Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH LAMA PERENDAMAN AIR HUJAN TERHADAP KINERJA LASTON (AC-WC) BERDASARKAN UJI MARSHALL Ilvin NurLaily; Boedi Rahardjo
BANGUNAN Vol 22, No 1 (2017): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.888 KB) | DOI: 10.17977/um071v22i12017p%p

Abstract

Abstrak:Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Mengetahui karakteristik bahan penyusun campuran laston (AC-WC) dan (b) Mengetahui pengaruh lama perendaman air hujan terhadap kinerja laston (AC-WC) berdasarkan uji Marshall. Hasil penelitian ini menunjukkan (a) karakteristik bahan penyusun campuran laston (AC-WC) memenuhi syarat yang ditentukan dalam spesifikasi , (b) hasil pengujian pengaruh lama perendaman air hujan diperoleh nilai stabilitas terus mengalami penurunan; nilai kelelehan plastis (flow) mengalami peningkatan; nilai Marshall Quotient konsisten mengalami penurunan; nilai VIM terus meningkat; nilai VMA terus mengalami peningkatan dan nilai VFB menurun secara konsisten.Kata-kata kunci: perendaman, laston (AC-WC), uji Marshall.Abstract: The objectives of this research are: (a) To know the characteristics of composite material of laston mixture (AC-WC) and (b) to know the effect of rain water immersion period on laston performance (AC-WC) based on Marshall test. The results of this study show that (a) the characteristics of composite materials of the laston mixture (AC-WC) fulfill the requirements specified in the specification; (b) the results of testing the effect of the duration of rain water immersion; The value of plastic melt has increased; The value of Marshall Quotient consistently decreases; VIM values continue to increase; VMA values continue to increase and the value of VFB decreases consistently.Key Words: immersion, laston (AC-WC), Marshall test.
IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN K3 PADA PROYEK PEMBANGUNAN GKB UNIVERSITAS NEGERI MALANG Lenny Novitasari; Suparno Suparno; Boedi Rahardjo
BANGUNAN Vol 25, No 2 (2020): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v25i22020p39-48

Abstract

Abstrak:Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) sangat penting untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Komitmen dan kebijakan dalam proyek dibuat langsung dengan berdasarkan standart perusahaan. 2) Perencanaan K3 dilakukan proyek konstruksi GKB UM dengan mengidentifikasi bahaya, melakukan penilaian risiko, dan menentukan pengendalian risiko. Kemudian perencanaan K3 diawali dengan membuat safety plan yang disusun berdasarkan penilaian awal dan juga berdasarkan undang-undang dan persyaratan K3 terkait. 3) Proyek konstruksi para pekerja dan karyawan baru akan diberikan safety induction dan cek kesehatan. APD disediakan secara lengkap sesuai potensi risiko dan setiap pekerja diwajibkan untuk menggunakan APD selama bekerja dilapangan, melaksanakan she talk dan toolbox meeting secara rutin sebagai bentuk komunikasi K3 antar pekerja. 4) Pemantauan dan evaluasi K3 dilakukan dengan kegiatan inspeksi secara berkala untuk memastikan bahwa setiap potensi bahaya yang dapat timbul dari kondisi tempat kerja, peralatan kerja, material serta tindakan pekerja teridentifikasi, dan juga berguna untuk mengambil tindakan perbaikan serta pencegahan yang diperlukan serta menyediakan peralatan darurat sesuai dengan peraturan tentang peralatan dan sistem tanda bahaya keadaan darurat yang disediakan, diperiksa, diuji dan dipelihara secara berkala. 5) Peninjauan dan peningkatan dilaksanakan dengan membuat statistik risiko kecelakaan maupun audit temuan yang terjadi di proyek serta melakukan perbaikan terhadap penyimpangan yang ditemukan.Kata-kata kunci: GKB, Implementasi, Sistem Manajemen K3Abstract: Occupational health and safety (K3) is very important to prevent and reduce occupational accidents and diseases as well as the creation of a safe, efficient and productive workplace. The results showed: 1) Commitments and policies in the project were made directly based on company standards. 2) OHS planning is carried out by the UM GKB construction project by identifying hazards, conducting risk assessments, and determining risk control. Then OHS planning begins with making a safety plan based on initial assessments and also based on laws and related OSH requirements. 3) Construction project workers and new employees will be given safety induction and health checks. PPE is provided in full according to potential risks and every worker is required to wear PPE while working in the field, carry out she talk and toolbox meetings regularly as a form of K3 communication between workers. 4) OHS monitoring and evaluation are carried out with periodic inspection activities to ensure that any potential hazards that may arise from workplace conditions, work equipment, materials and worker actions are identified, and are also useful for taking necessary corrective and preventive actions and providing emergency equipment. in accordance with the regulations regarding the equipment and system of emergency alerts provided, checked, tested and maintained periodically. 5) Reviews and improvements are carried out by making accident risk statistics and auditing the findings that occur in the project and making corrections to any deviations found.Keywords: GKB, Implementation, K3 Management System
KAJIAN EKSPERIMENTAL CAMPURAN ASPAL PORUS DENGAN BAHAN TAMBAHAN PLASTIK HDPE (HIGH DENSITY POLY ETHYLENE) Izzanur Rusyda DS; Boedi Rahardjo; Pranoto Pranoto
BANGUNAN Vol 23, No 2 (2018): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.365 KB) | DOI: 10.17977/um071v23i22018p%p

