Hendi Bowoputro
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 55 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN KARAKTERISTIK ANGKUTAN YANG DIGUNAKAN OLEH MAHASISWA DI KOTA MALANG Pratama, Ganeswara Nova; Wicaksono, Achmad; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.641 KB)

Abstract

Kota Malang, sebagai salah satu Kota Pendidikan, merupakan kota yang sedang berkembang pesat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama dalam hal transportasi yang kerap menimbulkan masalah. Salah satu penyebabnya adalah jumlah Mahasiswa di Kota Malang yang selalu konstan meningkat tiap tahunnya sehingga mempengaruhi penggunaan moda transportasi di Kota Malang, yang berkaitan dengan karakteristik dan keandalan dari moda yang bersangkutan serta keadaan sosial ekonomi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja sistem angkutan yang digunakan mahasiswa dalam bertransportasi menuju kampus. Metode yang digunakan adalah Analisis Statistik Deskriptif (Descriptives), Analisis Importance Performance Analysis (IPA), kemudian Analisis SWOT. Pada penelitian ini, Analisis Deksriptif digunakan untuk mengetahui karakteristik mahasiswa dalam bertransportasi, metode IPA digunakan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi mahasiswa memilih jenis kendaraan yang digunakannya ke kampus. Adapun variabel yang dimaksud adalah ketepatan waktu, biaya, waktu perjalanan, waktu tunggu, kenyamanan, keselamatan, dan keamanan, dan Analisis SWOT untuk mengevaluasi faktor yang akan digunakan sebagai pertimbangan dalam membentuk strategi tepat guna yang dapat digunakan untuk menghadapi kendaraan yang paling mayoritas digunakan oleh mahasiswa. Dari penelitian ini diketahui bahwa dari 500 responden mahasiswa yang terdiri dari 166 Mahasiswa Laki-laki dan 334 Mahasiswa Perempuan, 311 Mahasiswa (62,2%) menggunakan kendaraan sepeda motor, pola pergerakan yang paling sering dilakukan adalah Rumah-Kampus-Rekreasi-Rumah dengan jumlah 174 Mahasiswa (34,8%). Berkaitan dengan solusi penyediaan moda baru, 422 (84,4%) mahasiswa menyatakan setuju untuk menggunakan moda baru yang akan disediakan. Berdasarkan analisis IPA secara global, faktor terpenting yang perlu diperhatikan adalah faktor keamanan, keselamatan dan kenyamanan karena saat ini tingkat kepentingannya tinggi tetapi tingkat kepuasannya rendah. Hal yang sama juga terlihat pada analisis IPA pada kendaraan dominan, yaitu Sepeda Motor. Meskipun faktor kenyamanan sudah terpenuhi, faktor keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama dalam bertransportasi bagi mahasiswa di Kota Malang. Dari kedua hal tersebut dibuat alternatif solusi yang bisa menampung semua kebutuhan dari mahasiswa dengan mengevaluasi karakteristik Sepeda Motor sebagai kendaraan mayoritas yang digunakan mahasiswa untuk membuat strategi terbaik dalam menghadapi masalah tersebut dengan analisis SWOT. Dengan titik ordinat internal dan eksternal (1,47;0,67),  strategi yang harus dilakukan adalah Rapid Growth Strategy, dengan meningkatkan kualitas kekuatan secara maksimal untuk memanfaatkan semua peluang yang ada dalam waktu yang singkat. Hal ini bisa diwujudkan dalam strategi-strategi yang telah terbentuk dalam matriks strategi S-O. Kata kunci: Kendaraan Mahasiswa, metode Deskriptif, IPA dan SWOT, Kota Malang
KAJIAN KINERJA OPERASIONAL BUS ANTAR KOTA DALAM PROVINSI (AKDP) KELAS EKONOMI AC DAN KELAS EKSEKUTIF TRAYEK MALANG – SURABAYA Warni, Intan Sulistyo Warni; Febrianti, Syela Angela; M. Zainul Arifin, M. M. Zainul Arifin; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1388.726 KB)

