Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Financial Leverage, Kebijakan Dividen, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan Dan Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2015-2019 M. Oksa Ariandi; Leriza Desitama Anggraini; Reny Aziatul Pebriani
Journal of Accounting and Taxation Vol. 2 No. 2 (2022): Journal of Accounting and Taxation
Publisher : Training & Research Institute - Jeramba Ilmu Sukses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47747/jat.v2i2.1709

Abstract

This study aims to examine and determine the effect of financial leverage, dividend policy, profitability, firm size, and liquidity on firm value in pharmaceutical sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The population in this study were all pharmaceutical companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015-2019. The sampling technique utilized the purposive sampling method and obtained 7 companies. This study utilized multiple regression analysis. The results show that partially financial leverage and profitability variables have an effect on firm value, meanwhile dividend policy, firm size and liquidity variables don’t have effect on firm value. Simultaneously the variables of financial leverage, dividend policy, profitability, firm size and liquidity have an effect on firm value. This research is expected to provide benefits for the pharmaceutical sub-sector.
Pengaruh Pengetahuan Dasar Akuntansi, Pengalaman Usaha, dan Modal Usaha Terhadap Keberhasilan Bisnis Startup Digital (Survey Startup di Palembang) Delia Amanda Putri; Leriza Desitama Anggraini; Reny Aziatul Pebriani
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 3: Maret 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i3.3105

Abstract

The research is aimed at testing and analyzing the impact of basic knowledge of accounting, business experience, and enterprise capital on the success of a digital startup business. The study used a quantitative method with a sampel of as many as 50 employees. The data is obtained by using a questionnaire fist, after which validity and realisticity tests are carried out. Data analysis using SPSS (Statistical Product and Service Solutions) involves first performing normality tests and linearity tests, then performing hypothetical testing. The results of the test study showed that the basic knowledge of accounting obtained a thitung value of 6.008 > 2.013 and sig 0.00 < 0.05, which partially positively affected the success of the startup business; the business experience variabel gained thitung values of 8.582 > 2.013 and sig 0.00 < 0.05 that partially affected the startup business success; and the enterprise capital variables gained a thitung value of 5.164 > 2.013 and sig 0.00 < 0.05, which partly positively influenced the successful startup business. As well, the results of the F test showed that simultaneously, basic knowledge of accounting, business experience, and business capital have a positive and significant impact on the success of the startup business (sig. 0.00 < 0.05). This research can provide input that is useful for a company or aagency in making decisions or building for its company so that there are no mistakes in taking decisions.
Pengendalian Kualitas Produk dan Pengurangan Produk Gagal Dalam Meningkatan Pendapatan Marginal Pada Vulkanisir Sumber Rejeki Adinda Ayu Anjani; Lukita Tripermata; Reny Aziatul Pebriani
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 4: Mei 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i4.3426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengendalian kualitas produk ban dan pengurangan produk gagal di vulkanisir ban Sumber Rejeki berada dibatas kendali atau tidak dalam upaya meningkatkan pendapatan marginal serta mencari faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan produk dalam proses produksi tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah data produk gagal per hari selama 3 bulan (bulan September 2023 hingga bulan November 2023). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Statistic Quality Control. Hasil dari penelitian ini yaitu hasil peta kendali P menunjukkan proporsi kerusakan produksi berada dalam batas toleransi, dengan hanya 4 titik di luar batas kendali dari 67 hari pengamatan. Ini menunjukkan bahwa kerugian akibat kegagalan produk tidak berdampak signifikan pada keuntungan. Analisis sebab-akibat mengidentifikasi faktor tenaga kerja, mesin, dan bahan baku sebagai penyebab kerusakan produksi. Secara keseluruhan, pengendalian kualitas produk memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan marginal dengan membangun kepercayaan konsumen, mengurangi kegagalan produk, dan meningkatkan efisiensi biaya produksi.
Inovasi pengolahan pepaya menjadi keripik : strategi packaging dan pelabelan untuk meningkatkan pendapatan UMKM Teguh Santoso; M. Ramadhan; Wahyu Akbar; Siti Komariah Hildayanti; Reny Aziatul Pebriani; Herda Sabriyah Dara Kospa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26117

