Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS KERUSAKAN JALAN NASIONAL DI WILAYAH PERKOTAAN KABUPATEN KAPUAS HULU MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA Pujianto, Julianus; Widodo, Slamet; Basalim, Said; ., Akhmadali; Juniardi, Ferry
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.61889

Abstract

Jalan raya adalah salah satu prasarana transportasi darat terpenting, sehingga desain perkerasan jalan yang baik adalah suatu keharusan. Perkerasan jalan yang baik juga diharapkan dapat memberi rasa aman dan nyaman dalam mengemudi. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kerusakan jalan nasional di wilayah perkotaan Kabupaten Kapuas hulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kerusakan, mengetahui nilai kondisi kerusakan dan untuk mengetahui urutan prioritas penanganan dan perbaikan jalan. Sampel penelitian diambil tiga ruas jalan yang merupakan akses jalan utama dalam kota Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu dan merupakan jalan nasional yaitu diantaranya jalan Gajah Mada, jalan D.I. Panjaitan dan jalan Lintas Selatan. Pengumpulan data diperoleh dari survai kondisi jalan menggunakan metode Bina Marga. Hasil penelitian dari tiga ruas jalan perkotaan Kabupaten Kapuas Hulu yang memiliki total kerusakan sebesar 933,52 m2. Ruas jalan yang mempunyai kerusakan terbesar adalah ruas jalan Gajah Mada sebesar 586,90 m2 retak, 14,32 m2 lubang dan 26,59 m2 tambalan dengan nilai kondisi sebesar 1,38 dan mempunyai urutan prioritas terkecil yaitu 11,63. Sedangkan ruas jalan dengan nilai kondisi terkecil adalah jalan D.I. Panjaitan sebesar 1,00 dan mempunyai urutan prioritas sebesar 12,00 dan untuk jalan Lintas Selatan dengan nilai kondisi sebesar 1,18 dan mempunyai urutan prioritas sebesar 11,82.Kata Kunci : Bina Marga, Kerusakan Jalan, Nilai Kondisi, Prioritas Penanganan.
ANALISIS DAMPAK KENAIKAN BBM TERHADAP TARIF ANGKUTAN UMUM ANTAR KOTA RUTE PONTIANAK-PUTUSSIBAU Gunawan, Urai; Mukti, Elsa Tri; Basalim, Said
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i4.74469

Abstract

ABSTRAKPenentuan besaran tarif angkutan membutuhkan kebijakan sebab harus dapat menjembatani kepentingan penumpang selaku konsumen dan pengelola                      angkutan umum. Angkutan umum bus Damri merupakan salah satu angkutan bus antar kota dalam provinsi (AKDP) yang melayani keberangkatan antar kota dan provinsi maupun antar negara. Pada pembahasan ini akan menganalisis bus Damri sebagai angkutan antar kota dalam provinsi. Data-data untuk mengetahui besarnya tarif angkutan bus Damri diperoleh dengan cara mendatangi instansi terkait, kemudian data dianalisis dan analisis data untuk mengetahui besarnya tarif digunakan metode Biaya Operaional Kendaraan (BOK) yang dikeluarkan oleh Damri. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 31 Mei sampai dengan tanggal 18 Juli 2023. Hasil analisis data menunjukan tarif sebelum kenaikan BBM yaitu pada harga Rp. 5.150 menyebabkan harga tarif angkutan bus Damri Rp. 339.895,75. Sedangkan setelah mengalami kenaikan yaitu pada harga Rp. 6.800 tarif menjadi Rp. 340.000,98. Jadi dapat disimpulkan bahwa kenaikan BBM sebesar Rp. 1.650 menyebabkan kenaikan tarif Rp. 105,23 atau 0,03095%. Sedangkan tarif di lapangan sebelum terjadinya kenaikan BBM Rp. 300.000 dan setelah terjadinmya kenaikan maka tarif menjadi Rp. 340.000 atau mengalami kenaikan 13,33%   untuk per penumpang.Kata Kunci : Dampak Kenaikan BBM Terhadap Tarif Angkutan Umum Bus DamriABSTRACTDetermining the amount of transportation fares requires policy because it must be able to bridge the interests of passengers as consumers and managers of public transportation. Damri bus public transportation is one of the inter-city bus transportation within provinces (AKDP) which serves departures between cities, provinces and between countries. In this discussion we will analyze the Damri bus as inter-city transportation within the province. The data to find out the fare for Damri's bus transportation was obtained by visiting the relevant agency, then the data was analyzed and the data analysis to find out the fare used the Vehicle Operational Cost (BOK) method issued by Damri. This research was conducted from May 31 to July 18 2023. The results of data analysis show that the tariff before the fuel increase was IDR. 5,150 causing the price of the Damri bus transportation fare to Rp. 339,895.75. Meanwhile, after experiencing an increase in the price of Rp. 6,800 tariff becomes Rp. 340,000.98. So it can be concluded that the fuel increase is IDR. 1,650 causes a tariff increase of Rp. 105.23 or 0.03095%. Meanwhile, the tariff in the field before the fuel increase occurred was Rp. 300,000 and after the increase occurs the rate will become Rp. 340,000 or an increase of 13,33%  per passenger.  Keywords                           :  Impact of fuel increases on Damri bus public transport fares
Analysis of Road Defects Using the Bina Marga Method on The Sukadana-Teluk Batang Road Section Yunri, Donatus Andasi; Basalim, Said; Mayuni, Siti
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 3 (2024): Vol 24, No 3 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v24i3.86502

