Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Daily Activity of Teuku Umar University Students Going to Campus firzan firzan; Irfan Irfan; Samsunan Samsunan; Rahmat Djamaluddin; Deni Ilham Yani
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v3i2.438

Abstract

Teuku Umar University (UTU) is a public university located in West Aceh Regency. The number of active students at UTU was recorded as 6,636 in the academic year 2021-2022. Currently, the UTU campus lacks public transportation serving its vicinity. This study aims to identify the daily activities of UTU students in commuting to the campus and to determine the extent of students' response to the implementation of public transportation services within a ±5 KM buffer zone from the UTU campus. This research utilizes two types of data analysis methods, namely qualitative descriptive and quantitative descriptive. The research findings indicate that 93.5% of students strongly agree with the concept of implementing public transportation, and 75.3% of students agree to switch from private vehicles to public transportation. The majority of daily travel activities are conducted by female students, accounting for 54% compared to 46% of male students. The modes of transportation used to reach the campus are motorcycles (56%), bicycles (6%), and walking (38%). Regarding the frequency of departure times to the campus, 41% of students depart at 08:00 AM, 23% at 09:40 AM, 15% at 10:30 AM, 12% at 11:20 AM, 6% at 01:50 PM, and 3% depart at 04:20 PM. As for the frequency of return times, 16% return at 01:30 PM, 21% at 11:20 AM, 34% at 01:50 PM, 10% at 03:30 PM, 16% at 04:20 PM, and 3% return at 05:10 PM. Based on this study, we recommend developing a dedicated public transportation service concept for UTU students. Data on students' daily activities can serve as crucial input for the future development of public transportation projects.
Tingkat Partisipasi Masyarakat Terhadap Upaya Mengatasi Permasalahan Sampah Dian Febrianti; Rahmat Djamaluddin; TEUKU FARİZAL; Edi Mawardi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Garbage is the remnants of the use of human activities that are no longer needed. Garbage is one of the things that can have a negative impact on development. Improvement through the participation of the community is the key to the success of efforts to build a city in order to create a clean and safe city from the adverse effects caused by waste. In 2019 the West Aceh District Environmental Service (DLHK) has carried out at least 129 m3 of garbage dumping and is only able to handle 114.3 m3 of waste from the total services spread across four sub-districts which are waste management services, namely Johan Pahlawan District of 66,601 m3, Samatiga 15,787 m3, Meureubo 31,486 m3, and Kaway XVI 22,524 m3. So waste becomes one of the serious problems for sustainable city development and a countermeasures must be taken. This research method uses the Likert scale method, the results of the calculation of the number of samples using the Slovin formula are 41 respondents. From the results of calculations based on the questionnaire submitted to the respondents, the score was 40.878%. So the conclusion is that the ADB1 housing complex community is still not satisfied with waste management, and it is also urgently needed support from various parties, both government and institutions related to waste management.
Analisis Tingkat Kerusakan Jalan Menggunakan Metode PCI dan Strategi Penanganannya Pada Ruas Jalan Meulaboh-Tutut Agusmaniza, Roni; Liliiza Yusra, Cut; Agustian, Kusmira; Farizal, Teuku; Djamaluddin, Rahmat
JURNAL SIMETRIK Vol. 14 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v14i2.2739

Abstract

Analisis timgkat kerusakan jalan pada ruas jalan Meulaboh-Tutut sangat penting dalam menentukan prioritas penanganan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kerusakan jalan pada ruas Jalan Meulaboh-Tutut KM 19 di Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat dengan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI). Metode PCI merupakan metode evaluasi visual yang memberikan penilaian objektif terhadap kondisi perkerasan jalan berdasarkan jenis kerusakan, luas area yang terdampak, serta tingkat keparahan kerusakan tersebut. Skala nilai PCI berkisar antara 0 hingga 100, di mana nilai PCI 100 menunjukkan kondisi jalan yang gagal total, sementara 0 mengindikasikan kondisi perkerasan jalan masih sempurna. Berdasarkan hasil survei lapangan, ditemukan bahwa kerusakan dominan pada ruas jalan ini adalah retak buaya, lubang, dan amblas. Nilai PCI rata-rata dari ruas jalan tersebut tercatat sebesar 43.25, yang menempatkannya pada kategori “sedang (fair)” dan mengindikasikan perlunya pemeliharaan intensif untuk mengembalikan fungsi jalan tersebut. Analisis lebih rinci menunjukkan adanya variasi kondisi di berbagai segmen jalan, dengan nilai PCI terendah sebesar 0 terdapat pada beberapa STA jalan yang menunjukkan jalan masih sempurna, sedangkan nilai PCI tertinggi diperoleh pada STA 0+350 sampai dengan STA 0+400 yaitu sebesar 98.5 yang mengindikasikan kerusakan sangat parah atau gagal. Berdasarkan kondisi kerusakan yang ditemukan, strategi penanganan yang diusulkan untuk lubang menggunakan metode perbaikan P5 dan P6, untuk kulit buaya menggunakan metode perbaikan P2 dan P5 serta kerusakan amblas menggunakan metode perbaikan P5 dan P6. Metode perbaikan ini mengajukan pada Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga No. 001- 01/M/BM/2011.
Strategi Penanganan Lubang Jalan Menggunakan PVC Dan Abu Sekam Padi Sebagai Penerapan Inovasi Teknologi Veranita Veranita; Rahmat Djamaluddin; Andrisman Satria; Joli Supardi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 3, No 2 (2021): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v3i2.3982

