Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Kajian Emisi Gas Rumah Kaca Dari Kendaraan Bus Pada Saat Kondisi Diam (Idle) Di Terminal Purabaya Rachmanu Eko Handriyono; Nadia Ariyani; Talent Nia Pramestyawati
SPECTA Journal of Technology Vol. 4 No. 3 (2020): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.3 KB) | DOI: 10.35718/specta.v4i3.270

Abstract

Terminal Purabaya merupakan terminal terbesar di Jawa Timur. Aktivitas bus di dalam terminal berpotensi pada peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK). Penelitian ini menganalisis emisi gas rumah kaca dari aktivitas bus pada saat diam (kondisi idle) namun dengan kondisi mesin menyala di Terminal Purabaya. Emisi tersebut dari konsumsi bahan bakar pada saat mesin bus menyala. Parameter udara gas rumah kaca pada penelitian ini adalah gas CO2, CH4, dan N2O. Aktivitas bus yang diteliti adalah bus Antar Kota Antar Provinsi dan Dalam Provinsi (AKAP-AKDP) serta bus kota. Pengambilan data primer berupa waktu tunggu bus AKAP-AKDP dan bus kota ketika menunggu penumpang pada Bulan Mei 2019. Pengamatan waktu tunggu bus tersebut dilakukan pada jam 06.00-10.00 dan 16.00-20.00. Hasil perhitungan emisi GRK menunjukkan emisi CO2eq bus AKAP-AKDP pada saat kondisi idle sebesar 1.147,92 ton/tahun dan bus kota sebesar 831,63 ton/tahun.
Pengaruh Jumlah Step pada Aerator Cascade terhadap Penyisihan Organic Matter dalam Proses Pengolahan Air Arlini Dyah Radityaningrum; Amirul Azis Ichwan; Rachmanu Eko Handriyono; Taty Alfiah
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.845-851

Abstract

Pencemaran organic matter (OM) pada sungai sebagai sumber air baku berpotensi menimbulkan trihalometana (THM) pada air produksi. Aerasi dengan aerator cascade merupakan salah satu proses untuk penyisihan OM dalam air. Penelitian ini dilakukan dengan skala laboratorium menggunakan aerator cascade 4 dan 7 step. Tujuan penelitian adalah untuk (1) menentukan konsentrasi Dissolved Oxygen (DO) dan OM efluen pada aerator cascade, (2) menentukan korelasi antara DO dan OM pada penyisihan OM dengan aerator cascade, (3) menentukan efisiensi penyisihan OM dalam proses aerasi dengan aerator cascade, (4) menentukan pengaruh jumlah step pada cascade terhadap efisiensi penyisihan OM. Penelitian ini menggunakan sampel artifisial. Standar baku mutu yang digunakan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Uji korelasi dilakukan dengan Pearson Correlation, sedangkan uji pengaruh dilakukan dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi rata-rata DO yang tertinggi adalah 8,03 mg/L, pada waktu jam ke-2, menggunakan aerator cascade 7-step. Adapun konsentrasi rata-rata OM yang terendah adalah 7,08 mg/L, yang terjadi pada waktu jam ke-2 menggunakan aerator cascade 7-step. Uji signifikasi menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) antara DO dan OM sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini berarti bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara konsentrasi DO dan OM. Efisiensi rata-rata penyisihan OM tertinggi (34%) dihasilkan pada aerator cascade 7-step pada jam ke-2. Namun, jumlah step di cascade aerator tidak berpengaruh signifikan dalam efisiensi penyisihan OM pada sampel artifisial (Sig. ANOVA 0,879 ˃ 0,05).
Monitoring Kualitas Udara Ambien Melalui Stasiun Pemantau Kualitas Udara Wonorejo, Kebonsari Dan Tandes Kota Surabaya Damayanti, Tamara Via; Handriyono, Rachmanu Eko
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 2, No 1 (2022): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2022.v2i1.2897

