Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HUBUNGAN PENDOKUMENTASIAN KEPERAWATAN BERBASIS DIGITAL DENGAN TINGKAT KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr. DRAJAT PRAWIRANEGARA Aditiya Dwi Nugraha; Eli Amaliyah; Ernawati Umar; Dian Rosdiana; Farly Ikhsan; Andi Sudrajat
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i3.38637

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Dokumentasi merupakan alat penting dalam profesi keperawatan, yang menyediakan komunikasi yang terstruktur, konsisten, dan efektif yang tentunya diperlukan untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang berkualitas juga memenuhi standar profesional dan hukum. Adanya digitalisasi ini membuat banyak rumah sakit di Indonesia ikut memaksimalkan kemajuan teknologi dengan melakukan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan termasuk pada aspek dokumentasi keperawatan, yang semula dokumentasi keperawatan berbasis kertas kemudian beralih menjadi dokumentasi keperawatan berbasis digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendokumentasian keperawatan berbasis digital dengan kepuasan kerja perawat di ruang rawat inap RSUD dr. Drajat Prawiranegara tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional, yang menggunakan metode probability sampling yaitu cluster sampling sebagai teknik pengambilan sampel, dengan jumlah responden yang terlibat yaitu sebanyak 50 responden. Hasil: Hasil penelitian didapatkan p value = 0.004 yang artinya nilai  < 0.05 yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara pendokumentasian keperawatan berbasis digital dengan tingkat kepuasan kerja perawat di RSUD dr. Drajat Prawiranegara. Kesimpulan: Tingkat kepuasan dapat mempengaruhi pelaksanaan pendokumentasian keperawatan berbasis digital. Kata kunci : Dokumentasi Keperawatan Berbasis Digital, Kepuasan Kerja
HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN PENERAPAN OTONOMI DAN PERILAKU CARING PADA PASIEN DI RUANG PERAWATAN KRITIS RSUD PROVINSI BANTEN TAHUN 2025 Dhinny Dewi Katrisna Jatti; Ernawati Umar; Dedeh Hamdiah
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i3.37056

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Beban kerja yang tidak sesuai atau berlebihan dapat memengaruhi kualitas kerja perawat, terutama di ruang perawatan kritis seperti ICU, NICU, PICU, dan ICCU, di mana pasien membutuhkan pelayanan keperawatan yang intensif. Beban kerja tinggi dapat berdampak pada penerapan otonomi dan perilaku caring perawat. Tujuan: Mengetahui hubungan antara beban kerja dengan otonomi dan perilaku caring perawat di ruang perawatan kritis RSUD Provinsi Banten. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah seluruh perawat di ruang perawatan kritis (N = 84), dengan sampel sebanyak 69 responden yang dipilih melalui stratified random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner NASA-TLX (beban kerja), DPBS (otonomi), dan caring berdasarkan teori Swanson. Analisis data menggunakan uji Spearman. Hasil: Mayoritas perawat memiliki beban kerja tinggi (56,5%), otonomi sedang (65,2%), dan caring positif (78,3%). Terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dan otonomi (r = 0,403; p = 0,001), namun tidak terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dan perilaku caring (r = 0,198; p = 0,103). Kesimpulan: Beban kerja tinggi berhubungan signifikan dengan peningkatan otonomi perawat, tetapi tidak berhubungan signifikan dengan perilaku caring. Kata kunci: Beban kerja, Otonomi, caring
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN PERAWAT TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD dr. ADJIDARMO RANGKASBITUNG Desvita Sakina Arifin; Ernawati Umar; Fertin Mulyanasari
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i3.28407

Abstract

Kualitas pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan, khususnya perawat di ruangan rawat inap itu sangat berpengaruh terhadap kebiasaan pasien/masyarakat dalam menjalani pengobatannya karena, pasien yang sedang dalam masa pengobatan akan patuh pada nasehat dan taat terhadap rencana pengobatannya apabila merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan baik oleh tenaga kesehatannya maupun dari segi rumah sakitnya. Terdapat 5 aspek untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan perawat terhadap tingkat kepuasan pasien tersebut diantaranya yaitu aspek perhatian, aspek komunikasi, aspek penerimaan, aspek kerjasama, dan juga aspek tanggung jawab. Tujuan Penelitian: Yaitu untuk mengetahui bagaimana hubungan kualitas pelayanan perawat terhadap kepuasan pasien di RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung berdasarkan 5 aspek pelayanan keperawatan. Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional study, dengan jenis metode kuantitatif. Pengambilan besar sample pada penelitian ini yaitu menggunakan metode probability sampling  dengan teknik Cluster Sampling, yaitu digunakan sebagai pengambilan sample secara acak dan berumpun. Jumlah sample pada penelitian adalah 127 pasien. Hasil penelitian: Dari penelitian didapatkan hasil Tidak adanya Hubungan antara Kualitas Pelayanan Keperawatan Aspek Perhatian (0,136>0,05) Aspek Penerimaan (0,028<0,05) Aspek Komunikasi (0,003<0,05) dan Tanggungjawab (0,000<0,05) terhadap Tingkat Kepuasan Pasien di 5 Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung, dan tidak ada Hubungan antara Kualitas Pelayanan Keperawatan pada Aspek Kerjasama (0,279>0,05)Kata kunci: Pelayanan perawat, Kepuasan pasien, Manajemen Keperawatan
HUBUNGAN BURNOUT DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr. ADJIDARMO RANGKASBITUNG Lissa Tiara Ramadhan; Ernawati Umar; Fertin Mulyanasari
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i1.28492

