Chandradewana Boer
Pusat Penelitian Hutan Tropis Universitas Mulawarman (PPHT Unmul)

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IDENTIFIKASI POHON INANG EPIFIT DI HUTAN BEKAS TEBANGAN PADA DATARAN RENDAH DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) MALINAU Sujalu, Akas Pinaringan; Hardwinarto, Sigit; Boer, Chandradewana; Sumaryono, Sumaryono
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pohon inang epifit (porofit) pada hutan bekas tebangan setelah 6 tahun pembalakan seluas 12 hektar di Hutan Penelitian Malinau (MRF-CIFOR) pada hutan dataran rendah DAS Malinau.  Pohon inang epifit di hutan bekas tebangan ditemukan 50 pohon per hektar, yang terdiri dari 162 spesies dalam 42 suku dengan 484 pohon (79.9%) berdiameter 20-51 cm.  Pohon inang dari family Dipterokarpa di temukan paling banyak di hutan bekas tebangan (± 50%). Shorea parvifolia Dyer. merupakan pohon inang paling banyak ditemukan (34 pohon).
Probabilitas kerentanan kebakaran hutan dan lahan menggunakan Model Hotspot Algoritma Maximum Entropy Dhaffa, Naufal Akhdan Amru; Suhardiman, Ali; Sulistioadi, Yohanes Budi; Ruslim, Yosep; Herlambang, Heru; Boer, Chandradewana; Kristiningrum, Rochadi
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.14859

Abstract

Bencana merupakan suatu peristiwa yang diwaspadai karena dapat menimbulkan kerugian materiil dan mengancam keselamatan salah satunya kebakaran di hamparan lahan hutan dan pemukiman masyarakat. Pada tahun 2020, Kabupaten Kutai Timur mencatat 21 titik kejadian kebakaran hutan dan lahan tertinggi. Dampak dari kebakaran tersebut melibatkan aspek sosial, budaya, dan ekonomi. Bencana ini dipicu oleh faktor alam atau faktor lainnya, ketidakberadaan informasi lokasi kerentanan kebakaran hutan dan lahan dapat menghambat upaya pengendalian kebakaran. Penelitian ini dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana serupa dengan memodelkan distribusi hotspot. Tujuan utama adalah menilai probabilitas kerentanan terhadap kebakaran yang dapat terjadi di areal hutan dan lahan wilayah Kutai Timur. Data kajian ini mencakup variabel hotspot dan faktor lingkungan selama lima tahun terakhir. Faktor lingkungan tersebut melibatkan data curah hujan, kelembapan, dan kecepatan angin yang dihitung rata-rata dari tahun 2018 hingga 2023. Pengembangan model menggunakan algoritma maximum entropy dan software ArcGIS untuk menganalisis data spasial. Model ini menghasilkan representasi sebaran hotspot di wilayah Kutai Timur, menunjukkan prediksi kerentanan terhadap kebakaran yang terjadi di areal hutan dan lahan. Faktor lingkungan yang digunakan memiliki kontribusi seimbang dalam pembentukan model. Hasilnya menunjukkan probabilitas kerentanan tertinggi terdapat pada area penggunaan lain dan hutan produksi di dalam kawasan administrasi Kabupaten Kutai Timur.
Identifikasi jenis anura dengan bioakustik pada kawasan Hutan Lindung Sungai Wain, Kalimantan Timur Munda, Gresya; Boer, Chandradewana; Sutedjo, Sutedjo; Syoim, Mochamad
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.11718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara identifikasi amfibi menggunakan suara (Bioakuistik) pada Kawasan Hutan Lindung Sungai Wain untuk kepentingan mengumpulkan database suara amfibi untuk mempermudah dan membantu peneliti-peneliti yang lainnya untuk identifikasi. Penelitian ini dilakukan dengan munggunakan metode transek jalur dan merekam suara dengan menggunakan telepon genggam (Handphone) pada lokasi penelitian yang diduga sebagai Habitat satwa yang akan diamati Hasil penelitian perekaman suara katak sesuai dengan data yang ditemukan hanya dapat dilakukan kepada 8 jenis, yaitu Pulchrana baramica, Indosylvirana nicobariensis, Rhacophorus pardalis, Kurixalus chaseni, Hylarana erythraea, Ingerophrynus divergens, Pulchrana picturata, dan pulchrana laterimaculata. Adapun rekaman yang ditemukan dengan jenis yang sama tetapi individu yang berbeda dan ada pula beberapa jenis yang tidak dapat direkam suaranya. Berdasakan data yang ditemukan di lapangan dapat diketahui bahwa masing-masing Jenis ini memiliki ciri dan karakter suara masing-masing terlihat dari variasi frekuensi dan gap antar nada pulse setiap jenis. Adapun beberapa jenis sama yang ditemukan pada dua lokasi yakni terlihat bahwa frekuensi suara jenis tersebut tidak jauh berbeda kecuali pada gap nada pulse ada perbedaan yang cukup signifikan. Variasi suara individu katak dari jenis yang sama dibedakan dengan frekuensi dan durasi masing-masing jenis suara katak.
Kajian Potensi Pengembangan Ekowisata Kampung Pegat Batumbuk Kecamatan Pulau Derawan Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur Adriansyah, Adriansyah; Matius, Paulus; Purwanti, Emi; Boer, Chandradewana; Herlambang, Heru; Suba, Rachmat B
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i2.16215

