Claim Missing Document
Check
Articles

HYPERLIPIDEMIA IS A DOMINANT RISK FACTOR FOR CORONARY HEART DISEASE: Hiperlipidemia Merupakan Faktor Risiko Dominan Kejadian Penyakit Jantung Koroner I Made Sudarma Adiputra; Ni Wayan Trisnadewi; Ni Putu Wiwik Oktaviani; Dewa Putu Dwita
Jurnal Berkala Epidemiologi Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Berkala Epidemiologi (Periodic Epidemiology Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbe.V11I12023.25-31

Abstract

Background: Coronary heart disease (CHD) is a major health problem in developed and developing countries. Until now, the death rate due to CHD is the highest in the world. Its risk factors include major modifiable risk factors, such as hyperlipidemia, hypertension, diabetes mellitus, obesity, smoking, and non-modifiable risk factors. Purpose: This study aimed to determine the major risk factors for the incidence of CHD. Methods: This study employed an unmatched case-control design, with a total sample of 43 cases and 86 controls recruited by a purposive sampling technique. Case samples were CHD patients diagnosed by a cardiologist and control samples were non-CHD patients who visited the cardiac polyclinic, with similar variables of age, sex, and residence. The samples were taken at the integrated heart center of Sanglah Hospital, Denpasar, based on the patient medical records. Data analysis was performed using the Chi-square test and logistic regression. Results: The results showed three risk factors that statistically and significantly increased the incidence of CHD, namely history of total cholesterol of ≥240mg/dl with adjusted OR=4.64 (95% CI: 1.60-13.49), type-2 diabetes mellitus with adjusted OR=2.85 (95% CI: 1.16-6.99), and smoking with adjusted OR=2.54 (95% CI: 1.01-6.46). Conclusion: The history of high total cholesterol is statistically the most dominant risk factor for the incidence of CHD.
Pengaruh Edukasi Gergasi (Gerakan Mencegah Komplikasi) DM terhadap Perilaku Perawatan Kaki dan Senam Kaki pada Pasien DM Tipe 2 Ni Wayan Trisnadewi; Ni Putu Wiwik Oktaviani; I Made Sudarma Adiputra
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S1 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.766 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14iS1.1

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah salah satu jenis penyakit degeneratif yang mengalami peningkatan setiap tahun di negara-negara di seluruh dunia. Penyakit ini dikenal sebagai silent killer karena biasanya tidak disadari oleh penderitanya dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi. Pengetahuan tentang kesehatan adalah salah satu dari pengelolaan diabtes melitus. Upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam mengubah suatu perilaku pemeliharan kesehatan terus-menerus diperlukan suatu edukasi kesehatan yang merupakan salah satu pilar pengelolaan penting bagi penderita diabtes melitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi “GERGASI” (Gerakan Mencegah Komplikasi) DM terhadap perilaku Perawatan kaki dan senam kaki diabetiK pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Blahbatuh II Gianyar. Penelitian ini menggunakan rancangan Pra-experimental pre-test and post-test without control group design, jumlah sampel 30 orang dan analisis dilakukan dengan Wilcoxon Signed Rank Test. Didapatkan hasil p-valuae 0.000 untuk variabel pengaruh edukasi GERGASI terhadap perilaku perawatan kaki dan p-value 0.005 untuk variabel pengaruh edukasi GERGASI terhadap perilaku senam kaki diabetik pada pasien DM tipe 2. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi GERGASI terhadap perilaku perawatan kaki dan senam kaki diabetik pada pasien DM tipe 2. Penderita diabetes perlu mendapatkan edukasi secara terus menerus dalam meningkatkan kualitas hidup melalui manajemen yang tepat sehingga komplikasi dapat dicegah. Pengetahuan merupakan bagian yang sangat penting bagi penderita karena dapat membantu penderita untuk melaksanakan program pengelolaan yang tepat. Pengetahun ini akan mempengaruhi perilaku penanggulangan penyakit DM terutama dalam melaksanakan perawatan kaki dan senam kaki diabetik.
Community Behavior in Rural Areas: Washing Hands and Wearing Masks During the Covid Ni Putu Wiwik Oktaviani; I Komang Suastika; Ni Wayan Trisnadewi; I Made Sudarma Adiputra
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 3 No 2 (2021): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.943 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v3i2.415

