Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengembangan Model MAK Modular Berbasis Produktivitas Kerja Perawat dalam Meningkatkan Kepuasan Pasien Sofiatun Sofiatun; Rizki Fitryasari; Ahsan Ahsan
Jurnal Keperawatan Vol 20 No 4 (2022): Edisi Khusus Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v20i4.1106

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan rumah sakit. Asuhan keperawatan komprehensif merupakan salah satu aspek yang dapat meningkatkan kepuasan pasien. Tujuan penelitian adalah mengembangkan model MAKP moduler berbasis produktivitas kerja perawat dalam meningkatkan kepuasan pasien. Metode: Penelitian Tahap 1 menggunakan desain eksplanatory dengan pendekatan cross sectional. Sampelnya adalah perawat dan pasien RSUD Ibnu Sina Gresik, dengan jumlah sampel 112 reponden berdasarkan perhitungan Rule of Thumb. Teknik pengambilan sampel probability sampling jenis cluster sampling, dan menggunakan analisis Uji PLS (Partial Least Square). Variabelnya adalah karakteristik organisasi, karakteristik perawat, karakteristik pekerjaan, MAKP modular berbasis produktivitas kerja, kepuasan pasien. Tahap 2 peneliti melakukan diskusi pakar, diawali dengan FGD (Focus Group Discussion) oleh Ketua Komite Koordinasi Pendidikan, Ka Sub Bid SDM dan Asuhan Keperawatan dan 6 kepala ruang serta pembimbing kedua peneliti, dilanjutkan diskusi pakar, dan rekomendasi pakar. Hasil: Tahap 1 didapatkan hasil uji hipotesis secara langsung nilai p-value<0,05, sehingga variabel karakteristik organisasi, karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, dan MAKP modular berbasis produktivitas kerja berpengaruh signifikan terhadap variabel kepuasan pasien. Uji hipotesis secara tidak langsung didapatkan nilai p-value>0,05, sehingga karakteristik organisasi berhubungan signifikan dengan MAKP moduler berbasis produktivitas kerja melaui karakteristik individu, karakteristik pekerjaan berhubungan signifikan dengan MAKP moduler berbasis produktivitas kerja melalui karakteristik individu, dan karakteristik individu berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien melalui MAKP moduler berbasis produktivitas kerja. Tahap 2 didapatkan konsep modul yaitu konsep MAKP moduler, konsep produktivitas kerja perawat, dan penerapan model MAKP moduler berbasis produktivitas kerja perawat. Kesimpulan: Kepuasan pasien yang optimal dapat dicapai melalui peningkatan karakteristik pekerjaan. Kata Kunci: Kepuasan Pasien, MAKP Modular berbasis Produktivitas Kerja, Model AsuhanKeperawatan ABSTRACT Background: Patient satisfaction is one indicator of hospital success. Comprehensive nursing care is one of aspect that increase patient satisfaction. The purpose of the study was to develop a modular MAKP model based on nurse work productivity in increasing patient satisfaction . Methods: Stage 1 research used an explanatory design with a cross sectional approach. The samples were nurses and patients at Ibnu Sina Gresik Hospital, with a total sample of 112 respondents based on the Rule of Thumb. The sampling technique is probability sampling type cluster sampling, and used PLS (Partial Least Square) test analysis. The variables are organizational characteristics, nurse characteristics, job characteristics, modular MAKP based on work productivity, patient satisfaction. Stage 2 researchers conducted expert discussions, starting with FGD (Focus Group Discussion) by the Head of the Education Coordination Committee, Head of Sub-Bid and Nursing Care and 6 heads of rooms and supervisors for the two researchers. Then continued proficient discussion, and recommendations. Results: Stage 1 obtained direct results of hypothesis testing with p-value <0.05, so that the variables of organizational characteristics, individual characteristics, job characteristics, and modular MAKP based on work productivity have a significant effect on patient satisfaction variables. The hypothesis test indirectly obtained p-value> 0.05, so that organizational characteristics were significantly related to the modular MAKP based on work productivity through individual characteristics, job characteristics were significantly related to the modular MAKP based on work productivity through individual characteristics, and individual characteristics were significantly related to patient satisfaction through work productivity-based modular MAKP. Stage 2 obtained module concepts, the concept of modular MAKP, the concept of nurse work productivity, and the application of the modular MAKP model based on nurse work productivity. Conclusion: The optimal patient satisfaction can be achieved through improving job’s characteristic.. Keywords: Patient Satisfaction ,Modular MAKP based on Work Productivity, Nursing Care Model,
The Relationship of Triage Competence with The Performance of Emergency Room Nurses at General Hospitals Muhamad Nur Rahmad; Ahsan Ahsan; Yulian Wiji Utami
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 4: December 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.672 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i4.732

