Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMALISASI TAMAN HIBURAN PANTAI (THP) KENJERAN SURABAYA SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK Poedjioetami, Esty; Pudjiastuti, Titi
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 2 No 1 (2018): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2018
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.358 KB)

Abstract

Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran di Surabaya merupakan salah satu sarana hiburan pantai yang ada di sepanjang pantai Surabaya. Keberadaannya sebagai taman rekreasi telah dikenal oleh masyarakat sejak THP Kenjeran ini didirikan. Masyarakat dari berbagai kalangan telah memanfaatkannya sebagai tempat alternatif untuk berekreasi pantai. Potensi Pantai Surabaya yang panjang telah mulai berkembang sebagai sarana hiburan pantai yang komersial. Beberapa taman hiburan pantai yang dikelola oleh swasta menjadi saingan tersendiri bagi keberadaan THP Kenjeran dewasa ini. Dari data yang telah dicatat dan dari wawancara mendalam dengan beberapa pelaku kegiatan di THP Kenjeran seperti pedagang, wisatawan lokal (Surabaya dan luar kota Surabaya) dan penduduk di sekitar, di dapat kesimpulan bahwa THP Kenjeran diharapkan menjadi Public Space atau ruang terbuka publik. Keterbukaan pantai dengan Jembatan Surabaya dan Air Mancur Menari diharapkan oleh mereka menjadi sarana rekreasi yang dapat dinikmati dari semua sisi dengan tanpa biaya (bebas biaya). Dengan memperhatikan potensi site, view to site, view from site, alur pelaku kegiatan, jenis dan karakter pelaku kegiatan maka desain THP Kenjeran dapat dioptimalkan menjadi publik space yang mampu menyatukan masyarakat Surabaya tanpa membeda-bedakan strata dan golongan masyarakatnya. Desain dengan menonjolkan open view dari ruang terbuka yang dapat diakses dari luar tanpa biaya sehingga dari jalan telah dapat melihat pantai dan keindahan air mancur menari menjadi hal yang menarik dari desain ruang publik THP Kenjeran
Penerapan Arsitektur Biofilik Pada Bentuk dan Ruang Bangunan Restaurant di Beach Club Pantai Ngopet Selatan, Malang Pawane, Filia Feronika; Yulfiah, Yulfiah; Widjajanti, Wiwik Widyo; Poedjioetami, Esty
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 5, No 2 (2024): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2024.v5i2.6549

Abstract

Abstrak. Malang merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki banyak keindahan, diantaranya berupa objek wisata Pantai Ngopet Selatan, Gajahrejo, Gedangan. Pantai ini memiliki pemandangan eksotis dengan perbukitan dan batu karang di tepi pantai. Oleh karena itu, telah dilakukan Perencanaan dan Perancangan Beach Club di Pantai Ngopet Selatan, Gajahrejo, Gedangan, Malang, Jawa Timur. Perencanaan dan perancangan Beach Club dengan menerapkan pendekatan Arsitektur Biofilik pada tatanan lahan, bentuk bangunan maupun ruang. Arsitektur Biofilik merupakan sebuah konsep arsitektur untuk meningkatkan konektivitas atau hubungan manusia dengan lingkungan alam sekitar, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perencanaan dan perancangan Beach Club di Pantai Ngopet menghadirkan sebuah tempat hiburan yang menggunakan konsep biofilik dengan salah satu fasilitas yang ada yaitu restoran. Perencanaan dan perancangan Beach Club menghadirkan tempat hiburan yang memberi kenyamanan kepada para wisatawan.
Penerapan Tema Arsitektur Neo Vernakular pada Bentuk Bangunan Pondok Pesantren Modern di Mojokerto Setyawan, Andre; Poedjioetami, Esty; Laksmiyanti, Dian P.E.
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 5, No 2 (2024): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2024.v5i2.4947

