Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PELATIHAN SINGKAT TENTANG PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN DALAM DETEKSI DINI PERKEMBANGAN ANAK BALITA Husni, Husni
JURNAL MEDIA KESEHATAN Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 10 Nomor 1 April Tahun
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.521 KB) | DOI: 10.33088/jmk.v10i1.326

Abstract

The incidence of child development deviation in Indonesia reached 13% -18%.About 16% of children under five years got neurodevelopmental and brain disorders frommild to severe. This study aimed to determine the effect of brief training by using Pre-Screening Questionnaire Development (KPSP) to improve the knowledge and skills ofparents in detection of child development. This study was quasi experimental with preposttest only. The population in this study were the parents / guardians of children atkinder garten of Baitul Izzah and Al Hasanah Bengkulu City. Samples were parents whohave never participated in training and at least high school education. Number of samples56 (28 intervention and 28 control) taken with concecutive sampling techniques. Datacollection were using questionnaire for knowledge and checklist for skills. Statistical testindependent t-test at the α 5% (one tail). The results showed the average age was 33years, the average income was 2.3 million per month, more mothers working and havehigher education. There were the difference in knowledge after being given brief trainingof 27.5 (p value = 0.000) and the difference in ability between the intervention andcontrol groups (p value = 0.000). Effectiveness of brief training to increase the knowledgeof 35%. factor affecting the mother's knowledge was the age (p 0.001; OR: 2.12). Weconcluded that parents are expected to apply the child development detection according toability at home and it is needed training for other parents.
TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI OLEH SUAMI BERPENGARUH TERHADAP NYERI POST OPERASI SECTIO CAESAREA Saputra, Denny; Asmawati, Asmawati; Septiyanti, Septiyanti
JURNAL MEDIA KESEHATAN Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 12 No 1 Juni Tahun 201
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jmk.v12i1.377

Abstract

Nyeri pasca bedah SC akan menimbulkan reaksi fisik dan psikologi pada ibu postpartum seperti gangguan mobilisasi, malas beraktifitas, sulit tidur, tidak nafsu makan, tidak mau merawat bayi sehingga diperlukan cara untuk mengontrol nyeri agar dapat beradaptasi dengan nyeri post operasi sectio caesarea. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh teknik relaksasi genggam jari yang dilakukan oleh suami terhadap nyeri post operasi Sectio Caesarea (SC). Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pretest-posttest with control group Teknik pengambilan sampel menggunakan consequtive sampling. Jumlah responden 58 orang terdiri dari 29 orang kelompok kontrol dan 29 kelompok intervensi alat ukur yang digunakan menggunakan NRS (numerical rating scale). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nyeri sebelum intervensi kelompok kontrol 5 skala nyeri dan kelompok intervensi 5,5. Setelah intervensi skala nyeri pada kelompok kontrol 4,1 dan kelompok intervensi 3,4. Ada perbedaan nyeri sebelum dan sesudah dilakukan intervensi genggam jari yang dilakukan oleh suami (p-value = 0,000)
Pendampingan Ibu Hamil Dalam Self Care Nutrition Management (SNM) Dalam Upaya Pencegahan Risiko Stunting di Kecamatan Air Periukan Seluma Elly, Nur; Asmawati, Asmawati; Annuril, Kheli Fitria; Annisa, Rahma; Simanjuntak, Betty Yosephin; Wahyudi, Anang
Jurnal Pemberdayaan Komunitas MH Thamrin Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Pemberdayaan Komunitas MH Thamrin
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jpkmht.v3i1.551

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan meningkatkan self care dalam manajemen nutrisi kehamilan untuk mencegah risiko stunting. Metode kegiatan ini dilakukan melalui kegiatan edukasi dan pendampingan. Ibu hamiil yang didampingi kader adalah ibu hamil mulai trimester dua kehamilan yang berjumlah sejumlah 11 orang. Proses pendampingan dilakukan selama 3 bulan. Pendampingan dilakukan one by one dengan kunjungan rumah, observasi serta monitoring melalui kartu pantau. Kegiatan yang dilakukan selama pendampingan kader adalah  melakukan edukasi terkait nutrisi kehamilan, melakukan pemeriksaan tanda-tanda anemia, menimbang BB setiap minggu,  monitor konsumsi tablet tambah darah (TTD) dan mencatat dalam kartu monitoring. Hasil kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan perilaku self care manajemen nutrisi kehamilan. Dari 11 orang ibu hamil, 82% mengalami peningkatan berat badan, 91 % kenaikan berat badan sesuai standar Institute of Medicine (IOM), 91 % ibu hamil mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD)  setiap hari. Untuk konsumsi  protein hewani, buah dan susu masih rendah. Diharapkan perlu perhatian berbagai pihak dalam meningkatan pengetahuan ibu dan pemberdayaan kader kesehatan dalam pencegahan risiko stunting.Kata Kunci: Ibu Hamil, Nutrition,  Self Care, Stunting   
Edukasi Terstruktur Meningkatkan Kepatuhan Pedagang Pasar Menggunakan Masker Sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 Bayu Ilham Gustian; Septiyanti Septiyanti; Andra Saferi Wijaya; Ahmad Rizal; Husni Husni; Asmawati Asmawati
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkt.v3i2.200