Abstract

Triage assessment unsuitable with patient conditions has a risk of increasing pain level, disability, and death. It causes nurses to perform non-optimal emergency nursing care for patients. This study aimed to analyze triage competency factors affecting ER nurse performance in performing emergency nursing care. The current study used the analytic observational design. The study was performed at ER of RSUD Bahteramas and RSUD Kendari City from 1 March – 7 April 2021, with all ER nurses as the samples. Total sampling was applied to obtain 55 nurses. Data analysis was conducted using the Rank Spearman and ordinal logistic regression tests. The study result shows a relationship between triage knowledge and skills with ER nurse performance in performing emergency nursing care with a p-value of 0.533. The most dominant factor affecting ER nurse performance in performing emergency nursing care was skills, with an odds ratio of 4.61.  Penilaian triase yang tidak sesuai dengan keadaan pasien memiliki resiko dalam meningkatkan angka kesakitan, kecacatan bahkan kematian pasien sehingga membuat kinerja perawat tidak maksimal dalam melakukan asuhan kegawatan bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor kompetensi triage yang mempengaruhi kinerja perawat IGD dalam melakukan askep kegawatdarurata. Penelitian ini menggunakan desain observational analitik yang telah dilaksanakan di ruang IGD RSUD Bahteramas dan RSUD Kota Kendari pada 1 maret - 7 april 2021, dengan sampel semua perawat yang bertugas diruang IGD. Teknik sampling menggunakan total samping dengan jumlah responden 55 Perawat. Analisa data menggunakan uji rank spearman dan uji regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan triage, keterampilan triage dengan kinerja perawat IGD dalam melakukan askep kegawatdaruratan dengan p-value 0,021 dan 0,000 dan tidak ada hubungan sikap triage dengan kinerja perawat IGD dalam melakukan askep kegawatdaruratan dengan p-value 0,533. Faktor paling dominan berpengaruh terhadap kinerja perawat IGD dalam melakukan askep kegawatdaruratan adalah keterampilan dengan nilai odds ratio paling besar yaitu 4,61.
The Relationship Between Anxiety and Events Chemotherapy-Induced Nausea Vomiting (CINV) Breast Cancer Patients with Chemotherapy in Jember, East Java, Indonesia Siti Mu'awanah; Ahsan Ahsan; Heni Windarwati
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jkds.v12i2.645

Abstract

In Indonesia and worldwide, breast cancer accounts for the greatest number of cancer patients. Chemotherapy is the treatment used to treat breast cancer patients; however, it might cause One of the psychological adverse effects that chemotherapy usually causes for individuals with breast cancer is anxiety. Chemotherapy-Induced Nausea Vomiting (CINV) is the most common physical adverse effect experienced by breast cancer patients receiving chemotherapy. This cross-sectional study employs certain research approaches. Patients receiving chemotherapy for breast cancer at the RSD Dr. Soebandi Jember and Baladhika Husada Jember Hospital made up the study's population. This research was conducted for one month, and the number of samples used in this research was 120. Anxiety measurement uses a questionnaire Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A) to measure levels of anxiety, and the Multinational Association of Supportive Care in Cancer (MASCC) Antiemesis Tool (MAT) to measure Chemotherapy Induces Nausea and Vomiting (CINV). Data analysis with a paired sample t test using the IBM SPSS v.25 for Windows programme. The results of the Pearson correlation test between anxiety and CINV in breast cancer patients undergoing chemotherapy showed a significance value of 0.00 or <0.05, which means there is a correlation between anxiety and CINV experienced by respondents. The higher the level of anxiety, the more CINV complaints the patient will experience. Vice versa, the lower the level of anxiety, the CINV experienced by the patient will be minimal. Keyword: anxiety, CINV, Breast Cancer, Chemotherapy
Hubungan Paparan Toluena di Udara dengan Fungsi Ginjal Pada Pekerja Bengkel Pengecetan Mobil Surabaya Dewi Cindy Putri Anggraini; Ahsan Ahsan; juliana Jalaludin
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.116-120