Abstract

Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan agama Islam dengan sistem asrama atau pondok. Mayoritas penduduk Mojokerto memeluk agama Islam yaitu sebanyak 91,57 %. Oleh karena itu perlu sebuah tempat untuk memperdalam ilmu agama Islam bagi masyarakat khususnya dari kota Mojokerto. Maka dari itu diperlukan sebuah pondok pesantren yang menggunakan sistem pendidikan modern dan membuat tempat sarana pembelajaran agama Islam yang mengikuti perkembangan jaman, serta membuat lingkungan yang baik untuk tempat tinggal para santri. Metode yang digunakan dalam Perencanaan Dan Perancangan Pondok Pesantren Modern Di Mojokerto yaitu metode deskriptif. Metode deskriptif digunakan untuk memberikan sebuah gambaran desain yang akan dibuat dengan menganalisis beberapa sumber berupa bangunan sejenis terkait kebutuhan ruang pada bangunan tersebut yang dapat dijadikan acuan dalam pembuatan desain dari Pondok Pesantren. Hasil akhir Perencanaan dan Perancangan Pondok Modern di Mojokerto ini berupa desain sebuah pesantren yang menggunakan tema Arsitektur Neo-Vernakular Jawa Timur. Dengan konsep makro Islami yang menjadi dasar dalam pengembangan desain dari pondok pesantren, diharapkan dapat menjadi tempat pembelajaran agama Islam di wilayah Mojokerto dengan lingkungan dan fasilitas yang baik bagi para santri.
Penerapan Arsitektur Tropis pada Bentuk Hotel Resort di Pantai Rangko Labuan Bajo, Flores Gere, Garda Marsiana; Azizah, Siti; Poedjioetami, Esty
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2024: Menjembatani Energi Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau melalui Transformasi Riset dan Teknologi T
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Labuan Bajo adalah salah satu destinasi wisata yang ada di ibu kota kabupaten Manggarai Barat dan terletak di ujung paling barat Pulau Flores. Salah satu tempat wisata di Labuan Bajo adalah Goa Rangko yang terletak di Desa Rangko. Dengan banyaknya tempat wisata yang dapat dikunjungi dan dinikmati di Labuan Bajo membuat jumlah wisatawan setiap tahun meningkat. Kebutuhan akan tempat tinggal sementara atau penginapan bagi wisatawan juga turut meningkat. Tujuan utama perancangan hotel resort ini adalah untuk menyediakan tempat tinggal sementara atau penginapan yang memiliki fasilitas akomodasi aktivitas wisata serta fasilitas yang bersih dan nyaman bagi pengunjung atau wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Penelitian menggunakan metode deskriptif yang umumnya dilakukan dengan metode survei dan pengamatan. Rancangan objek menggunakan tema “ Arsitektur Tropis “, dan makro konsep “ Adaptif “, yang akan disesuaikan pada bentuk, sehingga menghasilkan bangunan yang memiliki desain arsitektur kekinian baik dari eksterior dan interior bangunan yang sesuai tema rancangan.
STUDI KUALITAS RUANG TERBUKA HIJAU DITINJAU DARI PENGAPLIKASIAN DESAIN UNIVERSAL (Studi Kasus : Taman Nginden Intan, Surabaya) Atika, Firdha Ayu; Poedjioetami, Esty; Oktafiana, Brina; Rosilawati, Hana
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 23 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v23i1.6199

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki kontribusi yang besar terhadap kesejahteraan manusia dan lingkungan sosial. Penyediaan RTH berupa Taman Kota menjadi salah satu strategi Pemkot Surabaya, dalam meningkatkan kualitas tata ruang kota yang mendukung konsep kota ekologis. Keberadaan dari Taman Kota sangat penting dalam mendukung pembangunan kota yang layak huni dan berkelanjutan. Ruang Terbuka Hijau merupakan aset pemerintah daerah yang dikelola untuk kepentingan masyarakat dari berbagai kalangan. Konsep Desain Universal atau Desain Inklusif merupakan pendekatan desain yang berpusat terhadap pengguna. Desain tersebut harus dapat diakses, dipahami, dan digunakan oleh semua orang, tanpa memandang usia, situasi, kemampuan atau kondisi disabilitas. Oleh karena itu, pengaplikasian Desain Universal menjadi hal yang esensial pada sebuah desain Taman Kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas dan memberikan rekomendasi desain pada studi kasus Taman Nginden Intan ditinjau dari pengaplikasian Desain Universal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis triangulasi, untuk mendapatkan hasil yang valid secara ilmiah. Berdasarkan hasil analisis, dapat ditarik kesimpulan bahwa Taman Nginden Intan memerlukan perbaikan dari segi penyediaan ramp, guiding block, hand rail, cabang jalur pedestrian dan fasilitas informasi yang komunikatif bagi penyandang disabilitas. Penambahan elemen barrier dan rumble strip pada jalan raya juga dibutuhkan, demi keselamatan pengunjung taman dari risiko kecelakaan. Di masa pandemi seperti sekarang ini, taman juga harus diberikan papan informasi protokol kesehatan dan fasilitas cuci tangan, untuk menciptakan kebiasaan baru guna menekan lonjakan kasus Covid-19.Green Open Space has a great contribution to human welfare and the social environment. The provision of City Park is one of the strategies of the Surabaya City Government, improving the quality of urban spatial planning that supports the concept of an ecological city. The existence of the City Park is very important supporting the development of a livable and sustainable city. Green Open Space is a local government asset that managed for the public interest. The concept of Universal Design or Inclusive Design is a user-centred design approach. It must be accessible, understood and used by everyone, regardless of age, situation, ability or disability. Therefore, the application of Universal Design is essential in a City Park design. This study aims to identify the quality and give design recommendations of Nginden Intan Park, in terms of the application of Universal Design. This study uses a qualitative method with triangulation analysis techniques, to obtain scientifically valid results Based on the analysis results, it can be concluded that Nginden Intan Park needs to be improved in terms of providing ramps, guide blocks, hand rail, pedestrian path branches and communicative information facilities, for people with disabilities. The addition of road barrier elements and rumble strips on the highway is also needed, for the safety of park visitors from the risk of accidents. During the pandemic, parks must be provided with health protocol information boards and hand washing facilities, creating new habits to decrease Covid-19 cases.
Application of the Healing BodySoul Architecture Theme in the Space Design of the Rehabilitation Center for Sexual Harassment Victims in Sooko, Mojokerto Regency, East Java Hafid, Ridho Hati; Ramadhani, Suci; Poedjioetami, Esty
Journal of Civil Engineering, Planning and Design Vol 3, No 2 (2024): November
Publisher : Faculty of Civil Engeneering and Planning - ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jcepd.2024.v3i2.6899