Abstract

Abstrak: Di Indonesia jumlah limbah plastik setiap tahun terus meningkat dan belum dimanfaatkan secara maksimal serta perlunya solusi pada perkerasan jalan yang rusak akibat air hujan. Aspal porus merupakan teknologi dalam dunia perkerasan jalan, yaitu perkerasan yang memiliki rongga yang besar yang dapat mengalirkan air dari permukaan ke dalam tanah. Rongga yang besar membuat aspal porus memiliki nilai stabilitas yang rendah. untuk meningktakan stabilitas diperlukan bahan tambah. Plastik HDPE merupakan bahan yang memiliki sifat seperti aspal yaitu termoplastik yang meleleh bila dipanaskan, mengeras bila didinginkan. Penggunaan plastik HDPE selain sebagai bahan tambah untuk meningkatkan stabilitas pada campuran aspal porus serta mengurangi jumlah limbah plastik. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan karakteristik bahan penyusun campuran aspal porus, (2) mendeskripsikan karakteristik campuran aspal porus dengan tambahan HDPE menggunakan cara basah ditinjau dari parameter marshall,  permeabilitas, cantabro loss,  dan binder drain down. Metode penelitian ini yaitu pemeriksaan bahan yang akan digunakan, pembuatan benda uji dengan kadar aspal 4 persen, 4,5 persen, 5 persen, 5,5 persen, dan 6 persen. Kemudian diuji Marshall untuk medapatkan nilai kadar aspal optimum (KAO). Selanjutnya dilakukan pembuatan benda uji dengan KAO dan penambahan plastik HDPE dengan kadar 0 persen, 5 persen, 10 persen, 15 persen, 20 persen serta diuji Marshall, Cantabro Loss, Permeabilitas, dan Binder Drain Down. Hasil dari penelitian ini yaitu: (1) Karakteristik bahan penyusun campuran aspal porus yang meliputi agregat, filler, dan aspal telah memenuhi standar RSNI 2 Tahun 2012. (2) Penambahan Plastik HDPE dalam campuran aspal porus dapat meningkatkan nilai stabilitas, nilai rata-rata stabilitas tertinggi pada kadar plastik HDPE 15 persen sebesar 514,43 kg. Selain itu nilai flow juga semakin meningkat dengan nilai rata-rata  flow tertinggi pada kadar plastik HDPE 20 persen sebesar 3,3 mm. Namun, nilai VIM semakin menurun dengan nilai rata-rata VIM terendah pada kadar plastik HDPE 20 persen sebesar 14,22 persen. Nilai rata-rata cantabro loss sebesar 17,94 persen adalah nilai terbaik yang didapatkan pada kadar plastik HDPE 15 persen. Sedangkan nilai permeabilitas mengalami penurunan hingga kadar plastik HDPE 20 persen dengan nilai rata-rata tertinggi sebesar 0,123 cm/det. Nilai binder drain down mengalami penurunan seiring bertambahnya kadar plastik, nilai rata-rata terendah terdapat pada kadar plastik HDPE 20 persen yaitu 0,0302 persen. Kata kunci: aspal porus, plastik HDPE, parameter marshall, cantabro loss, permeabilitas, binder drain down. 
HUBUNGAN KADAR ASPAL DENGAN VARIASI KADAR FILLER BATU TABAS PADA CAMPURAN AC-WC Putu Hendriawan Wijaya; Boedi Rahardjo; Pranoto Pranoto
BANGUNAN Vol 24, No 2 (2019): BANGUNAN EDISI OKTOBER
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.455 KB) | DOI: 10.17977/um071v24i22019p9-18

