Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : VISIKES

Pengembangan Sistem informasi Pemantauan Ibu Hamil Berisiko di Puskesmas Ngemplak Simongan Semarang Ulfah Fachrun Nisa; Arif Kurniadi
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 15, No 1 (2016): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.045 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v15i1.1403

Abstract

The monitoring of pregnant women at risk in the clinic is very important, not only giving information about risk factors but also providing treatment during pregnancy and childbirth. Treatment of pregnant women during pregnancy, childbirth and postpartum is needed to reduce the risks that can occur during pregnancy, childbirth, and postpartum. Maternal mortality is also one of the targets of Millennium Development Goals (MDGs), that is the fifth goal, to improve maternal health. Puskesmas Ngemplak Simongan had many obstacles on the monitoring system of pregnant women at risk, such as there is no information system to monitor the pregnant women. This research aims to design the information system for pregnant women at risk to in PHC Ngemplak Simongan Semarang.This was qualitative descriptive study by applying the method of system development life cycle approach. The subjects of this study were Meternal and Children Health officers, theywere the head of public health center. The object was the Information System for Pregnant Women at risk monitoring in Ngemplak Simongan Public Health Center.The result of this research was an information system that was useful for monitoring of pregmant women at risk. The information system simplify the process of data input and expedite data delivery to health office. The implementation of the information system in Public Health Center can be used as a tool to monitor pregnant women at risk in order to reduce maternal risk and maternal mortality.Keywords: Information Systems, Monitoring Pregnant Women at Risk
SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS JUWANA KABUPATEN PATI TAHUN 2012 Zaenal Arifin; Arif Kurniadi
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 12, No 2 (2013): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.848 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v12i2.648

Abstract

Salah satu layanan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Juwana adalah pendaftaran rawat jalan.Ada tiga loket, yaitu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesda), resep dokter, Jaminan KesehatanMasyarakat (Jamkesmas) dan Asuransi Kesehatan Pegawai Negeri (Askes PNS). Survei awalmenunjukkan bahwa proses ini dilakukan secara manual, menghambat proses pelaporan.Desain penelitian didasarkan pada metode deskriptif kualitatif. Analisis sistem ini dilakukandengan mengidentifikasi, memahami, menganalisis, dan pelaporan, sementara pada desainpenelitian, metode penelitian dan pengembangan diterapkan.Penelitian ini menghasilkan gambaran umum (institusi dan desain sistem), diagram konteks,diagram alir data, database dan desain laporan kunjungan pasien (Jamkesda per bulan,Jamkesmas per desa per bulan, jenis kunjungan lainnya per bulan, per desa per bulan).Peneliti merancang sistem informasi pendaftaran pasien, bentuk (pasien, pendaftaran, klinis,petugas, wilayah kerja, dan rumah tangga) dan kunjungan pasien laporan (jenis pembayaran,per bulan, dan per desa). Disarankan kepada pengguna untuk mengembangkan sisteminformasi.Kata kunci : sistem informasi, pendaftaran pasien, rawat jalan
KAJIAN FAKTOR KENDALA DOKTER TIDAK MENGGUNAKAN APLIKASI WIFI TB DI KOTA SEMARANG Arif Kurniadi; Evina Widianawati; Dyah Ernawati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 1 (2021): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v20i1.4534

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu dari sepuluh penyakit penyebab kematian di dunia dengan angka kejadian 10,0 juta (kisaran, 9,0–11,1 juta) penderita TB pada tahun 2018.1 Dalam pengelolaannya, kasus TB yang ditemukan harus dicatat dan dilaporkan oleh setiap fasilitas pelayanan kesehatan sesuai format yang ditentukan. Upaya pemberdayaan secara aktif untuk pelaporan kasus dilakukan dokter dengan bantuan teknologi menggunakan aplikasi WifiTB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor kendala yang mempengaruhi minat dokter tidak menggunakan aplikasi WifiTB di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Semarang. Data diperoleh lewat kuesioner dengan skala linkert yang diisi oleh dokter sebagai pemakai aplikasi sebanyak 129 kuesioner dengan mengolah 77 kuesionar dokter yang belum menggunakan aplikasi. Dengan menggunakan teknik analisis faktor, hasil penelitian menunjukkan bahwa  persepsi negatif 86,2%, smartphone 79,5% dan kesiapan 78,5% paling mempengaruhi minat dokter dalam menggunakan aplikasi WifiTB. Sehingga dengan demikian upaya pendekatan persuasif perlu ditingkatkan guna menambah keyakinan dan kesiapan para dokter dalam menggunaan aplikasi WifiTB.
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MONITORING GIZI BALITA BERBASIS WEB DI PUSKESMAS LEBDOSARI SEMARANG Putri Dwi Mahanani; Arif Kurniadi
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 1 (2015): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.043 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v14i1.1163

