Claim Missing Document
Check
Articles

Pendekatan Tropikal Arsitektur ada Bentuk dan Ruang Luar Sanggraloka Coban Selolapis sebagai Pusat Rekreasi di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Sudi Putra Bayu Sulistiyana; Esty Poedjioetami; Sigit Hadi Laksono
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 3, No 1 (2022): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2022.v3i1.2843

Abstract

Sanggraloka adalah sebuah tempat yang berfungsi untuk berlibur, beristirahat atau relaksasi, dan berwisata. Sanggraloka atau resort merupakan bangunan yang dikelola oleh perusahaan untuk dikomersilkan. Fasilitas yang ada di sanggraloka yaitu penginapan, hiburan, makanan, minuman, dan perbelanjaan. Banyak hal menarik yang bisa di dapat di daerah Wonosalam seperti event tahunan ( salah satunya Kendurian ), juga ada keindahan alam yang masih terjaga dan alami, juga kawasan desa yang masih terjaga keasrian dan budayanya. Tujuan dirangcangnya sanggraloka dengan tema Tropical Arsitektur ini adalah memfasilitasi pengunjung yang ingin berlibur dan menginap di daerah Wonosalam, juga merancang area wisata dengan gaya Tropical Arsitektur yang belum ada di daerah Wonosalam. Metode yang dipakai ialah Memasukkan Tema Tropical Arsitetkur dan makro konsep Rekreatif Tropical. Dengan menggunakan konsep Rekreatif dihasilkan pada tatanan lahan yang memanjakan pengunjung untuk bisa menikmati suasana alam yang ditawarkan. Penerapan konsep Representatif pada bentuk sanggraloka, bertujuan agar penggunjung tidak saja menikmati keindahan alam namun juga keindahan bangunan sanggraloka ini. Konsep Alami yang di terapkan pada ruang sanggraloka bertujuan suasana yang terbentuk nanti itu alami atau alam.
Creative Placemaking Pada Ruang Terbuka Publik Wisata Bangunan Cagar Budaya, Untuk Memperkuat Karakter Dan Identitas Tempat: (Studi Kasus : Gedung Cagar Budaya Sobokartti, Semarang) Firdha Ayu Atika; Esty Poedjioetami
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 1 (2022): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v6i1.3810

Abstract

Gedung Kesenian Sobokartti merupakan salah satu cagar budaya di Kota Semarang, yang perlu dilestarikan keberadaannya. Upaya revitalisasi dilakukan untuk menghidupkan kembali eksistensi dari Gedung Sobokartti, sebagai pusat aktivitas budaya. Penelitian ini menekankan kepada penataan ruang terbuka publik, yang dapat berpotensi untuk memperkuat karakter dan identitas suatu tempat. Creative Placemaking digunakan sebagai pendekatan desain ruang publik yang merefleksikan kreatifitas dari seni dan budaya. Studi ini menggunakan metode kualitatif, yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, untuk meningkatkan karakter dan identitas ruang terbuka publik Sobokartti adalah dengan mengkombinasikan aspek budaya, makna, dan kreatifitas menjadi satu kesatuan.
Implementasi Konsep Higienis Pada Ruang Hunian Rumah Susun Sewa di Blitar Fendy Prasetya; Esty Poedjioetami; Randy Pratama Salisnada
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan umum dari sebuah hunian rumah susun adalah soal kebiasaan kumuh yang di bawa penghuni dari tempat dia berasal, hal itu di sebabkan kurangnya pengertian tentang gaya hidup sehat. Rumah susun adalah konsep hunian vertikal dimana aktivitas penghuni Sebagian besar terjadi di dalam unit hunian termasuk kegiatan penunjang dan servis baik itu memasak atau cuci jemur, dapur dan area cuci jemur sebagai bagian yang sering bersentuhan langsung dengan barang kotor membuat munculnya kuman dari area itu, tulisan ini bertujuan untuk mengkaji eksplorasi material untuk Ruang hunian agar menciptakan gaya hidup sehat, konsep ruang adalah Higienis dimana ruang harus mudah di bersihkan untuk mencegah kuman, dimana hal itu bisa di terapkan dengan pendekatan penggunaan material. Metode yang digunakan adalah Deskriptif yaitu mendeskripsikan situasi yang akan dibahas dan melakukan pengumpulan data yang memberikan suatu acuan dalam penentuan pemilihan material, pemilihan material harus di nilai cocok, pengaplikasian material ini diharapkan menjadi solusi untuk memperkecil perilaku kumuh dan menciptakan gaya hidup yang lebih sehat.
Keberlanjutan Kampung Wisata di Masa Pandemi Covid – 19 (Studi Kasus : Kampung Jamur, Desa Wadungasih, Sidoarjo) Firdha Ayu Atika; Esty Poedjioetami
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 6 No. 2 (2023): JAUR April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v6i2.7078

