Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Kompres My Cool Gel Terhadap Suhu Tubuh Pada Anak dengan ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu Depi Riska Erliana; Septiyanti Septiyanti; Rahma Annisa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56228

Abstract

Penyakit infeksi mengalami pergeseran pola yang ditandai dengan meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas, salah satunya adalah ISPA. ISPA merupakan penyakit infeksi yang menyerang satu atau lebih bagian saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga alveoli, yang bersifat akut atau berlangsung kurang lebih selama 14 hari. Gejala yang sering muncul pada pasien ISPA biasanya timbul dengan cepat, dalam hitungan jam hingga hari, dengan tanda dan gejala seperti batuk, mengi, nyeri tenggorokan, pilek, nyeri telinga, dan demam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres My Cool Gel (Aloe vera) terhadap suhu tubuh pada anak dengan ISPA. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pretest dan posttest with control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 38 responden. Uji statistik menggunakan Mann-Whitney diperoleh nilai p sebesar 0,000 (p value < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh kompres My Cool Gel terhadap penurunan suhu tubuh pada anak dengan ISPA. Kata kunci: Kompres My Cool Gel (Aloe vera), Anak, ISPA, Suhu Tubuh
Deteksi Dini Anemia dan Edukasi Terstruktur Berbasis Sekolah untuk Meningkatkan Praktik Pencegahan Anemia pada Remaja Putri Mercy Nafratilova; Halimah Halimah; Septiyanti Septiyanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25613

Abstract

ABSTRAK Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang berdampak pada konsentrasi belajar, kebugaran, dan kualitas kesehatan di masa mendatang. Upaya pencegahan yang efektif perlu dilakukan melalui deteksi dini dan edukasi kesehatan yang terstruktur di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining kadar hemoglobin (Hb) serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai pencegahan anemia di SMP 04 di wilayah kerja Puskesmas Jalan Gedang, Kota Bengkulu. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari 2026 dengan sasaran remaja putri usia 11–15 tahun. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan skrining Hb pada tanggal 14–15 Januari 2026, serta edukasi selama dua hari pada tanggal 19–20 Januari 2026 yang mencakup materi proses terjadinya anemia, dampak menstruasi lebih dari tujuh hari, personal hygiene, pola makan gizi seimbang tinggi zat besi, konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), Gerakan Cegah Anemia (GECA), dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hasil kegiatan menunjukkan sebanyak 56% remaja putri mengalami anema ringan, 10,8% anemia sedang, dan 7% mengalami anemia berat. Serta adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi, ditandai dengan partisipasi aktif dalam diskusi dan demonstrasi dan peningkatan skor pre test-post test (84.95-93.95). Kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi skrining dan edukasi interaktif berbasis sekolah dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang efektif dalam mendukung pencegahan anemia pada remaja putri secara berkelanjutan. Kata Kunci: Anemia, Remaja Putri, Skrining Hemoglobin, Edukasi Kesehatan, Pencegahan Anemia.  ABSTRACT Anemia among adolescent girls remains a significant public health problem that affects learning concentration, physical fitness, and future health outcomes. Effective prevention efforts are needed through early detection and structured health education in school settings. This community service activity aimed to conduct hemoglobin (Hb) screening and to improve the knowledge and awareness of adolescent girls regarding anemia prevention at SMP 04 in the working area of Puskesmas Jalan Gedang, Bengkulu City. The activity was carried out in January 2026 targeting adolescent girls aged 11–15 years. The method consisted of preparation, implementation of Hb screening on January 14–15, 2026, and a two-day educational intervention conducted on January 19–20, 2026. The educational materials covered the pathophysiology of anemia, the impact of menstruation lasting more than seven days, personal hygiene, balanced nutrition with high iron intake, iron supplementation (iron tablets), the Anemia Prevention Movement (GECA), and hygiene and healthy lifestyle practices. The results showed that 56% of participants had mild anemia, 10.8% moderate anemia, and 7% severe anemia. There was also an improvement in participants’ knowledge after the intervention, indicated by active participation during discussions and demonstrations, as well as an increase in pre-test and post-test scores (84.95 to 93.95). This activity demonstrates that the combination of screening and interactive school-based education can serve as an effective community service model in supporting sustainable anemia prevention among adolescent girls. Keywords: Anemia, Adolescent Girls, Hemoglobin Screening, Health Education, Anemia Prevention.