Abstract

Aktivitas masyarakat Kota Surabaya masih banyak menghasilkan polusi udara yang dapat berbahaya terhadap lingkungan sendiri dan kesehatan makhluk hidup. Pemantauan kualitas udara ambien Kota Surabaya dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya yang dimana merupakan langkah tepat untuk melakukan pemantauan kualitas udara ambien Kota Surabaya melalui Stasiun Pemantau Kualitas Udara Wonorejo, Kebonsari dan Tandes. Kegiatan pemantauan dan pengendalian kualitas udara ambien memiliki arti penting untuk mengetahui kualitas udara sebagai kebutuhan bagi semua makhluk hidup dan sebagai informasi bagi masyarakat di Kota Surabaya tentang kualitas udara yang ada di lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami operasional pemantauan kualitas udara ambien Kota Surabaya melalui Stasiun Pemantau Kualitas Udara Wonorejo, Kebonsari dan Tandes yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya sebagai pemberian informasi peringatan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup pada masyarakat serta mengetahui kualitas udara ambien Kota Surabaya pada bulan Agustus 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui observasi lapangan pada Stasiun Pemantau Kualitas Udara Wonorejo, Kebonsari dan Tandes untuk mengetahui operasional sistem nya serta analisis data setiap hari melalui server. Hasil penelitian ini adalah melalui Stasiun Pemantau Kualitas Udara Wonorejo, Kebonsari dan Tandes memiliki hasil nilai kualitas udara Kota Surabaya dalam kategori ISPUbaik dan parameter pencemar udara tidak melebihi baku mutu (PP RI Nomor.22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup) dimana berarti tidak memberikan efek negatif terhadap manusia, hewan dan tumbuhan (PERMEN LHK RI Nomor P.14/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2020).
Model Dispersi Gas CO dan NOx dari Kegiatan Transportasi di Simpang Lima Kenanten Kota Mojokerto Berdasarkan Model Gauss (Studi Kasus: Jalan Gempol – Mojokerto) Septianingrum, Nuke; Handriyono, Rachmanu Eko
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2023: Transformasi Riset, Inovasi dan Kreativitas Menuju Smart Technology dan Smart Energy
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gas CO dan NOx dari kegiatan transportasi berkontribusi sebesar 70,5% dan 8,89 % terhadap pencemaran udara, sehingga dapat mempengaruhi kualitas udara. Penelitian ini dilakukan di Jl. Gempol Kota Mojokerto pada Hari Minggu dan Senin di pagi dan sore hari selama 1 bulan. Pemodelan gauss dan pengukuran lapangan dilakukan pada jarak 0, 200, 500 dan 1000 m. Tujuan dilakukannya penelitian ini guna menganalisis besar konsentrasi CO dan NOx dari model gauss dan pengukuran, dan mengetahui pola persebarannya. Hasil perhitungan model Gauss tertinggi terjadi pada jarak 200 m dengan nilai konsentrasi CO sebesar 0,000218 μg/m3 pada Hari Minggu dan 0,000091 μg/m3 pada Hari Senin. Konsentrasi NOx 0,000109 μg/m3 pada Hari Minggu dan 0,000052 μg/m3 pada Hari Senin. Sedangkan dari pengukuran, konsentrasi tertinggi terjadi pada jarak 0 m dengan nilai konsentrasi CO tertinggi 2073,95 μg/m3 pada Hari Minggu dan 1969,73 μg/m3 pada Hari Senin. Adapun konsentrasi NOx sebesar 111,00 μg/m3 pada Hari Minggu dan 90,31 μg/m3 pada Hari Senin. Berdasarkan perhitungan Gauss potensi pencemar terbesar terjadi pada jarak 200 m dari sumber pencemar, dan pengukuran terjadi pada jarak 0 m. Hasil validasi IOA yang telah dilakukan, sebesar 0,98 untuk kedua konsentrasi. Hal tersebut menunjukkan kesesuaian tinggi antara model dengan hasil, sehingga model sesuai untuk prediksi konsentrasi.Gas CO dan NOx dari kegiatan transportasi berkontribusi sebesar 70,5% dan 8,89 % terhadap pencemaran udara, sehingga dapat mempengaruhi kualitas udara. Penelitian ini dilakukan di Jl. Gempol Kota Mojokerto pada Hari Minggu dan Senin di pagi dan sore hari selama 1 bulan. Pemodelan gauss dan pengukuran lapangan dilakukan pada jarak 0, 200, 500 dan 1000 m. Tujuan dilakukannya penelitian ini guna menganalisis besar konsentrasi CO dan NOx dari model gauss dan pengukuran, dan mengetahui pola persebarannya. Hasil perhitungan model Gauss tertinggi terjadi pada jarak 200 m dengan nilai konsentrasi CO sebesar 0,000218 μg/m3 pada Hari Minggu dan 0,000091 μg/m3 pada Hari Senin. Konsentrasi NOx 0,000109 μg/m3 pada Hari Minggu dan 0,000052 μg/m3 pada Hari Senin. Sedangkan dari pengukuran, konsentrasi tertinggi terjadi pada jarak 0 m dengan nilai konsentrasi CO tertinggi 2073,95 μg/m3 pada Hari Minggu dan 1969,73 μg/m3 pada Hari Senin. Adapun konsentrasi NOx sebesar 111,00 μg/m3 pada Hari Minggu dan 90,31 μg/m3 pada Hari Senin. Berdasarkan perhitungan Gauss potensi pencemar terbesar terjadi pada jarak 200 m dari sumber pencemar, dan pengukuran terjadi pada jarak 0 m. Hasil validasi IOA yang telah dilakukan, sebesar 0,98 untuk kedua konsentrasi. Hal tersebut menunjukkan kesesuaian tinggi antara model dengan hasil, sehingga model sesuai untuk prediksi konsentrasi.
ANALISIS TINGKAT TOKSISITAS LIMBAH PEWARNAAN JEANS MENGGUNAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Caroline, Jenny; Rachmanu Eko Handriyono; Sonia S. Ximenes; Kusuma, Maritha Nilam
Journal of Research and Technology Vol. 5 No. 2 (2019): JRT Volume 5 No 2 Des 2019
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jrt.v5i2.339