Abstract

Sidoarjo Regency Government has made many efforts to make the mushroom village more famous and attract tourists to visit. So that efforts are needed to revive Home Based Enterprise (HBE) / household businesses and oyster mushroom cultivation centers, to continue to be the pride of Sidoarjo Regency. The HBE concept supports the economic aspect in realizing Sustainable Development. This can be achieved by realizing environmental integration, socio-cultural interests and maximizing local economic benefits. Of course, the existence of HBE supports the concept of Sustainable Tourism, which can increase people's income in accessing jobs and getting good services in the housing sector. This study uses a mixed method with a combination of quantitative and qualitative. This research begins by collecting information or data in the field. Data collection techniques used in this study include field observations, in-depth interviews and documentation of activities. To support the sustainability of the village, it is necessary to revive marketing facilities in the form of cafes or restaurants that support mushroom village tourism. In addition, the institution that oversees the mushroom cultivation and processed products also needs to be added to control the business management system. The existing environment needs to be improved by adding street furniture elements that support the image of a tourist village. Tourist villages must also be supported by the latest technology to support HBE production. Political relations with government and business CSR can also develop the business of the mushroom village HBE, in helping to invest in capital and equipment.
Ketidakefisienan Rumah Tumbuh yang Diakibatkan oleh Perilaku Pengguna Esty Poedjioetami; Ririn Dina Mutfianti
Jurnal Anggapa Vol 1 No 2 (2022): ANGGAPA November 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah tumbuh oleh Ankie M. Hoogvelt dalam M Raihan (2020) memaparkan bahwa perubahan terjadi pada tempat tinggal masyarakat. Rumah tinggal bukanlah produk arsitektur melainkan sesuatu yang dinamis yang merupakan hasil proses sosial, dan proses budaya yang dapat terus berkembang. Pemilik rumah, memiliki ke-swadayaan dalam mengembangkan unitnya melalui pertumbuhan keatas (vertikal) maupun kesamping (horisontal). Hal ini menyebabkan banyaknya pertumbuhan rumah tak efisien dan memperhatikan kebakuan rumah sehat.Penelitian ini menggunakan metode penulisan kualitatif dengan menganalisis hasil pengamatan di lapangan dan wawancara pemilik rumah. Data tersebut adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini untuk memahami keefisienan pertumbuhan rumah pada studi kasus rumah tinggal type 36/60 yang menjadi batasannya.Berdasarkan analisis, hasil dari penelitian ini memberikan gambaran bahwa pengembangan banyak dilakukan di bagian halaman belakang, dengan menumbuhkan ruang tidur, kamar mandi, peralihan posisi dapur dan ruang makan serta pengadaan ruang bersama. Pengembangan atau pertumbuhan rumah menjadi tanggungjawab pengembang sebagai salah satu cara CRS melakukan tugasnya memberikan pengetahuan kepada pemilik rumah. Pertumbuhan dan pengembangan rumah dapat diberikan sebagai masukan kepada pemilik rumah.
Ketidakefisienan Rumah Tumbuh yang Diakibatkan oleh Perilaku Pengguna Poedjioetami, Esty; Mutfianti, Ririn Dina
Jurnal Anggapa Vol 1 No 2 (2022): ANGGAPA Volume 1 No 2 November 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v1i2.445

