Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Sistem Informasi Penjualan Pada Toko MD Jaya di Depok Berbasis Java Netbeans Panji Cipta Ramadhan; Akhmad Aris Tantowi; Asri Budiarto
Jurnal Riset dan Aplikasi Mahasiswa Informatika (JRAMI) Vol 4, No 01 (2023): Jurnal Riset dan Aplikasi Mahasiswa Informatika (JRAMI)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jrami.v4i01.4742

Abstract

Toko MD Jaya bergerak dibidang penjualan barang, yang menjual makanan ringan. Toko MD Jaya selama melakukan penjualan dan pencatatan data barang masih dilaksanakan secara manual dalam bentuk pembukuan. Sehingga saat dibutuhkan untuk membuat laporan data sering hilang dan tidak mempunyai salinan lagi. Penelitian ini dilakukan untuk membuat sistem aplikasi yang memudahkan pegawai dan pemilik Toko MD Jaya dalam mencatat, melakukan transaksi dan membuat laporan. Metode penelitian yang digunakan studi lapangan dan studi pustaka. Studi lapangan dilakukan dengan cara observasi, dan wawancara kepada pemilik Toko MD Jaya untuk mengetahui kendala dan kebutuhan user. Untuk studi pustaka berguna untuk mencari informasi yang diperoleh dari buku dan jurnal ilmiah. Setelah melakukan penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa diperlukanya sistem yang sudah terkomputerisasi, sehingga dapat memudahkan pegawai dalam mengolah data, melakukan penjualan, dan membuat laporan yang cepat dan efisien.
Struktur Atap Tradisional Kayu pada Masjid Bersejarah Abad Ke-16 di Jakarta Studi Kasus: Masjid Al-Alam Marunda dan Masjid Al-Alam Cilincing Atie Ernawati; Ryan Hidayat; Marselly Dwiputri; Karya Widyawati; Atfal Murodif; Asri Budiarto; Luis Ferdian; Yusuf Irwansyah
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/lja.v6i1.17129

Abstract

Tulisan ini akan mengkaji struktur atap kayu tradisional masjid-masjid bersejarah abad ke-16 di Jakarta. Pergeseran tradisi bangunan masjid dari arsitektur tradisional ke nuansa Timur Tengah modern akibat dinamika perkembangan dan globalisasi, menyebabkan perubahan gaya arsitektur masjid yang dulu menggunakan atap kayu tradisional menjadi atap kubah atau menggunakan struktur atap modern. Jika fenomena ini dibiarkan, dikhawatirkan akan kehilangan ilmu dan nilai-nilainya di kemudian hari. Melalui studi kasus masjid Al Alam Marunda dan Al Alam Cilincing, teknik konstruksi dan material yang digunakan pada potongan struktur atap di masa lalu dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, pengukuran, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem struktur atap kayu pada masjid bersejarah ini telah teruji dan terbukti mampu bertahan selama berabad-abad. Upaya pelestarian ini dilakukan selain untuk mempertahankan pengetahuan, nilai seni dan budayanya, upaya pelestarian dilakukan dalam upaya memberikan wawasan kearifan lokal dalam pemanfaatan kayu sebagai bahan konstruksi atap.
Sistem Informasi Keuangan pada Yayasan Empat Pilar Generasi Bangsa Jakarta Timur Berbasis Netbeans Muhammad Faqih Fadilah; Akhmad Aris Tantowi; Asri Budiarto
Jurnal Riset dan Aplikasi Mahasiswa Informatika (JRAMI) Vol 4, No 03 (2023): Jurnal Riset dan Aplikasi Mahasiswa Informatika (JRAMI)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jrami.v4i02.5102

Abstract

Pada Yayasan Empat Pilar Generasi Bangsa proses pendataan masih menggunakan Microsoft Excel, namun masih sering terjadinya kesalahan dalam pendataan yang dimana disebabkan oleh pendataan yang tidak tepat dan banyaknya file yang harus dibuka hal tersebut tentu kurang efektif, sehingga sering terjadi kesalahan dalam menginput data. Untuk mengatasi hal tersebut maka dibuatlah suatu sistem informasi keuangan berbasis java yang telah terkomputerisasi dengan database yang dapat mengelola data-data penting terkait dengan informasi keuangan, seperti data donatur, data wakaf, data karyawan, dan data transaksi. Dengan dibuatnya sistem informasi keuangan ini diharapkan dapat meringankan pekerjaan admin menjadi lebih efektif dan efisien, serta meminimalisir kesalahan yang kerap terjadi dalam pengelolahan data keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey, dengan metode pengumpulan data yaitu, wawancara, observasi dan peninjauan keputusan. Dalam membangun aplikasi menggunakan Bahasa pemrograman Java, database MySQL dan waterfall  sebagai metode pengembangan sistem serta menggunakan UML (Unified Modelling Language) sebagai penggambaran dari program beroirentasi objek
DESIGN OF MARITIME HIGHER EDUCATION INSTITUTE IN SUBANG REGENCY, WEST JAVA WITH A METAPHORIC ARCHITECTURE APPROACH Hendri Hermawan; Asri Budiarto; Ryan Hidayat
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/lja.v6i2.19987

