Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

POLA PRODUKSI DAN KONSUMSI YANG BERTANGGUNGJAWAB PADA KOMODITAS KOPI DAN COKLAT Sulistyo Sulistyo; Yuni Mariani Manik
PROMOSI (Jurnal Pendidikan Ekonomi) Vol 10, No 2 (2022): PROMOSI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/pro.v10i2.6719

Abstract

Coffee is a very important agricultural commodity, produced in around 80 countries tropics, with an estimated 125 million people depending on it for their livelihoods in Latin America, Africa and Asia, with an annual production of around nine million tons of mung beans. Consisting of at least 125 species, the coffee genus (Rubiaceae, Ixoroideae, Coffeeae) is distributed in Africa, Madagascar, the Comoros Islands, the Mascarene Islands (La Réunion and Mauritius), tropical Asia, and Australia. Two species are economically important for the production of beverage coffee. arabica. (Arabica coffee) and. canephora. Froehner (robusta coffee). Higher quality of the drink is associated with arabica. Arabica coffee is a self-fertile tetraploid, which results in very low genetic diversity of this important crop. Coffee's genetic resources are rapidly disappearing due to various threats, such as human population pressure, leading to land conversion to agriculture, deforestation, and land degradation; low coffee prices, leading to the abandonment of coffee trees in forests and gardens in favor of other, more profitable crops; and climate change, which is causing increased pest and disease infestations, increased droughts, and unpredictable rainfall patterns. All of these factors threaten livelihoods in many coffee-producing countries. Interests in cocoa and coffee development may differ in their understanding of sustainable cocoa and coffee, their interests and their actions in advancing sustainable cocoa. This article analyzes the sustainability of cocoa and coffee at a large scale and analyzes the extent to which sustainability standards, policies, and development projects address sustainability issues and contribute to ecosystem services. This analysis is based on a literature review. Producers in the three countries and share concerns about price volatility, weak farmer organization and dependence on a few buyers. Producers in Sulawesi and the Central Region are compensating for low yields of cocoa and coffee production by diversifying cocoa and coffee systems. Public and private development actors are concerned about the low volume of production. Research so far has focused on biodiversity loss, which differs depending on the age of a country's cocoa and coffee sector. Development policies and programs in all countries have focused on expanding the cocoa and coffee sectors and increasing productivity, despite the need for smallholders for economically viable farming systems and existing market structures that yield little bargaining power for farmers. Sustainability standards have been spread unevenly and have converged on compliance criteria over time, although they differed in focus initially. Recently added business criteria and the development of sustainability standards have the potential to address smallholder concerns. Keywords: Cocoa and Coffee Beans, Sustainability Standards, Sustainable coffee and cocoa production.
An Assessment of Various Appreoaches for Countering Corryuption in Poor Economies Muyanja Seenyonga; Sulistyo Sulistyo
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 9, No 2 (2005): November
Publisher : Magister Ilmu Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkap.8323

Abstract

Tulisan ini mengupas berbagai cares yang bisa ditempuh dalam toaya pemberatasan korupsi. Pertama mengidenhfikasipenyebab dasar korupsi, agar upayapemberatasan korupsi dapat dititiberatkan ke akar rumputpermasalahan tersebut. Pengurangan peluang koripsi yang terdapat dalam rentetan peraturan melalui kebijakan deregulasi, swastanisasi, mendorong terciptagapersaingan dalam penyedianjara umum, menaikan upah dan gift riilpegawai negeri sOil, yang hares kenaikannya hams dikaitkan langsung dengan kineda mereka, adalah beberapa cars lee arah pengurangan prevalensi korupsi. Selain itu, kebijakan tadi harm diimbangi dengan beberape mekanisme untuk memonitor kinerja pegawai negeri sipil, dan kepatuhan mereka pada peraturan yang ada. Pendirian dan pernberdayaan upaya badan pemberatasan korupsi anti- corruption agency dengan tenaga ahli dart berbagai bidang dan leetrampilan, diberikan wewenang untuk mencegah, menyelidiki dan menyidik kasus-kasus korupsi, serta mengadakan pendidikan tentang hukum pemberatasan korupsi, pergebab korupsi, datnpak yang ,ditimbulkannya, dan tanguingjawab macjarakat dalam toga pemberatasan korupsi. Penegakan hukum tanpa pandang buluh pada siapa sajayang terlibat kasus korupsi memberikan sigalyangjelas pada magarakat bah= korusi tidak bermanfaat karena resikonya amat bout. Upgayang tidak kalah penting dalam upga pemberatasan korupsi adalah pemberdayaan civil society melalui kebijakan yang memerikan berdin"ga kebebasam media massa, kegiatan LSM, dan iranoarensi di lembaga legislative, akna memberikan checks and balances pada kegiatan pegawai negeri sipil dan perusahaan swasta dan miliki pemerintah. sipil Komitmen pemerintah, yang tenvujud dalam ritewenangyang diberikan badan pemberatas Korupsi, sumber daya alam dan manusia yang dOerunutkkan kea rah tersebut, , dan dasar hukum yang kuatyang melandasi kegiatannya, dan pemberian kin dan ntewenanguntuk mendapat berbagai bantuan dari luarnegeriyangperlu dalam operasitga amat penting untuk keberhasilan pembersihan negera dari 'penyakit' korupsi. Upaya untuk memberatas korupsi seyogyanya hams berkelanjutan supaya masyakarat sadar akan kerugian korupsi pada masyakarat baik yang bersifat jangka pendek dan panjang.
The Role of Marketing Entrepreneur Ability Values in Building Student Entrepreneurship Performance: The Case of Student Business Incubation Program: The Role of Marketing Entrepreneur Ability Values in Building Student Entrepreneurship Performance: The Case of Student Business Incubation Program Andi Setiawan; Hartono Hartono; Retno Winarti; Sulistyo Sulistyo; Sumanto Sumanto
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 2 No. 02 (2023): May, International Journal of Education, vocational and Social Science (IJEVSS
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v2i02.303

