Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

The Use of Stocking-Lord and Haebara Methods in Horizontal Equating: A Case of Indonesian Madrasah Competence Assessment Kusaeri, Kusaeri; Ridho, Ali; Wahyudi, Noor
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol. 13 No. 1 (2024): JP3I
Publisher : FAKULTAS PSIKOLOGI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v13i1.38300

Abstract

Indonesian Madrasah Competence Assessment (AKMI) is a national assessment implemented each year held by the Ministry of Religious Affairs. One of the uniqueness of the AKMI is the use of different tests every year. AKMI focuses on capturing the development of learning in Madrasa by comparing the test scores of the current year with the previous year. An equating process is crucial for valid results when comparing scores. Therefore, this research aims to (a) equate the scientific literacy assessment tools at AKMI in 2022 with 2023 and (b) evaluate the business process of developing AKMI scientific literacy instruments (along with the MSAT design), which has implications for the equating process. This study adopted a Non-Equivalent Anchor Test (NEAT) design because the two test sets were parallel years, and the participants were from a diverse population. The data is from the AKMI Science Literacy of the Ministry of Religious Affairs, with 303,987 participants in 2022 and 342,987 in 2023 from the Islamic elementary school level. A total of 674 scientific literacy instrument items in 2022 and 1,392 items in 2023, with 90 items used as anchor items. There are 3 stages of analysis: pre-equalization, equalization calibration, and post-equalization analysis. The results show that there are differences in item parameter estimation results between 2022 and 2023, where 2022 has a higher level of item difficulty. Furthermore, the Stocking-Lord and Haebara methods had proven to be effective and had produced estimates with minimal differences in the equating process. In addition, the anchor items used as the basis for the equating do not represent the items as a whole in the item pool. These findings indicate the need for firm, careful standardization based on psychometric principles of the process at AKMI, from developing items to assembling items, testing, determining anchor items, and assembling items in the MSAT application.
Penerapan ISO 31000 dalam Analisis Risiko Pengelolaan Sistem Informasi Tata Ruang (SITR) Jawa Timur Ardhani, Alvina Waihda; Wahyudi, Noor; Ardilla, Yunita
Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Research Vol 9 No 4 (2025): JISAMAR (Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Resea
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/jisamar.v9i4.2104

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dalam sektor pemerintahan menuntut adanya pengelolaan sistem yang efektif, aman, dan berkelanjutan. Sistem Informasi Tata Ruang (SITR) Jawa Timur memiliki peran strategis dalam penyediaan data spasial dan non-spasial yang mendukung transparansi informasi, perencanaan pembangunan, serta pengambilan keputusan berbasis data. Namun, ketergantungan tinggi pada sistem digital menimbulkan potensi risiko yang dapat mengganggu keandalan dan kualitas layanan publik, baik dari aspek teknis seperti gangguan keamanan dan infrastruktur, maupun dari aspek non-teknis seperti kompetensi sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko pada SITR Jawa Timur dengan kerangka kerja ISO 31000 melalui pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan teknik Risk and Self Control Assessment (RSCA). Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan staf IT dan observasi langsung di instansi pengelola, kemudian dianalisis melalui proses identifikasi, analisis, dan evaluasi risiko. Hasil penelitian menemukan 11 potensi risiko dengan klasifikasi 1 risiko tinggi terkait keamanan siber, 6 risiko tingkat sedang yang mencakup kelemahan manajemen data dan kompetensi SDM, serta 4 risiko tingkat rendah terkait operasional sistem. Temuan ini berkontribusi dalam pemetaan risiko yang lebih terstruktur dan penyusunan rekomendasi mitigasi strategis yang dapat memperkuat tata kelola teknologi informasi pemerintah, khususnya dalam pengelolaan sistem informasi geospasial untuk mewujudkan prinsip transparansi dan akuntabilitas good governance.
PENERAPAN ISO 29119 SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN WEBSITE E-PROCUREMENT Salsabila, Diana Sava; Ardilla, Yunita; Wahyudi, Noor
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Teknologi Informasi (JIPTI) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi Pendidikan dan Teknologi Informasi (JIPTI)
Publisher : Information Technology Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jipti.v6i2.3740