Abstract

. The highest number of cases of sexual harassment in the major cities are beginning to circulate in one of the eastern Java provinces, precisely in the district of Mojokerto.To a good objective from macro behavioral concepts to micro-centric concepts, and functional becomes an emphasis in the planning and management of land, shape and space in the Sexual Harassment Rehabilitation Center in Mojokerto Cab.The importance of the literacy it has and one of the contributing factors is the amount of data on sexual harassment.Inspired by the case marks in the surrounding neighborhood of Mojokerto, the idea was created to create a rehabilitation center located in Mojokorto. Lifting the healing theme of the architectural bodysoul can be done by creating an atmosphere that boosts the mood and refreshes the mind by creating spaces that can create a positive state of mind. Therefore this design has different colors, textures, and shapes to produce a friendly and pleasant atmosphere. The natural material used can help boost positive energy and help improve the physical and mental health of its inhabitants.
Application of Behavioral Architecture in The Land Arrangement of class IIA women Penitentiary Institution in Sidoarjo. Farania, Friza Izatul; Poedjioetami, Esty; Ramadhani, Suci
Journal of Civil Engineering, Planning and Design Vol 2, No 2 (2023): November
Publisher : Faculty of Civil Engeneering and Planning - ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jcepd.2023.v2i2.5104

Abstract

Abstract. Penitentiary Institution is a place to carry out coaching for the residents inside. According to the Law, the coaching process of women penitentiary residents must be inside the institution. The existence of a special prison for women can be a solution for empowering and fostering inmates, especially women so that they can be organized and systematic. Using the theme of behavioral architecture, which discusses human relations with the surrounding environment, of course, the psychology of penitentiary residents as human beings must be considered.Class IIA Women Penitentiary in Sidoarjo apply the theme of Behavioral Architecture and use the Security concept to provide a design appearance that gives a strong impression and is able to influence coaching activities both directly and indirectly. The design of the land arrangement uses the concept security applied in layered fences, layered doors, and guard posts.Keywords: Penitentiary, Women, Sidoarjo City, Behavioral Architecture, Humane.
Penerapan Tema Ruang Komunikatif pada Bangunan Wahana Edukasi Alat Permainan Anak Era 1960-2000 di Kabupaten Jombang Aulia, Faizah Ilma; Rachim, Amir; Poedjioetami, Esty
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 1 (2025): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i1.7309