Abstract

AbstrakDesa Lubuk Enau di Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, mayoritas penduduknya adalah petani dengan komoditas utama berupa pepaya. Namun, hasil pertanian pepaya belum dikelola dengan baik, sehingga nilai jualnya rendah. Pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat Desa Lubuk Enau dalam mengembangkan inovasi produk UMKM dengan mengolah pepaya menjadi keripik. Kegiatan ini melibatkan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat mengenai proses pengolahan, pengemasan, dan pelabelan produk. Dengan pengemasan yang menarik dan pelabelan yang informatif, produk keripik pepaya diharapkan memiliki daya tarik lebih dan nilai jual yang lebih tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dan memiliki peningkatan pengetahuan mengenai pentingnya pengemasan dan pelabelan dalam pemasaran produk. Evaluasi dan pengawasan kontinyu dilakukan untuk memastikan kualitas produk. Inovasi produk ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan UMKM dan kesejahteraan masyarakat Desa Lubuk Enau. Kata kunci: pengolahan; packaging; pelabeblan; UMKM AbstractLubuk Enau Village in Lembak Sub-district, Muara Enim Regency, South Sumatra, has a majority of farmers whose main commodity is papaya. However, papaya agricultural products have not been managed properly, resulting in low selling value. This service aims to assist the Lubuk Enau Village community in developing innovative MSME products by processing papaya into chips. This activity involves socialization and training to the community on processing, packaging, and product labeling. With attractive packaging and informative labeling, papaya chip products are expected to have more appeal and higher selling value. The results of the activity show that the community is very enthusiastic and has increased knowledge about the importance of packaging and labeling in product marketing. Continuous evaluation and supervision are carried out to ensure product quality. This product innovation is expected to increase the income of MSMEs and the welfare of the Lubuk Enau Village community. Keywords: processing; packaging; labeling; MSMEs
Peran strategis logo dalam era digital: membangun dan meningkatkan brand awareness Aliah Ghina; Lili Syafitri; Reny Aziatul Pebriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27378

Abstract

Abstrak Di era digital, persaingan bisnis yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk memiliki identitas merek yang kuat guna membedakan diri dari para kompetitor. Salah satu strategi yang penting dalam membangun identitas merek adalah melalui desain logo yang efektif, yang tidak hanya menjadi representasi visual perusahaan tetapi juga memperkuat brand awareness. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan brand awareness UMKM AGMART93. Pendekatan yang digunakan melibatkan tiga tahapan, yaitu persiapan, penyuluhan dan pelatihan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil survei dan evaluasi, penyuluhan tentang pentingnya brand telah berhasil meningkatkan pengenalan merek brand recognition.Temuan ini menunjukkan bahwa desain logo yang tepat, didukung oleh pemahaman yang baik tentang elemen branding dan konsistensi penggunaan di platform digital dapat memberikan dampak positif terhadap performa bisnis, khususnya bagi UMKM seperti AGMART93. Kata kunci: UMKM; identitas merek; brand awarness; strategi branding Abstract In the digital era, intensifying business competition requires companies to establish strong brand identities to differentiate themselves from competitors. One crucial strategy in building brand identity is through effective logo design, which serves not only as a company's visual representation but also strengthens brand awareness. This study aims to enhance the brand awareness of AGMART93, a small and medium-sized enterprise (SME). The approach employed encompasses three stages: preparation, counseling and training, and evaluation. Based on survey results and evaluation, brand awareness education has successfully improved brand recognition. These findings indicate that appropriate logo design, supported by a thorough understanding of branding elements and consistent implementation across digital platforms, can positively impact business performance, particularly for SMEs like AGMART93. Keywords: SMEs; brand identity; brand awareness; branding strategy
Pengenalan Core Tax Administration System (CTAS) sebagai upaya peningkatan literasi teknologi perpajakan pada mahasiswa akuntansi perpajakan Universitas Indo Global Mandiri Aliah Ghina; Reny Aziatul Pebriani; Nova Yanti Maleha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34167

Abstract

Abstrak Transformasi digital dalam sistem administrasi perpajakan menjadi kebutuhan mendesak di era ekonomi digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan Core Tax Administration System (CTAS) sebagai inovasi Direktorat Jenderal Pajak kepada mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan Universitas Indo Global Mandiri guna meningkatkan literasi teknologi perpajakan. Mitra sasaran adalah mahasiswa semester 5 dan 7 yang telah memiliki pemahaman dasar tentang perpajakan. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada tanggal 16 Agustus 2025 melalui platform Zoom, diikuti oleh 50 peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang melibatkan pemaparan materi, sesi tanya jawab, serta pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap fitur-fitur utama CTAS, seperti proses login, penginputan faktur pajak masukan, dan pengelolaan faktur pajak keluaran. Secara kualitatif, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan keterlibatan aktif dalam diskusi. Secara kuantitatif, hasil post-test menunjukkan peningkatan skor pemahaman rata-rata sebesar 35% dibandingkan pre-test. Kegiatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan digitalisasi perpajakan. Diharapkan materi CTAS dapat diintegrasikan dalam kurikulum agar literasi teknologi perpajakan semakin kuat di lingkungan akademik. Kata kunci: pengabdian; CTAS; literasi teknologi; mahasiswa; perpajakan digital. Abstract Digital transformation in tax administration is an urgent need in the digital economy era. This community service activity aimed to introduce the Core Tax Administration System (CTAS) as an innovation by the Directorate General of Taxes to students of the Tax Accounting Study Program at Universitas Indo Global Mandiri to enhance their tax technology literacy. The target partners were 5th and 7th semester students with basic tax knowledge. The activity was conducted online on August 16, 2025, via Zoom and involved 50 participants. A participatory approach was used, involving presentations, discussions, and pre- and post-tests. The results showed increased understanding of key CTAS features such as the login process, input tax invoice entry, and output tax management. Qualitatively, students were actively engaged; quantitatively, the average post-test scores increased by 35%. This program effectively enhanced students’ awareness and readiness for tax digitalization. It is recommended that CTAS be integrated into the academic curriculum. Keywords: devotion; CTAS; technology literacy; students; digital taxation
Pengabdian masyarakat : membangun kemampuan penetapan harga produk makanan sesuai tren pasar dan target konsumen bagi UMKM Aliah Ghina; Leriza Desitama Anggraini; Reny Aziatul Pebriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24666

