Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Paket Edukasi dan Deteksi Dini Meningkatkan Perilaku Perawatan Kaki Diabetisi di Puskesmas Kabupaten Pekalongan Nuniek Nizmah Fajriyah; Nurul Aktifah; Eko Mugiyanto
Gaster Vol 18 No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.184 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v18i1.402

Abstract

Ulserasi pada tungkai bawah merupakan salah satu manifestasi penyakit diabetes melitus yaang disebabkan kerusakan pada jaringan di bawahnya, yang disebut kaki diabetik (KD). Deteksi dini KD sangat penting untuk perawatan kaki diabetes untuk meningkatkan kualitas hidup diabetisi. Tujuan dari penelitian ini menguji keefektifan Paket Edukasi Perawatan Kaki Diabetes (PEPKD) dan Deteksi Dini (DD) terhadap perilaku perawatan kaki diabetik Tipe 2. Desain penelitian ini adalah eksperimental semu dengan pre-test dan post-test. . Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas kabupaten Pekalongan. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan ada efek PEPKD terhadap perilaku perawatan kaki pasien dengan p = 0,001 (p <0,005). Perawat dapat melakukan deteksi dini keadaan pembuluh darah kaki diabetik, melalui observasi dan pemeriksaan langsung menggunakan teknik palpasi di arteri dorsal pedis, dan denyut tibialis posterior, pemeriksaan neuropatik dengan teknik Ipswich Touch Test.
The Effect of Strengthening Ball Roll Exercise and Strengthening Heel Raises Exercise On Static Balance In Children With Flat Foot In Sragi Subdistrict Nurul Aktifah
Gaster Vol 19 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.635 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v19i2.571

Abstract

The arch of a foot that is not formed normally is called a Flat foot. Flat foot can cause balance disorders in children. How to improve static balance can be done with strengthening ball roll exercise and strengthening heel raises exercise.The purpose of this study was to determine the effects of strengthening ball roll exercise and strengthening heel raises exercise on static balance in children’s flat foot at Sragi District.This study using quasi experimental design (non randomized control group pretest posttest design) consists of two groups, in control group consisted of 24 respondents, and in experiment group there are 24 respondents. The results of Wilcoxon test in control group showed p>0,05 and p value in experiments group is p<0,05, it means there is an effect of strengthening ball roll exercise and strengthening heel raises exercise on respondents’s static balance. The Mann Whitney U test, which was used as a defference test, obtained  p = 0.443 on the right foot and p = 0.000 on the left foot. It means that was difference in the effectiveness of strengthening ball roll exercise and strengthening heel raises exercise on static balance in experiments group compared to the  control group.
Penyegaran Kader Pendukung Asi Puskesmas Kedungwuni II, Kabupaten Pekalongan I Isyti’aroh; Siti Rofiqoh; Windha Widyastuti; Tri Sakti Wirotomo; Dwi Fijianto; Nurul Aktifah; Yuni Sandra Pratiwi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kapasitas kader pendukung ASI dalam mengedukasi masyarakat tentang ASI dan menyusui perlu dilakukan secara kontinu sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan kapasitas kader dalam mengedukasi dan mendampingi ibu menyusui untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif. Metoda pengabdian masyarakat berupa penyegaran kader dengan materi penyegaran mengenai anatomi dan fisiologi payudara, laktogenesis, pijat payudara untuk meningkatkan produksi ASI, manfaat ASI dan menyusui serta manajemen laktasi paska pandemik, manajemen laktasi pada ibu bekerja dan masalah psikologi pada iu menyusui dan cara mengatasinya. Penyegaran kader diikuti oleh 30 peserta dari Puskesmas Kedungwuni II Pekalongan. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan menganalisis hasil pretest dan posttest kuesioner pengetahuan tentang ASI dan menyusui yang disusun oleh tim pengabdian masyarakat. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan ada peningkatkan rata-rata pengetahuan. Rata-rata pengetahuan sebelum penyegaran kader 29,5 standar deviasi 8,1 (rentang nilai 10-100) sedangkan rata-rata pengetahuan setelah penyegaran kader sebeesar 75,3 standar deviasi 15,3. Simpulan penyegaran kader pendukung ASI dapat meningkatkan pengetahuan tentang ASI dan menyusui. Saran bagi instuti penyelenggara pendidikan di bidang ksehatan agar berperan aktif meningkatkan kapasitas kader dalam mengedukasi masyarakat tentang ASI dan menyusui.
