Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Interaksi Obat Anti Tuberkulosis pada Pasien Tuberkulosis Paru Ria Afrianti; Fatia Larucy; Helen Widayana
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i1.912

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan suatu penyakit kronik menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Terapi pasien TB paru terdiri dari obat anti tuberkulosis (OAT) dan Obat lain dalam penggunaanya secara bersamaan sehingga terjadi interaksi obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi obat antituberkulosis pada pasien tuberculosis paru rawat jalan di rumah sakit Prof. Dr. M. Ali Hanafiah Batusangkar tahun 2021. Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental yang bersifat retrospektif menggunakan data rekam medik pasien. Pada penelitian ini didapatkan populasi sebanyak 100 pasien, didapatkan sampel 64 pasien yang termasuk kriteria inklusi. Berdasarkan penyakit penyerta pada pasien TB paru yang tertinggi yaitu diabetes melitus dengan persentase 20,31%. Analisa data ditentukan dengan menggunakan standar yaitu drugs.com dan medscape berupa persentase data yang berdasarkan mekanisme dan tingkat keparahannya. Dari 64 pasien didapatkan hasil 365 kasus interaksi obat berdasarkan mekanisme yang terdiri dari 159 kasus farmakokinetik dengan persentase 43,56% dan 206 kasus farmakodinamik dengan persentase 56,44%. Interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan didapatkan hasil sebanyak 128 kasus (35,07%) tingkat keparahan Minor, 104 kasus (28,49%) tingkat keparahan Moderate, dan 133 kasus (36,44%) tingkat keparahan Major. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa masih adanya interaksi obat pada pasien tuberkulosis rawat jalan di RS Prof. Dr. M Ali Hanafiah Batusangkar tahun 2021.
AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA EKSTRAK ETANOL DAUN KITOLOD (Isotoma longiflora L.) YANG DIINDUKSI DENGAN DEKSAMETASON PADA TIKUS PUTIH JANTAN Ria Afrianti; Suhatri Suhatri; Nola Zakia
JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga) Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Akademi Farmasi Prayoga Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56350/jafp.v11i1.117

Abstract

Abstrak Hiperglikemia merupakan kondisi peningkatan kadar glukosa darah yang dapat disebabkan oleh penurunan jumlah insulin atau resistensi insulin, seperti yang terjadi pada penderita diabetes melitus. Salah satu alternatif pengobatan yang sedang dikembangkan adalah pemanfaatan tanaman herbal seperti daun kitolod (Isotoma longiflora L.) yang mengandung senyawa aktif flavonoid, alkaloid, dan fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antihiperglikemia dari ekstrak etanol daun kitolod pada tikus putih jantan yang diinduksi dengan deksametason, serta menentukan dosis dan waktu pemberian yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus yang diinduksi deksametason. Penelitian ini menggunakan 18 ekor tikus putih jantan yang dibagi ke dalam enam kelompok perlakuan dengan masing-masing kelompok terdiri atas 3 ekor tikus: kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (deksametason + fruktosa), pembanding (metformin), serta tiga kelompok uji dengan dosis ekstrak kitolod 100, 200, dan 400 mg/kg BB. Penginduksian hiperglikemia dilakukan dengan pemberian deksametason selama 7 hari. Selanjutnya, pemberian ekstrak dilakukan selama 14 hari dan kadar glukosa darah diukur pada hari ke-7 dan ke-14 menggunakan glukometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kitolod mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan, dengan dosis paling efektif adalah 400 mg/kg BB (p<0,05). Penurunan kadar glukosa darah tikus tertinggi terjadi pada hari ke-14 dengan nilai 65,26%. Dengan demikian, daun kitolod berpotensi sebagai agen antihiperglikemia alami.
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (Ziziphus mauritiana Lam.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI KARAGENAN 2% Ria Afrianti
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2808

Abstract

Daun bidara (Ziziphus mauritiana Lam.) memiliki kandungan senyawa fenol dan flavonoid yang memiliki efek sebagai antiinflamasi yang bekerja dengan cara mengatur metabolisme asam arakidonat dengan menghambat aktivitas sikloksigenase dan lipooksigenase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol daun bidara. Pengujian antiinflamasi dilakukan dengan uji radang telapak kaki yang diinduksi karagenan 2%, dosis ekstrak etanol daun bidara 100, 200 dan 400 mg/kgBB menggunakan alat plastimometer pada parameter setiap 30 menit selama 3 jam. Hasil Persentase inhibisi edema pada kelompok dosis 100 mg/kgBB yaitu 16,10%, kelompok 200 mg/kgBB yaitu 32,15%, kelompok dosis 400 mg/kgBB yaitu 53,90% dan kelompok pembanding yaitu 50,92%. Dari data uji statistik ANOVA dua arah menunjukkan pemberian ekstrak etanol daun bidara berpengaruh secara signifikan (p<0,05) terhadap persen edema kaki mencit. Dari hasil penelitian persentase edema didapatkan bahwa ekstrak etanol daun bidara dosis 400 mg/kgBB memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi paling baik dibandingkan dengan kelompok lainnya.