Abstract

Rumah tumbuh oleh Ankie M. Hoogvelt dalam M Raihan (2020) memaparkan bahwa perubahan terjadi pada tempat tinggal masyarakat. Rumah tinggal bukanlah produk arsitektur melainkan sesuatu yang dinamis yang merupakan hasil proses sosial, dan proses budaya yang dapat terus berkembang. Pemilik rumah, memiliki ke-swadayaan dalam mengembangkan unitnya melalui pertumbuhan keatas (vertikal) maupun kesamping (horisontal). Hal ini menyebabkan banyaknya pertumbuhan rumah tak efisien dan memperhatikan kebakuan rumah sehat.Penelitian ini menggunakan metode penulisan kualitatif dengan menganalisis hasil pengamatan di lapangan dan wawancara pemilik rumah. Data tersebut adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini untuk memahami keefisienan pertumbuhan rumah pada studi kasus rumah tinggal type 36/60 yang menjadi batasannya.Berdasarkan analisis, hasil dari penelitian ini memberikan gambaran bahwa pengembangan banyak dilakukan di bagian halaman belakang, dengan menumbuhkan ruang tidur, kamar mandi, peralihan posisi dapur dan ruang makan serta pengadaan ruang bersama. Pengembangan atau pertumbuhan rumah menjadi tanggungjawab pengembang sebagai salah satu cara CRS melakukan tugasnya memberikan pengetahuan kepada pemilik rumah. Pertumbuhan dan pengembangan rumah dapat diberikan sebagai masukan kepada pemilik rumah.
Penerapan Arsitektur Simbolis Pada Desain Tatanan Lahan Area Wisata Pemancingan dan Sentra Kuliner Hasil Laut di Tambak Cemandi, Sidoarjo Bagaskara, Satria; Azizah, Siti; Poedjioetami, Esty
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2023: Transformasi Riset, Inovasi dan Kreativitas Menuju Smart Technology dan Smart Energy
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah timur kota Sidoarjo merupakan wilayah kota yang secara geografis memiliki wilayah pesisir dan pertambakan. Disini memiliki banyak jenis ragam makanan khas hasil laut yang cukup memancing pengunjung. Dengan adanya Perencanaan dan Perancangan Area Wisata Pemancingan dan Sentra Kuliner Hasil Laut di Tambak Cemandi ini di harapkan dapat menjadi tempat wisata yang berperan untuk menjaga serta budaya penghobi memancing dan pecinta kuliner masakan olahan hasil laut di Kabupaten Sidoarjo dengan tema Arsitektur Simbolis. Metode yang di gunakan dalam perencanaan ini yaitu Deskriptif. Fasilitas yang di sediakan, yaitu Fasilitas Gedung utama berupa aula, area sentra kuliner, penjualan kerajinan kekerangan, ruang pameran kerajinan kekerangan, Fasilitas Penunjang berupa lobby, area pemancingan, droping area, loading dock, ruang informasi. Fasilitas Gedung Pengelola, Fasilitas Servis, Fasilitas Parkir Kendaraan, Fasilitas Retail Cafe.Penerapan tema Arsitektur simbolis pada perencanaan ini yaitu mengimplementasikan unsur sektor wisata pemancingan dan sentra kuliner hasil laut. Dengan penerapan mikro konsep pada bentuk yang representatif, penerapan berupa permainan atap seperti gelombang air dan fasad bangunan menyerupai cangkang kerang,mikro konsep pada ruang yang fungsional berupa desain ruang sesuai aktifitas pengunjung, dan mikro konsep pada tatanan lahan yang Adaptif berupa penyesuaian terhadap aktifitas pengunjung.
Implementation of an Exclusive Concept in the Gallery Showroom & Typical Surabaya Batik Making Training Anitu, Maria Ratih; Poedjioetami, Esty; Azizah, Siti
Journal of Civil Engineering, Planning and Design Vol 3, No 1 (2024): May
Publisher : Faculty of Civil Engeneering and Planning - ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jcepd.2024.v3i1.5958