Abstract

Posyandu adalah suatu Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang turutmendukung pelaksanaan program kesehatan di masyarakat yang dilaksanakan oleh parakader yang berasal dari masyarakat dengan pembinaan dari tenaga kesehatan di Puskesmas.Pemantauan kesehatan balita dilakukan untuk mengetahui dan memantau kesehatan sertastatus gizi balita. Secara umum pencatatan dan pelaporan posyandu mengalami berbagaimacam kendala diantaranya Sistem Informasi Monitoring Gizi Balita ditulis secara manual, hal tersebut akan mempersulit ketika sewaktu-waktu data dan laporan diperlukan, tidakmencantumkan berapa umur balita tersebut ketika berkunjung di posyandu, masih ditemukanlaporan gizi balita yang belum terisi secara lengkap seperti jumlah balita dengan gizi lebih,baik, kurang dan buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membangun SistemInformasi Monitoring Gizi Balita Berbasis Web guna mendukung pelaporan informasi kegiatanposyandu balita yang lebih baik di Puskesmas Lebdosari Semarang.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan rancangan penelitian yang digunakandalam penelitian ini adalah Research and Development dan analisis data yang digunakanadalah menggunakan tahap - tahap SDLC.Dari hasil penelitian diketahui bahwa kelebihan dari sistem ini adalah dapat memberikanhasil yaitu berupa laporan gizi balita yang berfungsi untuk melaporan data hasil kegiatanposyandu yang sebelumnya sulit bagi kader posyandu serta menampilkan laporan kunjungan,penimbangan dan status gizi balita untuk petugas puskesmas dan petugas puskesmas jugadapat memonitoring data hasil kegiatan poasyandu balita, sehingga dapat memberikan dampakyang baik bagi ketepatan waktu pelaporan hasil kegiatan posyandu balita baik pada kaderposyandu balita maupun pada petugas puskesmas. Untuk perbaikan sistem perlu adanyapersiapan hardware dan software serta persiapan sosialisasi.Kata kunci : Sistem Informas,i Gizi Balita, Puskesmas
PENGEMBANGAN MODEL REKAM MEDIS TERINTEGRSI SEBAGAI ALAT BANTU PENDUKUNG PRAKTIKUM REKAM MEDIS DI FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Jaka Prasetya; Arif Kurniadi
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 2 (2012): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.282 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v11i2.673

Abstract

Selama ini, praktikum Rekam Medis (RM) di program studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan DIII (RMIK) Fakultas Kesehatan UDINUS masih menggunakan catatan medis manual. Permasalahan yang dihadapi saat ini, sudah banyak Rumah Sakit atau lembaga kesehatan lainnya yang sudah terkomputerisasi. Artinya catatan medis sudah disimpan dalambentuk database standard dan terintegrasi dengan database lainnya. Apabila mahasiswa RMIK saat ini masih menggunakan catatan manual, maka dikawatirkan akan memerlukan banyak penyesuaian apabila setelah lulus dan bekerja di tempat tersebut. Kegiatan yang rutin dilakukan hampir semuanya sudah terkomputerisasi, termasuk berkas yang berisikancatatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan. Penyelenggaraan RM standardmeliputi penerimaan pasien sampai pelaporan. Penelitian ini dimaksudkan untukmembuat sistem informasi rekam medis yang dapat memenuhi kebutuhan Instalasi RekamMedis secara standard yang dapat dipergunakan secara universal dan memiliki kelebihan dalam hal kemudahan pembuatan laporan dan validitas laporan yang dihasilkan.Penelitian ini menghasilkan sistem informasi atau software Medical Record Integrated System (Medirecs)yang merupakan buatan asli UDINUS dapat dipergunakan sebagai alat bantu pendukung praktikum rekam medis pada Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan FakultasKesehatan Universitas Dian Nuswantorosesuai dengan buku Sistem Pelaporan Rumah Sakit Revisi V.Kata Kunci : software, praktikum, medical record integrated system
Kelengkapan Informasi Medis Untuk Mendukung Kodefikasi Penyakit Jantung Guna Mewujudkan Kualitas Data Informasi Medis Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Ratna Rifatul Ulya; Dyah ernawati; Arif Kurniadi
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 1 (2021): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v20i1.4647