Edukasi dan Deteksi Dini Kejadian Diabetes Neuropati pada Penderita Diabetes Mellitus sebagai Upaya Pencegahan Diabetes Neuropati Nurul Aktifah; Firman Faradisi; Nuniek Nizmah Fajriyah; Sabila Noviawati; Rahayu Diah Astuti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang prevalensi kejadianya terus meningkat setiap tahunya. Diabetes Melitus tergolong penyakit degenerative yang tidak menular, namun dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti komplikasi kronik mikrovaskular atau lebih dikenal dngan Diabetic (DN). DN dapat menyebabkan kerusakan saraf yang menyebabkan timbulnya gejala mati rasa yang pada akhirnya dapat menyebabkan konsekuensi serius diantaranya ulserasi kaki, ganggren bahkan amputasi. Tindakan yang terbukti dapat mengurangi morbiditas akibat neuropati perifer adalah dengan pelaksanaan deteksi dini dan edukasi pada penderita DM. Tujuan kegiatan ini untuk melakukan deteksi dini DN dan meningkatkan pengetahuan peserta prolanis dan posbindu lansia tentang DN dan komplikasinya dengan harapan penderita DM dapat mengetahui upaya pencegahan dan tindakan secara tepat sehingga angka morbiditas dan mortalitas dapat dicegah. Metode pelaksanaan dengan melakukan screening tanda gejala DN dan edukasi DN. Total partisipan berjumlah 27 orang, dan kegiatan ini dilaksanakan selama 4 bulan. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat initim melakukan deteksi dini dan memberikan edukasi DN. Hasil pemeriksaan DNS menunjukkan bahwa 97 (72,4%) penderita DM peserta prolanis dan posbindu lansia mengalami gejala positif DNS. Hasil screening didapatkan mayoritas penderita memiliki scor 3 yaitu sejumlah 41 (42,27%). Gejala yang paling sering dialami adalah kesemutan, tungkai atau kaki merasakan nyeri, ditusuk – tusuk, merasa hilang rasa atau kurang. Kesimpulan yang didapat yaitu Sebagian besar pasien DM mengalami gejala positif DNS sehingga perlu dilakukan Tindakan pencegahan keparahan.
Pengaruh Kombinasi Core Stability Exercise dan Cone Drill Exercise terhadap Peningkatan Agility Pemain Sepak Bola Amaliatul Khanifa; Nurul Aktifah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Agility merupakan komponen yang berperan pada pemain sepak bola untuk mempertahankan posisi agar tidak mudah jatuh dan mencegah cedera pada saat melakukan pertahanan dan perlawanan. Hasil pengukuran terhadap 10 pemain bola didapatkan 5 diantaranya memiliki kemampuan agility dibawah kategori sedang. Faktor yang mempengaruhi agility adalah kekuatan otot, keseimbangan, fleksibilitas dan koordinasi neuromuscular. Core stability exercise dan cone drill exercise merupakan kombinasi latihan yang dapat meningkatkan komponen kekuatan otot, keseimbangan, fleksibilitas dan koordinasi neuromuscular sehingga dapat berpengaruh pada peningkatan agility. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi core stability exercise dan cone drill exercise terhadap peningkatan agility pemain sepak bola. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pre experimental design dengan tipe one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sejumlah 23 responden. Program latihan dalam penelitian ini adalah core stability exercise dan cone drill exercise yang diberikan sebanyak 3 kali seminggu selama 4 minggu. Analisa penelitian menggunakan uji paired t-test. Hasil Penelitian: Nilai mean agility sebelum diberikan latihan 17,99 detik dan sesudah diberikan latihan 16,52 detik. Hasil uji paired sample t-test didapatkan nilai sig.(2-tailed) 0,001 (<0,05) yang menunjukkan ada pengaruh kombinasi core stability exercise dan cone drill exercise terhadap peningkatan agility pemain sepak bola. Simpulan: Program latihan kombinasi core stability exercise dan cone drill exercise berpengaruh terhadap peningkatan agility pemain sepak bola. Saran: Fisioterapi dapat memberikan program latihan kombinasi core stability exercise dan cone drill exercise untuk meningkatkan agility pemain sepak bola.