Abstract

Abstract Road damages is one of the problems that often occurs, especially on road with potholes. This initially small hole can develop into  a large hole if left without rapair because water will seep in and make the road brittle. One way to overcome road damage such as potholes in the road is to add an added material that can increase the strength of the asphalt layer. The additives that can be used are PVC (polyvinyl Chloride) and rice husk ash. According to previous research, the use of PVC and rice husk ash can improve stability and better resistance to high temperatures and keep road construction flexible. The role of the government is very important in overcoming the damage of this road. The purpose of this community dedication is to apply the result of research using PVC and rice husk ash to handle potholes on the road. The handling of potholes was carried out in 5 (five) points, precisely on the Ujung Berasok street, in Lapang village, accompanied by partner from PUPR Aceh Barat. The result of this activety are roads that are no longker potholes and do not endanger road users. It is hoped that the partner can continue road construction using this material on other potholes so that it can produce a suitable mix and have good performance to improve infrastructure development in Aceh Barat.   Keywords: Handling; road hole; PVC, Rice husk ash Abstrak Kerusakan jalan menjadi salah satu masalah yang seringkali terjadi terutama jalan yang berlubang. Lubang yang awalnya kecil ini bisa berkembang menjadi lubang berukuran besar jika dibiarkan tanpa perbaikan karena air akan meresap dan membuat rapuh jalan. Salah satu cara menanggulangi kerusakan jalan seperti lubang pada jalan yaitu dibutuhkan suatu bahan tambah yang dapat meningkatkan kekuatan lapisan aspal. Bahan tambah yang dapat digunakan adalah PVC (polyvinyl chloride) dan abu sekam padi. Menurut riset terdahulu, penggunaan PVC dan abu sekam padi dapat meningkatkan stabilitas dan daya tahan yang lebih baik terhadap suhu tinggi dan konstruksi jalan tetap fleksibel dan lentur. Peran pemerintah sangatlah penting dalam mengatasi kerusakan jalan ini. Tujuan pengabdian ini untuk menerapkan hasil riset menggunakan material PVC dan abu sekam padi untuk menangani lubang pada badan jalan. Penanganan lubang jalan dilakukan sebanyak 5 (lima) buah titik tepatnya berada di jalan Ujung Berasok Desa Lapang yang didampingi oleh mitra dari Dinas PUPR Aceh Barat. Hasil kegiatan ini berupa jalan yang tidak berlubang dan tidak membahayakan pengguna jalan. Diharapkan kelompok mitra dapat terus melanjutkan pembangunan jalan menggunakan material ini pada jalan berlubang yang lain sehingga dapat menghasilkan campuran yang layak dan mempunyai kinerja yang baik untuk meningkatkan infrastruktur pembangunan di Aceh Barat. Kata Kunci: penanganan; lubang jalan; PVC, abu sekam padi
Pengaruh Kinerja Simpang Empat Tak Bersinyal Terhadap Tingkat Pelayanan dengan Metode PKJI 2023(Studi Kasus: Simpang Duta Kaca, Jln. Teuku Umar, Meulaboh) Rahmat Djamaluddin; Roni Agusmaniza; Jama’atun Husna
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan transportasi berdampak pada meningkatnya pergerakan manusia, barang, dan jasa. Peningkatan sarana dan prasarana transportasi dengan memperhatikan keseimbangan antara keduanya melibatkan berbagai jenis moda transportasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pelayanan dan kinerja simpang Duta Kaca, Jln. Teuku Umar, Kampung Ujung Kalak, Meulaboh, menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan. Pengambilan data dilakukan selama 8 jam per hari yaitu Senin, Kamis, dan Minggu pada jam-jam puncak, dengan pengukuran volume lalu lintas, tundaan, dan panjang antrian pada setiap lengan simpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simpang tersebut mengalami arus puncak lalu lintas dihari Minggu, pukul 16.00 -17.00 WIB, mencapai 2028 kendaraan. Kapasitas simpang dihitung menggunakan berbagai faktor, total kapasitas simpang adalah 3.613 smp/ jam. Nilai Dj diperoleh sebesar 0,19 menunjukkan bahwa simpang tersebut sudah memenuhi kapasitas ideal, dengan tundaan lalu lintas rata-rata (  = 2,87 detik) dan tundaan geometrik (  = 4.03 detik). Tundaan simpang total (T = 6,89 detik) dengan peluang antrian sekitar 2,46% - 8,39%. Berdasarkan parameter tersebut, tingkat pelayanan simpang dikategorikan dalam kelas B menunjukkan bahwa kemungkinan terjadinya antrian lalu lintas relatif aman. Maka disimpulkan bahwa simpang empat Duta Kaca kinerjanya dalam keadaan baik dan stabil sesuai dengan persyaratan sebagaimana dalam PKJI 2023.
EVALUASI STANDAR JALUR EVAKUASI KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT (Studi Kasus Gedung BAPPEDA Kabupaten Nagan Raya) Rahmat Djamaluddin; Zakia Zakia; Firzan Firzan; Aulil Fajri
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.551

