Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN KEJADIAN TBC DENGAN, PENGETAHUAN, PRILAKU, DAN LINGKUNGAN SOSIAL PENDERITA TBC DI RW I KELURAHAN TERONDOL KOTA SERANG umar, ernawati
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v2i2.14350

Abstract

Penyakit Tubercolosis Paru di dunia masih sangat tinggi, dengan kasus yang terus meningkat,  bahkan di kawasan Asia Tenggara TB paru membunuh 2.000 jiwa setiap hari, sekitar 40% dari kasus TBC di Dunia berada di kawasan Asia Tenggara, Indonesia termasuk dalam High Burden Countries, menempati urutan ketiga setelah India dan China, secara kasar diperkirakan setiap 100.000 penduduk Indonesia terdapat 130 penderita baru TB paru BTA positif (Depkes RI, 2009)Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan kejadian penyakit TBC paru dengan pengetahuan, prilaku, dan lingkungan sosial, masyarakat RW I Kelurahan Terondol Kota Serang, manfaat penelitian ini untuk meningkatkan upaya pencegahan penyakit tuberkulosis, yang dilaksanakan pada bulan Nopember. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional. Populasinya  hanya terbatas pada masyarakat yang sakit TBC di RW I Kelurahan Terondol Kota Serang, dengan jumlah sampel 56 orang, Pengolahan data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat dengan uji Chi Square, dan multivariat denga uji Regresi Logistik.Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 35,7% berpengetahuan rendah, 44,6% prilaku beresiko menularkan TBC, dan 26,8% responden tidak aktif dalam kegiatan sosial, hasil analisa bivariat didapatkan responden  yang berpengetahuan tinggi terdapat pada umur >25 tahun 84,4 %, pendidikan tinggi 93,8 %, dan yang bekerja 69,6%, Responden yang berprilaku beresiko menularkan TBC pada pendidikan rendah 57,5 %, responden tidak bekerja 70,0%, yang aktif dalam lingkungan sosial, pada umur > 25 tahun 84,4 %, yang berpendidikan rendah 82,5%, yang bekerja 80,4 %. Pada hasil Analisa Multivariat,  ada hubungan yang bermakna tingkat pendidikan dengan pengetahuan dan responden yang berpendidikan rendah berpeluang 13,6 kali meningkatkan kejadian TBC dibanding yang pendidikan tinggi, dan responden dengan pendidikan rendah beresiko 9,5 kali menularkan penyakit TBC dibanding yang berpendidikan tinggi, serta pada variabel lingkungan sosial responden dengan umur > 25 tahun lebih aktif 14,7 kali dibanding umur < 24 tahun, responden yang pendidikan tinggi lebih aktif  9,4 kali dibanding yang pendidikan rendah serta responden yang bekerja 6,2 kali lebih aktif dalam kegiatan sosial dibandingkan yang tidak bekerja. Kata Kunci : TBC, masyarakat, keperawatan
EDUKASI MOBILE TENTANG PHYSICAL DISTANCING UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANARA DESA LEMPUYANG KECAMATAN TANARA KABUPATEN SERANG Hamdiah, Dedeh; Suryati, Eti; Umar, Ernawati
Jurnal Pengabdian Dinamika Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/dinamika.v8i1.12968

Abstract

Physical distancing is the act of maintaining physical distance between one person and another. This was done to prevent the spread of Covid-19. The purpose of this PPM is to provide mobile education about physical distancing to prevent the spread of Covid-19 so that people understand about physical distancing to prevent the spread of Covid-19. The method used is mobile education using four-wheeled vehicles. The results achieved were that the community understood the meaning of physical distancing, the purpose of physical distancing and how to carry out physical distancing to prevent the spread of Covid-19. Good public knowledge is the highest proportion at 89% compared to poor public knowledge, which is 11%. This activity is carried out in the work area of the Tanara Community Health Center, Lempuyang Village, Tanara District, Serang Regency.
UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI DESA LEMPUYANG KECAMATAN SERANG KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN TAHUN 2020 Umar, Ernawati; Hamdiah, Dedeh; suryati, Eti
Jurnal Pengabdian Dinamika Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/dinamika.v8i2.14226