Abstract

This study is interested in analyzing marketing entrepreneur ability value in influencing entrepreneurship performance. Our study views that marketing hard skills and marketing soft skills are not enough to be a lever factor for Entrepreneurship Performance. The results of research on 237 samples using structural equation modeling revealed the findings of marketing hard skills and marketing soft skills can maximize their role in entrepreneurship performance if both types of marketing competencies can develop marketing entrepreneur ability value as a valuable resource capital for the company.
Peranan Etika Bisnis Dalam Membangun Budaya Kerja Yang Sehat di Pt Link Net Tbk Sulistyo Sulistyo; Aprillia Putri Kusumaningrum; Chicha Adita Maharani; Diky Agus Wiranto; Erlin Rahmawati; Aris Prio Agus Santoso
Jurnal Manuhara : Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2024): Januari: Jurnal Manuhara: Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/manuhara.v2i1.437

Abstract

Business ethics play an important role in creating and maintaining a healthy work culture in a company. PT Link Net Tbk is a company that operates based on the principles of business ethics. This research discusses how the application of business ethics principles can influence a company's internal dynamics. The Research was conducted through direct observation. Research shows that business ethics have become the basis for internal policies, decision-making, and management-employee relations. Researchers took two divisions as samples for comparison, namely the construction division and the marketing division. There are differences between the two divisions in maintaining the work environment. Considering that the marketing division has tighter competition between sales some business ethics are not paid attention to, which causes frequent conflicts in the work environment. The results of this research indicate that ethical business practices are critical to maintaining a fair, inclusive, and productive work environment, which will ultimately support the company's long-term success.
PENGARUH PEMBIAYAAN QARDUL HASAN, PEMBINAAN, LAMA USAHA DAN JAM KERJA TERHADAP PENDAPATAN MITRA (PELAKU UMKM) DI BAZNAS MICROFINANCE DESA (BMD) SAWOJAJAR Ana Tasya Dewi; Sulistyo Sulistyo; Anwar Made
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 3 (2025): Edisi September - Desember 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i3.6184

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pembiayaan qardhul hasah, pembinaan, lama usaha dan jam kerja berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan mitra (pelaku UMKM) di BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Sawojajar. Peningkatan UMKM di kota Malang meningkat signifikan, namun juga diimbangi dengan meningkatnya kasus pinjaman online/rentenir, hal ini membuktikan terdapat tantangan kurangnya pembiayaan serta pembinaan. Penelitian terdahulu banyak berfokus pada faktor pendapatan secara umum seperti lama usaha, jam kerja, modal usaha, sedangkan pembinaan dan pembiayaan digunakan oleh penelitian terpisah. Metode asosiatif kausal dengan pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Dengan populasi 543 mitra di BMD Sawojajar sebagai lokasi penelitian. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini 58 responden, dengan teknik non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik kuesioner. Dari hasil uji t parsial, uji f simultan dan koefisien determinasi R2 pembiayaan qardhul hasan (X1), pembinaan (X2), lama usaha (X3), dan jam kerja (X4) berpengaruh signifikan baik secara pasial maupun secara simultan terhadap pendapatan (Y) mitra (pelaku UMKM) di BMD Sawojajar , uji koefisien determinasi membuktikan bahwa faktor ini secara bersama-sama memiliki dampak yang besar terhadap pendapatan mitra potensial di BMD Sawojajar sebesar 82,7%, dan varibel lainnya sebanyak 17,3% yang tidak diteliti. Studi ini menyimpulkan bahwa pendapatan mitra (pelaku UMKM) di BMD Sawojajar terpengaruh secara signifikan oleh qardhul hasan (X1), pembinaan (X2), lama usaha (X3), dan jam kerja (X4).
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Youtube Edukasi terhadap Pemahaman Konsep IPS Siswa SMP Edna Fitriani Irianingtyas; Laurens Kaluge; Sulistyo Sulistyo
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8199

Abstract

Urgensi penelitian ini didasarkan pada rendahnya pemahaman konsep IPS siswa di Kabupaten Nabire akibat dominasi metode konvensional, yang menuntut adanya inovasi model pembelajaran digital untuk mengatasi abstraksi materi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan YouTube Edukasi terhadap pemahaman konsep IPS siswa, serta meninjau pengaruhnya berdasarkan aspek gender. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen (quasi-experimental design) dengan rancangan non-equivalent control group design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VIII SMP di Kabupaten Nabire, dengan sampel sebanyak 200 siswa yang diambil melalui teknik cluster random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes objektif berbentuk pilihan ganda untuk mengukur pemahaman konsep yang telah divalidasi, dan data dianalisis menggunakan statistik inferensial MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari penerapan model PBL berbantuan YouTube Edukasi terhadap peningkatan pemahaman konsep IPS siswa dibandingkan dengan model konvensional. Selain itu, ditemukan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada pemahaman konsep antara siswa laki-laki dan perempuan, serta tidak terdapat efek interaksi antara model pembelajaran dengan gender. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi model berbasis masalah dengan media visual YouTube dapat menjadi solusi efektif bagi pendidik di wilayah Papua untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif, meminimalisir bias gender, dan memperkuat struktur kognitif siswa dalam memahami fenomena sosial yang kompleks.