Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Menara Ilmu

TINGKAT NAUNGAN PADA TEGAKAN TANAMAN KARET BELUM MENGHASILKAN DAN POTENSI PENGEMBANGAN TANAMAN SELA TUMPANGSARI Auzar Syarif, Nalwida Rozen, Hendra Aguzaen, Irfan Suliansyah
Menara Ilmu Vol 12, No 6 (2018): vol. XII No. 6 Juli 2018
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v12i6.916

Abstract

Perkebuan karet rakyat secara umum masih bersifat pertanian monokultur danbelum mengembangkan teknologi pertanian polikultur pola tumpangsari.Permasalahanutama pada sistem pola tumpangsari dibawah tegakan tanaman karet adalah intensitascahaya yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat naungantegakan tanaman karet muda pada beberapa tingkat umur,dan jenis tanaman semusim yangpotensialsebagai tanaman sela tumpangsari.Studi literatur (reviewer journal) dilakukanuntuk mendapatkan data tanaman semusin sebagai tanaman sela. Survey (purposivesampling) untuk pengukuran lilit batang dan tingkat naungan yang dilakukan pada 9lokasi,dimana 3 lokasi untuk setiap tingkatumur tanaman karet (1-2, 2-3 dan 3-4 tahun).Penelitian ini memberikan simpulan, yaitu; Pada tingkat umur karet 1 – 2, 2 – 3, dan 3 – 4tahun memiliki rerata lilit batang karet masing-masing sebesar 15.78, 24.00, dan 31.89 cm,serta menghasilkan rerata tingkat naungan masing-masing sebesar 25.16%, 44.73%, dan68.45%; Pertanaman tanaman sela masih baik diusahakan hingga umur tanaman karet3tahun (tingkat naungan < 50%); Penggunaan varietas unggul toleran naungan beberapajenis tanaman pangan (seperti padi gogo, kedele, jagung dan lainya) dapat diusahakansebagai tanaman sela di bawah tegakan tanaman karet yang belum menghasilakan, danmenguntungkan petani.Kata kunci : naungan ,karet, tanaman sela
TINGKAT NAUNGAN PADA TEGAKAN TANAMAN KARET BELUM MENGHASILKAN DAN POTENSI PENGEMBANGAN TANAMAN SELA TUMPANGSARI Auzar Syarif, Nalwida Rozen, Hendra Aguzaen, Irfan Suliansyah
Menara Ilmu Vol 12, No 6 (2018): vol. XII No. 6 Juli 2018
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v12i6.916

Abstract

Perkebuan karet rakyat secara umum masih bersifat pertanian monokultur danbelum mengembangkan teknologi pertanian polikultur pola tumpangsari.Permasalahanutama pada sistem pola tumpangsari dibawah tegakan tanaman karet adalah intensitascahaya yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat naungantegakan tanaman karet muda pada beberapa tingkat umur,dan jenis tanaman semusim yangpotensialsebagai tanaman sela tumpangsari.Studi literatur (reviewer journal) dilakukanuntuk mendapatkan data tanaman semusin sebagai tanaman sela. Survey (purposivesampling) untuk pengukuran lilit batang dan tingkat naungan yang dilakukan pada 9lokasi,dimana 3 lokasi untuk setiap tingkatumur tanaman karet (1-2, 2-3 dan 3-4 tahun).Penelitian ini memberikan simpulan, yaitu; Pada tingkat umur karet 1 – 2, 2 – 3, dan 3 – 4tahun memiliki rerata lilit batang karet masing-masing sebesar 15.78, 24.00, dan 31.89 cm,serta menghasilkan rerata tingkat naungan masing-masing sebesar 25.16%, 44.73%, dan68.45%; Pertanaman tanaman sela masih baik diusahakan hingga umur tanaman karet3tahun (tingkat naungan < 50%); Penggunaan varietas unggul toleran naungan beberapajenis tanaman pangan (seperti padi gogo, kedele, jagung dan lainya) dapat diusahakansebagai tanaman sela di bawah tegakan tanaman karet yang belum menghasilakan, danmenguntungkan petani.Kata kunci : naungan ,karet, tanaman sela
IDENTIFIKASI KARAKTER VEGETATIF BEBERAPA GENOTIPE PADI LOKAL KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Ezward, Chairil; Indra Dwipa, Irfan Suliansyah, Nalwida Rozen,
Menara Ilmu Vol 14, No 2 (2020): VOL. XIV NO. 2 JANUARI 2020
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v14i2.1749

Abstract

Characterization is an observation process with the aim to find out the character of a plant. This study aims to identify and characterize 26 local rice genotypes in Kuantan Singingi Regency in the growth phase. This study uses a deliberate sampling method (purposive random sampling). Data was collected by identifying the characteristics of 26 local rice genotypes in Kuantan Singingi Regency directly to the field. Location data collection which is used as a place for sampling is done through exploration. Data observations were made on samples based on the Ministry of Agriculture's (2013) and IRRI's (2007) rice characterization and evaluation system guidelines. The observed characters are qualitative and quantitative characters. Qualitative characters are characters that cannot be measured in units but can be converted through scoring data. Quantitative characters are characters that can be measured by the instrument and have units. Observations on quantitative data are : Plant length, stem diameter, leaf blade length, leaf blade width, ligula length, number of tillers. While the qualitative data are: Auricle color / auricle (WA). Ligule shape / leaf tongue (BL). Color Ligule / leaf tongue (WL). Color Collar / leaf collar (WCo). Plant Shape (BT). Observation data is processed using software Ms. Excel and (NTSYS-pc) version 2.02. Obtained a diversity of morphological characters in the vegetative phase, both quantitative and qualitative. Similarity analysis of 26 local rice genotypes with a 30% similarity coefficient resulted in six (6) groups. Keywords : Characterization, morphology, rice