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Burnout merupakan kelelahan, baik secara fisik, mental, maupun emosional yang di dalamnya berkembang konsep diri yang negatif dan pencapaian prestasi pribadi yang menurun. Dampak dari kejenuhan kerja (burnout) dapat muncul dalam bentuk berkurangnya kepuasan kerja, rendahnya produktivitas diri, dan kinerja yang memburuk. Kinerja perawat adalah hasil pekerjaan seorang perawat yang dirasakan langsung oleh pasien. Jika kinerja buruk akibat dari kejenuhan bekerja, maka dapat menyebabkan mutu pelayanan mengalami penurunan. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara burnout dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Metode : Metode penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat di ruang rawat inap RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung yang berjumlah 153 perawat. Setelah dilakukan perhitungan sampel menggunakan rumus slovin didapatkan jumlah sampelnya sebanyak 111 perawat dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan uji pearson chi square untuk mengetahui hubungan kedua variabel. Hasil : Dari hasil uji statistic chi square diperoleh p value sebesar 0,000, dapat disimpulkan p value (0,000) < nilai  (0,05), hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan burnout dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Kesimpulan : Burnout mempengaruhi kinerja perawat, saat perawat merasakan adanya kejenuhan atau kelelahan yang berkepanjangan, maka situasi lingkungan kerja dapat menjadi tidak kondusif dan apabila situasi ini berlangsung lama dapat menyebabkan penurunan kinerja. Kata Kunci : Burnout, Kejenuhan, Kinerja, Perawat, Mutu
HUBUNGAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD BANTEN Dwi Aprilia; Ernawati Umar; Dedeh Hamdiah
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i2.34601

Abstract

AbstrakMenganalisis hubungan antara tingkat stres kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 67 perawat yang bertugas di ruang rawat inap RSUD Banten, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup 30 pertanyaan tentang stres kerja dan 12 pertanyaan tentang kinerja perawat. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil uji Chi-Squre hubungan stres kerja terhadap kinerja perawat diruang rawat inap rsud banten menunjukan nilai p-value 0.150 < a (0.05) yang berarti tidak ada hubungan antara stres kerja dengan kinerja. Tidak terdapat hubungan antara stres kerja terhadap kinerja perawat diruang rawat inap RSUD Banten.Kata Kunci: Stres Kerja, Kinerja Perawat. Abstrak To analyze the relationship between the level of work stress and the performance of nurses in the inpatient wards at RSUD Banten. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 67 nurses working in the inpatient wards of RSUD Banten, selected using purposive sampling. Data were collected through a structured questionnaire comprising 30 questions on work stress and 12 questions on nurse performance. Data analysis was conducted using the chi-square test. The Chi-Square test results on the relationship between work stress and nurse performance in the inpatient wards of RSUD Banten showed a p-value of 0.150 > α (0.05), indicating that there is no significant relationship between work stress and performance. There is no significant relationship between work stress and the performance of nurses in the inpatient wards at RSUD Banten.Keywords: Job Stress, Nurse Performance
HUBUNGAN USIA, JENIS KELAMIN, PENDIDIKAN, DAN LOS DENGAN PERSEPSI PASIEN TERHADAP PERILAKU CARING PERAWAT DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr. ADJIDARMO Eka Pratama Legiyanti Pratiwi; Ernawati Umar; Fertin Mulyanasari
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i2.25856

Abstract

Latar belakang: Perilaku caring merupakan tindakan yang didasari oleh kepedulian, kasih sayang, keterampilan, empati, tanggung jawab, sensitif, dan dukungan yang harus dilakukan setiap saat dengan perasaan tulus dan ikhlas. Salah satu penilaian perilaku caring perawat bisa dilakukan berdasarkan persepsi pasien yang dipengaruhi oleh faktor internal (usia, pendidikan, jenis kelamin) dan eksternal (LOS). Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, pendidikan, dan Length Of Stay (LOS) yang berhubungan dengan persepsi pasien terhadap perilaku caring perawat dalam pelayanan keperawatan di ruang rawat inap RSUD dr. Adjidarmo. Metode: Penelitian dengan analitik observasional dan desain penelitian cross sectional. Penelitan bersifat kuantitatif dengan sampel sebanyak 127 pasien di lima ruang rawat. Penelitian dimulai sejak September 2023 hingga Maret 2024. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner CBI-42 mengacu pada faktor karatif Watson. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil: Penelitian kepada 127 responden di ruang rawat inap RSUD dr. Adjidarmo menghasilkan persepsi baik sebesar 95,3%. Faktor usia berhubungan dengan persepsi pasien terhadap perilaku caring perawat dalam pelayanan keperawatan di ruang rawat inap RSUD dr. Adjidarmo dengan p value 0,045. Jenis kelamin tidak berhubungan dengan persepsi pasien terhadap perilaku caring perawat dengan p value 0,100. Pendidikan berhubungan dengan persepsi pasien terhadap perilaku caring perawat dengan p value 0,000. Terakhir, LOS juga berhubungan dengan persepsi pasien terhadap perilaku caring perawat p value 0,000. Kesimpulan: Perilaku caring yang terlaksana dengan baik dapat membuat pasien cepat dalam mencapai kesehatan dan kesejahteraannya. Kata Kunci: Hubungan, Persepsi, Kepedulian, Perawat
b b Pius Weraman; Wawan Kurniawan; Devin Mahendika; Sri Handajani; Ernawati Umar
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 12 (2023): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i12.5961