Abstract

Jeans dyeing is one of the large or small scale industries that produces liquid waste from the coloring process. Liquid waste that enters the water will cause environmental pollution. It is necessary to study about the nature and characteristics of jeans dye wastewater through the toxicity test that refers to USEPA (2000) and OECD (2004) standards. Tests carried out by entering the concentration of certain wastewater in 5 (five) reactors with tilapia fish (Oreochromis niloticus) biota. Preliminary research conducted in 7 day acclimation process and 1 day range finding test. Running process carried out for 96 hours for fish 5 cm. The analysis was carried out every 24th, 48th, 72th and 96th hour for analysis of temperature, pH, DO, and mortality. Heavy metal (Cr) analysis was carried out in fish bodies and wastewater at each concentration. The initial characteristics of jeans stained liquid waste for pH: 7, temperature: 30, 7ºC, DO: 8.5 mg/l, TSS: 1040.0 mg/l; BOD: 137 mg/l; COD: 484.8 mg/l and Total chrome: 3.079 mg/l. The level of LC50 toxicity concentration in tilapia fish fish 5 cm size of 12.59% results obtained from the calculation of probit with excel software. The content of chrome total (Cr) contained in the test biota for 96 hours ranged from 1.03 l/kg to 1.93 l/kg.
Redesign of Anaerobic-Aerobic Biofilter for Domestic Wastewater Treatment Plant In Textile Industry Handriyono, Rachmanu Eko; Rukmi, Amelia Kencana
Journal of Civil Engineering, Planning and Design Vol 1, No 1 (2022): May
Publisher : Faculty of Civil Engeneering and Planning - ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jcepd.2022.v1i1.3049