Abstract

The coronavirus pandemic, occurred between the end of 2019 and 2020. The outbreak claimed many lives.Humanity tries to find a solution to solve this problem. One solution that has emerged is to do social distancing,physical distance, wash your hands frequently with soap, and use a mask when you are outside the house orkeep using a mask if you cough.Purpose, this community service is to prevent the spread and transmission ofCovid-19 in the community in Lempuyang village.Method, In this community service the method used is mobileand offline education by paying attention to health protocols, as well as a simulation of how to wash hands 6steps in running water.The Results, achieved were a change in the knowledge of the people of LempuyangVillage, which at first was 81.7% less knowledgeable, after education had less knowledge, 43% left, thecommunity had worn masks when they were outside the house and crowded, and Untirta's donated portablewastapel could be used. In this community service the method used is mobile and offline education by payingattention to health protocols, as well as a simulation of how to wash hands 6 steps in running water.
Pertolongan Pertama Pada Anak Tersedak Secara Mandiri Di Rumah Umar, Ernawati; Fitriani, Ani; Fitriani, Winny; Agustin, Amalia; Artyasfati, Tasya; Aini, Nurfadhilah
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v1i1.23

Abstract

Tersedak adalah masuknya benda asing ke dalam tenggorokan atau saluran pernapasan. Ini merupakan kondisi berbahaya yang dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari bayi hingga orang dewasa. Untuk anak di bawah satu tahun, penanganan awal yang dapat dilakukan adalah back blows dan chest thrusts. Jika anak tidak sadar, orang tua dapat melakukan teknik CPR sebagai penanganan tersedak. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan Pendidikan Kesehatan kepada ibu - ibu Dharma Wanita di lingkungan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, serta mendapat keterampilan dalam menolong anak dan masyarakat di lingkungannya jika mengalami kejadian tersedak pada anak. Metode Pelaksanaan yaitu dilakukan dalam bentuk Ceramah dengan menggunakan Leaflet dengan gambar tentang tanda tanda tersedak, dan cara penanganannya secara mandiri serta Heimlich Manuever. Hasil Kegiatan yaitu peserta mendapatkan informasi dan meningkatkan pengetahuannya mengenai tanda tanda tersedak, dan cara penanganannya secara mandiri serta Heimlich Manuever kepada Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Untirta di Auditorium Kampus pada tanggal 5 Februari 2021.
The Impact of Stigma on Medication Compliance for Tuberculosis Patients at the Health Center in Bandar Lampung City Umar, Ernawati; Romadhon , Rhinaldy Danara; Yupartini , Lisnawati; Darajat , Ahmad
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 21 No 3 (2023): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol21.Iss3.1068

Abstract

Tuberculosis, a lethal infectious illness, is known as the ninth leading cause of mortality worldwide. Self-stigma might emerge from the social stigma that Tuberculosis patients experience in their social environment. Stigma is triggered by five factors: self-isolation, supportive views, discrimination experiences, social withdrawal, and stigma resistance. The purpose of this study was to see how Tuberculosis stigma affected medication adherence at Bandar Lampung City Health Center. This study is a quantitative study employing a case-control technique. The simple random sampling technique was utilized with a total sampling of up to 54 respondents who fulfilled the inclusion criteria. Data collection through the completion of the questionnaire. A bivariate chi-square test and a multivariate logical regression test were utilized to analyze the data. The findings indicated age, sex, marital status, education, occupation, self-isolation, views of support, experience of discrimination, social withdrawal, and rejection Stigma: p-value of self-isolation = 0.000, views of support = 0.000, experience of discrimination = 0.007, social withdrawal = 0.001, resistance to stigma = 0.000. The value of the logistic regression equation is Y = a + b1 X + b2 X + b3 X. This study concludes that stigma resistance is the most influential factor impacting medication adherence. This study suggests that tuberculosis sufferers do not withdraw, may contribute to society, socialize more, get along conveniently, and overcome stigma by thinking positively.
Kepatuhan Perawat dalam Pencegahan Penularan Infeksi Covid-19 Dedeh Hamdiah; Ernawati Umar
Faletehan Health Journal Vol 8 No 02 (2021): Faletehan Health Journal, July 2021
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v8i02.210