Abstract

One of the Surabaya government's efforts to preserve history and culture is to maintain the local batik industry. Surabaya batik designs have a strong and bold color concept. This Surabaya batik motif is inspired by the local area. Facilities to facilitate the development of typical Surabaya batik motifs can be said to be very minimal, for this reason the provision of facilities in the form of a Training Center and Gallery for Typical Surabaya Batik, as a medium for preserving and developing the creativity of typical Surabaya batik is very necessary. This design uses descriptive qualitative research with a scientific background of phenomena that occur in the field, through the process of collecting data from literature studies and field studies which are analyzed in detail and then explained descriptively, so that they can be used as a reference in designing the intended facilities. The design of the Surabaya Typical Batik Training Center and Gallery has an exclusive space concept, namely specializing Surabaya batik to be enjoyed in a luxurious room atmosphere and varied spatial experiences so that the space is not monotonous and makes Surabaya batik motifs a strong and bold design characteristic in that space.
The Influence of Contemporary Architecture on The Shape of Library Buildings and Fine Arts Education Facilities in Surabaya Hariamin, Berliansan; Poedjioetami, Esty; Hendra, Failasuf Herman
Journal of Civil Engineering, Planning and Design Vol 3, No 1 (2024): May
Publisher : Faculty of Civil Engeneering and Planning - ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jcepd.2024.v3i1.5826

Abstract

A library and fine arts educational facility is an educational place to gain knowledge and introduce fine arts. Through observations, the researcher identified issues in Surabaya's libraries, such as the monotonous building structures and unattractive spatial atmosphere. Meanwhile, fine arts facilities lack resources for making art, so the integration of a library and fine arts education facility is necessary in one location. In this building, visitors can not only gain knowledge about art but also increase their creativity by learning while making works of art with artists. It serves as a solution to increase the reading interest index and introduce works of art more widely.The application of a contemporary architectural theme is based on the expressive characteristics of educational and artistic buildings, following current contemporary characteristics. Qualitative research with a descriptive approach depicts the experiences in the field, which were then analyzed using parameters of the function and feasibility of educational and artistic buildings.The design of the library and fine arts education facility applies the contemporary architecture theme to the macro concept of recreational education to provide a special attraction to visitors.The shape design uses an attractive micro concept by giving the building an identity through variations of curved lines, geometric shapes inspired by a book, and bright color combinations derived from mosaic paintings.  
PENATAAN KAWASAN WISATA PANTAI KENJERAN SURABAYA DENGAN MEMADUKAN AKTIVITAS REKREASI & PERDAGANGAN Poedjioetami, Esty
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 1 No 1 (2017): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2017
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.572 KB)

Abstract

Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2014-2030, Kawasan Kenjeran akan menjadi kawasan wisata bahari. Usaha menuju kesana telah dilakukan dengan memberikan beberapa fasilitas penunjang wisata, antara lain Air mancur menari dan membangun Jembatan Surabaya sebagai salah satu cara untuk memecah kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut. Kedua fasilitas tambahan tersebut telah mengangkat citra kawasan Kenjeran secara signifikan. Hal tersebut berpengaruh terhadap pola penataan Taman Hiburan Pantai Kenjeran dan lingkungan sekitarnya, mengingat posisi dan letak kedua fasilitas baru tersebut berada di dekatnya. Melalui metode penelitian kualitatif deskriptif dan dengan mengandalkan survei lapangan sebagai bahan dan data penelitian, ditemukan bahwa dampak keberadaan kedua fasilitas tersebut secara signifikan mengangkat nilai perekonomian para pedagang di kawasan wisata pantai Kenjeran dan pengembangan penataan kawasan wisata ini perlu dilakukan untuk lebih mengoptimalkan nilai jual kepariwisataan kawasan. Beberapa elemen kawasan yang perlu dikembangkan adalah pedestrian ways, area parkir, area perdagangan dan spot terbaik untuk menikmati fasilitas-fasilitas tersebut.