Abstract

Covid 19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh jenis baru virus corona, jumlah kasus terkonfirmasi virus corona di dunia sebanyak 26,76 juta kasus. Dari jumlah tersebut, sudah ada 877.886 kematian dan 18,8 juta kasus pasien yang dinyatakan sembuh. Data yang diperoleh dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan Provinsi Bengkulu memiliki jumlah kasus 11.197 dengan jumlah kematian terbanyak sebanyak 56 orang, Sampel pedagang pasar Panorama. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan menggunakan desain penelitian pretest-posttest design with control groub. Sampel adalah semua pedagang pasar panorama Kota Bengkulu yang memiliki aplikasi Whatsapps. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling yaitu teknik one sampling non random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pengaruh pendidikan terstruktur terhadap tingkat epatuhan penggunaan masker pada pedagang Pasar Panorama Kota Bengkulu sebagai upaya pencegahan COVID-19. Hasil uji statistik Wilcoxon pada kelompok intervensi menunjukkan nilai p value 0,001 (p value 0,05) Sedangkan kelompok kontrol menunjukkan p value 0,001 (p value 0,05). Edukasi penggunaan masker bermanfaat bagi pedagang sebagai upaya pencegahan Covid-19. Edukasi terstruktur tentang penggunaan masker diharapkan terus aktif sebagai program pencegahan penularan Covid-19
Edukasi dan Supervisi Menyusui Dapat Mencegah Pembengkakan Payudara Ibu Paska Seksio Sesarea Elda Damayanti; Asmawati Asmawati; Dahrizal Dahrizal
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkt.v3i2.203

Abstract

Menyusui merupakan salah satu cara yang dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi. Salah satu faktor rendahnya cakupan ASI ekslusif adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam menyusui. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek edukasi dan supervisi menyusui terhadap pembengkakan payudara ibu paska seksio sesarea. Desain penelitian ini adalah pre-experiment with kontrol group. Jumlah sampel adalah 48 orang diambil dengan teknik concecutive sampling. Sampel adalah ibu postpartum seksio sesarea. Edukasi diberikan secara langsung dan dilakukan pendampingan/supervisi selama 3 hari berturut-turut. Pengumpulan data pembengkakan payudara dilakukan dengan observasi menggunakan lembar observasi dari six point scale breast engorgement. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh edukasi dan supervisi terhadap pembengkakan payudara. Ibu yang tidak diberikan edukasi dan supervisi berisiko 2,7 kali mengalami pembengkakan payudara (p value 0.007≤ α 0.05, OR 0.7). Edukasi dan supervisi bermanfaat untuk mencegah pembengkakan payudara pada ibu post seksio sesarea.
Optimalisasi Peran Kader Dalam Meningkatkan Self-Care Management Nutrisi Kehamilan Sebagai Upaya Pencegahan Risiko Stunting Di Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma Nur Elly Nur Elly; Asmawati Asmawati; Betty Yosephin; Rahma Annisa; Khelli Fitria Annuril; Anang Wahyudi
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.4094