Abstract

Advances in information technology have encouraged companies to use digital platforms such as e-procurement, which can improve efficiency, transparency, and accountability in the procurement process. However, without thorough testing, these systems are at risk of functional errors and a decline in user trust. Previous research using black box testing methods and automation tools such as Katalon Studio can improve error detection, but there are still weaknesses in terms of validation and documentation consistency, meaning that the reliability of the system is not yet fully guaranteed. This study applies the ISO 29119 international standard as a structured framework, combined with black box testing methods and the Katalon Studio automated testing tool in testing the e-procurement website of PT. XYZ. Testing focused on four main features including registration, login, profile editing, and password change, with a total of 44 test cases. The evaluation results showed that 41 test cases were successful and 3 failed, mainly in the aspects of input validation and mandatory field labeling. The recommendations proposed include strengthening input validation, providing mandatory labels, and more informative error messages. This study shows that the implementation of ISO 29119 improves transparency, professionalism, and system reliability, making e-procurement services more secure and user-friendly.
Pengembangan Sistem Informasi Inventaris Barang Sederhana Berbasis Laravel dengan QR Code Muhaimin Yahya; Noor Wahyudi; Yunita Ardila
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i6.9949

Abstract

Abstrak - Pengelolaan aset yang efektif menjadi faktor penting dalam mendukung transparansi dan efisiensi birokrasi di instansi pemerintahan. Sistem manual yang masih digunakan berpotensi menimbulkan duplikasi data dan kesalahan pencatatan, menghambat akuntabilitas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem inventaris berbasis web yang terintegrasi dengan teknologi QR Code untuk secara efektif menyederhanakan pelacakan dan verifikasi aset. Metode yang digunakan adalah Waterfall, yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian ketat. Sistem ini menggunakan framework Laravel dan basis data MySQL untuk manajemen data yang efisien. Kebutuhan sistem dikumpulkan melalui observasi langsung prosedur yang ada dan wawancara dengan staf administrasi. Validasi fungsional menggunakan pengujian black-box. Pengujian komprehensif mengonfirmasi bahwa semua skenario yang telah ditentukan, mencakup operasi inti CRUD dan alur kerja pemindaian QR Code esensial melalui perangkat seluler, mencapai 100% hasil valid, memverifikasi integritas operasional sesuai spesifikasi. Temuan menunjukkan bahwa sistem yang diimplementasikan secara signifikan meningkatkan efisiensi pengelolaan aset sambil secara substansial mengurangi risiko terkait kesalahan entri data manual. Penelitian ini berkontribusi menghasilkan solusi inventaris praktis yang dikembangkan secara sistematis dan langsung berlaku untuk inisiatif digitalisasi pemerintah. Implikasinya mencakup potensi perbaikan alur kerja birokrasi dan penguatan akuntabilitas aset.Kata kunci : Inventaris Aset; Framework Laravel; Kode QR; Model Waterfall; Pengujian Black-Box; Abstract - Effective asset management is crucial for transparency and efficiency within government institutions. Manual inventory systems, still prevalent in many agencies, frequently lead to data duplication and recording errors, hindering accountability. This study aims to overcome these limitations by developing a web-based inventory system integrated with QR Code technology to effectively simplify asset tracking and verification. Adopting the structured Waterfall model, the research progressed through requirements analysis, system design, implementation, and rigorous testing. The system utilizes the Laravel framework and a MySQL database for efficient data management. System requirements were carefully gathered through direct observation of existing procedures and interviews with administrative staff. Functional validation employed black-box testing. Comprehensive testing confirmed that all predefined scenarios, encompassing core CRUD operations and the essential QR Code scanning workflow via mobile devices, achieved 100% valid outcomes, verifying operational integrity according to specifications. The findings demonstrate that the implemented system significantly enhances asset management efficiency while substantially reducing the risks associated with manual data entry errors. This study contributes, resulting in a practical, systematically developed inventory solution directly applicable to government digitalization initiatives. Implications include potential for improved bureaucratic workflows and strengthened asset accountability.Keywords: Asset Inventory; Laravel Framework; QR Code; Waterfall Model; Black-Box Testing;
Penerapan Business Process Improvement dengan Lean Six Sigma pada Sistem Layanan Digital di Pondok Pesantren Syafa'aturrasul Imam Hilmi Khairy; Faris Muslihul Amin; Noor Wahyudi
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v5i1.1275