Abstract

Kabupaten Jombang adalah sebuah kabupaten yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Timur. Luas wilayahnya 1.159,50 km² terdiri dari 21 Kecamatan dan 307 desa. Mayoritas penduduk Kabupaten Jombang yang memeluk agama islam dengan presentase 95 %. Neo vernakular yang berasal dari kata neo yang bermakna baru dan vernaculus yang bermakna asli, merupakan pengembangan arsitektur asli masyarakat setempat yang diterapkan dalam bentuk modern. Permasalahanya adalah, bagaimana menerapkan desain arsitektur neo vernakular di dalam bangunan tersebut, bagaimana memanfaatkan lahan yang terbatas, dan bagaimana membuat bangunan yang semenarik mungkin supaya anak zaman sekarang tertarik mengunjunginya. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan objek yang diteliti secara luas dan terperinci sebagai penunjang proses perancangan. Tujuan penelitian ini adalah melestarikan Alat Permainan Anak Era 1960 - 2000 Di Kabupaten Jombang dengan kreatif, menjaga keaslian permainan zaman 1960 - 2000 alat tradisional.Hasil akhir perencanaan dan perancangan wahana edukasi alat permainan anak berupa desain pusat pengembangan permainan tradisional anak. Manfaat dari hasil penelitian ini kepada pemerintah daerah dapat menghidupkan kembali kebudayaan berupa permainan tradisional anak-anak.
Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan Terhadap Bentuk Fasad Bangunan Pada Kawasan Pembudidayaan dan Pengolahan Kopi di Kota Kediri, Jawa Timur Putra, Ramaditha Pramestyawan; Hendra, Failasuf Herman; Poedjioetami, Esty
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2022): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v1i2.260

Abstract

Kota Kediri dikenal sebagai pusat perdagangan utama untuk gula dan industri rokok terbesar di Indonesia yaitu Most Recommended City for Invesment berdasarkan survei oleh SWA. Kota Kediri juga mempunyai kuliner khas yaitu Tahu Kuning, Gethuk Pisang dan juga Kopi Brontoseno. Dengan banyaknya kearifan lokal yang ada pada Kota Kediri maka harus dioptimalkan sebaik mungkin guna menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang ada. Permasalahan yang ada adalah kurangnya fasilitas bagi masyarakat yang ingin mempelajari tentang pembudidayaan kopi, sehingga maksud dan tujuan dari ini adalah memfasilitasi masyarakat yang ingin belajar tentang budidaya kopi serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Dengan mengusung tema arsitektur berkelanjutan akan menghasilkan bangunan yang mengutamakan tiga pilar utama dan bentuk yang tidak terlalu rumit serta mengutamakan fungsinya. Didukung dengan Konsep Makro Rekreatif dan Edukatif serta dengan Konsep Mikro Tatanan Lahan Terarah yang berfokus pada penataan bangunan berdasarkan fungsi, Konsep Mikro Bentuk Analogi yang berfokus pada implementasi dari biji kopi serta anyaman keranjang yang diwujudkan pada fasad bangunan, dan Konsep Mikro Ruang Interaktif dengan harapan terjadinya suatu interaksi baik berupa visual, verbal atau Tindakan. Dengan demikian diharapkan masyarakat dapat belajar dan memperoleh ilmu khususnya dalam pembudidayaan dan pengolahan kopi.
Penerapan Konsep Ekspresif pada Bentuk Bangunan Pusat Pameran dan Pengembangan Seni Lukis Di Ponorogo Deswiarto, Vitto Istighfaren; Poedjioetami, Esty; Laksono, Sigit Hadi
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 2 (2025): Tekstur (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i2.8191

Abstract

Ponorogo, yang terkenal sebagai Kota Reog, sering dianggap sebagai pusat seni, dengan banyak seniman berbakat di berbagai bidang, terutama dalam seni lukis yang sering melahirkan bakat-bakat luar biasa. Agar potensi ini dapat berkembang dengan baik, dibutuhkan fasilitas yang memadai untuk menampung, mengembangkan, dan memamerkan karya seni secara profesional. Agar memberikan daya Tarik, perlu menerapkan konsep ekspresif pada bentuk bangunan untuk memperkuat identitas arsitektural yang mampu menggambarkan karakter seni lukis. Eksplorasi bentuk massa bangunan yang dinamis, asimetris, dan tidak konvensional menjadi wujud dari konsep ekspresif, dipadukan dengan elemen fasad bermotif bulu merak yang melambangkan kebebasan berekspresi dan keindahan estetika. Metode studi ini menggunakan analisis visual untuk menilai elemen bentuk, komposisi, dan hubungan antara desain dan fungsi ruang. Berdasarkan penelitian, penerapan bentuk ekspresif terbukti mampu menciptakan daya tarik visual yang kuat, meningkatkan pengalaman pengunjung dalam menikmati karya seni, serta memperkuat citra kawasan sebagai pusat aktivitas seni di Ponorogo. Sehingga, konsep ekspresif dalam bentuk bangunan tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, melainkan juga sebagai strategi desain yang komunikatif dan berorientasi pada fungsi