Abstract

ABSTRAK Pencegahan stunting merupakan program prioritas pembangunan di Indonesia sampai tahun 2024. Nutrisi pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak janin berada dalam kandungan sampai usia 2 tahun kelahiran sangat penting diperhatikan sebagai upaya pencegahan resiko stunting. Kader kesehatan berperan penting dalam self-care management nutrisi ibu selama kehamilan sebagai upaya pencegahan stunting. Permasalahan yang dihadapi kader Kesehatan di Desa Talang Benuang dan Lokasi Baru Kecamatan Air Priukan sebagai desa dari 20 desa lokasi khusus (lokus) stunting di Kabupaten Seluma tahun 2020 adalah kurangnya pengetahuan tentang stunting dan 1000 HPK sehingga belum memiliki bekal yang cukup untuk melaksanakan perannya sebagai pelaku penggerak masyarakat dalam mewujudkan kesehatan termasuk dalam pencegahan dan penanganan stunting. Tujuan  PKM  adalah memberdayakan kader sebagai garda terdepan dalam meningkatkan self-care management nutrisi ibu hamil untuk  meminimalisir risiko stunting pada anak balita. Peserta pelatihan sebanyak 11 (sebelas) orang kader. Metode kegiatan adalah melakukan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kader dalam self-care management nutrisi ibu hamil. Hasil kegiatan adalah adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan serta kemandirian kader dalam memberikan edukasi dan pendampingan pada ibu hamil dalam self-care management nutrisi. Kader diharapkan  mengaplikasikan pengetahuan dan kemampuan yang telah diperoleh untuk memberikan edukasi dan pendampingan terhadap ibu hamil di wilayahnya. Kata Kunci : Kader kesehatan, Self-care management nutrisi, Stunting  ABSTRACT Prevention of stunting is a priority development program in Indonesia until 2024. Nutrition in the first 1000 days of life (HPK), which is from the fetus is in the womb until 2 years old, is very important to consider as an effort to prevent the risk of stunting. Health cadres play an important role in the self-care management of maternal nutrition during pregnancy as an effort to prevent stunting. The problem faced by health cadres in Talang Benuang Village and Lokasi Baru Village of Air Priukan Subdistrict as a village of 20 special locations (locus) for stunting in Seluma Regency in 2020 is a lack of knowledge about stunting and 1000 HPK so that they do not have sufficient provisions to carry out their role as perpetrators driving the community in realizing health, including the prevention and management of stunting. The goal of PKM is to empower cadres as the front guard in improving nutrition self-care management for pregnant women to minimize the risk of stunting in children under five. The participants were 11 cadres. The method was to conduct socialization, training, and mentoring cadres in self-care management of nutrition for pregnant women. The result of the activity was an increase in knowledge, skills, and independence of cadres in providing education and assistance to pregnant women in nutrition management self-care. Cadres were expected to apply the knowledge and abilities they have acquired to provide education and assistance to pregnant women in their area. Keywords: Health cadres, Self-care management nutrition, Stunting
PEMBERDAYAAN MULTIGENERASI UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN DAN BERJEMUR SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 Nur Elly; Asmawati Asmawati; Betty Yosephin Simanjuntak; Anang Wahyudi; Yuniarti Yuniarti; Sri Sumiati AB; Sugeng Wiyono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.766 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9020

Abstract

Abstrak: Salah satu upaya pencegahan penularan COVID-19 dapat dilakukan dengan perilaku hidup bersih dan sehat melalui mencuci tangan dan menguatkan imun melalui aktifitas fisik dan berjemur. Rendahnya capaian tindakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada masyarakat diakibatkan karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran akan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS). Tujuan kegiatan PkM ini adalah meningkatkan perilaku CTPS dan berjemur pada masyarakat mulai dari anak-anak hingga dewasa melalui pemberdayaan multigenerasi. Metode kegiatan dilakukan dengan sosialisasi PHBS, pelatihan kader, edukasi tentang CTPS, gerakan cuci tangan serentak di beberapa sekolah dasar, pendampingan dan pembiasaan CTPS, edukasi melalui media mural dan media stiker. Sasaran PkM ini adalah anak-anak usia sekolah 25 orang, remaja 25 orang, dan kader 23 orang. Penilaian pengetahuan dan sikap dilakukan menggunakan kuisioner dan penilaian tindakan melalui observasi. Hasil menunjukkan ada peningkatan pengetahuan pada anak (72,6%), remaja (76,2%), dewasa (69,7%), untuk sikap pada anak (84 %), remaja (66,3%) dan dewasa (71,8%) dan tindakan CTPS untuk anak (76,3%), remaja (73%) dan dewasa (74,9%) setelah diberikan edukasi. Pemberdayaan kelompok multigenerasi sangat bermanfaat untuk meningkatkan perilaku masyarakat dalam CTPS dan berjemur sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19.Abstract: The one of efforts of prevention of COVID-19 transmission can be applicated to healthy behaviors by hand washing, physical activity, and sunbathing. Low coverage of handwashing practice at the civilization caused low knowledge and awareness of healthy behaviors. The aim of the action is to increase the behavior of handwashing with soap on multigeneration that stared from children until adults by multigeneration empowerment. The method of action does by socialization healthy hygiene life behavior, cadres training, multigeneration education, handwashing action, and giving media education such as mural and stickers. The targets of action are children 25 people, adolescents 25 people, adult women, and cadres 23 people. For evaluation of knowledge and attitude have taken by questioner and handwashing practice by observation. The result shows there is an increase in knowledge for children (72,6%)adolescent (76,2%), adult (69,7%), for attitude for children (84%), adolescent (66,3%),adult (71,8%) and practice for children (76,3%0, adolescent (73%) and adult (74,9%) after giving education. Empowerment of level multigeneration can benefit to promote the behavior of handwashing with soap and sunbathe as the effort of COVID-19 transmission prevention.
PENGARUH PENDAMPINGAN DETEKSI GERAK JANIN TERHADAP PARTISIPASI IBU DALAM SELF ASSESMENT GERAK JANIN Seli Purnama Sari; Mardiani Mardiani; Asmawati Asmawati
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 7 No 2 (2020): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v7i2.27