Abstract

The high number of Covid-19 deaths among health workers is caused by compliance with the use of Personal Protective Equipment (PPE). Nurse compliance is the main key to success to prevent the transmission of Covid-19 infection. Risk factors for preventing the transmission of Covid-19 include the availability of PPE, peer support and need factor. This study aims to determine the relationship between risk factors and nurse compliance in prevention of the transmission of Covid-19 infection in Serang, Banten. The research used analytic observational with a cross sectional study design. The subjects of this study were all nurses who were actively working in Public Health Centers in Serang City. This study used total sampling and logistic regression statistical tests. The results showed that 48.3% of nurses did not comply with the use of PPE, and 55.2% of nurses stated that PPE was not available, 54% of nurses needed PPE to prevent the transmission of Covid-19 infection. There is a relationship between the availability of PPE (p=0.002), peer support (p=0.014) and need factor (p = 0.000) with the compliance of nurses to prevent transmission of Covid-19 infection. To conclude, there is a relationship between the availability of PPE and need factor with nurse compliance in prevention of the transmission of Covid-19 infection. Related parties, especially Public Health Centers and local Health Office, need to strive to fulfill the availability of adequate PPE as an aspect of the need for security and protection from the threat of transmission of Covid-19 infection.
Dampak Persepsi dan Stigma Masyarakat tentang Covid-19 Ernawati Umar; Dedeh Hamdiah
Faletehan Health Journal Vol 8 No 03 (2021): Faletehan Health Journal, November 2021
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v8i03.255

Abstract

Covid-19 outbreak in Indonesia, dated November 15, 2020, infected 474.455 people who were tested positive, 398.636 people were recovered, while 15.393 peopledied. Negative perception and stigma attacked people related to Covid-19 and causedstress and depression whichcan reduce the immune system then cause death. This study aimedto determine the community perception andstigma about Covid 19 in Banten Province in 2020. This study was analytical descriptive and useda cross-sectional study approachto examine theperceptionand stigma of community who were infected bycovid 19. Thisstudy was conducted from June toNovember 2020 in Pandeglang Regency and Serang City. Thedata collection was by distributing questionnaires. The sampleswere 750 respondents. This study found a significant relationship between communityperception and community stigma, which influencesthe performance of health workersand the stress level of Covid-19 patientswith p value 0.00 for both. Negative perceptionand stigmamayimpact on the performance of health workers and cause depression in COVID-19 patients, which results on the decrease ofimmune system. Keywords: Covid-19, Community Perception, CommunityStigma
HUBUNGAN POLA ASUH, PRILAKU DAN LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS RAU KECAMATAN SERANG KOTA SERANG PROVINSI BANTEN Ernawati Umar; Siang Tarigan; Ahmad Darajat
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i2.21077

Abstract

Latar Belakang, Pada umumnya, diare lebih dominan menyerang balita karena daya tahan tubuhnya yang masih lemah dan berada di fase oral yang cenderung lebih aktif memainkan benda asing dan bahkan memasukkannya ke dalam mulut sehingga balita sangat rentan terhadap penyebaran bakteri penyebab diare (Endang, S 2015). Secara global terjadi peningkatan kasus diare yang menyebabkan kematian pada balita. Data WHO (2017) menyatakan bahwa terdapat sekitar 1,7 milyar kasus diare pada balita dan menyebabkan kematian sebanyak 525.000 balita setiap tahunnya. Di Indonesia, diare merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang tinggi.Tujuan Diketahuinya hubungan Pola Asuh dengan kejadian diare pada Balita di Puskesmas Bojongjuruh Tahun 2022. Metode metode deskriptif analitik, dengan pendekatan cross sectional, data dikumpulkan menggunakan kuesioner dari hasil wawancara langsung pada orang tua balita sebanyak 100 responden. Hasil, hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang signifikan antara pola asuh, lingkungan dan status gizi balita dengan kejadian diare pada anak balita dengan nila p value < dari 0,05 Kesimpulan, dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pola asuh, lingkungan yang sehat, dan status gizi yang baik merupakan factor yang sangat berperan terhadap peningkatan daya tahan tubuh anak dalam mencegah penyakit diare.Kata Kunci : Pola Asuh, Lingkungan, Status gizi, Kejadian Diare
HUBUNGAN PERAN PERAWAT SEBAGAI EDUKATOR DENGAN KEPATUHAN DIET RENDAH KALIUM PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DI RUANG DIALISIS RSUD DR. ADJIDARMO RANGKASBITUNG Putri Ayu Fitria; Ernawati Umar; Fertin Mulyanasari
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i1.25855