Penerapan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Stimulasi Persepsi Terhadap Kemampuan Mengontrol Halusinasi Alya Farah; Nurul Aktifah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halusinasi merupakan gejala gangguan jiwa dimana seseorang mengalami gangguan persepsi akibat stimulus yang tidak nyata. Halusinasi jika tidak ditangani dapat menyebabkan penderita kehilangan kontrol,panik dan perilakunya dapat dikendalikan oleh halusinasinya. Metode yang digunakan untuk menurunkan tanda dan gejala halusinasi salah satunya adalah terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui penerapan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi terhadap kemampuan mengontrol halusinasi. Desain pada karya tulis ilmiah ini berupa studi kasus dengan subyek studi dua pasien yang mengalami halusinasi, dapat berkomunikasi dengan baik, kooperatif dan bersedia menjadi responden. Studi kasus ini dilakukan selama 5 hari berturut-turut dengan waktu 20-40 menit. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi tanda dan gejala halusinasi dan SOP terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi. Hasil studi kasus menunjukkan pada responden 1 tanda dan gejala sebelum diberikan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi sebanyak 13 tanda gejala dan pada responden 2 sebanyak 12 tanda gejala, setelah diberikan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi pada responden 1 menjadi 8 tanda gejala dan responden 2 menjadi 6 tanda gejala. Kesimpulan penerapan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi dapat meningkatkan kemampuan mengontrol halusinasi. Saran bagi tenaga kesehatan dapat menjadikan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi sebagai salah satu intervensi terapi modalitas dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap pasien halusinasi.
Efektivitas Dressing Madu Terhadap Waktu Penyembuhan Luka Pada Kelinci (Galur Wistar ) Firman Faradisi; Nurul Aktifah; Dwi Bagus Pambudi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka merupakakn kerusakan pada lapisan epidermis atau lebih dalam yang diakibatkan perubahan patofisiologi yang menjadi asal utama terjadi luka. Nutrisi merupakan salah satu factor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka. Karbohidrat merupakan nutrisi yang digunakan sel sebegai energy dalam proses penyembuhan luka. Alternatif dressing yang dapat digunakan adalah madu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi evektivitas dressing menggunakan madu. Uji t-dependent (paired sample t test) digunakan untuk mengetahui keefektivan dressing. Dressing madu diperoleh nilai t hitung sebesar 5.547 (p = 0,001 < 0,05). Artinya pemberian madu efektif dalam penyembuhan luka. Hasil ini menunjukan bahwa pemberian madu mempercepat penyembuhan luka.
Penerapan Terapi Musik Untuk Menurunkan Tingkat Halusinasi Pendengaran Izza Nubaela Putri; Nurul Aktifah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan salah satu jenis gejala pada pasien skizofrenia. Halusinasi pendengaran dapat mengakibatkan keadaan yang membahayakan bagi pasien karena dapat mempengaruhi pasien dalam melakukan tindakan yang mengancam diri sendiri ataupun orang lain. Metode yang digunakan untuk menurunkan tanda gejala halusinasi pendengaran salah satunya adalah terapi musik. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui penerapan terapi musik terhadap penurunan tanda dan gejala halusinasi pendengaran. Desain pada karya tulis ilmiah ini berupa studi kasus dengan subyek studi dua klien yang mengalami halusinasi pendengaran, klien yang bersedia menjadi responden, dan klien halusinasi pendengaran yang kooperatif. Pemberian terapi musik dilakukan selama 7 hari pada pagi dan sore selama 10 menit. Instrument yang digunakan adalah menggunakan lembar observasi tanda dan gejala halusinasi pendengaran. Hasil studi kasus didapat, pada responden 1 dan 2 sebelum dilakukan tindakan mengalami 11 tanda gejala halusinasi pendengaran dan setelah dilakukan tindakan menjadi 5 tanda gejala pada responden 1, dan responden 2 menjadi 6 tanda gejala halusinasi pendengaran. Kesimpulan penerapan terapi musik yaitu dapat menurunkan tingkat halusinasi pendengaran. Saran bagi tenaga kesehatan dapat menjadikan terapi musik sebagai salah satu terapi modalitas dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap pasien yang mengalami gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran.
