Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KERASIONALAN PERESEPAN TERHADAP KUALITAS HIDUP PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS MERGANGSAN YOGYAKARTA PADA BULAN JANUARI – FEBRUARI 2016 Andriana Sari; Shinta Wulandari; Lolita
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.21

Abstract

Latar belakang: Pengobatan rasional menentukan keberhasilan terapi hipertensi. Dampak penggunaan obat yang tidak rasional akan menurunkan mutu pengobatan dan pelayanan kesehatan sehingga beresiko pada kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kerasionalan peresepan obat terhadap kualitas hidup pada pasien hipertensi di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta. Metode: Penelitian menggunakan cohort design pada pasien terdiagnosa hipertensi di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi pada penelitian ini antara lain, laki-laki dan perempuan, pasien hipertensi (kode ICD : I.10), pasien berusia di atas 18 tahun, rekam medik yang lengkap dan pasien dengan kunjungan pertama atau lanjutan dari bulan sebelumnya pada bulan Januari – Februari 2016. Data diperoleh dari rekam medis dan hasil kuisioner EQ5D untuk mengetahui kualitas hidup pasien. Pengukuran kualitas hidup dilakukan setelah 1 bulan pasien menerima pengobatan, dimana sebelumnya dilakukan identifikasi terhadapkerasioanal penggunaan obat. Kerasionalan peresepan obat menggunakan kriteria berupa 4T (tepat obat, tepat pasien, tepat indikasi dan tepat dosis). Analisa univariat terhadap kerasional penggunaan obat hipertensi dan crosstab analisis untuk mengetahui hubungan atara kerasionalan obat dengan kualitas hidup pasien. Hasil: Hasil penelitian terhadap 107 responden terdiri atas 64 responden merupakan pasien hipertensi tanpa komplikasi dan 43 responden hipertensi dengan komplikasi. Pasien hipertensi non komplikasi memiliki persentase kerasionalan peresepan sebesar 93% dan ketidakrasionalannya sebesar 7%, sedangkan pasien hipertensi komplikasi kerasionalan peresepan sebesar 90% dan ketidakrasionalannya sebesar 10%. diketahui hasil analisa kualitas hidup diketahui kualitas hidup baik sebesar 25% dan buruk 75% pada pasien hipertensi non komplikasi, sedangkan hipertensi dengan komplikasi diketahui kualitas hidup baik sebesar 37.21% dan buruk 62.79% Analisa hubungan antarakerasionalan peresepan pasien hipertensi dengan kualitas hidup diketahui signifikansi ≥ 0.05 maka tidak ada hubungan signifikan antara kerasionalan peresepan dengan kualitas hidup baik pasien hipertensi tanpa komplikasi (p = 1,000) dan hipertensi dengan komplikasi (p = ,082 ). Kesimpulan: Kesimpulan tidak ada hubungan yang signifikan antara kerasionalan peresepan dengan kualitas hidup baik pasien hipertensi.
Health-Related Quality of Life of Type 2 Diabetes Mellitus Outpatients at Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta, Indonesia: An Insulin-Based Therapy Approach Lolita Lolita; Tri M. Andayani
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.161 KB) | DOI: 10.15416/ijcp.2017.6.4.231

