Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Assesmen Kelangkaan Air di DAS Semajid Kabupaten Pamekasan Priyanto, Agil; Halik, Gusfan; Wiyono, Retno Utami Agung
Jurnal Teknika Vol 17 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v17i2.1375

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan asesmen kelangkaan air menggunakan indek kelangkaan air Water Scarcity Indek (WSI) dan kelangkaan air irigasi faktor K.  Penelitian ini mengintegrasikan indeks kelangkaan air (WSI), kekeringan irigasi faktor K dengan indek keparahan kekeringan meteorologis standardized precipitation index (SPI), sehingga diperoleh tren kelangkaan air sebagai dasar penetuan strategi mitigasi. Dalam penelitian ini menggunakan data 6 pos hujan, data debit AWLR sungai Semajid, data debit intake bendung Samiran dan data penduduk tahun 1994-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indek kekeringan SPI-6 paling mendekati kondisi lapangan dengan nilai SPI terendah -3,55 pada Juni 2018. Hasil penilaian kelangkaan air metode WSI dan faktor K menunjukkan nilai indek yang bervariasai dari sangat kering sampai dengan kering ekstrim.  Indek kelangkaan air WSI dan faktor K menunjukan pola terbalik, nilai WSI lebih dari 0,4 terjadi pada bulan Juni sampai November dan nilai faktor K kurang dari 0,5 terjadi pada bulan Juni sampai November. Hal ini menunjukan terjadi kelangkaan air pada bulan-bulan tersebut. Nilai Indek SPI, WSI dan kelangkaan air faktor K menunjukan kekeringan ekstrim terjadi pada tahun 1996, 1997, 2002, 2015, 2018 dan 2019. Strategi mitigasi diperlukan dengan memanfaatkan teknologi low impact development.
Pemodelan Reduksi Gelombang Terhadap Hutan Mangrove Menggunakan Software Delft3D pada Pantai Bama Situbondo: Wave Reduction Modeling of Mangrove Forest Using DELFT3D Software on Bama Beach Situbondo Prihartami, Sabrina; Agung Wiyono, Retno Utami; Saifurridzal
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v9i1.53711

Abstract

Bama Beach is a beach located in Baluran National Park, Sumberwaru, Banyuputih, Situbondo. This beach has a mangrove forest ecosystem that servers to protect waves coming from the deep sea to the shallow sea with the concept of Building with Nature (BWN). The propagation of these waves produces high and wave energy. The height and energy of this wave should decrease as the wave approaches shallow sea. This is so that erosion does not occur. Therefore, to model the waves that occur on Bama Beach requires software. One of the software that can be used is Delf3D. The sea waves reviewed are waves with the dominant wind direction at the location, that is from east. This modeling was made 2 schemes. Each scheme has 3 observation points. Assumed the distance between mangroves is 2 meters. The wave height reduction result at observation points A, B and C were 22.48%, 25.76% and 35.12% for the first scheme and 23.37%, 28.54% and 37.18% for the second scheme. The result of wave energy reduction at observation points A, B and C were 45.49%, 54.31% and 68.29% for the first scheme and 46.73%, 57.67% and 70.27% for the second scheme. AbstrakPantai Bama adalah pantai yang berlokasi di Taman Nasional Baluran, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Pantai ini memiliki ekosistem hutan mangrove yang berfungsi untuk melindungi gelombang yang datang dari laut dalam menuju laut dangkal dengan kosep Building with Nature (BWN). Perambatan gelombang ini menghasilkan tinggi dan energi gelombang. Tinggi dan energi gelombang ini harus berkurang apabila gelombang mendekati laut dangkal. Hal ini agar tidak terjadi erosi. Oleh sebab itu, untuk memodelkan gelombang yang terjadi pada Pantai Bama diperlukan bantuan perangkat lunak. Salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan adalah Delft3D. Gelombang laut yang ditinjau adalah gelombang dengan arah angin dominan di lokasi penelitian yaitu dari arah timur. Pemodelan ini dibuat 2 skema dengan asumsi jarak antar mangrove adalah 2 meter. Tiap skema terdapat 3 titik observasi. Hasil reduksi tinggi gelombang pada titik observasi A, B dan C berturut-turut sebesar 22,48%, 25,76% dan 35,12% untuk skema pertama dan 23,37%, 28,54% dan 37,18% untuk skema kedua. Hasil reduksi energi gelombang pada titik observasi A, B dan C berturut-turut sebesar 45,49%, 54,31% dan 68,29% untuk skema pertama dan 46,73%, 57,67% dan 70,27% untuk skema kedua.
PERBANDINGAN SISTEM RAINWATER HARVESTING DI KOTA DAN DESA SEBAGAI ALTERNATIF MENGATASI KEKERINGAN (STUDI KASUS DESA KRAJAN TIMUR DAN DESA PANDUMAN, KAB. JEMBER) Wiyono, Retno Utami Agung; Hidayah, Entin; Hassan, Fahir; Pebriyanti, Fista; Ningsih, Alfiati
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i1.420