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang:Toluena merupakan salah satu bahan kimia yang termauk dalam pelarut oganik yang bersifat volatile atau mudah menguap. Salah satu efek yang ditimbulkan dari paparan toluena adalah adanya penurunan fungsi ginjal pada kelompok yang terpapar. Salah satu pemeriksaan yang digunakan untuk melihat fungsi ginjal pada seseorang adalah dengan melakukan pemeriksaan kadar kreatinin dan BUN.Tujuan: untuk melihat kadar kreatinin dan BUN pada pekerja sebagai suatu pemeriksaan terhadap fungsi ginjal.Method: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian bersifat observasioanl dengan menggunakan rancangan Cross Sectional Study.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja di bengkel pengecatan mobil Surabaya yang berjumlah 20 orang.Hasil: hubungan antara paparan toluena dengan kadar kreatinin dan BUN pada pekerja bersifat lemah dan searah (koefisien korelasi= 0,244 dan 0,042). Sementara itu untuk hubungan antara kadar kreatinin dan BUN dengan karakteristik responden juga bersifat lemah. Lemahnya hubungan antar variabel dapat diakibatkan oleh berbagai faktor lain. Kesimpulan: paparan toluena yang melebihi nilai ambang batas dan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan suatu gangguan kesehatan salah satunya adalah penurunan fungsi ginjal. Sehingga pekerja harus memakai APD selama bekerja serta menjaga personal hygiene dengan baik. Kata kunci: paparan toluena, ginjal, kadar kreatinin, kadar BUN
The 5S Culture Implementation in PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Office Area Neni Haqnanda Dimi; Noeroel Widajati; Lydia Elsa Sinta; Fitri Yatulaini; Gita Rizki Amaliya; juliana Jalaludin; Ahsan Ahsan
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.191-199

Abstract

Background: One of the Occupational Safety and Health implementation programs to minimize work accidents and occupational diseases is the application of 5S culture (Sort, Set in Order, Shine, Standardize, and Sustain). It aims to create a new and positive energy for the workers and maintain the better work environment. PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) Tbk is a subsidiary of PT Pelabuhan Indonesia II which is engaged in vehicle import-export services. At office area, there are stack of papers, unneatly box and work station. Objectives: The purpose of this study is to assess the 5S culture implementation. Methods: This study is an observational study conducted at PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk which is located at Jalan Sindang Laut No. 100, Cilincing, North Jakarta, 14110 in February until March 2021. Data collection was done by observation and 5S form assessment based on the guidelines according to Pertamina's 2011 command letter. Results: In driving factors, 5S organizational has not yet formed but had been socialized. In addition, the results of the 5S assessment, at sort, set in order, shine, and sustain aspects are in the enough category. Meanwhile the standardize aspect in not good category. Conclusions: PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk has not maximally implemented the 5S culture caused by changes in the organizational structure, the company prioritizing in operational services. In addition, the application of 5S culture is only as a branding so it's not considered as important thing in the work process.
Hubungan Antara Karakteristik Individu Dengan Degenerasi DNA Pada Pekerja Bengkel Pengecatan Mobil Surabaya Siti Marifatul Ulubiah; Abdul Rohim Tualeka; Ahsan Ahsan; juliana Jalaludin
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.283-290