Abstract

Diabetes mellitus type 2 is a lifelong disease which needs an intensive therapy to maintain stable blood sugar levels. Insulin has been proven as an effective treatment modality for type 2 diabetes mellitus patient. The main aim of this research was to evaluate the effect of insulin based therapy (insulin monotherapy-combination therapy of insulin with oral hypoglycemic agents) towards the health related quality of life in type 2 diabetes mellitus outpatient at Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta. This study is a descriptive cross-sectional study design without control. The methods of collecting data includes conducting questionnaires, interviews and examining medical records of patient. Data were taken concurrently from patients who visited Endocrinology Clinic of Dr. Sardjito Hospital from July 2012 until April 2013. Inclusion criteria for the participant were as follows: participant was a type 2 diabetes mellitus outpatient with insulin based therapy, had no languange barrier and was able to participate the study. Participants were excluded in this study if they had a mental and language retardation, uncomplete medical records, and was a pregnant woman. The quality of life was measured by Diabetes Quality of Life Clinical Trial Quessionnaire (DQLCTQ). The statistical analysis used in this study was Mann‑Whitney for QoL analysis based on the type of therapy (insulin monotherapy and combination therapy of insulin-oral hypoglycemic agents). The results from 137 patients shown that patients who received combination therapy had the largest percentage (73%) while the smallest percentage (27%) were single therapy. Whereas, the type of therapy (insulin monotherapy-combination therapy of insulin with oral hypoglycemic agent) significantly influenced the energy domain (p=0,027).Keywords: Health related quality of life, insulin based therapy, type 2 diabetes mellitusKualitas Hidup Terkait Kesehatan dari Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito, Yogyakarta, Indonesia: Suatu Pendekatan Terapi Berbasis InsulinDiabetes melitus tipe 2 adalah penyakit yang membutuhkan terapi intensif seumur hidup untuk menjaga kestabilan kadar gula darah. Insulin terbukti menjadi salah satu modalitas pengobatan yang efektif bagi pasien diabetes melitus tipe 2. Tujuan utama penelitian ini adalah mengevaluasi perbedaan terapi berbasis insulin (terapi insulin dengan atau tanpa agen hipoglikemik oral) terhadap domain kualitas hidup terkait kesehatan pada pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional tanpa kontrol. Metode pengumpulan data meliputi wawancara, pengambilan kuesioner dan pemeriksaan rekam medis pasien. Data diambil secara konkuren terhadap pasien yang berkunjung ke Polikinik Endokrinologi RSUP Dr. Sardjito mulai bulan Juli 2012 sampai April 2013. Kriteria inklusi antara lain penderita rawat jalan tipe 2 dengan terapi berbasis insulin, tidak memiliki keterbatasan bahasa dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Kriteria eksklusi meliputi pasien yang mengalami keterbelakangan mental dan bahasa, catatan medis yang tidak lengkap dan wanita hamil. Pengukuran kualitas hidup menggunakan kuesioner dari Diabetes Quality of Life Clinical Trial Quessionnaire (DQLCTQ). Analisis statistik perbedaan jenis terapi berbasis insulin terhadap domain kualitas hidup pasien menggunakan uji statistik Mann-Whitney. Diperoleh responden sebanyak 137 orang di mana 73% pasien memperoleh terapi kombinasi sedangkan sisanya 27% mendapatkan terapi tunggal yang berbasis insulin. Kesimpulan penelitian ini yaitu perbedaan jenis terapi (monoterapi insulin versus kombinasi insulin dengan agen hipoglikemik oral) secara signifikan memengaruhi domain energi pada kualitas hidup (p=0,027).Kata kunci: Kualitas hidup terkait kesehatan, terapi berbasis insulin, diabetes melitus tipe 2
Effectiveness of web based educational on improving knowledge of acne vulgaris self medication among senior high school students Lolita Lolita; Ni Putu Isabela Meita Putri
Pharmaciana Vol 7, No 2 (2017): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.3 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v7i2.7240

Abstract

The presence of technology can provide real alternatives to build knowledge in delivering health education materials. The aim of this study was to investigate if web-based education methods may rising a student’s knowledge about self medication of acne. This research using an experimental pretest-posttest control group design while the sampling technique using convenience nonprobability sampling. Inclusion criteria for participants were senior high school students aged 13-19 years, active social media users, and willing to fill out the research questionnaire. Participants were allocated to the exclusion criteria as students who perform routine skin care in the acne treatment. Control group consisted of 62 respondents who were given face to face education and treatment group consisted of 62 respondents who were given website-based education. Data analysis were performed with a student t-test to assess the effect of educational intervention on student’s knowledge. The independent t-test showed there was a significant increase of knowledge between the control and the treatment groups   (p = 0,000) with 95% confidence level. This study demonstrate that web-based educational intervention had a significant increase on the student’s knowledge about acne vulgaris self medication.
PENGUKURAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS MERGANGSAN YOGYAKARTA MENGGUNAKAN EUROPEAN QUALITY OF LIFE 5 DIMENSIONS (EQ5D) QUESTIONNAIRE DAN VISUAL ANALOG SCALE (VAS) Andriana Sari; Lolita Lolita; Fauzia Fauzia
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.473 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i1.76