Abstract

Abstrak Air adalah sumber daya yang terus dibutuhkan manusia. Dengan menggunakan sistem Rainwater Harvesting RWH), air hujan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Penelitian ini tidak hanya membahas potensi air yang dapat dimanfaatkan dari sistem RWH yang ada pada satu lokasi saja, akan tetapi mempertimbangkan dua lokasi yang merupakan lokasi yang lebih padat penduduk dan dikategorikan sebagai wilayah kota (Desa Krajan Timur, Sumbersari) dan lokasi yang lebih jarang penduduknya dan dikategorikan sebagai wilayah desa (Desa Panduman, Jelbuk). Dalam penelitian ini digunakan beberapa data yaitu peta lokasi, data curah hujan, dan data kebutuhan air penduduk. Untuk mengetahui kebutuhan air dan sumber air yang digunakan penduduk sehari-hari, dilakukan survey kepada masyarakat yaitu 20 rumah di wilayah kota dan 20 rumah di wilayah desa. Perhitungan potensi air dari sistem RWH dilakukan dengan metode F. J. Mock menggunakan debit andalan 50%. Dari studi ini diperoleh hasil bahwa pada 20 rumah di wilayah kota, sistem RWH berpotensi menghasilkan air sejumlah 3,168 liter/bulan sampai 31,825 liter/bulan. Adapun pada 20 rumah di wilayah desa, potensi air dari sistem RWH pada setiap rumah berkisar antara 15,090 liter/bulan sampai 33,952 liter/bulan. Potensi air tersebut dapat memenuhi seluruh kebutuhan air pada 20 rumah di desa dan 17 rumah di kota, serta dapat memenuhi 44% sampai 72% kebutuhan air pada 3 rumah di wilayah kota. Kata kunci: Rainwater harvesting, kebutuhan air, kesetimbangan air, kota, desa  Abstract Water has always become a vital resource that is needed by a human being. Rainwater may play an essential role as a domestic water supply by rainwater harvesting system. This study compares potential rainwater harvested at two locations considered an urban area with higher population density and a rural area with lower population density. The studied urban area and rural area are Desa Krajan Timur, Sumbersari and Desa Panduman, Jelbuk, respectively. Several data utilized in this study are location maps, precipitation data, and water needs data. Surveys are conducted by interviewing twenty residences in each urban and rural area to obtain water needs and water sources data. Water harvested potential was calculated using F J Mock method. The study results showed that rainwater harvesting system in 20 houses in the urban area could produce 3,168 liters/month until 31,825 liters/month of water. While the rainwater harvesting system in 20 houses in the rural area could produce 15,090 liters/month until 33,952 liters/month of water. The harvested water could fulfill all water needs in 20 houses in the rural area, 17 houses in the urban area, and 44% until 72% of water needs in 3 houses in the urban area. Keywords: Rainwater harvesting, water needs, water balance, urban area, rural area
ANALISIS KEKERINGAN METEOROLOGI MENGGUNAKAN METODE STANDARDIZED PRECIPTATION INDEX (SPI) DI DAS BEDADUNG KABUPATEN JEMBER Malini, Citra; Halik, Gusfan; Agung Wiyono, Retno Utami
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.483