Abstract

Abstrak: Penurunan ketahanan (durabilitas) lapisan perkerasan terutama perkerasan lentur akibat permukaan jalan sering terendam air. Lapis perkerasan lentur yang sering mengalami kerusakan adalah lapis aspal beton AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) atau lapis aus. Kualitas aspal beton dapat ditingkatkan menggunakan filler sebagai bahan pengisi ke dalam campuran. Limbah batu tabas dimanfaatkan sebagai filler atau bahan pengisi untuk membantu kinerja pada campuran aspal beton, meningkatkan kualitas jalan dan mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Tujuan penelitian: (1) mendeskripsikan karakteristik bahan campuran aspal beton AC-WC. (2) hubungan antara kadar aspal dengan variasi kadar filler batu tabas pengujian marshall dan IKS. Hasil penelitian: (1) karakteristik bahan campuran aspal beton AC-WC yang meliputi: (a) berat jenis agregat kasar 2,64, agregat halus 2,29 & filler batu tabas 3,08, penyerapan agregat kasar 2,39 persen dan agregat halus 1,48 persen, dan keausan agregat kasar 29,02 persen. (b) berat jenis aspal 1,03, penetrasi aspal 66,55 mm, titik lembek aspal 50,5°C, daktilitas aspal 130,33 cm, titik nyala aspal suhu 339°C dengan titik bakar suhu 344°C, dan kehilangan berat aspal sebesar 0,0 persen. (2) hubungan campuran AC-WC menggunakan variasi kadar filler batu tabas pengujian marshall dan IKS, yaitu: (a) Stabilitas pada kadar filler batu tabas 0 persen dengan kadar aspal 6 persen meningkat dan memperoleh nilai tertinggi yaitu 1749,29 kg, lalu menurun hingga kadar aspal 7 persen, (b) Flow kadar filler batu tabas 75 persen dengan kadar aspal 5,5 persen menurun dan memperoleh nilai terendah yaitu 1,64 mm, lalu meningkat hingga kadar aspal 7 persen, (c) MQ tertinggi diperoleh kadar filler batu tabas 75 persen dengan kadar aspal 5,5 persen sebesar 1114,63 kg/mm, lalu kadar filler batu tabas 100 persen dengan kadar aspal 7 persen menurun hingga 301,21 kg/mm, (d) VIM aspal beton secara keseluruhan menurun seiring bertambahnya kadar aspal, (e) VMA aspal beton secara keseluruhan meningkat seiring bertambahnya kadar aspal, (f) VFA meningkat seiring bertambahnya kadar aspal. (g) IKS tertinggi diperoleh pada campuran dengan kadar filler batu tabas 75 persen kadar aspal 6,5 persen yaitu 98,18 persen.Kata-kata kunci: batu tabas, kadar filler, AC-WC, parameter marshall, IKS
ANALISIS KECELAKAAN LALU LINTAS STUDI KASUS JALAN RAYA PANTURA TUBAN-WIDANG KM 0,00-KM 29,00 Vara Kusuma Goesman; Boedi Rahardjo; Pranoto Pranoto
BANGUNAN Vol 26, No 1 (2021): BANGUNAN EDISI MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v26i12021p45-62