Abstract

Pondok Pesantren Syafa'aturrasul telah mengadopsi dua sistem digital utama, yaitu aplikasi Qrion untuk pemantauan aktivitas santri dan sistem unit usaha cashless On-Card. Namun, penggunaan teknologi tersebut masih menyisakan tantangan operasional berupa pemborosan waktu dan kesalahan data akibat prosedur manual yang belum terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan proses bisnis berjalan (As-Is), menganalisis waste dan kapabilitas proses, serta merancang model proses usulan (To-Be) yang lebih efisien menggunakan pendekatan Business Process Improvement (BPI) dan Lean Six Sigma. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan analisis dokumen internal. Pemodelan proses bisnis menggunakan BPMN dan simulasi dengan Bizagi Modeler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat proses layanan digital (pendaftaran akun, transaksi unit usaha, top-up saldo, dan pergantian kartu) masih didominasi aktivitas manual dengan rata-rata DPMO sebesar 50.417 (setara sigma level 3,14). Tiga jenis waste dominan yang teridentifikasi adalah waste of waiting, waste of defect, dan waste of overprocessing. Rancangan proses usulan (To-Be) yang mengintegrasikan otomatisasi pada aplikasi Qrion berhasil memangkas rata-rata cycle time sebesar 90,63%, menurunkan utilisasi staf Admin sebesar 98,6%, serta menekan jumlah cacat operasional sebesar 72,4%. Proyeksi peningkatan sigma level menjadi 4,19 dengan DPMO 3.532. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan BPI dengan pendekatan Lean Six Sigma secara simulatif mampu mengidentifikasi, mengukur, dan mengeliminasi waste operasional pada sistem layanan digital pesantren.
Topik Modelling Skripsi Prodi Teknik Lingkungan di Jawa Timur Menggunakan Metode LDA nurul khoirinnisa'; Khalid Khalid; Noor Wahyudi; Yunita Ardilla
Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis Vol 7 No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Prodi Sistem Informasi Universitas Dharma Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jteksis.v7i4.2278

Abstract

In higher education, the undergraduate thesis represents a tangible contribution of students to the development of scientific knowledge. In the field of Environmental Engineering, student research often focuses on issues that are closely related to both local and global environmental challenges. This study aims to analyze the main themes of undergraduate theses written by Environmental Engineering students in East Java using the Latent Dirichlet Allocation (LDA) method. The research data were collected from thesis titles and abstracts obtained from several universities. Through the application of LDA, several dominant themes were identified, including waste management, water quality, air pollution reduction, and the application of environmental treatment technologies. The results indicate that LDA is capable of uncovering research patterns and clustering topics that reflect the primary concerns of students in this field. These findings not only provide insights into the current research trends among students but also serve as a reference for curriculum development, research planning, and academic decision-making. Thus, this study contributes to improving the quality of education while mapping future research directions in Environmental Engineering.
Analisis Spasial Sebaran CCTV Menggunakan K-Means Clustering untuk Optimalisasi Penempatan CCTV Raden Roro Dalilati Nabilah Karamina; Andhy Permadi; Noor Wahyudi; Yunita Ardilla