Abstract

The spread of the Covid-19 virus is currently still increasing even though the Covid-19 vaccine has started to be given to the public. The development of Covid -19 cases as of April 20, 2021, totaling 1,614,849 positive cases. The increase in the spread of the virus requires the application of health protocols through hand washing and the wearing of strict masks during the Covid 19 pandemic. Objective:This study aims to determine the description of hand washing behavior and a description of the wear of masks in the Banjar Dinas Muntigunung community, West Tianyar Village, Kubu District, Karangasem Regency in the Covid-19 Pandemic Era. The type of research used in this research is quantitative research with a descriptive exploratory research design. The population of this research is the whole society Banjar Dinas Muntigunung. The sampling technique used in this study is non-probability sampling with simple random sampling technique of 360 people, the available population is made a lottery number then randomized until 360 samples are collected. Data collection is done online. Data analysis was carried out by univariate namely the frequency distribution. The results showed that the average age of respondents was 33 years with the majority of respondents being female, 58.9%, having a history of high school education of 57.8%. The results showed that the majority of respondents had good hand washing behavior, as many as 360 people (100%) and in the use of masks in the good category, 273 people (75.8%). The community is expected to be able to implement and improve hygiene and healthy living habits, especially the behavior of washing hands with soap in running water and using masks when leaving the house or interacting with other people. The results showed that the average age of respondents was 33 years with the majority of respondents being female, 58.9%, having a history of high school education of 57.8%. The results showed that the majority of respondents had good hand washing behavior, as many as 360 people (100%) and in the use of masks in the good category, as many as 273 people (75.8%). The community has good behavior in washing hands and wearing masks during the Covid 19 pandemic.
Strategies of Health Workers in Tackling Stunting in Rural Areas during the Covid-19 Pandemic Ni Putu Wiwik Oktaviani; Ni Wayan Trisnadewi; I Made Sudarma Adiputra
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 4 No 1 (2022): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.967 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v4i1.802

Abstract

The current Covid-19 vaccination has reached most people throughout Indonesia. The main focus of this spectrum is on handling the Covid-19 pandemic through the provision of vaccines in Indonesia. The pandemic's impact is indisputably clear, especially in the Stunting Management Programs, which are likely not optimal and require a viable strategy in handling it. Objective: This study aims to identify the strategy of health workers in tackling stunting in rural areas during the Covid-19 Pandemic. Method: This study employs a quantitative descriptive design where the population involved are health workers holding nutrition programs from health centres in rural areas in the province of Bali. The sampling technique in this study utilizes a non-probability sampling technique, namely purposive sampling of 34 respondents. Afterwards, data collection was done online, with the inclusion criteria for health workers working as nutrition program holders and community health centres in rural areas. This study indicates that 55.90% of health workers are not well-performing at dealing with stunting during the pandemic, while 44.10% of them show positive performance. Therefore, prevention of stunting by health workers during a pandemic is one of the indicators of whether stunting is in a high or low incidence.
Pengoptimalan perubahan perilaku kesehatan selama pandemi covid-19 di tempat wisata wilayah bali: Optimizing changes in health behavior during the covid-19 pandemic in bali regional tourism places Ni Putu Wiwik Oktaviani; Ni Kadek Muliawati; I Made Sudarma Adiputra; Ni Luh Gede Puspita Yanti; Nurul Faidah
Bhakti Community Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Bhakti Community Journal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.819 KB) | DOI: 10.36376/bcj.v1i1.3

Abstract

Penyebaran virus Covid-19 saat ini masih tinggi terjadi di Indonesia, berlangsungnya pandemi yang berkepanjangan memberikan dampak kepada seluruh lini kehidupan khususnya dibidang ekonomi. Bali sendiri sebagai tempat wisata sangat terdampak selama pandemi ini, karena perputaran ekonomi di Bali lebih banyak dari sektor pariwisata. Kebijakan adaptasi kehidupan baru menjadi kebijakan yang dapat memulihkan sektor ekonomi, di Bali sendiri kebijakan ini ditetapkan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan selama berkunjung ke tempat wisata yang ada di Bali. Penerapan protokol kesehatan menjadi salah satu cara yang dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 selama berkunjung ke tempat wisata. Permasalahan yang dihadapi penerapan protokol kesehatan didaerah wisata selama ini belum terlaksana secara optimal, salah satunya dapat dilihat bahwa persediaan sabun cuci tangan di tempat wisata tidak selalu tersedia. Banyak juga tempat cuci tangan yang tersedia tetapi aliran airnya tidak ada sehingga tidak bisa digunakan. Kondisi ini menjadi alasan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan teridentifikasi perubahan perilaku kesehatan pada masyarakat selama pandemi Covid-19 saat berkunjung ke tempat wisata. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan desain pre-post test penyuluhan perubahan perilaku kesehatan selama pandemi Covid-19. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat yang berkunjung ke tempat wisata selama pandemi Covid-19.Hasil kegiatan ini didapatkan peningkatan perilaku baik saat berkunjung ke tempat wisata sebesar 66.00% (33 orang). Luaran kegiatan ini adalah pembagian stiker pencegahan penyebaran Covid-19 dengan pendekatan 5M (mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, mengurangi mobilisasi, dan menghindari kerumunan).
Meningkatkan kemampuan kader posyandu balita dalam mengenal attention deficit hyperactivity disorder (adhd) pada anak pra sekolah: Improving the capability of posyandu cadre to recognize attention deficit hyperactivity disorder (adhd) in pre-school children I Made Sudarma Adiputra; Ni Luh Gede Puspita Yanti; Nurul Faidah; Ni Kadek Muliawati; Ni Putu Wiwik Oktaviani
Bhakti Community Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Bhakti Community Journal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.789 KB) | DOI: 10.36376/bcj.v1i1.8