Penerapan Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tanda dan Gejala Pasien Resiko Perilaku Kekerasan Ribkhatur Rokhilah; Nurul Aktifah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resiko perilaku kekerasan merupakan salah satu respon individu terhadap stressor yang beresiko membahayakan diri sendiri, orang lain maupun lingkungan. Metode yang digunakan untuk mengurangi tanda gejala resiko perilaku kekerasan salah satunya adalah terapi relaksasi otot progresif. Tujuan Karya Tulis Ilmiah ini untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap tanda gejala pasien resiko perilaku kekerasan. Desain Karya Tulis Ilmiah ini adalah studi kasus. Subjek studi kasus terdiri dari dua responden resiko perilaku kekerasan di RPSBM Kota Pekalongan yang mendapat pengobatan teratur dengan tingkat kronik dan bersedia menjadi responden. Studi kasus ini dilakukan sehari sekali dalam 7 hari selama 25 menit dengan instrumen penelitian adalah lembar observasi tanda gejala resiko perilaku kekerasan dan SOP terapi relaksasi otot progresif. Hasil sebelum dilakukan terapi relaksasi otot progresif pada responden 1 yaitu 8 tanda gejala dan responden 2 yaitu 6 tanda gejala, setelah dilakukan terapi relaksasi otot progresif pada responden 1 menjadi 2 tanda gejala dan responden 2 menjadi 1 tanda gejala. Simpulan studi kasus ini adalah terapi relaksasi otot progresif dapat mengurangi tanda gejala pasien resiko perilaku kekerasan yaitu rasa marah dan kesal, ingin menyakiti diri sendiri dan orang lain, serta perubahan fisik yaitu mata melotot, tangan mengepal, rahang mengeras, tubuh kaku, bicara kasar dan ketus. Saran bagi tenaga kesehatan dapat menjadikan terapi relaksasi otot progresif sebagai salah satu terapi untuk mengurangi tanda gejala pasien resiko perilaku kekerasan.
Pengaruh Musik Klasik Mozart Terhadap Tekanan Darah Pasien Operasi Ondontectomy Sahuri Teguh Kurniawan; Irfan Armanto; Saelan; Nurul Aktifah
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 9 No. 1 (2021): Juni
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.664 KB)

Abstract

Gigi impaksi merupakan gigi yang menghalangi jalan normalnya erupsi pada lengkung gigi karena kurangnya ruang pada lengkung atau obstruksi pada jalannya erupsi gigi. Tindakan operasi menyebabkan kecemasan di tandai dengan peningkatan tekanan darah. Musik klasik mozart diharapkan dapat mengurangi kecemasan dari tindakan operasi ondontectomy. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi musik klasik mozart terhadap tekanan darah pasien operasi ondontectomy. Desain penelitian menggunakan metode desain quasi experiment dengan one-group pretest-posttest design. Pengukuran dengan tensimeter digital, pengambilan sampel dengan cara purposive sampling, sejumlah 63 responden. Terapi musik klasik mozart berjudul Romenze Eine Klein Nachmusik diberikan selama 15 menit. Tekanan darah sistolik sebelum intervensi rata-rata 123,21mmHg, tekanan darah diastolik 76,86mmHg. Tekanan darah sistolik setelah intervensi rata-rata 112,32 mmHg dan tekanan darah diastolik 75,24 mmHg. Terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah diberikan terapi musik klasik mozart dengan p value 0,000 dan 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat pengaruh terapi musik klasik mozart terhadap tekanan darah pasien operasi ondontectomy. An impacted tooth is a tooth that blocks the normal course of eruption in the dental arch due to lack of space in the arch or obstruction to the course of eruption of the tooth. Surgery causes anxiety marked by an increase in blood pressure. Mozart's classical music is expected to reduce anxiety from Ondontectomy surgery. The purpose of this study was to determine the effect of Mozart classical music therapy on the blood pressure of patients with Ondontectomy surgery. The research design used a quasi-experimental design method with a one-group pretest-posttest design. Measurement with digital sphygmomanometer, sampling by purposive sampling, a total of 63 respondents. Mozart's classical music therapy entitled Romenze Eine Klein Nachmusik was given for 15 minutes. The average systolic blood pressure before the intervention was 123.21mmHg, diastolic blood pressure was 76.86mmHg. The average systolic blood pressure after the intervention was 112.32 mmHg and diastolic blood pressure was 75.24 mmHg. There was a significant difference before and after being given Mozart classical music therapy with p values ??of 0.000 and 0.001 (p <0.05). The conclusion in this study is that there is an effect of Mozart classical music therapy on the blood pressure of patients with Ondontectomy surgery.