Abstract

Pada kajian ini yang dikaji adalah angkutan bus ekonomi AC dan Eksekutif  Trayek Malang – Surabaya. Dengan jumlah sampel 400 responden, analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Importance-Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui tingkat kinerja palayanan,  Biaya Operasional Kendaraan (BOK) untuk mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan terkait dengan pengoperasian satu kendaraan pada kondisi normal,  Ability To Pay (ATP) untuk mengetahui kemampuan seseorang untuk membayar jasa pelayanan dan Willingness To Pay (WTP) untuk mengetahui kemauan pengguna mengeluarkan imbalan atas jasa yang telah diterima. Dari hasil kajian untuk metode IPA terdapat atribut pelayanan yang dianggap memiliki tingkat kebutuhan yang tinggi namun kinerjanya masih kurang memenuhi.  Hal tersebut dapat diketahui dari atribut apa saja yang terdapat pada kuadran I. Untuk bus ekonomi AC terdapat 5 atribut yang berada di kuadran I diantaranya: (1) Asuransi kecelakaan, (2) Rak bagasi, (3) Bagasi bawah, (4) Kaca film, (5) Kelistrikan untuk audio visual. Sedangkan untuk bus eksekutif terdapat 6 atribut diantaranya: (1) Pegangan tangan (Hand grip), (2) Kelistrikan memenuhi SNI, (3) Rak bagasi, (4) Bagasi bawah, (5) Kaca film, (6) Kelistrikan untuk audio visual. Berdasarkan analisis BOK diperoleh tarif untuk bus ekonomi AC sebesar Rp. 12.679,56 sedangkan untuk bus eksekutif sebesar Rp. 23.099,23. Berdasarkan analisis ATP diperoleh nilai rata – rata kemauan penumpang membayar sebesar Rp. 4.193,00 untuk bus ekonomi nilai ini diperoleh dari persamaan regresi Y = 0,0011x+1082,7 dan untuk nilai rata – rata kemauan penumpang untuk bus eksekutif sebesar Rp. 11.098,00, nilai ini juga diperoleh dari persamaan regresi Y = 0,0029x–4034,4. Sedangkan untuk analisis WTP diperoleh nilai rata – rata kemampuan penumpang bus ekonomi AC sebesar Rp. 13.273,00 diperoleh dari persamaan regresi Y = 0,0003x+11182 dan nilai rata – rata kemampuan penumpang bus eksekutif sebesar Rp. 19.330,00 juga diperoleh dari persamaan regresi Y = 0,001x+11766. Dari analisis ATP dan WTP akan diperoleh tarif baru yang didapat dari analisis kesesuaian sebesar Rp. 13.500,00 untuk tarif bus ekonomi AC, dimana tarif ini berada dibawah tarif yang berlaku saat ini sebesar Rp. 15.000,00. Dan untuk kelas eksekutif diperoleh tarif sebesar Rp. 16.500,00, tarif ini juga berada dibawah tarif yang belaku saat ini sebesar Rp. 25.000,00.   Kata Kunci: Pelayanan, Tarif, Bus Ekonomi, Bus Eksekutif, Malang – Surabaya, IPA, BOK, ATP, WTP.
PRIORITIZATION OF ROAD NETWORK CONSTRUCTION IN BACAN ISLAND OF NORTH MALUKU PROVINCE Djakfar, Ludfi; Mashudman, Mashudman; Bowoputro, Hendi
Jurnal Transportasi Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.941 KB)

Abstract

Bacan Island, located in South Halmahera, North Maluku Province, is a potential region with a variety of important sectors, such as plantations, fisheries, mining, tourism, industry and trade. Until recently, this potential has not been exploited fully due to lack of transportation infrastructure systems. The government has prepared the plan to construct the road network systems, which consist of five road segments connecting the potential regions. With limited funding available, it would be impossible to build the road in the same time. Therefore, an optimum and carefully planned prioritization program should be applied. The purpose of this study was to determine the priority of road construction on the island of Bacan using Important Performance Analysis and Analytical Hierarchy Process methods. The result shows that the criteria considered important in determining the prioritization of road construction are as follows: (a) accessibility, (b) linkage, (c) land use, (d) cost, (e) technical aspects, (f) economic, and (g) environment. It is recommended that the construction phases of the road network in Bacan Island are Labuha-Babang, Babang-Songa, Songa-Wayaua, Labuha-Sawadai, Sawadai-Kubung, Babang-Yaba, Labuha-Belang-belang, Belang-belang-Yaba, Songa-Wayatim, and Wayatim-Wayaua, consecutively.Keywords: road construction, Importance Performance Analysis , Analytical Hierarchy Process
PENGARUH PENAMBAHAN ADITIF TERHADAP KINERJA CAMPURAN BERASPAL PORUS Djakfar, Ludfi; Zaika, Yulvi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Transportasi Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.453 KB) | DOI: 10.26593/jt.v16i1.2150.%p