Abstract

Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah gangguan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak sehingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) menjadi sorotan dan perhatian utama di kalangan medis maupun masyarakat umum karena gangguan ADHD merupakan gangguan kesehatan jiwa yang paling banyak terjadi pada anak-anak, PKM ini bertujuan meningkatkan kemampuan kader balita dalam mengenal attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) pada anak pra sekolah. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada kader posyandu balita untuk meningkatkan kemampuan mengenal ADHD pada anak prasekolah, 7 orang kader posyandu balita berpartisipasi dalam PKM ini, rangkaian kegiatan pertama dalam PKM ini adalah melakukan pre-test pengetahuan kader tentang ADHD yang kemudian dilanjutkan dengan Pendidikan kesehatan, tahap terakhir dilakukan post-test kembali. Hasil PKM ini didapatkan rerata skor pengetahuan kader sebelum mendapatkan edukasi dengan media modul mengenal ADHD untuk anak prasekolah sebesar 4, sedangkan setelah edukasi meningkat menjadi 12,14. Ada peningkatan skor pengetahuan sebesar 8,14 poin dan peningkatan tersebut bermakna secara statistik. Pendidikkan kesehatan/edukasi diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang ADHD untuk kader balita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertemakan tentang meningkatkan kemampuan kader balita dalam mengenal attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) pada anak pra sekolah di Desa Saba wilayah kerja puskesmas 2 Blahbatuh berjalan lancar dan bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan kader kesehatan.
The Role of the Family Assistance Team (TPK) in Preventing Stunting in Todller in the Community Gusti Ayu Ketut Putri Widnyani; Ni Putu Wiwik Oktaviani; I Made Sudarma Adiputra; Ni Wayan Trisnadewi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 5 No 2 (2023): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.383 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v5i2.1632

Abstract

Indonesia is still facing nutritional problems that have a serious impact on the quality of human resources and can cause short toddlers or stunting. The Indonesian government is trying to reduce the stunting rate by developing a strategy to involve health workers in a family approach program that assists families at risk of stunting, known as the Family Assistance Team. This study aims to describe the role of the Family Assistance Team in preventing stunting in toddlers in the working area of ​​Puskesmas II Blahbatuh, Gianyar Regency, Bali Province. This study used a descriptive research design using a purposive sampling technique, and data collection was carried out by distributing questionnaires to 62 respondents. Data was analysis with descriptive analysis. The results of the study showed that 62 respondents (100%) were optimally carrying out the role of the Family Assistance Team, as seen by all respondents getting a score ≥ 44. Respondents carried out stunting prevention activities targeting prospective brides, pregnant women, postpartum mothers, and children aged 0-59 months, namely by conducting screening, mentoring, and counseling.
CEGAH PENINGKATAN KASUS COVID-19 MELALUI VIDEO EDUKASI ADAPTASI KEHIDUPAN BARU MASA PANDEMI DI LINGKUNGAN SEKOLAH Ni Kadek Muliawati; Ni Luh Gede Puspita Yanti; Ni Putu Wiwik Oktaviani; Nurul Faidah; I Made Sudarma Adiputra
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v6i1.430