Abstract

Hipertensi dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien yang membutuhkan terapi yang lama dan komplikasi penyakit, sehingga menyebabkan penurunan kualitas hidup dalam aspek fisik, psikologis dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah mengukuran kualitas hidup pasien hipertensi untuk mengetahui gambaran kualitas hidup supaya bisa dilakukan evaluasi dan pencegahan penurunan kualitas hidup.Design penelitian adalah observasional cross sectional. Data diambil secara purposive sampling pada pasien hipertensi dengan atau tanpa komplikasi yang menjalani pengobatan rawat jalan di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. European Quality of Life 5 Dimension (EQ5D) kuisioner dan Visual Analog Scale (VAS) digunakan untuk pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan mengkonversi EQ5D dimensi menjadi EQ5D Indeks, mencari nilai mean/median dan simpang baku dari score VAS serta uji independent sample t test.Pengukuran kualitas hidup terhadap 107 subjek diperoleh 24 subjek (22,4%) yang tidak bermasalah pada kelima dimensi dengan skor EQ5D indeks tertinggi yaitu 1,000. Dimensi yang bermasalah adalah pada dimensi rasa sakit/tidak nyaman (55,1%), dimensi berjalan/bergerak (47,6%), dimensi rasa cemas/depresi (33,6%), dimensi kegiatan yang biasa dilakukan (22,4%) dan dimensi perawatan diri (7,5%). Kualitas hidup diukur dengan VAS memiliki nilai median 70. Hasil Uji mann whitney dan 2-independent sample t-test untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup antara pasien hipertensi dengan komplikasi dan tanpa komplikasi diperoleh nilai p= 0,967 (EQ5D indeks ) dan p= 0,590 (VAS). Kesimpulan pengukuran kualitas hidup pasien hipertensi dengan EQ5D diperoleh 22,4% memiliki skor EQ5D indeks tertinggi dan nilai median VAS adalah 70. Kualitas hidup pasien hipertensi dengan komplikasi dan tanpa komplikasi menunjukkan tidak berbeda signifikan.
EVALUASI KUANTITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIASMA PADA PASIEN ASMA SERANGAN AKUT DI RUMAH SAKIT PARU RESPIRA YOGYAKARTA Lolita Lolita; Mas Ulfah Lestari
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.619 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i2.113

Abstract

Asma adalah penyakit inflamasi kronik saluran napas yang ditandai adanya mengi, batuk, dan rasa sesak di dada akibat penyumbatan saluran napas. Serangan asma bervariasi dari ringan sampai berat bahkan dapat bersifat fatal atau mengancam jiwa (Rai dan Artana, 2016). Sistem ATC/DDD adalah sebagai sarana penggunaan obat untuk meningkatkan kualitas penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas penggunaaan obat antiasma pada pasien asma serangan akut di RS Paru Respira Yogyakarta pada tahun 2016 dengan metode ATC/DDD.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif pada tahun 2016. Analisa data dilakukan dengan dua cara, yaitu menghitung kuantitas penggunaan obat berdasarkan Defined Daily Dose (DDD) per 1000 KPRJ. Hasil diketahui terdapat 82 pasien yang termasuk inklusi dengan 129 kasus di RS Paru Respira Yogyakarta pada tahun 2016. Terdapat 62,20% perempuan dan 37,80% laki-laki. Karakteristik usia 36-45 tahun sebesar 52,40% lebih banyak terjadi asma serangan akut dibandingkan dengan usia 26-35 tahun sebesar 47,60%.Evaluasi kuantitas penggunaan antiasma pada pasien asma serangan akut yang paling banyak adalah formoterol sebesar 70,7/1000 KPRJ dan yang paling sedikit adalah fenoterol Hbr sebesar 0,02/1000 KPRJ.
PROFIL URINALISIS PENGGUNAAN IMUNAX PADA PASIEN DIABETES MELITUS (DM) RAWAT JALAN DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Adnan Adnan; Lolita Lolita
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.996 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i1.138

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan timbulnya hiperglikemia akibat gangguan sekresi, maupun resistensi dari insulin. Hiperglikemik kronik dan gangguan metabolik DM lainnya akan menyebabkan kerusakan jaringan dan organ, seperti mata, ginjal dan sistem vaskuler. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa imunax (MBJH : Minyak atsiri biji jintan hitam) mempunyai manfaat untuk anti DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran urinalisis dan proteinuria pada pasien DM yang mendapatkan imunax. Desain penelitian adalah randomized controlled trial. MBJH diberikan dalam 2 peringkat dosis yaitu  2x1 soft capsul dan 2x2 soft capsul dberikan selama 20 hari pada subjek.  Pengambilan data urin dilakukan sebelum dan sesudah pemberian sediaan imunax.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan dan jenis terapi yang digunakan tidak terdapat perbedaan yang bermakna terhadap karakteristik dan jenis terapi yang digunakan oleh subjek penelitian (pasien resiko sindrom metabolik) antar kelompok perlakuan maupun kelompok placebo. Hasil uji urinalisis diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan gambaran urinalisis pada ketiga kelompok.Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat pengaruh yang signifikan (p value >0,05) pemberian imunax (MBJH) terhadap profil urinalisis pada pasien resiko sindrom metabolik, baik pada dosis 2x1, 2x2, dan kelompok kontrol.
Pengaruh Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Toga Untuk Hipertensi di Sumberagung Jetis Bantul Lolita Lolita; Aulea Rahmawati; Aulia Rahmah; Eka Angriani Hasan; Fairuz Yaumil Afra; Ikrimah Ikrimah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.652 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v14i2.1835