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i5.9859

Abstract

Abstrak - Sistem transportasi cerdas menjadi solusi vital untuk manajemen lalu lintas di perkotaan, dengan kamera Closed-Circuit Television (CCTV) sebagai komponen utama. Di Kota X, implementasi sistem transportasi cerdas mengandalkan 580 unit CCTV yang tersebar di berbagai titik. Namun, seiring dengan meningkatnya jumlah perangkat, tantangan muncul dalam mengelola distribusinya yang sering kali tidak merata. Hal ini berpotensi menciptakan blind spot dan menghambat perencanaan penempatan CCTV baru yang berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan K-Means Clustering untuk menganalisis sebaran lokasi CCTV. Data 580 titik lokasi CCTV diproses dan dikelompokkan menggunakan algoritma ini, dengan menggunakan Metode Elbow, nilai optimal Cluster ditetapkan pada K=3. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebaran CCTV di Kota X tidak merata, dengan adanya area-area yang kurang terpantau. Analisis lebih lanjut berdasarkan kepadatan Cluster  (rasio luas area per jumlah CCTV) mengidentifikasi Cluster 1 sebagai area yang paling jarang terpasang CCTV. Cluster  ini berlokasi di Bagian Barat Kota X dan memiliki skor kepadatan tertinggi, yaitu 1.700.779,70 m²/CCTV. Berdasarkan temuan ini, centroid dari Cluster tersebut direkomendasikan sebagai lokasi prioritas untuk penambahan CCTV baru. Penelitian ini menunjukkan bahwa K-Means Clustering dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk menyediakan rekomendasi strategis dalam mengoptimalkan sistem pengawasan lalu lintas. Kata kunci: Analisis Spasial; CCTV; K-Means Clustering; Optimalisasi Penempatan;Abstract - Intelligent transportation systems are becoming a vital solution for urban traffic management, with Closed-Circuit Television (CCTV) cameras serving as a core component. In X City, the city’s intelligent transport system relies on 580 CCTV units strategically placed throughout the area. However, as the number of devices increases, managing their distribution efficiently becomes a challenge. The lack of a systematic data-driven analysis of CCTV locations can lead to imbalanced surveillance and create potential blind spots, hindering the planning of new CCTV placements. This research aims to address this problem by applying K-Means Clustering to analyze the spatial distribution of CCTV locations. Data from 580 CCTV points were pre-processed and then grouped using this algorithm, using the Elbow Method, the optimal number of Clusters was determined to be K=3. The analysis revealed that the distribution of CCTV in X City is uneven, with certain areas being less monitored. Further analysis based on Cluster density (the ratio of area size to the number of CCTVs) identified Cluster 1 as the area with the sparsest CCTV coverage. This Cluster , located on the West side of X City, had the highest density score of 1,700,779.70 m²/CCTV. Based on these findings, the centroid of this Cluster  is recommended as a priority location for adding new CCTV units. This study demonstrates that K-Means Clustering can be used as an effective approach for providing strategic recommendations to optimize traffic surveillance systems. Keywords: Spatial Analysis; CCTV; K-Means Clustering; Steganography;
Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Komunitas Karang Taruna Kedung Pandan Kabupaten Sidoarjo Wahyudi, Noor; Setya Asih, Niken; Kumalasari, Siska; Masayu Afafi, A'la; Istiqomah, Titanur; Sahrul Himawan
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v6i1.1825

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan Karang Taruna Kedung Pandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, melalui pelatihan pencatatan keuangan berbasis Microsoft Excel dengan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR). Permasalahan utama yang dihadapi adalah pencatatan keuangan yang masih dilakukan secara manual, tidak terstandar, serta minim dokumentasi bukti transaksi, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan dan menurunkan akuntabilitas organisasi. Pendekatan CBPR diterapkan melalui tahapan laying foundation, planning, information gathering and analysis, serta action and findings, dengan melibatkan pengurus dan anggota aktif Karang Taruna secara partisipatif. Kegiatan meliputi pemetaan kebutuhan, pelatihan pencatatan transaksi, penyusunan laporan kas sederhana, serta pendampingan praktik penggunaan Microsoft Excel. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas keuangan, serta mampu menerapkan sistem pencatatan digital secara mandiri. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga memperkuat kepercayaan diri anggota karang taruna dalam menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan. Secara keseluruhan, program pengabdian ini berhasil memperkuat fondasi tata kelola keuangan yang transparan dan berkelanjutan pada organisasi karang taruna Kedung Pandan