Abstract

Abstrak: Metode deskriptif untuk mendeskripsikan karakteristik kecelakaan lalu lintas berdasarkan data sekunder tahun 2015-2018 dan penentuan lokasi blackspot dengan mengacu pada pedoman Pd-T-09-2004-B dan Metode Cummulative Summary. Metode Inferensial berupa uji korelasi dan regresi untuk mendapatkan hubungan antara kecepatan 85 persentil dengan kecelakaan serta mendapatkan model persamaan yang terbaik pada kendaraan antara sepeda motor, kendaraan ringan, dan kendaraan berat yang menyebabkan kecelakaan.Hasil penelitian menunjukaan bahwa karakteristik kecelakaan berdasarkan angka kecelakaan paling banyak terjadi pada tahun 2016 (159 kecelakaan), tipe kendaraan yang paling sering terlibat adalah sepeda motor (54.02 persen), korban kecelakaan yang paling banyak adalah luka ringan (81,78 persen), waktu kejadian yang paling sering pagi hari (32,16 persen), hari yang paling sering terjadi adalah hari Kamis (15,52 persen), usia dan jenis kelamin yang paling sering adalah laki-laki (73,98 persen) dan usia 15-30 tahun (48,73 persen), tipe kecelakaan yang sering terjadi adalah tabrak depan-samping (28,68 persen), faktor penyebab yang paling sering terjadi adalah faktor pengemudi (91,56 persen). Penentuan lokasi daerah rawan kecelakaan terletak pada STA 89+000-88+000, STA 87+000-86+000, STA 86+000-85+000, STA 84+000-83+000, STA 79+000-78+000, STA 78+000-77+000, STA 74+000-73+000, dan STA 72+000-71+000. Analisis hubungan antara kecepatan dengan kecelakaan pada lokasi blackspot memiliki hubungan kategori kuat adalah kendaraan sepeda motor dengan interval 0.60 hingga 0.80. dengan model persamaan terbaik yaitu model polynomial orde 3 Y sama dengan -871,61+29,294x- 0,346x2 + 0,001x3 didapatkan nilai r: 0,839 dan R2: 0,705 (70,5 persen) dengan kecepatan rata-rata kendaraan sepeda motor diatas 80 km/jam. sedangkan untuk kendaraan ringan dan kendaraan berat mempunyai hubungan kategori sedang dengan interval 0.40 hingga 0.60 dengan R2 untuk LV sama dengan 0,435 dan R2 untuk HV sama dengan 0,377 dibawah 0,60 sehingga tidak dapat digeneralisasikan bahwa kecepatan berpengaruh terhadap kecelakaan.Kata-kata kunci: kecelakaan lalu lintas, kecepatan, black spot, cumulative summary,regresiAbstract: A descriptive method to describe the characteristics of traffic accidents based on secondary data for 2015-2018 and determining the location of blackspots by referring to the Pd-T-09-2004-B guidelines and the Cummulative Summary Method. The inferential method is in the form of correlation and regression tests to get the relationship between the 85th percentile speed with accidents and to get the best equation model for vehicles between motorcycles, light vehicles, and heavy vehicles that cause accidents.The results showed that the characteristics of accidents based on the number of accidents most occurred in 2016 (159 accidents), the type of vehicle that was most often involved was motorcycles (54.02 percent), the most accident victims were minor injuries (81.78 percent), time the most frequent occurrence is in the morning (32.16 percent), the most frequent day is Thursday (15.52 percent), the most frequent age and gender are male (73.98 percent) and age 15-30 years (48.73 percent), the type of accident that often occurs is a front-side collision (28.68 percent), the most common cause is the driver factor (91.56 percent). Determination of the location of accident-prone areas is located at STA 89+000-88+000, STA 87+000-86+000, STA 86+000-85+000, STA 84+000-83+000, STA 79+000-78+ 000, STA 78+000-77+000, STA 74+000-73+000, and STA 72+000-71+000. Analysis of the relationship between speed and accidents at the blackspot location has a strong category relationship is a motorcycle vehicle with an interval of 0.60 r 0.80. with the best equation model, namely the polynomial model of order 3 Y equals to -871.61+29.294x- 0.346x2 + 0.001x3 the value of r = 0.839 and R2 is 0.705 (70.5 percent) with an average speed of motorcycles above 80 km /hour. while for light vehicles and heavy vehicles there is a moderate category relationship with an interval of 0.40 to 0.60 with R2 for LV is 0.435 and R2 for HV is 0.377 below 0.60 so it cannot be generalized that speed affects accidents.Keywords: traffic accident, speed, black spot, cumulative summary, regression
Analisis Kinerja Campuran Perkerasan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) Menggunakan Bahan Tambah Asbuton B 50/30 Terhadap Parameter Marshall Ilvernia Wasiatur Rohma; Bambang Supriyanto; Boedi Rahardjo
Media Teknik Sipil Vol. 21 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v21i1.23836

