Yowelna Tarumasely
IAKN Ambon

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Effects of Flipped Classroom Model with Heutagogy and Self-Efficacy Approach to Higher-Order Thinking Skills Tarumasely, Yowelna
Edcomtech Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v7i22022p144

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan flliped classroom berbasis heutagogy dan self efficacy terhadap ketrampilan berpikir tinggi/High Order Thinking Skills ( HOTS) terhadap mahasiswa PAK Semester V pada mata kuliah perencanaan Pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen ( Quasi Esperimental Design) dengan desain factorial dua kali dua. Sampel berjumlah 48 mahasiswa, terdiri atas kelompok eksperimen dan control. Instrumen penelitian berupa angket untuk mengukur self efficacy dan tes untuk mengukur ketrampilan berpikir tinggi. Analisis data menggunakan ANOVA dua jalur Dan semua uji asumsi parametric dilakukan pada nilai signifikansi 5%. Hasil penelitian 1) ada perbedaan hasil belajar HOTS antar kelompok mahasiswa   dengan pendekatan Heutagogy dan mahasiswa dengan pendekatan   andragogy, 2) ada perbedaan hasil belajar HOTS antara kelompok mahasiswa berdasarkan tingkat self efficacy, 3) tidak ada interaksi   antara Flipped Classroom dengan pendekatan Heutagogy dan self efficacy terhadap hasil belajar HOTS.Abstract: This study aimed to determine the effects of the application of heutagogy-based flipped classroom and self-efficacy on Higher-Order Thinking Skills (HOTS) for PAK Semester V students in the lesson planning course. The research method used was a quasi-experimental design with a two-by-two factorial design. The sample consisted of 48 students, consisting of the experimental and control groups. The research instrument was a questionnaire to measure self-efficacy and a test to measure higher thinking skills. Data analysis used two-way ANOVA, and all parametric assumption tests were performed at a significance value of 5%. The results of the study showed 1) there were differences in HOTS learning outcomes between groups of students with the heutagogy approach and students with andragogy approaches, 2) there were differences in HOTS learning outcomes between groups of students based on the level of self-efficacy, and 3) there was no interaction between Flipped Classroom with the heutagogy approach and self-efficacy on HOTS learning outcomes. 
Sinergi Gereja dan Orang Tua dalam Mempersiapkan Anak Mengikuti Perjamuan Kudus: Tantangan dan Solusinya di Gereja Kristen Jawa Juntak, Justin Niaga Siman; Tarumasely, Yowelna; Sahertian, Christiana Demaja Wilhelmina; ., Kristriyanto; Wahyudi, Sabda
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 7 No 1 (2025): JIREH: Januari-Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v7i1.369

Abstract

This study aims to understand how the practice of Children's Holy Communion at Gereja Kristen Jawa Dagen-Palur and GKJ Danukusuman is implemented as part of Christian education for children. The subjects of this study include parents of children who have participated in the Children's Holy Communion and church pastors. A qualitative approach with a case study method was employed to gain an in-depth understanding through interviews, observation, and document analysis. The findings indicate that while the Children's Holy Communion can serve as a significant moment in the growth of a child's faith, the follow-up discipleship efforts remain suboptimal. The churches face challenges in designing structured follow-up programs, and parental involvement in accompanying their children's faith journey is still limited. As a result, the continuity of Christian faith education for children is not well maintained. Therefore, this study recommends that churches develop post-communion discipleship programs that actively involve families.
Literasi dan numerasi sebagai aktualisasi imago Dei: Refleksi teopedagogis guru pendidikan agama Kristen di sekolah dasar kota Ambon Tarumasely, Yowelna
KURIOS Vol. 11 No. 3: Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i3.1470

Abstract

This article examines literacy and numeracy as means of actualizing the imago Dei among Christian Religious Education (CRE) teachers in Ambon City Elementary Schools. Employing a qualitative-phenomenological approach and theological-pedagogical (theopedagogical) analysis, this study explores how language capacity (literacy) and mathematical reasoning (numeracy) manifest God's image in humanity and require development through education. The reflective findings indicate that literacy represents the logos dimension of the imago Dei, enabling humans to communicate and interpret reality, whereas numeracy reflects the ordo dimension, empowering humans to comprehend the order of creation. CRE teachers in Ambon bear theological responsibility to integrate literacy and numeracy development into their teaching to facilitate the actualization of the imago Dei in students. This research contributes to the development of a theological-pedagogical framework that repositions CRE teachers' literacy-numeracy competence not merely as a matter of educational policy, but as a divine calling to educate the whole person.   Abstrak Artikel ini mengkaji literasi dan numerasi sebagai bentuk aktualisasi imago Dei dalam konteks kompetensi guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Sekolah Dasar Kota Ambon. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-fenomenologis dan analisis teologis-pedagogis (teopedagogis), penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kapasitas berbahasa (literasi) dan bernalar matematis (numerasi) merupakan manifestasi gambar Allah dalam diri manusia yang perlu dikembangkan melalui pendidikan. Hasil refleksi menunjukkan bahwa literasi merepresentasikan dimensi logos dari imago Dei yang memungkinkan manusia berkomunikasi dan memaknai realitas, sementara numerasi mencerminkan dimensi ordo yang memampukan manusia memahami keteraturan ciptaan. Guru PAK memiliki tanggung jawab teologis untuk mengintegrasikan pengembangan literasi-numerasi dalam pembelajaran sebagai bagian dari tugas memfasilitasi aktualisasi imago Dei pada peserta didik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka teologis-pedagogis yang mereposisi kompetensi literasi-numerasi guru PAK bukan sekadar tuntutan kebijakan pendidikan, melainkan sebagai panggilan ilahi dalam mendidik manusia seutuhnya.  
Analisis Dampak Penggunaan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) terhadap Motivasi dan Perilaku Belajar Mandiri Mahasiswa IAKN Ambon Tarumasely, Yowelna; Halamury, Mersy; Sipahelut, Yunita; Labobar, Wilhemus; Tarumasely, Dorcy
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 1 (2026): February
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i1.628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan motivasi belajar terhadap perilaku belajar mandiri mahasiswa di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Explanatory Sequential Mixed Methods, dimulai dengan analisis kuantitatif menggunakan regresi linear berganda dan dilanjutkan dengan eksplorasi kualitatif melalui wawancara mendalam untuk memahami makna pengalaman belajar mahasiswa. Sampel penelitian berjumlah 413 mahasiswa dari 14 program studi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi memenuhi uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas), sehingga layak digunakan. Secara parsial, penggunaan AI berpengaruh signifikan terhadap perilaku belajar mandiri (β = 0,724; sig. 0,000 < 0,05), demikian pula motivasi belajar (β = 0,273; sig. 0,000 < 0,05). Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 93,4% terhadap perilaku belajar mandiri mahasiswa. Analisis kualitatif menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai AI sebagai teman belajar digital yang berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran personal, sumber motivasi, dan ruang reflektif yang mendorong kemandirian belajar. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi AI dan motivasi belajar menciptakan sinergi positif dalam membentuk perilaku belajar mandiri yang reflektif, adaptif, dan bertanggung jawab. Pemanfaatan AI yang bijak dapat memperkuat motivasi intrinsik dan otonomi mahasiswa dalam proses belajar, sekaligus menjadi strategi efektif bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.