Abstract

Latar Belakang: Kandungan pada komposisi cat maupun thinner terdapat BTX. Kandungan yang digunakan tersebut bersifat toksik dan bahkan karsinogenik. Dengan demikian, paparan BTX yang tidak terkontrol akan menyebabkan gangguan kesehatan pada pekerja. Beberapa metabolit BTX yang menghasilkan produksi ROS dan dapat menyebabkan terjadinya stress oksidatif serta kerusakan genetic. Interaksi yang terjadi antara ROS dengan biomolekul salah satunya DNA dapat menyebabkan terjadinya kerusakan DNA oksidatif. Tingkat keparahan kerusakan DNA juga dapat dipengaruhi oleh karakteristik individu antara lain usia, masa kerja, dan status merokok. Tujuan: untuk menganalisis hubungan antara karakteristik individu dengan degenerasi DNA pada pekerja bengkel pengecatan mobil di Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan analisis kuantitatif dan rancang bangun cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 20 orang dengan metode sampling yaitu total population sampling. Penelitian dilakukan di bengkel pengecatan mobil Kalijudan, Surabaya. Variabel penelitian terdiri atas variable independen (karakteristik indvidu meliputi usia, masa kerja, dan status merokok) dan variable dependen (degenerasi DNA). Analisis variable menggunakan tabel distribusi frekuensi, uji coefficient contingency, dan uji korelasi point-biserial. Hasil: Hubungan antara karakteristik individu dengan degenerasi DNA yaitu usia (kategori sedang dan berarah negative), masa kerja (kategori sangat lemah dan berarah negative), dan status merokok (kategori sangat lemah dan berarah positif). Kesimpulan: Hubungan antara karakteristik individu dengan degenerasi DNA pada pekerja bengkel pengecatan mobil di Surabaya berada pada kategori sedang dan sangat lemah dengan arah positif maupun negative. Meski hubungan yang terjadi tidak bersifat kuat, namun pihak industry atau pemilik bengkel pengecatan mobil sebaiknya menyediakan dan menganjurkan pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) sebagai bentuk pencegahan terhadap pekerja.
Hubungan Konsentrasi Benzena Dengan Kadar Eritosit Pada Pekerja Produksi AUP Surabaya Frizki Rana Karisma Putri; Abdul Rohim Tualeka; juliana Jalaludin; Ahsan Ahsan
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.225-230

Abstract

Latar Belakang: Industri percetakan adalah industri tulisan dan gambar massal yang menggunakan tinta pada kertas dan mesin cetak. Dalam proses produksinya digunakan tinta dan pelarut yang mengandung bahan kimia, salah satunya adalah benzena. Paparan benzena dapat meningkatkan konsentrasi benzena di lingkungan kerja serta meningkatkan risiko kesehatan bagi pekerja. Benzene menargetkan darah yang dapat mengurangi jumlahsel darah yang ada dalam tubuh atau anemiaTujuan: Untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi benzena dengan eritrosit dan hemoglobin pada pekerja bagian produksi di Airlangga University Press. Metode: Variabel bebas yang digunakan adalah konsentrasi benzena dan variabel terikatnya adalah kadar eritrosit dan hemoglobin. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan kuantitatif dan cross sectional. Semua 11 pekerja produksi di perusahaan percetakan Airlangga University Press diambil sebagai sampel dalam penelitian ini. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji korelasi PearsonHasil: konsentrasi benzena pada pekerja produksi percetakan berada di bawah nilai ambang batas. Rerata kadar hemoglobin dan eritrosit pekerja dalam batas normal. Tidak ada hubungan yang signifikan antara konsentrasi benzena dengan eritrosit (p = 0,816) pada pekerja di bagian produksi percetakan Airlangga University PressKesimpulan: Efek kesehatan yang terjadi akibat paparan benzena adalah gangguan sistem hematologi dimana target utama benzena adalah sumsum tulang. Paparan benzena dapat menurunkan jumlah sel darah dan berkontribusi pada jumlah leukosit, eritrosit, dan trombosit di perifer dara