Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

IMPLEMENTASI SISTEM UJRAH AL-MUSAMMA PADA PEKERJA PERUSAHAAN PERKEBUNAN SAWIT PT FAJAR BAIZURY & BROTHER DITINJAU DARI ETIKA HUKUM EKONOMI SYARIAH Wahyuddin; A. Hamid; Zuliani; Ikhsan Fajri; Zulfan Yusuf
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 10 No. 1 (2026): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v10i1.19374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi sistem ujrah al-musamma dan tinjauan etika hukum ekonomi syariah pada pekerja perusahaan PT. Fajar Baizuri & Brother Afdeling VIII yang berada di gampong Kreung Itam Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field researh), Adapun pendekatan yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini reduksi data, penyajian data dan verrfikasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa; (1) Implementasi sistem ujrah al-musamma pada pekerja perusahaan PT. Fajar Baizuri & Brother Afdeling VIII yang berada di gampong Kreung Itam Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya memberikan upah dengan kesepakatan 7 jam perhari sesuai UMP Aceh Rp. 3.460.672 perbulan serta Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar Rp.3.460.672. Upah yang diterima oleh karyawan harian tetap ini merupakan upah pokok, premi panen, premi pemupukan, tunjangan natura, jamsostek serta fasilitas lainnya. Selain karyawan tetap harian, perusahaan juga memiliki karyawan harian lepas. Dimana sistem upah yang diperoleh yakni dihitung perhari kerja (1 HK = 7 Jam). Upah yang diterima oleh buruh harian lepas ini jika menghasilkan 69 jejang buah kecil dikalikan harga buah kecil 1 jenjang = 2.000 sebesar Rp. 138.000/HK, sedangkan upah yang diterima jika menghasilkan 58 jenjang buah besar dikalikan harga buah besar 1 jenjang = 2.400 sebesar Rp. 139.200/HK. Sistem upah karyawan harian lepas hanya terpacu pada upah pokok, premi panen (tambahan upah atau gaji untuk permanen dan pengawas panen), pemupukan dan pembabatan. (2) Tinjauan etika hukum ekonomi syariah pada pekerja perusahaan PT. Fajar Baizuri & Brother Afdeling VIII yang berada di gampong Kreung Itam Kecamatan Tadu Raya Kabupaten Nagan Raya. Pembayaran upah kepada karyawan jika telah menyelesaikan pekerjaannya selama sebulan terlebih dahulu kemudian pekerja akan menerima upahnya ditanggal 15 secara tunai, terdapat sebagian pekerja perusahaan perkebunan sawit Afdeling VIII tidak melaksanakan kerja yang baik, yaitu sikap tidak bertanggung jawab karena melakukan pelanggaran pemotongan buah mentah dan sering absen kerja sehingga mereka mendapatkan teguran berupa surat peringatan.
Pengaruh Social Media Marketing dan Labelisasi Halal Terhadap Keputusan Pembelian Produk Wardah Yuni Ayu Safitri; Zulfan Yusuf; Sarboini Sarboini; Edi Saputra
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 12 No. 4 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jemsi.v12i4.7608

Abstract

This study aims to analyze the influence of social media marketing and halal labeling on purchasing decisions for Wardah products. In the current digital era, social media represents a crucial strategy for product promotion, particularly among young consumers. Furthermore, halal labeling plays a significant role in attracting Muslim consumers who are increasingly conscious of the importance of Sharia-compliant products. The study employs a quantitative survey method, gathering data through questionnaires distributed to Wardah consumers. Multiple linear regression analysis was used to measure the impact of each variable on purchasing decisions. The results indicate that social media promotion has a positive and significant effect on purchasing decisions, with consumers more inclined to purchase products advertised on social media. Additionally, halal labeling was found to have a positive influence, as consumers prefer products with halal certification. This study encourages marketers to leverage social media and ensure product compliance with halal standards as a strategy to boost sales.