Abstract

AbstrakUMKM di Indonesia memainkan peran penting dalam perekonomian nasional. Namun, banyak UMKM masih mengalami kesulitan dalam menentukan harga produk makanan yang optimal. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan dan keberlanjutan usaha mereka.Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membangun kemampuan UMKM dalam menetapkan harga produk makanan yang sesuai dengan tren pasar dan target konsumen. Penerapan metode kegiatan ini melibatkan pemanfaatan teknik pelatihan, pendampingan, dan konsultasi. Materi pelatihan mencakup konsep penetapan harga, analisis tren pasar, analisis target konsumen, dan strategi penetapan harga yang efektif.  Hasil kegiatan menyatakan bahwa ada perubahan yang terjadi dalam peningkatan pemahaman UMKM tentang konsep penetapan harga, peningkatan kemampuan UMKM dalam menganalisis tren pasar dan target konsumen, peningkatan kemampuan UMKM dalam menetapkan harga produk makanan yang optimal. Kata kunci: UMKM; harga produk penjualan; harga jual; tren pasar; target konsumen Abstract MSMEs in Indonesia play an important role in the national economy. However, many MSMEs still experience difficulties in determining optimal prices for food products. This can hinder the growth and sustainability of their business. The aim of this community service activity is to build the ability of MSMEs to set prices for food products in accordance with market trends and consumer targets. This activity method is carried out using training, mentoring and consultation methods. Training materials cover pricing concepts, market trend analysis, consumer target analysis, and effective pricing strategies. The results of the activity stated that there were changes that occurred in increasing MSMEs' understanding of the concept of pricing, increasing the ability of MSMEs in analyzing market trends and target consumers, increasing the ability of MSMEs in setting optimal prices for food products. Keywords: MSMEs; product sales prices;  selling prices;  market trends; consumer targets
Pelatihan mengolah minyak jelanta menjadi lilin aromaterapi sebagai strategi peningkatan pendapatan warga desa di era ekonomi kreatif Apriyanti Apriyanti; Sepia Nurismi S.; Sahar Hidayat; Eric Razan Rajata; Tien Yustini; Reny Aziatul Pebriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33807

Abstract

Abstrak Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang sering dibuang sembarangan dan menimbulkan pencemaran lingkungan. Di sisi lain, era ekonomi kreatif mendorong masyarakat desa untuk menciptakan inovasi produk bernilai jual. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah pada 30 peserta, mayoritas ibu rumah tangga di Desa Limau, Kabupaten Banyuasin. Metode yang digunakan meliputi survei awal, persiapan bahan dan alat, pelatihan praktik langsung, serta evaluasi keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan sekitar 80% peserta mampu mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi secara mandiri. Produk yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga memiliki nilai estetika dan potensi pasar. Selain itu, masyarakat mulai menyadari pentingnya pengelolaan limbah ramah lingkungan.Temuan ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menekankan pemanfaatan minyak jelantah sebagai produk bernilai ekonomis, namun menambahkan aspek peningkatan kesadaran lingkungan dan kebutuhan pendampingan pemasaran. Kata kunci: minyak jelantah; lilin aromaterapi; ekonomi kreatif; pemberdayaan masyarakat. AbstractUsed cooking oil is a common household waste that is often discarded carelessly, causing environmental pollution. Meanwhile, the creative economy era encourages rural communities to develop innovative products with commercial value. This community service activity was conducted through a training program on producing aromatherapy candles from used cooking oil. The training involved 30 participants, mostly housewives in Limau Village, Banyuasin Regency. The method included initial surveys, preparation of materials and tools, hands-on training, and evaluation of participants’ skills. The results showed that about 80% of participants were able to independently process used cooking oil into aromatherapy candles. The products served not only as lighting but also as decorative and fragrant items with market potential. Moreover, participants gained awareness of environmentally friendly waste management. These findings align with previous studies emphasizing the economic value of used cooking oil, while highlighting increased environmental awareness and the need for marketing support. Keywords: used cooking oil; aromatherapy candles; creative economy; community empowerment.