Abstract

Abstrak Bencana kekeringan di DAS Bedadung terindikasi dengan tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan pasokan air. Kekurangan air akibat defisit curah hujan menjadi indikator kekeringan meteorologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai indeks kekeringan di DAS Bedadung kabupaten Jember. Metode Standardized Precipitation Index (SPI) digunakan untuk mendapatkan tingkat kekeringan. Tingkat kekeringan meteorologi yang dihitung tergantung jumlah curah hujan yang terukur pada alat penakar di stasiun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa indeks kekeringan ekstrim terjadi pada tahun 2018 dan 2019. Nilai indeks kekeringan (SPI-6) memiliki nilai tertinggi sebesar -2,69 di stasiun Ajung dan nilai     -1,13 di stasiun Kottok. Hasil pemetaan sebaran indeks kekeringan memiliki kesesuaian dengan kondisi kekeringan observasi. Hal ini ditunjukkan dari nilai validasi sebaran kekeringan antara SPI-6 dan data kekeringan observasi dengan tingkat keandalan sebesar 82%. Kata kunci: DAS Bedadung, bencana kekeringan, indeks kekeringan meteorologi, SPI   Abstract Drought disaster in the Bedadung watershed is indicated by the unfulfilled sociaty needs for water supply. Lack of water due to deficit in rainfall is an indicator of meteorological drought. This study aims to obtain the drought index value in the Bedadung watershed, Jember district. The Standardized Precipitation Index (SPI) method is used to obtain the drought saverity index. The meteorological drought index depends on the amount of rainfall observed on the rainfall gauge stations. The results of this study indicated that extreme drought index occurred in 2019. The drought index value (SPI-6) had the highest value of -2.69 at the Ajung station and a value of   -1.13 at the Kottok station. The results of the mapping of the distribution of the drought index are suitable with drought existing conditions. This is indicated by the validation value of the drought distribution between SPI-6 and the observed drought data with a reliability level of 82%. Keywords: Bedadung watershed, drought disaster, meteorological drought index, SPI
Perencanaan Bangunan Pelindung Pantai Di Desa Pesisir Besuki Kabupaten Situbondo Akbar, Sabda Alam; Wiyono, Retno Utami Agung; Hidayah, Entin
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i1.816

Abstract

Abstrak Desa Pesisir yang terletak di Timur Pelabuhan Besuki Kabupaten Situbondo mengalami tangkis jebol dan rusak sepanjang 450 meter akibat diterjang gelombang laut. Angin kencang dan ombak besar yang menerjang tangkis pada 28 Januari 2021 itu mengakibatkan tangkis hancur di beberapa titik sepanjang garis pantai. Penelitian ini direncanakan 2 alternatif pelindung pantai yaitu revetment dan seawall sebagai perbandingan bangunan pelindung pantai yang cocok di Desa Pesisir Besuki untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Hasil perhitungan dimensi untuk bangunan revetment yaitu elevasi puncak sebesar 5.90 m dan lebar yaitu 2.13 dan dimensi seawall yang didapat yaitu tinggi puncak bangunan yaitu 6.10 m dan lebar 2.55 m. Total Rencana Anggaran Biaya (RAB) perencanaan kedua alternatif bangunan yaitu revetment blok beton 3B sebesar Rp. 59,699,911,000.00 dan seawall sebesar Rp. 59,350,778,000.00 dan dipilih seawall sebagai alternatif solusi bangunan pelindung pantai di Desa Pesisir Besuki Kabupaten Situbondo. Kata kunci: abrasi, revetment, seawall, pantai.   Abstract Pesisir village is located east of Besuki Harbor, Situbondo Regency, experienced a 450-meter being hit by sea waves. Strong winds and big waves that hit the seawall on January 28, 2021 caused the seawall to be destroyed at several points along the coastline. This study plans 2 alternative coastal protection, namely revetment and seawall as a comparison of suitable coastal protection buildings in Village Pesisir Besuki to overcome the problems that occur. The results of the calculation of dimensions for the revetment building are the peak elevation 5.90 m and the width 2.13 m and the dimensions of the seawall obtained are the peak height of the building which is 6.10 m and width is 2.55 m. The Total Budget Plan (RAB) for the planning of the two alternative buildings, namely the 3B concrete block revetment, is Rp. 59,699,911,000.00 and a seawall of Rp. 59,350,778,000.00 and selected seawall as an alternative solution for coastal protection buildings in Village Pesisir Besuki, Situbondo Regency. Keywords: abrasion, revetment, seawall, beach.
ANALISIS KOMPARATIF PEMODELAN INUNDASI TSUNAMI MENGGUNAKAN DELFT3D DAN ARCGIS Sofiana, Risqi; Wiyono, Retno Utami Agung
Jurnal Riset Teknik Sipil dan Sains Vol. 4 No. 1 (2025): Agustus 2025 - Jurnal Riset Teknik Sipil dan Sains
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/jriteks.v4i1.2025.56-61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pemodelan genangan tsunami menggunakan dua pendekatan berbeda, yaitu numerik berbasis Delft3D dan spasial berbasis ArcGIS, di kawasan pesisir Pantai Watu Ulo, Kabupaten Jember. Delft3D mensimulasikan propagasi dan genangan gelombang tsunami berdasarkan pemecahan numerik persamaan hidrodinamika, sementara ArcGIS membangun pemodelan genangan berdasarkan parameter spasial seperti kemiringan lereng, kekasaran permukaan, dan tinggi gelombang menggunakan pendekatan kehilangan energi (Hloss). Data ketinggian gelombang di garis pantai yang diperoleh dari simulasi Delft3D digunakan sebagai input dalam pemodelan ArcGIS. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa luas genangan yang diproyeksikan oleh Delft3D mencapai 884,71 hektar, sedangkan hasil dari ArcGIS menunjukkan luasan 611,53 hektar. Perbedaan ini menunjukkan bahwa Delft3D memberikan estimasi genangan yang lebih luas, sementara ArcGIS menghasilkan sebaran genangan yang lebih terkonsentrasi berdasarkan variasi topografi dan karakteristik permukaan. Dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing pendekatan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan terpadu keduanya dapat meningkatkan akurasi dan relevansi dalam pemetaan zona rawan serta perencanaan mitigasi bencana tsunami.
Tsunami Simulation in Paseban Beach Using Nesting Method on Delft3D Modeling Faradella, Maulida; Wiyono, Retno Utami Agung; Halik, Gusfan
Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2024.018.01.8