Abstract

Kampung Pegat Batumbuk termasuk dalam wilayah penyangga (buffer zone) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kepulaun Derawan-Sangalaki dan sekitarnya. Dengan luas Kampung 32.027,80 ha   dimana seluas 31.145,80 ha (97,24%), merupakan kasawan hutan dengan ekositem mangrove, sehingga Pengembangan ekowisata di Kampung Pegat Batumbuk dapat mendukung segala upaya pelestarian lingkungan dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi daya tarik ekowisata dan mengkaji strategi pengembangan ekowisata di Kampung Pegat Batumbuk  Kecamatan Pulau Derawan Kabupaten Berau. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tahapan meliputi pengumpulan data, pengolahan data, analisis data dan pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Pegat Batumbuk memilik potensi sebagai obyek wisata yang memanfaatkan sumber daya alam, namun karena sekitar Kampung Batumbuk telah ada obyek wisata lain yang dikenal seperti obyek wisata Pulau Derawan dan Pulau Maratua, maka ekowisata Kampung Pegat Batumbuk selayaknya diarahkan sebagai obyek Wisata Pendukung. Potensi wisata yang ada di Kampung Pegat Batumbuk adalah keanekaragaman jenis flora dan fauna, susur mangrove, memancing. Selain sebagai salah satu daerah tujuan wisata alam, ekowisata Kampung Pegat batumbuk juga dapat dijadikan lokasi konservasi bagi pengunjung dan cocok dijadikan sebagai lokasi penelitian akan keanekaragaman flora dan fauna pada ekosistem mangrove
THE ROLE OF FIRE CARE COMMUNITY IN PREVENTION AND CONTROL OF FOREST AND LAND FIRES IN KARANG JOANG VILLAGE, BALIKPAPAN CITY Nasir, Mohammad; Boer, Chandradewana; Kristiningrum, Rochadi Kristiningrum; Setiawan, Setiawan; Ibrahim, Ibrahim; Purwanti, Emi; Chaniago, Hilmi Dewa; Lillah, Alfa Rizky
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2025 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v8i1.3838

Abstract

This research is descriptive qualitative research that aims to explore and analyses the role of benefits, obstacles and involvement of Fire Care Community (MPA) formed by Regional Technical Implementation Unit (UPTD) of Balikpapan Protected Forest Management Unit (KPHL). Primary data consists of interviews, observations and documentation and secondary data comes from literature, reports or documents from related institutions, while the object of research is five MPA groups in Karang Joang Village Balikpapan City, East Kalimantan Province selected by purposive sampling and analyzed using a Likert Scale. The research shows that Fire Care Community (MPA) in Karang Joang Village. It is crucial in promoting awareness about the risks of forest fires through impactful outreach and education, fostering a shift in people’s behavior toward more eco-friendly practices. The existence of MPA provides significant benefits, such as ecosystem preservation, improved air quality, public health, as well as supporting sustainable agricultural practices that strengthen local economic welfare. Although MPAs face barriers such as limited resources and weak law enforcement, these challenges can be overcome with stronger collaboration. MPA engagement has also proven effective in reducing the frequency and scale of forest fires through regular patrols, early detection and rapid response
Observasi Jenis-Jenis Burung Pada Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi PT. Gunung Gajah Abadi Boer, Chandradewana; Rustam, Rustam
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VIII Nomor 2 Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v8i2.222

Abstract

Tujuan penelitian untuk melihat keanekaragaman jenis burung didalam kawasan PT GGA yang telah ditetapkan sebagai areal dengan nilai konservasi tinggi. Kurang dari 100 jenis burung diamati dan diidentifikasi dengan kombinasi metode yaitu dengan cara pengamatan, mendengarkan suara, jala kabut dan perangkap kamera. Setiap burung yang terdeteksi diidentifikasi jenisnya dan dilihat kelas makan dan statusnya. Beberapa jenis burung adalah spesies yang jarang ditemukan, terancam punah, endemik dan rentan. Insektivora lebih banyak diidentifikasi daripada kelompok kelas makan lainnya. Polypectron schleiermacheri (Endagered, IUCN, Appendix II, CITES), Lophura ignita dan Carpococys radiceus terperangkap oleh kamera dan menunjukkan betapa pentingnya hutan di dalam area PT. Gunung Gajah Abadi untuk dilindungi.