Abstract

Perkerasan merupakan adalah elemen penting dalam konstruksi jalan raya untuk memastikan kelancaran lalu lintas. Indonesia membutuhkan sekitar 1,6 juta ton aspal setiap tahun karena tingginya kerusakan jalan yang memerlukan perbaikan berulang. PT Pertamina hanya mampu memenuhi sekitar 30% dari kebutuhan aspal, sehingga sebagian besar harus diimpor. Asbuton, dengan kandungannya yang lebih unggul, dapat menjadi alternatif yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja campuran AC-WC dengan Asbuton B 50/30 (Lawele Granular Asphalt, LGA) dan menentukan kadar optimum penggunaannya. Pada penelitian ini, Kadar Aspal Optimum (KAO) ditentukan terlebih dahulu menggunakan metode eksperimen. Kemudian, dibuat benda uji dengan Asbuton B 50/30 sebagai bahan tambah aspal dengan variasi 5%, 6,5%, 8%, 9,5%, dan 11% berdasarkan nilai KAO. Campuran diuji dengan metode Marshall untuk mendapatkan karakteristik Marshall berdasarkan spesifikasi Bina Marga Tahun 2018 Revisi 2. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar optimum Asbuton B 50/30 adalah 5,75% dengan karakteristik Marshall Test yang memenuhi standar yang ditetapkan.
ANALISIS KINERJA SIMPANG EMPAT BERSINYAL (STUDI KASUS: JL. HASYIM ASYARI – JL. IMAM BONJOL – DAN JL. MASTRIP KAB. BOJONEGORO) Putri, Lailvie Cahyaning; Rahardjo, Boedi; Pranoto, Pranoto
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068.v4.i4.2024.3

Abstract

Abstrak : Kemacetan merupakan permasalahan yang timbul akibat padatnya aktivitas lalu lintas. Kemacetan sering terjadi di daerah persimpangan dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain arus kendaraan, panjang antrian, waktu siklus, dan tundaan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis kinerja simpang empat bersinyal, dan (2) Memberikan solusi alternatif atas permasalahan yang terjadi. Lokasi penelitian dilaksanakan di simpang empat bersinyal Jl. Hasyim Asyari – Jl. Imam Bonjol – dan Jl. Mastrip Kab. Bojonegoro. Data yang diperlukan diperoleh melalui survei lapangan yang dilaksanakan pada hari Senin, Rabu, Sabtu, dan Minggu pukul 06.00 – 08.00, 11.00 – 13.00, 17.00 – 19.00 WIB untuk kemudian diambil data jam puncak. Hasil penelitian dianalisis menggunakan formulir SIS I – SIS V PKJI 2023. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Tingkat pelayanan simpang C dengan indikator tundaan sebesar 24,03 det/smp dan derajat kejenuhan sebesar 0,88; (2) Solusi alternatif yang diberikan yakni dengan rekayasa 3 fase, rekayasa geometrik, dan penyesuaian waktu siklus. Solusi alternatif yang diberikan mampu mengurangi nilai derajat kejenuhan menjadi 0,67 dan tundaan sebesar 13,98 det/smp. Waktu siklus juga dihitung dan disesuaikan sehingga didapatkan sebesar 45 detik.
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL DI KOTA MALANG MENGGUNAKAN PKJI 2023 (STUDI KASUS: SIMPANG DIENG MALANG) Ramzy, Mohammad; Rahardjo, Boedi; Supriyanto, Bambang
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068.v4.i7.2024.4