Abstract

Adaptation to New Habits (IMR) is an effort to accelerate the handling of Covid-19 that supports the sustainability of the community's economy that synergizes health, social and economic aspects. This educational video on adapting new habits in the school environment aims to increase school children's knowledge about adapting new habits during the covid 19 pandemic. The activity method used in this activity is counseling, demonstrations, and question and answer. This activity was attended by 11 students appointed by the school to take part in online activities via Zoom media. The questionnaire was given at the beginning of the meeting related to students' knowledge about adapting new habits at school and then providing an explanation of adapting new habits at school using video. At the end of the session, there was a demonstration on the correct point of adapting new habits and then continuing to fill out the questionnaire. Most of the students were at the age of 15 years, as many as 6 people (55%) of the total 11 students who took part in the activity. The results of the knowledge pretest obtained data from 4 students (36.4%) in the good category, 2 students (18.2%) in the sufficient category and 5 students (45.5%) in the poor category. The results of the posttest knowledge obtained data from 9 students (81.8%) in good category, 2 students (18.2%) in sufficient category and none in the less category. There is an increase in students' knowledge after being given education about adapting new habits at school with video media. Cooperation can be carried out with the Puskesmas to support information dissemination activities carried out consistently and sustainably
TINJAUAN ANALISIS KUANTITATIF KELENGKAPAN REKAM MEDIS KASUS SECTIO CAESAREA I Made Manu Sanjaya; Ni Luh Putu Devhy; I Made Sudarma Adiputra
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v6i1.3705

Abstract

Kelengkapan rekam medis memiliki peranan penting di rumah sakit, jika rekam medis tidak lengkap maka informasi yang dihasilkan tidak lengkap juga, sehingga akan mengakibatkan terhambatnya proses klaim asuransi yang diajukan dan terhambatnya proses tertib administrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan pengisian rekam medis pasien rawat inap kasus sectio caesarea di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Kota Denpasar berdasarkan analisis kuantiatif rekam medis. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan jumlah sampel 35 rekam medis menggunakan Simple Random Sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan kelengkapan pengisian rekam medis pasien rawat inap kasus sectio caesarea di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota yaitu pada identifikasi diperoleh hasil kelengkapan terendah pada item tanggal lahir/umur sebesar 34 (99,1%). Pada item review pelaporan penting diperoleh persentase kelengkapan terendah terdapat pada item general consent 24 (68,6%) rekam mdis. Pada item autentifikasi diperoleh persentase kelengkapan n terendah pada item tanda tangan dokter 23 (65,7%) rekam medis. Pada item pendokumentasian yang benar diperoleh jumlah terendah kelengkapan pada item pencatatan yang jelas sebesar 25 (71,4%). Dapat disimpulkan bahwa kelengkapan pengisian rekam medis di RSUD Wangaya Kota Denpasar belum mencapai 100%, disarankan untuk melakukan Concurrent Analysis secara berkala untuk menggambarkan kelengkapan rekam medis berdasarkan komponen analisis kuantitatif rekam medis.
OPTIMALISASI PERAN PETUGAS KESEHATAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN IBU HAMIL Ni Luh Gede Puspita Yanti; Ni Putu Wiwik Oktaviani; Nurul Faidah; Ni Kadek Muliawati; I Made Sudarma Adiputra
Jurnal Pengabdian Barelang Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Barelang
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jpb.v5i1.5625

Abstract

Kualitas kesehatan ibu hamil di Indonesia masih belum cukup baik, terbukti masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) akibat komplikasi selama kehamilan maupun proses persalinan. Petugas kesehatan yang secara tidak langsung terlibat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil melalui pemeriksaan ANC di antaranya adalah perawat, tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM), dan seorang staf perekam medis dan informasi kesehatan. Mutu pelayanan yang optimal untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil, memerlukan peran aktif semua komponen petugas kesehatan. Tujuan kegiatan ini untuk mengoptimalkan peran petugas kesehatan khususnya perawat, ATLM serta Staf perekam medis dan informasi kesehatan sebagai upaya peningkatan mutu pelayanan untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil. Metode yang digunakan diawali dengan pemaparan atau sharing informasi yang dilaksanakan secara daring tentang pelayanan pada ibu hamil oleh perawat, ATLM dan perekam medis dan informasi kesehatan.. Tahap kedua yaitu FGD untuk memperoleh gambaran pelaksanaan peran petugas kesehatan di RSU Dharma Yadnya. Tahap akhir yaitu pemberian APD kepada petugas kesehatan untuk mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan untuk ibu hamil. Hasil kegiatan diperoleh bahwa seluruh petugas kesehatan sudah menjalankan perannya dengan kategori baik yaitu peran perawat dengan rata-rata  95, peran ATLM dengan rata-rata 93,3 serta peran perekam medis dan informasi kesehatan dengan rata-rata 95. Masih ada beberapa peran yang belum dilaksanakan secara optimal. Petugas kesehatan agar dapat memberikan pelayanan kesehatan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilannya sesuai dengan kompetensi masing-masing sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada ibu hamil dan keluarga.