Abstract

The Sukadana-Teluk Batang road section supports community mobility and economic activities in Kayong Utara Regency. However, the road suffers significant damage due to excessive vehicle loads, poor drainage, environmental influences, and insufficient maintenance. This study analyzes road conditions using the Bina Marga method, which categorizes and evaluates damage types like cracks, potholes, and rutting to determine severity and prioritize maintenance. The results indicate that 30.69% of the road area is damaged, with critical segments such as STA 31+200 and STA 32+000 requiring immediate improvement. Segments with moderate damage are allocated for periodic maintenance, while minimal defects are addressed through routine maintenance. The study also integrates visual tools like graphs and maps to highlight damage distribution and facilitate decision-making. By emphasizing a data-driven approach, this research provides practical solutions for optimizing maintenance resources, extending road lifespan, and supporting sustainable regional development. The findings contribute to civil engineering practices and serve as a reference for managing infrastructure in similar regions.
ANALYSIS OF EFFECTIVENESS OF PAVEMENT INFRASTRUCTURE (CASE STUDY: JL. AHMAD YANI PONTIANAK) Irdasyah, Naufal Fadlurahman; Azwansyah, Heri; Basalim, Said
Jurnal Teknik Sipil Vol 23, No 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v23i2.63666

Abstract

This study aimed to determine the effectiveness of pedestrian paths (sidewalks) in the Pontianak Selatan District, precisely on Jalan Ahmad Yani. The sidewalk as a pedestrian path is a space for pedestrians that functions as a means to protect pedestrians from the dangers that come from vehicles using the road. The method used is the survey method and questionnaire method. The data analysis method (Highway Capacity Manual, 1985) is used to obtain pedestrian characteristics.Analysis of survey data used the Likert Scale method to obtain the level of pedestrian comfort and safety based on respondents' perceptions. The results of calculating the effectiveness of the sidewalks on Jalan Ahmad Yani obtained for zones A, B, and C are 17.35 m2/person, 7.75 m2/person, and 30.39 m2/person. Based on the calculation of the pedestrian characteristics of the three road sections, the pedestrian path service level is obtained with standard A or LOS A.The results from respondents obtained 11 good categories and two suitable enough types based on the calculation of the percentage of comfort level categories. The level of data reliability reached 0.853 based on SPSS statistics 2016. The results of this study indicate that the pedestrian path (sidewalk) is an excellent facility for pedestrians to exercise and relax in Pontianak Selatan District.
Perencanaan Bundaran pada Persimpangan Jalan Gusti Situt Mahmud - Jalan 28 Oktober - Jalan Selat Panjang - Jalan Sultan Hamid II Pontianak Utara Rahmini, Feby Dwi; Basalim, Said; Mukti, Elsa Tri
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i4.102239

Abstract

Peningkatan aktivitas pada sistem transportasi berdampak pada bertambahnya permasalahan lalu lintas, salah satunya kemacetan pada simpang bersinyal. Salah satu lokasi yang mengalami permasalahan tersebut adalah simpang Jl Gusti Situt Mahmud – 28 Oktober – Selat Panjang – Sultan Hamid II Pontianak Utara. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kinerja simpang kondisi eksisting dan apakah perubahan tipe simpang dari bersinyal menjadi bundaran dapat meningkatkan kinerja lalu lintas pada kondisi sekarang dan proyeksi lima tahun mendatang. Metode analisis menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan pemodelan mikrosimulasi menggunakan software PTV VISSIM. Data yang dikumpulkan meliputi geometrik simpang, volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, dan waktu siklus sinyal yang direkam pada 3–4 Maret 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada jam puncak (4 Maret 2024, pukul 16.00–17.00 WIB), simpang bersinyal memiliki derajat kejenuhan tertinggi 1,41 pada lengan Jl. Gusti Situt Mahmud dengan tingkat pelayanan (LOS) F, dan meningkat menjadi 1,96 pada proyeksi lima tahun. Sementara itu, alternatif bundaran menunjukkan derajat kejenuhan 0,785 pada kondisi eksisting dan 0,960 pada proyeksi lima tahun dengan LOS A. Kesimpulannya, konversi simpang bersinyal menjadi bundaran terbukti mampu meningkatkan kinerja lalu lintas secara signifikan pada kondisi saat ini maupun masa mendatang. Kata Kunci: bundaran, PKJI 2023, PTV VISSIM, simpang APILL