Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Penamas

TRADISI DAN KONTEKSTUALISASI KITAB KUNING DI PESANTREN: STUDI DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA MANONJAYA TASIKMALAYA: TRADITION AND CONTEXTUALIZATION OF KITAB KUNING IN ISLAMIC BOARDING SCHOOL: A STUDY IN ISLAMIC BOARDING SCHOOL MIFTAHUL HUDA MANONJAYA TASIKMALAYA Syarif Syarif
Penamas Vol 27 No 3 (2014): Volume 27, Nomor 3, Oktober-Desember 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents the results of a research on the traditions and yellow book (kitab kuning) contextualization efforts in Islamic boarding school (Pesantren), with a case study of Islamic Boarding School Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya. The study used a number of methods for data-gathering, including reading and interpretating texts of books or documents about Islamic Boarding School history through observing text reader communities, and an in-depth interview. The results indicated that yellow book (kitab kuning) reading tradition in Islamic Boarding School Miftahul Huda has been continuing to this day. The school community Miftahul Huda Manonjaya contextualizes the yellow book. For example, they use Faṭ’al-Mu‘īn to solve and address some evolving current issues and problems. Keywords: Yellow book (kitab kuning), pesantren, Faṭ’al-Mu‘īn, contextualization. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang tradisi dan upaya kontekstualisasi kitab di Pesantren, dengan studi kasus di Pondok Pesantren (PP) Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yang berupa pembacaan dan penafsiran atas teks kitab atau dokumen-dokumen tentang sejarah pesantren dengan observasi terhadap komunitas pembaca teks, serta wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa di Pondok Pesantren Miftahul Huda tradisi membaca kitab ‘kuning’ masih berlangsung sampai saat ini, dan masyarakat Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya mengkontekstualisasikan kitab ‘kuning’ misalnya untuk menyelesaikan serta menjawab persoalan-persoalandan isu-isu terkini yang berkembang di masyarakat, yang jawabanya diperoleh dari kitab kuning, seperti kitab Faṭ’al-Mu‘īn. Kata Kunci: Kitab kuning, pesantren, Faṭ’al-Mu‘īn, kontekstualisasi.
DARI MASῙRAT AL-ḤIKAM HINGGA KAYFIYAT AL-ṬARῙQAT: PERGESERAN AJARAN TAREKAT NAQSHABANDIYAH DI SUMATERA BARAT: FROM MASῙRAT AL-ḤIKAM TO KAYFIYAT AL-ṬARῙQAT: THE SHIFTS OF TAREKAT NAQSYABANDIYAH TEACHINGS IN WEST SUMATERA Syarif Syarif
Penamas Vol 28 No 1 (2015): Volume 28, Nomor 1, April-Juni 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper discusses two ancient texts about Naqsyabandiyah teachings in West Sumatra (Minangkabau). The first text, namely Masῑrat al-Ḥikam written by Sulaymān Zuḥdῑ in the 19 century. The second text, Kayfiyat al-Ṭarῑqah written by Mahmud Pintu Kayu in the 20th century. The fundamental questions addressed in this paper are (1) how transformation of Tarekat Naqsyabandiyah teachings text appeared in both texts?; (2) Do this transformation cause a shift in the teachings of tarekat Naqsyabandiyah itself? Using philology and social-intellectual history approach, this paper concludes that there is a transformation and a shift in Tarekat Naqsyabandiyah teachings in the 19th and 20th century, as reflected in both the text. This transformation was seen in the simplification of the teachings and in the shift of values in the tarekat Naqsyabandiyah practices. Keywords: Sufi, Sufi, Naqsyabandiyah, transformation, manuscripts, West Sumatera Tulisan ini membahas dua teks kuno mengenai ajaran Tarekat Naqshabandiyah di Sumatera Barat (Minangkabau). Teks pertama, yaitu Masῑrat al-Ḥikam karya Sulaymān Zuḥdῑ yang ditulis pada abad ke-19. Teks kedua, Kayfiyat al-Ṭarῑqah yang ditulis oleh Mahmud Pinti Kayu pada abad ke-20. Pertanyaan mendasar yang dibahas pada tulisan ini adalah: (1) bagaimana terjadinya transformasi teks ajaran Tarekat Naqshabandiyah dalam kedua teks tersebut?; (2) apakah transformasi ini menimbulkan pergeseran ajaran-ajaran Tarekat Naqshabandiyah itu sendiri? Dengan menggunakan pendekatan filologi dan sejarah sosial- intelektual, tulisan ini menyimpulkan, bahwa terdapat transformasi dan pergeseran ajaran Tarekat Naqshabandiyah pada rentang abad ke-19 dan ke-20 sebagaimana tercermin dalam kedua teks tersebut. Tranformasi ini terlihat pada penyederhanaan ajaran dan pergeseran nilai dalam mengungkapkan amalan-amalan Tarekat Naqshabandiyah. Kata Kunci: Tarekat, sufi, Naqshabandiyah, tranformasi, naskah, Sumatera Barat.