Abstract

Abstract: Stunted fetal growth (IUGR) shows poor fetal growth. Impaired fetal growth and fetal death are adverse effects of pregnancy, one of which is shown to decrease fetal movement. This study aims to determine the effect of maternal assistance in fetal motion detection on maternal participation in self-assessment of fetal motion at the Bengkulu City Fish Market health center. Quasi experimental research design with post test only with control group. With a sample of 40 people, 20 intervention groups and 20 control groups. The sample technique was consecutive sampling. The analysis used in the independent research ttest. The average maternal participation in self assessment after mentoring in the intervention group was 9.35 and the control group was 6.40. There is an effect of mentoring in calculating and assessing fetal movements through fetal motion cards on maternal participation in selfassessment of fetal motion (p value = 0,000 (p≤α = 0.05). It is expected that puskesmas and independent practice midwives continue to carry out fetal motion cards and can teach pregnant women how to calculate and fill the fetal motion card, as a prevention against fetal death.Keywords: Self Assesment, IUGR, IUFD
EDUKASI MENSTRUASI MELALUI WHATSAPP DAN SELF CARE DISMENORE PADA REMAJA PUTRI Wulandari Wulandari; Asmawati Asmawati; Nehru Nugroho
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 7 No 1 (2020): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v7i1.123

Abstract

Dismenore yang tidak ditangani mengakibatkan gangguan saat aktifitas sehari-hari, retrograd menstruasi, infertilitas (kemandulan), kehamilan ektopik tidak terdeteksi, dan infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi menstruasi melalui whatsapp terhadap self care dismenore pada remaja SMA Kota Bengkulu.Desain penelitian quasi eksperimental dengan pre-test and post-test with control group design. Jumlah sampel 70 orang terdiri dari 35 kelompok kontrol dan 35 kelompok intervensi. Teknik sampling adalah simple random sampling. Pengukuran self care dismenore menggunakan ADSCS yang terdiri dari 35 pertanyaan, Analisis menggunakan Mann-Whitney pada α < 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata self care dismenore pada kelompok kontrol sebelum di berikan edukasi WhatsApp 131,17 dan pada kelompok intervensi 133,71. Setelah dilakukan edukasi WhatsApp pada kelompok kontrol rata- rata self care dismenore 134,57 dan pada kelompok intervensi 150,09 (p=0.000).WhatsApp dapat digunakan sebagai salah satu media edukasi tentang self care dismenore. Edukasi melalui WhatsApp dapat meningkatkan self care dismenore. Sekolah sebaiknya memanfaatkan media social WhatsApp dalam proses pemberian informasi kesehatan dan membuat learning grup diskusi tentang praktek self care dismenore.
PENGARUH MEDIA BERGAMBAR TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR Dimas Dewa Darma; Asmawati Asmawati; Pauzan Efendi
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 8 No 1 (2021): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v8i1.164

Abstract

Sexual violence that occurs can cause psychological impacts including mental trauma, shame, even suicide desire. The purpose of this study determine the effect of on Knowledge and Attitudes About Prevention of Sexual Violence in Elementary school SD Negeri 60 Kec. Singaran Pati and SD Negeri 77 Padang Serai in Bengkulu City. The research design was quasi experimental with pre-test and post-test with control group design. The total sample of 62 people consisted of 31 intervention groups and 31 control groups. The sampling technique is random sampling choise and consequtive sampling. Analysis using a t-test at α <5%. The results showed that the mean knowledge about prevention of sexual violence in the intervention group before 55.98 intervention 78.70 (p = 0.015). The mean attitude about prevention of sexual violence in the intervention group before intervention 87,31 and After picture media there was an increase in the average attitude of 88,38 (p = 0.965). There is study the method of giving able to increase knowledge about prevention of sexual violence in children but could improve children's attitudes about preventing sexual violence