Abstract

Indonesia as a maritime country has potential in the field of maritime affairs and fisheries, but still lacks the number of seafarers. Fulfillment of the quantity can be achieved by providing an education program and improvement of the quality of national maritime education, but the availability of maritime education is still too low, especially in West Java. There are only 7 maritime training institutions that are allowed, so there is potential to plan a Maritime College in West Java, where Subang Regency has the potential. The method used is a literature study, precedent studies, and direct observation related to the title, followed by data analysis including site analysis, user activity analysis, spatial analysis, building analysis related to the basic shape of the building or mass composition, appearance or facade buildings, structures and materials, and then utilities. Furthermore, the design starts with interpreting the basic concept of the idea into a sketch of the shape of the building or mass composition, then it is loaded into a design in the form of shop drawings and perspectives which are visualized in the form of animation or mockups. The purpose of this design is to produce a design concept as a basis for designing and being a solution to the problems. The application metaphor architecture is used to represent and perceive the feelings and the other views of visitors when they see the building, where the building will become a public attraction because it has its characteristics in the design of the building which is inspired by pinisi ship and will become a landmark of an area.
Interpretation of Story Themes from a Hermeneutical Perspective at the Prabu Geusan Ulun Museum Budiarto, Asri; Sunarmi, Sunarmi
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/lja.v8i1.26193

Abstract

This paper is the result of research on the Prabu Geusan Ulun Museum in Sumedang which is studied through a hermeneutic perspective to explore the interpretation of the story themes contained therein. This research is based on transformation theory with hermeneutic analysis and interpretation methods applied to texts and symbols. In interpreting the various story themes contained in the Prabu Geusan Ulun Museum, especially those related to Sundanese history and culture. The story of Prabu Geusan Ulun and other main characters in the museum is analyzed as a symbol of leadership and wisdom. Using a qualitative approach and hermeneutic method, this research seeks to uncover the symbolic meaning of the various themes of the stories on display. Understanding the collections and narratives in this museum is done through the interpretation method that focuses on text and symbol analysis.Museums in a hermeneutic perspective function as a medium to interpret various themes of Sundanese history and culture. This research produced three main findings, namely the study of the Kingdom of Sunda and Prabu Geusan Ulun, analysis of the symbolic meaning of artifacts, and interpretation of cultural symbols in the Prabu Geusan Ulun Museum. In addition, this research examines the themes of heroism, cultural identity, customary traditions, and visitor interactions in the museum. The researcher conducted further analysis to understand the various layers of meaning and emotional responses that arise in visitors' experiences at the museum.The importance of the research contributes to cultural and museum studies, and enriches the hermeneutic literature in the context of museums. The research concluded several key aspects, namely the rich symbolic meanings in the museum's collections and narratives, which reflect Sundanese historical and cultural values. The exhibition of artifacts presented in the museum provides important cultural contextualization, thus deepening the understanding of historical heritage that remains relevant to today's society. The layered interpretations that emerge from the various symbols and texts allow visitors to explore deeper meanings, according to their own backgrounds and experiences.
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS Budiarto, Asri; Sunarmi, Sunarmi; Soewarlan, Santosa
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i1.59293