Abstract

Abstract One of the challenges in implementing the porous asphalt mix is its low stability, which in some cases as low as 500 kg, making it hard to be implemented even in the collector road system. The objective of the research is to evaluate addition of Gilsonite and Latex additives to the porous mix, in search of better or higher stability. Evaluation in this study follows the Marshall procedure. The result shows that adding Gilsonite increases mix stability up to 900 kg and it also performs better compared with the latex-added mix. However, it reduces the permeability capability of the mix, for some points. In the future, further research could be conducted to evaluate gradation modification for increasing its permeability.  Keywords: porous asphalt mixture, Marshall method, permeability, additive  Abstrak Salah satu kendala utama campuran beraspal porus adalah rendahnya stabilitas campuran tersebut, yang pada beberapa penelitian sebelumnya hanya dapat mencapai maksimum 500 kg, sehingga kurang memungkinkan untuk diterapkan pada jalan dengan fungsi kolektor sekalipun. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi terhadap penambahan aditif yang diduga dapat meningkatkan kinerja Marshall campuran beraspal porus. Dua jenis aditif, yaitu Gilsonite HMA Modifier Grade dan Lateks dipilih sebagai aditif campuran beraspal porus. Evaluasi pada studi ini dilakukan berdasarkan prosedur pengujian Marshall. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penambahan aditif Gilsonite meningkatkan kinerja Marshall secara signifikan, khususnya pada stabilitas. Aditif Gilsonite memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan lateks, walaupun penambahan aditif Gilsonite menurunkan kemampuan permeabilitas campuran. Di masa depan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan modifikasi gradasi untuk meningkatkan permeabilitas campuran. Kata-kata kunci: campuran beraspal porus, metode Marshall, permeabilitas, aditif
PRIORITIZATION OF ROAD NETWORK CONSTRUCTION IN BACAN ISLAND OF NORTH MALUKU PROVINCE Djakfar, Ludfi; Mashudman, Mashudman; Bowoputro, Hendi
Jurnal Transportasi Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.941 KB) | DOI: 10.26593/jt.v13i1.514.%p

Abstract

Bacan Island, located in South Halmahera, North Maluku Province, is a potential region with a variety of important sectors, such as plantations, fisheries, mining, tourism, industry and trade. Until recently, this potential has not been exploited fully due to lack of transportation infrastructure systems. The government has prepared the plan to construct the road network systems, which consist of five road segments connecting the potential regions. With limited funding available, it would be impossible to build the road in the same time. Therefore, an optimum and carefully planned prioritization program should be applied. The purpose of this study was to determine the priority of road construction on the island of Bacan using Important Performance Analysis and Analytical Hierarchy Process methods. The result shows that the criteria considered important in determining the prioritization of road construction are as follows: (a) accessibility, (b) linkage, (c) land use, (d) cost, (e) technical aspects, (f) economic, and (g) environment. It is recommended that the construction phases of the road network in Bacan Island are Labuha-Babang, Babang-Songa, Songa-Wayaua, Labuha-Sawadai, Sawadai-Kubung, Babang-Yaba, Labuha-Belang-belang, Belang-belang-Yaba, Songa-Wayatim, and Wayatim-Wayaua, consecutively.Keywords: road construction, Importance Performance Analysis , Analytical Hierarchy Process
Manajemen Lalu Lintas Pemindahan Pedagang Kaki Lima (PKL) Pada Kawasan Alun-Alun Kota Tegal Baharuddin, Alfan; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Rekayasa Sipil Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.441 KB)

Abstract

Salah satu permasalahan yang menurunkan fungsi dan kapasitas jalan di Kota Tegal adalah keberadaan PKL di tempat umum antara lain: 1) Trotoar,; 2) Bahu jalan; dan 3) Badan Jalan, yang berubah fungsi menjadi tempat berjualan PKL dan parkir oleh sebab itu perlu dilakukan manajemen lalu lintas pada kawasan alun-alun Kota Tegal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja lalu lintas pada kawasan alun-alun kota Tegal. Lokasi penelitian yaitu pada kawasan alun-alun Kota Tegal. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan analisis MKJI dan Aplikasi perangakat lunak (Software), Contram Versi 5. Berdasarkan hasil analisa, skenario II (Jalan Pancasila dibagi untuk Lalu lintas dua arah, Pedagang Kaki Lima dan Pedestrian) dianggap skenario yang lebih baik dibandingkan skenario I (Penutupan Arus Lalu lintas Sebelah Barat Jalan Pancasila) untuk penempatan pedagang kaki lima pada saat manajemen rekayasa lalu lintas di lakukan, karena skenario II tingkat pelayanan kinerja lalu lintas di kawasan alun-alun kota tegal memiliki rata-rata nilai “B”, hanya pada jalan Kolonel Sudiarto memiliki nilai tingkat pelayanan “C”, baik saat kondisi sekarang (2015) maupun kondisi di masa yang akan datang (2020). 
Kajian Dampak Lalu Lintas Akibat Pemindahan Pasar di Malinau Bohoh, Yaris; Wicaksono, Achmad; Bowoputro, Hendi
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.573 KB)