Abstract

Kelengkapan informasi medis yang terdapat dalam Dokumen Rekam Medis (DRM), khususnya padakasus penyakit jantung, sangat diperlukan karena kesinambungan informasi medis untuk melihatdiagnosis mana yang paling banyak menghabiskan resource selama episode perawatan di RumahSakit, dan selanjutnya untuk dasar penetapan kode diagnosis utama dengan menggunakan ICD-10.Hasil observasi di RS Islam Sultan Agung Semarang, ditemukan adanya informasi dalam lembaranamnesis yang tidak lengkap, serta dokter dalam melakukan pencatatan penulisan diagnosis utama,terdapat lebih dari satu diagnosis. Sehingga petugas coder harus melakukan analisis lembar-lembarrekam medis, untuk menentukan mana yang kode utama dan kode sekunder dengan menggunakanaturan re-seleksi jika dokter tidak dapat dikonfirmasi. Temuan tersebut dapat berdampak padapelaporan, dimana diagnosis utama hanya tertulis 1 diagnosis, sedangkan diagnosis sekunder bolehditulis lebih dari 1 diagnosis. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kelengkapan dokumen rekammedis yang mendukung penetapan kode penyakit jantung di Rumah Sakit Islam Sultan AgungSemarang.Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Objek penelitian adalah dokumenrekam medis rawat inap pasien BPJS penyakit jantung, dan subyek penelitian adalah coder rawatinap. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara pada dan observasi DRM denganmenggunakan lembar checklist diagnosis jantung. Data dianalisis menggunakan teknik analisisdeskriptif yang didukung dengan teknik validitas konten.Hasil review analisis kuantitatif pada 27 sampel DRM pada pasien BPJS penyakit jantung,menunjukkan kelengkapan terbesar analisis kuantitatif terletak pada review identifikasi yaitu 22(81,5%) dokumen dan ketidaklengkapan terbesar pada review autentikasi yaitu 15 (55,6%) dokumen.Kekonsistenan terbesar pada analisis kualitatif terdapat pada review informed consent yaitu 27 (100%)DRM dan ketidakkonsistenan terbesar pada review konsistensi pencatatan hal-hal yang dilakukansaat pengobatan dan perawatan yaitu 7 (25,9%) DRM. Saran untuk tenaga medis sebagai pelaksanaasuhan kesehatan pada pasien, khususnya pasien BPJS, penyakit jantung, agar memperhatikanpengisian kelengkapan dokumen rekam medis untuk meningkatkan mutu pelayanan rekam medisdan menunjang pelaporan Rumah Sakit.Kata kunci: Dokumen Rekam Medis, Review Kuantitatif, Review Kualitatif, Penyakit Jantung, pasienBPJS
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) GUNA PEMETAAN CAKUPAN LAYANAN PADA PUSKESMAS SRONDOL SEMARANG Arif Kurniadi
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2011): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.151 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v10i1.683

Abstract

Background:Manual system still used for out-patient registration in Puskesmas Srondol. Although, they already has Public Health Management Information System (called SIMPUS), but it was not work efficiently. The data of registration was doing manually by staff in registration. It only showed the number of visitors every week by payment type, patient status and policlinic. The information could not give more information for management to monitoring ofvisitors. So, it shall very useful using Geographic Information System (GIS) to make the data more informative and easier for management to making decision.Method: The research has aimed to map the out-patient registration by using Geographic Information System. This is a descriptive research.Result: Registration data started from the patient gave their identity family card to register the medical service. Then the officers make a note of service in register book. The patient will accept a ticket and queue number to get the medical service. Finally, recipe should be taken in dispensary and the status card back to the register officer. The officer has role to make the report weekly. Developing information system in registration must be based onvision, mission, function and objective the institution, i.e. Puskesmas Srondol. The system should be gave more information to help the management in solve the problem. By using the Windows 98 and Microsoft Visual FoxPro and Arc View, the registration data mapped to become more informative.Key Word : Geographic Information System, Registration
KAJIAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) PUSKESMAS MIROTO KECAMATAN SEMARANG TENGAH KOTA SEMARANG Arif Kurniadi; Agus Perry Kusuma; Jaka Prasetya; Dyah Ernawati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 22, No 1 (2023): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v22i1Supp.7852

Abstract

Latar Belakang : Indek   Pembagunan Manusia (IPM)  merupakan patokan penting dalam menentukan posisi daya saing suatu bangsa yang bisa dipengaruhi oleh bidang Kesehatan. Peningkatan IPM memerlukan peningkatan mutu layanan sarana  kesehatan, sehingga Pemerintah menerapkan dasar acuan  dalam mengevaluasi mutu layanan publik khususnya bidang kesehatan  menggunakan Indek Kepuasan masyarakat. Penelitian ini untuk mengetahui indek kepuasan masyarakat atas layanan kesehatan pada wilayah kerja Puskesmas Miroto Kota Semarang.Metode : Penelitian kuantitatif secara cross sectional dengan sampel 286 responden dipilih secara acak. Penilaian terhadap 9 unsur layanan berdasar Permenpan & RB dikumpulkan melalui kuesioner skala linkert yang dibagikan pada bulan Oktober 2021. Analisis deskriptif untuk menghitung  Nilai Persepsi, Nilai Interval Konversi, Mutu Pelayanan dan Kinerja Unit Pelayanan.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan nilai indek rata-rata sebesar 2,84, nilai skor 71,56  dengan mutu pelayanan B dan Kinerja Unit Pelayanan kategori Baik.Simpulan : Dari Sembilan unsur penilaian, nilai terendah terdapat pada pelayanan yang tersedia dan berkesinambungan, keinginan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas. Pihak manajemen puskesmas miroto harus melakukan pembenahan khususnya secara internal