes.v2i1.17

Abstract

Meskipun saat ini sudah banyak digunakan teknologi pembelajaran digital, namun penggunaan alat tulis berupa spidol dan kapur tulis masih ditemukan pada pembelajaran di sekolah. Secara umum penggunaan spidol whiteboard lebih banyak dipilih dari pada kapur tulis sebagai alat pembelajaran konvensional. Kapur tulis standar yang digunakan di kelas pada umumnya terbuat dari kalsium karbonat dimana debu dari kapur tulis bisa menjadi alergen atau pemicu kambuhnya  penyakit.  Spidol  yang  dianggap  bersih,  tidak  berdebu  dan  aman ternyata mengandung bahan kimia yang disebut xylene, yaitu bahan kimia yang menimbulkan aroma khas pada spidol dan juga banyak digunakan pada cat, thinner dan pernis. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kapasitas vital paru pada guru yang mengajar menggunakan spidol dengan kapur tulis.Penelitian ini adalah Explanatory Research dengan pendekatan Cross Sectional dan analisis data menggunakan  Mann Whitney.  Populasi  dalam  penelitian  adalah sebanyak 30 guru di SMP/MTS di Kabupaten Kendal, dimana data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase guru yang memiliki kapasitas paru tidak normal lebih banyak pada kelompok pengguna spidol (36,7 %) kemudian daripada kelompok pengguna kapur (30%). Tidak ada perbedaan bermakna kapasitas vital paru antara guru yang mengajar menggunakan kapur tulis dengan guru yang mengajar menggunakan spidol berdasarkan uji statistik. Disarankan agar guru mencari media pembelajaran yang lebih sehat sebagai pengganti kapur tulis maupun spidol dengan memanfaatkan teknologi informasi digital secara tepat.
OSH training and workplace accidents at garment industry company sewing unit Riyani, Tiyas Windi; Mahawati, Eni; Yuantar, MG. Catur
Science Midwifery Vol 13 No 2 (2025): June: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i2.1973

Abstract

This study aims to analyze the relationship between OSH training and work accidents in the Sewing Unit of Garment Industry Company. The research employed a quantitative approach with a cross-sectional design, analyzing work accident data from 2022-2024. The research sample consisted of 36 work accident cases occurring during this period. Data collection was conducted through accident record documentation and OSH training records. The results showed that 97.2% of cases fell under the Minor Injury (CR) category, with one case (2.8%) resulting in temporary absence. Statistical analysis revealed a significant relationship between OSH training frequency and workplace accident rates (Risk Ratio = 0.45, 95% CI: 0.28-0.72). Workers attending at least two OSH training sessions annually demonstrated lower injury risks compared to those attending only one session. The anatomical distribution of injuries showed concentration on the left index finger (41.7%) and right index finger (16.7%). This study concludes that increased OSH training frequency positively correlates with reduced workplace accident rates. Key recommendations include implementing more intensive OSH training programs and developing specialized modules focusing on finger injury prevention and ergonomic practices.
Literature Review Faktor-Faktor Multisektoral yang Mempengaruhi Terjadinya Stunting pada Balita di Indonesia A, Rais Muhammad; Mahawati, Eni; Rimawati, Eti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50906

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia, dengan prevalensi nasional sebesar 21,6% menurut SSGI 2022, yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko stunting pada balita di Indonesia melalui telaah sistematis terhadap berbagai studi observasional. Kajian dilakukan menggunakan metode systematic review dengan mengacu pada panduan PRISMA 2020, melalui pencarian literatur pada basis data nasional dan internasional, serta penilaian kualitas artikel dengan CASP dan JBI. Sebanyak 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara naratif dan dikelompokkan berdasarkan determinan utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa riwayat penyakit infeksi seperti ISPA dan diare, serta kondisi gizi ibu yang kurang optimal termasuk kurang energi kronis (KEK) dan anemia saat hamil, merupakan faktor dominan yang meningkatkan risiko stunting. Selain itu, praktik pemberian makan bayi dan anak (PMBA) yang tidak tepat, sanitasi lingkungan yang buruk, dan status sosial ekonomi rendah juga terbukti berkontribusi signifikan. Sebaliknya, pemberian ASI eksklusif dan pengetahuan gizi ibu merupakan faktor protektif yang menurunkan risiko stunting. Simpulan penelitian ini menegaskan perlunya intervensi terpadu yang meliputi penguatan program 1000 HPK, edukasi gizi ibu, perbaikan sanitasi berbasis komunitas, serta dukungan kebijakan lintas sektor sesuai arah RPJMN 2020–2024.
Hubungan Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Mahawati, Eni; Surjati, Endang; Saputra, M. Khalid Fredy; Sudasman, Fuad Hilmi; Pertiwi, Intan
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 9 No. 1 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v9i1.169

Abstract

Latar Belakang: Terdapat 11.959 kasus tuberculosis (TB) paru di Bandung. Gaya hidup, daerah perkotaan dan kumuh yang padat, dan kesehatan lingkungan yang buruk semuanya berkontribusi terhadap tingginya kasus TB paru perkotaan. Peningkatan ini diduga disebabkan oleh lingkungan fisik rumah yang banyak belum memenuhi syarat. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk melihat hubungan lingkungan fisik rumah dengan kejadian TB paru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah terduga TB. Sampel penelitian sebanyak 98 responden diambil menggunakan simple random sampling. Kriteria inklusi sampel penelitian adalah pasien suspek TB paru, dan berusia 18–65 tahun. Instrumen yang digunakan adalah termo higrometer dan lux meter. Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Hasil: Variabel yang berhubungan adalah suhu (p=0,004, dan POR=4.667), kelembapan (p=0,031, dan POR=2.733), dan pencahayaan (p=0,012, dan POR=3.385). Kesimpulan: Faktor-faktor yang meningkatkan angka kejadian TB paru antara lain kondisi fisik rumah yang tidak memenuhi syarat seperti suhu ruangan diatas 30%, ruangan terlalu lembap (dibawah 40%) dan kurangnya pencahayaan diruangan (<60 lux). Lingkungan fisik rumah yang berhubungan dengan kejadian TB paru adalah suhu, kelembapan dan pencahayaan.