Abstract

Abstrak Dampak negatif yang ditimbulkan dari bencana dapat berupa kerugian materiil maupun jiwa. Bencana tersebut dapat dicontohkan seperti banjir, gempa bumi ada pula bencana non alam seperti kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi standar jalur evakuasi kebakaran pada kantor BAPPEDA Kabupaten Nagan Raya, mengetahui apakah jalur evakuasi kebakaran pada kantor BAPPEDA Kabupaten Nagan Raya telah memenuhi standar. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder, yang diambil dengan cara penyebaran kuisioner, observasi dan pengamatan secara langsung. Pertanyaan melalui kuisioner diolah menggunakan software SPSS-23, sedangkan data hasil observasi dan pengamatan secara langsung, diolah melalui analisa deskripsi sesuai hasil lapangan. Hasil analisa menunjukkan bahwa semua pertanyaan valid memiliki nilai korelasi lebih besar dari nilai product moment/r tabel 0,632. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Hasil evaluasi standar jalur evakuasi kebakaran pada Bangunan Gedung BAPPEDA Kabupaten Nagan Raya, belum sesuai standar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan bahwasanya penerapan peraturan sistem jalur evakuasi kebakaran masih pasif pada gedung BAPPEDA Kabupaten Nagan Raya untuk fungsi bangunan publik serta Kesesuaian fasilitas jalur evakuasi kebakaran yang tersedia pada bangunan gedung BAPPEDA Kabupaten Nagan Raya sangat sulit dilakukan evakuasi jika sewaktu waktu-waktu terjadi kebakaran Kata Kunci: Jalur evakuasi, bangunan gedung, metode kuantitatif, kuisioner   Abstract The negative impact can be in the form of material and life losses. The disaster can be exemplified as floods, earthquakes there are also non-natural disasters such as fire. Disaster is a phenomenon of human life that cannot be known exactly when it happened. This study aims to determine how the standard conditions of fire evacuation routes at the Nagan Raya Regency Bappeda office, find out whether the fire evacuation routes at the Nagan Raya Regency Bappeda office meet the standards. The data used in this study are primary and secondary data, data collection is done by observation and direct observation. While the research method used is a quantitative method. Results of the Standard Identification of Fire Evacuation Paths in Nagan Raya Regency Bappeda Building, according to Minister of Public Works Regulation No.26 / PRT / M / 2008 concerning Rescue Lines that the application of fire evacuation system regulations is still passive in Bappeda Building Nagan Raya Regency for public building functions as well as the suitability of fire evacuation route facilities available in the building of Bappeda Nagan Raya Regency, it is very difficult to evacuate if at any time there is a fire Keywords: Evacuation route, building, quantitative method, questionnaire