Abstract

The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be seen with the expanse of agricultural lands and water ponds at the forefront of the residential area. Overlaying the houses of indigenous people and other facilities in a certain pattern unity. It can be stated that the livelihoods of the indigenous people of Kampung Naga form a village pattern from the available activity lands. The existence of the flow of life of the indigenous people of Kampung Naga as a place to live not only contains the meaning of the village, but the existence of the Ciwulan river as a sign and meaning of life. The customary leader's residence is characterized by the location of the customary leader's house which is in a higher area and becomes the orientation (direction) for the surrounding houses. This research wants to know the flow of the activities of the Kampung Naga community towards the existence of their customs that reflect a strong understanding of the importance of cultural sustainability and tradition. The community realizes that customary activities as a cultural heritage are the basis for their survival, which can be shown by their high involvement and responsibility for their ancestral heritage. The activities of the indigenous people of Kampung Naga as the place where one returns from.As far as someone who leaves one day will return to the place where he was born. So there is a very strong emotional bond between the village and one's soul. The Village Hierarchy in the site in Kampung Naga has characteristics with tiered ascending contours as a local land condition that reflects the adaptation of indigenous activities to the natural environment and local wisdom. This is the same as the identical pattern of Sundanese villages that have distinctive elements also found in the settlement pattern of Kampung Naga. Through settlement patterns as seen in Kampung Naga, the community has historically developed settlement strategies that are in accordance with the activities and characteristics of the environment and social needs.Keywords: Kampung Naga hierarchy, cultural heritageAbstrakPola aktivitas masyarakat di kampung naga Tasikmalaya dapat diidentifikasi sebagai transformasi budaya yang ada dalam lingkungan perkampungan rumah adat dan dapat dilihat dengan adanya  hamparan lahan-lahan pertanian dan kolam-kolam air di bagian terdepan pada kawasan permukiman. Hamparan rumah-rumah masyarakat adat dan fasilitas lain dalam kesatuan pola tertentu. Hal ini dapat dinyatakan bahwa mata pencaharian masyarakat adat kampung Naga membentuk pola kampung dari lahan-lahan aktivitas yang tersedia. Adanya aliran kehidupan masyarakat adat Kampung Naga sebagai tempat tinggal yang tidak hanya mengandung arti kampung, tetapi adanya sungai Ciwulan sebagai tanda dan makna kehidupan. Tempat tinggal pimpinan adat ditandai oleh Letak rumah ketua adat yang berada di daerah lebih tinggi dan menjadi orientasi (arah) bagi rumah warga yang ada disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alur aktivitas masyarakat Kampung Naga terhadap eksistensi adat istiadat mereka yang mencerminkan pemahaman kuat akan pentingnya keberlanjutan budaya dan tradisi. Masyarakat menyadari bahwa aktivitas adat sebagai warisan budaya merupakan dasar bagi kelangsungan hidupnya dapat di  tunjukkan dengan keterlibatan dan tanggung jawab yang tinggi terhadap warisan leluhur mereka. Aktivitas masyarakat adat Kampung Naga sebagai tempat asal seseorang kembali (bali geusan ngajadi). Sejauh-jauhnya seseorang yang pergi suatu saat akan kembali lagi ketempat asalnya dilahirkan. Sehingga ada ikatan emosional sangat kuat antara kampung dengan jiwa seseorang. Hirarki Kampung dalam tapak di Kampung Naga memiliki karakteristik dengan kontur naik berjenjang sebagai keadaan tanah setempat yang mencerminkan adaptasi aktivitas masyarakat adat  terhadap lingkungan alam dan kearifan lokal. Hal ini sama sebagai identik pola perkampungan masyarakat Sunda yang memiliki elemen khas juga ditemukan di  dalam pola pemukiman Kampung Naga. Melalui pola pemukiman seperti yang terlihat di Kampung Naga, masyarakatnya secara historis telah mengembangkan strategi pemukiman yang sesuai dengan aktivitas dan karakteristik lingkungan dan kebutuhan sosialnya.Kata Kunci: Hirarki Kampung  Naga, Warisan budaya Authors:Asri Budiarto : Institut Seni Indonesia SurakartaSunarmi : Institut Seni Indonesia SurakartaSantosa Soewarlan : Institut Seni Indonesia SurakartaReferences:Adimihardja, K. (1993). Kebudayaan dan Lingkungan. Bandung: Ilham Jaya.Anto, A. A., Sunarmi, & Soewarlan, S. (2024). Kampung Naga¯: Exploration of Traditional Architecture and. Lakar: Jurnal Arsitektur, 07(01), 85“100. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30998/lja.v7i1.22100Basrowi. (2005). Pengantar Sosiologi. Bogor: Ghalia Indonesia.Koentjaningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT Rineka Cipta.Linton, R. (1984). Antropologi, Sutau Penyelidikan tentang Manusia. Bandung: Jemmars.Maslucha, L. (2009). KAMPUNG NAGA: Sebuah Representasi Arsitektur sebagai Bagian dari Budaya. El-HARAKAH, 11(1), 35“49. https://doi.org/10.18860/el.v1i1.421Mikaresti, P., & Mansyur, H. (2022). Pewarisan Budaya Melalui Tari Kreasi Nusantara. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 147-155. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.33333Oktovan, R. N., Suryamah, D., & Dwiatmini, S. (2020). Pewarisan Budaya dalam Kesenian. Jurnal Budaya Etnika, 4(2), 114“125. https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/etnika/article/view/1566Padma, A. (2001). Kampung Naga, Permukiman Warisan Karuhun. Bandung: Foris.Ranjabar, J. (2006). Sistem Sosial Budaya Indonesia: Suatu Pengantar. Bogor: PT Ghalia Indonesia.Rusnandar, N. (2013). Seba¯: the Culmination of Baduy ™S Religious Ritual in Kabupaten (Regency) Lebak, The Province Banten. Patanjala, 5(1), 83“100. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v5i1.163Sonia, T., & Sarwoprasodjo, S. (2020). Peran Lembaga Adat dalam Pelestarian Budaya Masyarakat Adat Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya. Jurnal Sains Komunikasi Dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], 4(1), 113“124. https://doi.org/10.29244/jskpm.4.1.113-124Syukri, A., Azis, A. C. K., Olendo, Y. O., Elpalina, S., & Syam, C. (2023). Koleksi Museum Adityawarman¯: Sebagai Sumber Belajar Seni Dan Budaya. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(November), 488“494. https://doi.org/https://doi.org/10.24114/gr.v12i2.51471Tri Sulistyo, E., & Sunarmi. (2021). Emotional Intelligence And Balanced Personality In Javanese Cultural. Intelligence And Balanced Personality In Javanese Cultural Understanding-Palarch™s Journal Of Archaeology Of Egypt/Egyptology, 18(4), 3344. https://archives.palarch.nl/index.php/jae/article/view/6827Widjaja, A. W. (1986). Komunikasi dan Hubungan Masyarakat. Jakarta: Bina Aksara.