Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Palm Oil Fresh Fruit Bunch Loss And Post Harvest Risk Analysis At Koperasi Petani Sawit Mandiri (KOPSA-M) Pangkalan Baru, Siak Hulu Kampar Riau Angga Pramana; Anthony Hamzah; M Amrul Khoiri; Yulius Gae Lada
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol 3 No 2 (2021): Volume 3 No.2 July 2021
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v3i2.1315

Abstract

Post-harvest oil palm that does not comply with the Factory standart can cause losses in reducing the production of fresh fruit bunches. The objectives of this study are 1) To analyze he stages of harvest and the sources that result in the risk of harvesting oil palm FFB in each post-harvest chain that is traversed to the TPH at the Koperasi Petani Sawit Mandiri (KOPSA-M), Pangkalan Baru Village, Kampar Regency. 2) To analyze the amount of yield loss and the possible risk of harvesting oil palm FFB in each post-harvest chain That is traversed from the land to the TPH at the Koperasi Petani Sawit Mandiri (KOPSA-M) Pangkalan Baru Village, Siak Hulu District, Kampar Regency. The data analysis was descriptive quantitative research analysis. Sources of loss post-harvest of oil palm FFB at the Pangkalan Baru Village Independent Farmers Cooperative (KOPSA-M), Siak Hulu sub-district, Kampar district is the percentage of post-harvest loss of fresh fruit bunches (FFB). is equal to 5.21 percent of the total average FFB produced per plot (2 hectares). the losses are in the land, TPH, checking raw FFB and mill sorting. The percentage of losses in the land area is 1.73 percent of the total FFB yield. Meanwhile, the number of losses in the factory sorted amount was 2.70 percent and became the most significant loss for post-harvest FFB losses at KOPSA-M. The sources of post-harvest loss of FFB at KOPSA-M are harvest time, harvesting techniques. implemented by harvesters, cleanliness of plantation land, harvesting places (TPH), fruit and plant maintainers, and sunlight, human resources (HR) from oil palm harvesters,
Pelatihan Pembuatan Keripik Pisang Aneka Rasa Bagi Mama-Mama Papua di Kampung Yongsu Desoyo : Pengabdian Yulius Gae Lada; Efraim Mangaluk; Selmi Y. Stefanie; Ermy D. Sumanik; Yoas J. Hoor
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5562

Abstract

Komoditas pisang merupakan pangan lokal unggulan di Kampung Yongsu Desoyo, Distrik Raveni Rara, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan dalam bentuk buah mentah atau tandan dengan nilai ekonomi yang rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai tambah produk pisang melalui pengolahan menjadi keripik pisang aneka rasa. Pelatihan dilakukan selama dua hari dengan melibatkan Mama-mama Papua sebagai sasaran utama. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan kontekstual yang meliputi dialog terbuka, pendampingan intensif, dan praktik langsung (demonstrasi). Materi pelatihan mencakup pemahaman komoditas, teknik pengolahan keripik, desain kemasan yang menarik, hingga strategi pemasaran digital melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek kognitif dan psikomotorik peserta. Mama-mama Papua kini mampu menghasilkan produk keripik pisang yang variatif, memiliki daya tarik visual melalui kemasan modern, dan memahami cara mempromosikan produk secara mandiri. Inovasi ini tidak hanya memberikan nilai tambah pada hasil kebun, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi berbasis kearifan lokal di Kampung Yongsu Desoyo.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT SETEK VANILI (Vanila planifolia) TERHADAP APLIKASI BEBERAPA JENIS ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI Yulius Gae Lada; Diana Moghom; Apik Nusantari; Victor H. Rimindubby
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v14i1.1208

Abstract

Vanilla is a high-value plantation commodity prized for its vanillin content, an essential raw material in the food, beverage, perfume, and cosmetic industries. This study aimed to examine the growth response of vanilla stem cuttings to various natural Plant Growth Regulators (PGR) and identify which organic source yields the most effective results. The research was conducted at the Greenhouse of the Faculty of Agriculture, Forestry, and Marine Sciences, Ottow Geissler University, Papua. The study employed a Completely Randomized Design (CRD) consisting of five treatments with seven replications each. The treatments included: A1 (Control), A2 (Coconut water 500 ml/l), A3 (Bamboo shoot extract 4 ml/l), A4 (Rice washing water 130 ml/l), and A5 (Red onion extract 10 ml/l). Vanilla cuttings were immersed in the respective solutions for 10 hours prior to planting in polybags. Parameters measured included survival percentage, shoot length, leaf count, and root length. Data were analyzed using ANOVA, followed by the Least Significant Difference (LSD) test where applicable. The results indicated that the application of different natural growth regulators did not produce significantly different responses, as all treatments yielded equally positive outcomes. However, A2 (Coconut water) emerged as the most effective treatment across all parameters, achieving a 100% survival rate, a shoot length of 11.40 cm, an average of 5.71 leaves, and a root length of 30.47 cm.
Pembinaan Pemuda Kampung Yongsu Desoyo Dalam Pemanfaatan Sampah Organik dan Ampas Sagu Menjadi Pupuk Bokashi Yulius Gae Lada; Paulus Mandibondibo; Frank Leonard Apituley; Amadion Andika Wanaputra; Silvans Tande Bura
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.2638

Abstract

Kampung Yongsu Desoyo memiliki potensi hortikultura melimpah di kaki Gunung Cycloop, namun pengembangannya terhambat oleh aksesibilitas yang hanya dapat dijangkau melalui jalur laut. Ketergantungan pada pupuk kimia dari kota menjadi kendala utama karena harga pupuk yang mahal dan biaya transportasi perahu motor yang tinggi. Selama ini, petani hanya mengandalkan proses pelapukan alami dari sisa pangkasan tanaman dan limbah organik, namun cara ini dinilai kurang efektif karena proses dekomposisi yang lama dan risiko penumpukan sampah lingkungan. Selain itu, limbah ampas sagu yang melimpah di dusun sekitar juga belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemuda kampung dalam mengolah limbah organik rumah tangga, sisa pangkasan tanaman, dan ampas sagu menjadi pupuk bokashi. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif melalui demonstrasi plot dan pendampingan teknis. Pemuda dilatih mengolah berbagai biomassa lokal tersebut menggunakan aktivator organik berupa EM4 untuk mempercepat proses fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra mengenai teknik budidaya intensif dan manajemen limbah. Pemanfaatan sampah organik dari rumah tangga, sisa pangkasan dari tanaman di sekitar dan ampas sagu menjadi pupuk bokashi terbukti efektif menyediakan nutrisi bagi tanaman buah seperti rambutan, pete, pisang, pinang, durian tanpa harus bergantung pada input atau pasokan pupuk kimia dari luar kampung. Kesimpulannya, pembinaan ini berhasil menciptakan kemandirian pupuk, mengurangi beban limbah lingkungan, dan memberdayakan pemuda sebagai aktor penggerak pertanian berkelanjutan yang adaptif terhadap kondisi geografis wilayah pesisir.