Abstract

Abstrak : Persimpangan menjadi salah satu bagian penting dari transportasi yang perlu diperhatikan untuk mengatur dan melancarkan arus lalu lintas dalam kota. Simpang Dieng adalah salah satu simpang di kota Malang yang mempunyai volume arus lalu lintas yang cukup padat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja simpang, mencari alternatif solusi, dan memperkirakan kinerja simpang alternatif solusi untuk waktu 5 tahun yang akan datang. PKJI 2023 akan digunakan untuk menganalisis kinerja simpang Dieng kondisi eksisting. Hasil analasis kinerja simpang Dieng diperoleh (1) nilai derajat kejenuhan tertinggi pada jam puncak pagi hari Rabu, 11 Oktober 2023 dengan nilai 1,133 dan menghasilkan tundaan rata-rata simpang sebesar 187,9 det/SMP yang termasuk dalam kategori tingkat pelayanan F (sangat buruk), maka perlu dilakukan analisis untuk mencari alternatif solusi yang sesuai dengan ketentuan PKJI 2023. (2) Alternatif solusi terbaik yang dapat diterapkan dengan melakukan pelarangan belok kanan untuk semua pendekat dan mengubah dari 4 fase menjadi 2 fase waktu sinyal. Penerapan alternatif solusi tersebut mendapatkan kategori tingkat pelayanan B (baik) dengan nilai tundaan rata-rata simpang sebesar 13,3 det/SMP. (3) Analisis perkiraan alternatif solusi yang terbaik untuk 5 tahun yang akan datang dengan menggunakan metode analisis regresi tunggal. Hasil analisis perkiraan tersebut ditemukan bahwa kinerja simpang dapat mempertahankan tingkat pelayanan B (baik) pada tahun 2028 dengan nilai tundaan rata-rata simpang sebesar 14,0 det/SMP
Pemodelan Pemilihan Moda Transportasi (Studi Kasus: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang) Rahardjo, Boedi; Yulianti, Monica; Pranoto, Pranoto
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 1, JULI 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v29i1.54387

Abstract

A traveler will consider many things in choosing a mode because the availability of transportation modes is variated. The traveler's characteristics, the trip's characteristics, and the facilities of transportation mode characteristics can influence a person's decision in choosing a mode. The study of the selection of modes of transportation to campus by students, lecturers, and other workers at the Faculty of Economics and Business, State University of Malang, aims to describe the characteristics of mode users and determine the mode selection models to go to campus. This study used a descriptive analysis method to determine the characteristics of mode users and the binomial difference logit method for modeling transportation. The results of the study showed that five factors are most influential in choosing a mode between private transportation and public transportation at the Faculty of Economics and Business, the State University of Malang, namely ownership of a driving license, travel distance, the comfort of transportation, the safety of transportation, and availability of transportation which produces a regression model UKP – KU = -11.480 + 4.045 (X7) – 1.263 (X8) + 5.102 (X11) + 2.302 (X12) + 5.693 (X14). This model has an R2 value of 0.743 and a classification plot of 0.927. From the results of the modeling equation, the probability value of mode selection for private transportation is 0.997. In contrast, public transportation gets a probability value of 0.003.
Implementasi Sumur Resapan untuk Meningkatkan Drainase Perumahan Dirgantara Permai Siswanto, Henri; Pranoto, Pranoto; Supriyanto, Bambang; Djatmiko, Bambang; Rahardjo, Boedi
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2023): EDISI JUNI 2023
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v7i1.4449

Abstract

Many housing estates experience drainage problems, as a result of these drainage problems can be in the form of unpleasant odors, dirty and can be a medium for mosquitoes to grow. This also happened in the housing of Dirgantara Permai, Malang City. One of the efforts that can be done is improving drainage by building infiltration wells. Infiltration wells are implemented in the form of infiltration wells designed with the ability to absorb water according to local soil conditions. The results obtained from the implementation of infiltration wells are the better the drainage environment, the environment is cleaner and there is no bad smell.ABSTRAKBanyak Perumahan mengalami permasalahan drainase, akibat dari permasalahan drainase ini dapat berupa bau tidak sedap, kotor dan dapat menjadi media berkembangnya nyamuk. Hal ini juga terjadi di Perumahan Dirgantara Permai Kota Malang. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah perbaikan drainase dengan pembangunan sumur resapan. Tujuan pengabdian ini adalah mengimplementasikan sumur resapan untuk meningkatkan drainase lingkungan. Sumur resapan yang diimplementasikan berupa sumur resapan yang didesain dengan kemampuan meresapkan air sesuai kondisi tanah setempat. Hasil didapat dari implementasi sumur resapan adalah lingkungan semakin baik drainasenya, lingkungan lebih bersih dan tidak ada bau tidak sedap.