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan pasien hemodialisis dalam melakukan diet rendah kalium saat ini masih tergolong jarang dilakukan secara rutin, sehingga berdampak pada kondisi kesehatan pasien. Pada permasalahan tersebut, peran perawat dinilai sangat penting dalam memengaruhi perilaku pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara peran perawat sebagai edukator dengan kepatuhan diet rendah kalium pada pasien gagal ginjal kronis di Ruang Dialisis RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survey berupa pemberian kuesioner dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 98 pasien yang dihitung menggunakan rumus Slovin, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling melalui cara atau pertimbangan yang khusus. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara peran perawat sebagai edukator dengan kepatuhan diet rendah kalium di Ruang Dialisis RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung (P-value = 0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara peran perawat sebagai edukator dengan kepatuhan diet rendah kalium pada pasien gagal ginjal kronis di Ruang Dialisis RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung.Kata Kunci: Hemodialisis, peran perawat sebagai edukator, kepatuhan pasien, diet rendah kalium
HUBUNGAN ANTARA PROSES REKRUTMEN PERAWAT DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RSUD dr. DRAJAT PRAWIRANEGARA Gustia Zahrotunnajwa; Eli Amaliyah; Ernawati Umar
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i2.34738

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Perawat merupakan pekerja tunggal terbesar di antara pekerja dalam sektor kesehatan lainnya, mencapai 59% dari total tenaga kesehatan secara keseluruhan. Peran sentral ini menjadikan perawat sebagai ujung tombak dalam pemberian pelayanan keperawatan yang berkualitas di rumah sakit. Pengelolaan sumber daya manusia, khususnya dalam proses rekrutmen, menjadi faktor penting dalam memperoleh tenaga keperawatan yang kompeten, yang pada akhirnya berdampak terhadap mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara proses rekrutmen perawat dengan kinerja perawat pelaksana serta tingkat kepuasan pasien di RSUD Dr. Drajat Prawiranegara Kota Serang Tahun 2024 Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian ini adalah cross-sectional. Teknik sampling perawat menggunakan proportionate stratified random sampling dan diperoleh 84 responden, sedangkan untuk pasien menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah 83 responden, keduanya dihitung menggunakan rumus Slovin. Hasil: (1) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara proses rekrutmen dan kinerja perawat pelaksana (p=0,620); (2) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja perawat pelaksana dengan tingkat kepuasan pasien (p=0,651); (3) Hasil analisis log-linear menunjukkan bahwa meskipun tidak terdapat hubungan langsung yang signifikan antara ketiga variabel, terdapat keterkaitan struktural antara proses rekrutmen, kinerja perawat, dan kepuasan pasien, dengan nilai signifikansi model sebesar 0,955 dan nilai Pearson Chi-Square sebesar 0,975.Kata kunci: rekrutmen, kinerja perawat, kepuasan pasien ABSTRACT Background: Nurses constitute the largest single workforce in the health sector, accounting for 59% of the total healthcare personnel. This central role makes nurses the frontline providers of quality nursing care in hospitals. Human resource management, particularly recruitment processes, is crucial for acquiring competent nursing staff, which ultimately impacts service quality and patient satisfaction. Objectives: This study aims to examine the relationship between nurse recruitment processes, nurse performance, and patient satisfaction at RSUD Dr. Drajat Prawiranegara, Serang City, in 2024. Methods: A quantitative cross-sectional design was used. Nurse sampling employed proportionate stratified random sampling, yielding 84 respondents, while patient sampling used simple random sampling with 83 respondents, both calculated using Slovin’s formula. Results: (1) No significant relationship was found between recruitment processes and nurse performance (p=0.620); (2) No significant relationship was found between nurse performance and patient satisfaction (p=0.651); (3) Log-linear analysis revealed a structural association among recruitment process, nurse performance, and patient satisfaction, with model significance at 0.955 and Pearson Chi-Square at 0.975.Keywords: recruitment, nurse performance, patient satisfaction