Abstract

Pemanfaatan TOGA perlu digalakkan guna meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan. Keberhasilan pemanfaatan TOGA sangat dipengaruhi oleh pengetahuan masyarakat mengenai manfaat jenis tanaman yang berkhasiat sebagai obat yang yang telah diteliti secara empiris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan TOGA hipertensi pada masyarakat di Dusun Balakan Sumber Agung Bantul, Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pemberian intervensi berupa edukasi menggunakan leaflet secara door to door kepada masyarakat. Analisis data dengan melakukan pengukuran skor pengetahuan sebelum dan sesudah promosi kesehatan menggunakan uji independent t test. Hasil penilaian skor pengetahuan sebelum dan sesudah promosi kesehatan diperoleh nilai rata-rata skor pengetahuan sebelum promosi kesehatan yaitu 40,97±19,21 dan sesudah promosi kesehatan yaitu 90,65±13,65 dengan nilai p=0,000 pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan kegiatan promosi kesehatan terhadap pengetahuan masyarakat tentang Tanaman Obat Keluarga (TOGA) hipertensi di Desa Sumberagung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul.
Illness Risk Perceptions and Efficacy Beliefs Among Indonesian in the Course of COVID-19 Pandemic Lolita Lolita; Azis Ikhsanudin
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 4 (2022): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v5i4.3287

Abstract

COVID-19, a worldwide pandemic, has posed a significant challenge to public health systems worldwide. Health risk perception and efficacy belief are primary constructs influencing individuals' protective behavior due to the outbreak. Our study investigated each item of illness risk perception, efficacy belief, and its related factors concerning the COVID-19 pandemic. An analytical cross-sectional study was conducted among 227 respondents aged 17 to 70. Data collection was conducted using convenience sampling by distributing the web questionnaire between April and July 2020. Mann-Whitney or Kruskal-Wallis bivariate analysis was performed using SPSS version 21.0 to assess the relationship between individual characteristic factors, illness risk perception, and efficacy belief. The study established that respondents had a medium to a high level of illness risk perception and a reasonable efficacy belief in dealing with the COVID-19 pandemic. Region (p=0.027) and occupation (p=0.036) differences were significantly associated with the threat and severity perception, respectively. Smoking history (p=0.037), supplement use (p=0.029), and occupation (p=0.018) differences were significantly associated with self-efficacy. Meanwhile, gender (p=0.045) differences were significantly associated with response efficacy. Therefore, the public's illness risk perception and efficacy belief could be substantial in planning, modifying, and implementing a coordinated response for risk communication in current and future epidemics.
PEMBERDAYAAN UKM “Mbak TUM” DAN PETANI KELADI DALAM DIVERSIFIKASI DAN PEMASARAN PRODUK DAN PENGOLAHAN LIMBAH KELADI Nusantara, Rossie Wiedya; Kurniati, Dewi; YVI, Urai Suci; Lolita, .
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v3i1.2967

Abstract

Penerapan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan UKM Mbak TUM dalam upaya melakukan inovasi diversifikasi produk berbasis keladi, sehingga masyarakat dapat mengenal beraneka produk keladi (tepung keladi dan kemudian di olah menjadi mie keladi, dan kue cake/brownies keladi) serta mengetahui manfaat apabila mengkonsumsi keladi yang mana pemasarannya masih cukup luas terutama untuk wilayah di luar Pontianak. Disamping itu, kepada petani keladi, untuk meningkatkan produksinya, diperkenalkan cara membuat kompos dari limbah keladi (kulit dan batangnya). Kegiatan ini dilaksanakan di UKM Mbak TUM dan petani keladi. Kegiatan dalam pengabdian ini yaitu pembuatan tepung keladi, mie keladi, brownies keladi dan cake keladi, mendisain  kemasan yang lebih hygienis dan menarik khas UKM Mbak TUM, pelatihan pembukuan finansial kepada pengusaha kecil, dan pembuatan kompos dari limbah keladi. Pada akhir kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap program-program yang telah dilakukan oleh tim dosen yang bertujuan untuk mengetahui hambatan / kesulitan yang dihadapi selama proses kegiatan, dan kemudian didiskusikan untuk diselesaikan dilanjutkan dengan pameran usaha produk yang telah jadi. Diharapkan setelah kegiatan ini selesai, UKM Mbak TUM mampu menghasilkan produk olahan keladi yang mempunyai kualitas yang baik dan membantu Program Ketahanan Pangan di Provinsi Kalimantan Barat.Kata kunci: diversifikasi, mie keladi, cake keladi, brownies keladi, kompos