Abstract

Paseban Beach is an area that has the potential for a tsunami hazard. In analyzing the tsunami hazard, accurate data and methods are essential. Therefore, this study aims to conduct a tsunami hazard analysis using the nesting method to obtain precise modeling results. This study utilizes the Delftdashboard and Delft3D-Flow programs. The modeling of the 1994 Banyuwangi tsunami results show that the validation stage has an accuracy of 7.94%, which means it is very accurate. The tsunami modeling using the 8.7 Mw megathrust earthquake showed the tsunami wave height in Paseban Beach reached 10,25 meters with 46 minutes arrival time. The length of the tsunami inundation was measured to be 2.96 km, with a run-up height of 2.98 meters.
Prediksi Laju Sedimentasi Pada Sungai Jatiroto Cahyani, Hajar Crisia; Hidayah, Entin; Wiyono, Retno Utami Agung; Halik, Gusfan; Widiarti, Wiwik Yunarni
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.1.64-71.2021

Abstract

Erosi dapat menyebabkan terjadinya sedimentasi di sungai. Sedimentasi yang terjadi secara terus-menerus dapat mengakibatkan sungai menjadi dangkal dan mengurangi kapasitas sungai. Sedimen akan mengendap pada bagian tertentu di sepanjang aliran sungai yang tidak mampu terangkut bersama dengan aliran sungai. Sungai Jatiroto merupakan sungai yang membatasi Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Jember. Sungai Jatiroto dimanfaatkan untuk keperluan irigasi pada kecamatan Jatiroto dan Kecamatan Rowokangkung. Penyebab dari sedimentasi adalah perubahan tata guna lahan ataupun erosi yang dilakukan oleh sungai itu sendiri. Pemodelan transpor sedimen oleh HEC-RAS bertujuan untuk mengetahui laju sedimen yang terbawa oleh sungai. Pada pemodelan ini dilakukan dua analisis, yaitu analisis hidrolika dan analisis transpor sedimen. Tahap pertama, analisis hidrolika menggunakan debit unsteady, parameter Manning (n) dan koefisien ekspansi dan kontraksi. Kalibrasi model dilakukan dengan cara perbandingan tinggi muka air yang menghasilkan nilai determinasi R2 sebesar 0,9586, nilai RMSE sebesar 0,39 dan masuk dalam kategori baik. Tahap kedua, analisis sedimentasi menggunakan debit quasi-unsteady dan diameter butiran. Fungsi pengangukatan sedimen yang cocok pada pemodelan ini adalah Laursen (Field) dengan laju sedimen sebesar 256,341 m³/tahun. Adapun laju sedimentasi di lapangan dilakukan dengan membandingkan cross section lama dengan yang baru yaitu 289,24  m³/tahun. Uji keandalan (validasi) model dilakukan dengan membandingkan hasil pemodelan dengan data observasi yang didapatkan dari hasil perhitungan volume pengendapan pada cross section. Didapatkan hasil uji keandalan sebesar 88%.