Abstract

The correlation between the satisfaction experienced by patients with the quality of nutritional services and the cleanliness of health clinics has an influence on the image of the hospital. This has implications for improving the quality of hospitals in providing food services and the cleanliness of health clinics by serving food that suits the needs of patients. This research was conducted with the aim of knowing patient satisfaction in service, food quality and cleanliness of health clinics. The research method used was a quantitative method with a cross sectional study design where the data sample was 53 people. Sampling was taken by total sampling method where the data will be analyzed using the paired t-test. The results of this research show that there is patient satisfaction with food quality of 75.5% with a p value of 0.064. Practically there is no difference between expectations and reality in this service. The patient satisfaction with the cleanliness of the health clinic was 75.5% at a p value of 0.083, which indicates there is no difference between expectations and reality. Apart from that, satisfaction with the appearance of food was 98.1% with a p value of 0.322. Then the satisfaction of the patients with the taste had a value of 83% with a p value of 0.064. Then the patient's satisfaction with the texture was 94.3% with a p value of 0.083. Then there is a sense of satisfaction with the time the food is served with a value of around 98.1% at a p value of 0.322.
HUBUNGAN ANEMIA PADA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM Ernawati Umar
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v6i1.259

Abstract

Prevalensi anemia dengan komplikasi perdarahan di dunia sangat tinggi, terutama di negara-negara sedang berkembang termasuk Indonesia, oleh karena itulah anemia memerlukan perhatian serius dari semua pihak. Tujuan Penelitian: untuk menganalisis hubungan anemia pada kehamilan dengan kejadian perdarahan postpartum di RSDP Serang Tahun 2017. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian ini penulis ambil dari semua ibu bersalin yang menderita anemia saat bersalin di RSDP Serang. Sampel penelitian sebanyak 84 ibu dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi Square, kemudian dilakukan uji multivariat. Hasil penelitian: (1) Tidak terdapat hubungan bermakna antara umur, dan paritas ibu yang mengalami anemia saat hamil dengan kejadian perdarahan postpartum, (2) Terdapat hubungan bermakna antara status kecukupan gizi, frekuensi antenatal care (ANC), pengetahuan dan kepatuhan konsumsi zat besi, pada ibu yang mengalami anemia selama kehamilan dengan kejadian perdarahan postpartum. Diskusi: pengetahuan sangat dominan dalam memengaruhi timbulnya perdarahan postpartum pada ibu yang saat hamilnya mengalami anemia.  Kesimpulan: Perlu upaya penurunan kejadian anemia antara lain memberikan penyuluhan penyuluhan kepada ibu hamil tentang cara pencegahan timbulnya anemia, baik berupa kepatuhan minum tablet Fe, pola konsumsi gizi yang cukup, dan cara menjaga kesehatan tubuh ibu hamil sendiri.Kata kunci: anemia, ibu hamil, Perdarahan Correlation Between Anemia in Pregnancy and Postpartum Hemorrhage IncidenceABSTRACTThe prevalence of anemia with bleeding complications in the world is very high, especially in developing countries, including Indonesia. Therefore, anemia requires serious attention from all parties. Objective: to analyze the correlation between anemia in pregnancy and the incidence of postpartum hemorrhage at Serang Hospital in 2017. Methods: This research is a quantitative study with a correlational design. The population was taken from all maternity mothers who suffered from anemia during childbirth at Serang Hospital. The research samples were 84 mothers taken using total sampling technique. The research instrument was a questionnaire. Data were analyzed by using Chi Square test, then multivariate test was performed. Results: (1) There was no significant correlation between age and parity of mothers who had anemia during pregnancy with the incidence of postpartum hemorrhage, (2) There was a significant correlation of nutritional adequacy status, frequency of antenatal care (ANC), knowledge and adherence to iron consumption in mothers who had anemia during pregnancy with the incidence of postpartum hemorrhage. Discussion: Knowledge was very dominant in affecting the incidence of postpartum hemorrhage in mothers who had anemia during their pregnancy. Conclusion: It is necessary to make efforts to reduce the incidence of anemia, such as by providing counseling to pregnant women about how to prevent anemia, either in the form of adherence to taking Fe tablets, adequate nutrition consumption patterns, and how to maintain the health of the pregnant women themselves.Keywords: anemia, pregnant women, hemorrhage