Abstract

One of the textile industries in Pasuruan already has a Domestic Wastewater Treatment Plant (WWTP) with a capacity of 35 m3 /day. The treatment process combined physical, chemical, and biological processes using an anaerobic-aerobic biofilter. The domestic WWTP consists of a collection tank, equalization tank, anaerobic-aerobic biofilter tank, a filtration tank, and a chlorination tank. Existing conditions indicate that the domestic wastewater generated exceeds the capacity of the WWTP. Additional employees become one of the factors causing the increase in domestic wastewater discharge. Inadequate capacity has forced the company to bypass domestic waste into rivers. This biofilter was chosen because it could reduce high BOD values, have low operating costs, and operate efficiently. The anaerobic-aerobic biofilter reactor consists of a pre-settling tank, anaerobic tank, aerobic tank, and final settling tank. The evaluation results denoted that detention time in pre-settling, anaerobic, and settling units did not meet the design criteria. Thus, changing the design according to the design criteria. The redesign result of the anaerobic biofilter includes the pre-settling tank with a diameter of 2,5 m and a length of 3 m, an anaerobic tank with a diameter of 2,5 m and a length of 15 m, so that the total volume in the anaerobic reactor is 88.3 m3 . Then anaerobic bath with a diameter of 2,5 m and a length of 6 m and a final settling tank with a diameter of 2,5 m and a length of 1,5 m so that the total volume in the aerobic biofilter reactor is 36,7 m3 .
ANALISIS TINGKAT TOKSISITAS LIMBAH PEWARNAAN JEANS MENGGUNAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Caroline, Jenny; Rachmanu Eko Handriyono; Sonia S. Ximenes; Kusuma, Maritha Nilam
Journal of Research and Technology Vol. 5 No. 2 (2019): JRT Volume 5 No 2 Des 2019
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jrt.v5i2.339

Abstract

Jeans dyeing is one of the large or small scale industries that produces liquid waste from the coloring process. Liquid waste that enters the water will cause environmental pollution. It is necessary to study about the nature and characteristics of jeans dye wastewater through the toxicity test that refers to USEPA (2000) and OECD (2004) standards. Tests carried out by entering the concentration of certain wastewater in 5 (five) reactors with tilapia fish (Oreochromis niloticus) biota. Preliminary research conducted in 7 day acclimation process and 1 day range finding test. Running process carried out for 96 hours for fish 5 cm. The analysis was carried out every 24th, 48th, 72th and 96th hour for analysis of temperature, pH, DO, and mortality. Heavy metal (Cr) analysis was carried out in fish bodies and wastewater at each concentration. The initial characteristics of jeans stained liquid waste for pH: 7, temperature: 30, 7ºC, DO: 8.5 mg/l, TSS: 1040.0 mg/l; BOD: 137 mg/l; COD: 484.8 mg/l and Total chrome: 3.079 mg/l. The level of LC50 toxicity concentration in tilapia fish fish 5 cm size of 12.59% results obtained from the calculation of probit with excel software. The content of chrome total (Cr) contained in the test biota for 96 hours ranged from 1.03 l/kg to 1.93 l/kg.
Pengembangan Desain Macrame Untuk Elemen Interior Bahalwan, Hamdan; Wardhana, Septiyawan Rosetya; Handriyono, Rachmanu Eko
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.598 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i1.5786

Abstract

Gresik merupakan salah satu kota industri yang berdekatan dengan kota Surabaya. Di kota Gresik juga banyak usaha yang merintis usahanya di berbagai bidang. Bammons art salah satu usaha yang saat ini sedang merintis usaha di bidang macramé. kerajinan macramé, saat ini masih belum banyak masyarakat yang mnegetahui. Oleh karena hal tersebut, maka ada sebuah peluang usaha di bidang macramé. Bammons art juga mengalami beberapa kendala, salah satunya desain yang dihasilkan oleh bammons art hanya satu saja, oleh karena hal tersebut penelitian ini akan coba membantu dan mendampingi bammons art dalam menyelesaikan masalah yang di hadapi. Dengan menggunakan metode kualitatif berupa pendekatan dari hasil wawancara, observasi dan serta identifikasi untuk memberikan solusi yang di hadapi oleh bammons art. Solusi yang diberikan berupa pendampingan pembuatan desain macramé baru, pembuatan prototype macramé baru dengan penggabungan dengan material lain yang lebih inovatif dan kreatif, kemudian pemilihan logo baru agar branding bammons art lebih kuat dan bisa lebih dikenal masyarakat luas, program pendampingan pemasaran online yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan daya saing, dan program pendampingan pemilihan material yang ramah lingkungan. Selain itu, juga di lakukan pendampingan dalam teknik fotografi dengan menggunakan studio fotografi mini untuk produk yang sudah dihasilkan dan siap dipasarkan.