Abstract

Pembangunan pasar baru yang merupakan pasar sentral di Kabupaten Malinau menyebabkanperubahan tata guna lahan yang akan menimbulkan perubahan pergerakan arus lalu lintas. Tujuan penelitianini adalah mengetahui model tarikan pasar Malinau lama, validasi model dengan kondisi pasar Malinausetelah dipindah dan dampak lalu lintas akibat pemindahan pasar Malinau. Pengumpulan data dilakukanuntuk mendapatkan data primer dan sekunder. Analisis dilakukan dengan menggunakan Metode AnalisisKorelasi, Metode Analisis Regresi, Metode Analisis Regresi Komponen Utama, Analisa kinerja lalu lintas,Analisis Sensitifitas dan Manajemen Lalu Lintas. Model tarikan pergerakan sepeda motor adalah Y1 = -721,606 + 0,843 X1 + 0,221 X2 + 0,777 X3 + 0,569 X4 ; R2 = 0,791. Model tarikan pergerakan mobilpribadi adalah Y2 = 215,642 + 0,810 X1+ 0,849 X2+ 0,859 X3+ 0,391 X4; R2 =0,739. Model tarikanpergeraan mobil angkutan umum adalah Y3 = 512,804 + 0,880 X1+ 0,800 X2+ 0,893 X3+ 0,837 X4; R2=0,294. Dari hasil pemodelan tersebut terlihat bahwa model tarikan pergerakan sepeda motor, mobil pribadidan angkutan umum di pasar lama layak digunakan. Setelah divalidasi dengan kenyataan, tarikan pergerakandi pasar baru tidak relevan karena sampai saat ini aktivitas perbelanjaan masih lebih banyak dilakukandisekitar lokasi pasar lama, sehingga dampak lalu lintas terhadap pemindahan pasar baru tidak menunjukanperubahan yang berarti. Tarikan pergerakan akibat pemindahan pasar baru tidak berjalan optimal karenapenentuan tata guna lahan yang kurang tepat termasuk pemilihan lokasi pasar baru. Untuk kedepan hasilperhitungan dengan model tersebut dapat dijadikan dasar pertimbangan dalam menentukan rekomendasipelayanan prasarana jalan ( kapasitas jalan ) dan pelayanan angkutan umum. 
Kajian Arus Jenuh Pada Simpang Bersinyal Di Kota Malang Bagian Selatan Bowoputro, Hendi; Arifin, M. Zainul; Djakfar, Ludfi; Kusumaningrum, Rahayu
Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.107 KB)

Abstract

Salah satu masalah transportasi di kota Malang terjadi pada simpang bersinyal. Permasalahan tersebut ditunjukkan dalam hasil penelitian derajat kejenuhan (DS) pada simpang bersinyal di kota Malang yang sebagian besar melampui nilai 1 bahkan mencapai 2, yang mana nilai derajat kejenuhan yang ditetapkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI)1997 yaitu 0,75. Di dalam MKJI 1997 nilai arus jenuh dasar per meter (S /m) pada suatu pendekat ditetapkan sebesar 600 smp/m. Penelitian ini mengkaji nilai arus jenuh yang sesuai dengan keadaan sebenarnya di kota Malang bagian selatan. Penelitian arus jenuh di kota Malang bagian meliputi 11 simpang bersinyal yang terdiri 34 kaki simpang menggunakan metode time slice dengan interval 6 detik. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 32,3% kaki simpang pada wilayah peneltian memiki nilai S 0 0 /m yang telah melewati standar yang ditetapkan MKJI 1997. Dari hasil tersebut dihasilkan dua buah usulan desain kriteria alternatif formulasi nilai S 0 /m. Usulan pertama menghasilkan persamaan S /m = 1159,407 – (83,523 x lebar pendekat efektif) + (246,169 x bahu jalan) - (9,938 x lebar keluar). Sedangkan usulan kedua dengan menentukan faktor penyesuaian hambatan samping ideal (FSF ideal). Nilai FSF ideal dikelompokkan menjadi beberapa kategori, yaitu: tingkat rendah dengan nilai 0,728 ; tingkat sedang dengan nilai 1,017, tingkat tinggi dengan nilai 1,520, tingkat sangat tinggi dengan nilai 2,551. 
The Effect of Used Oil Mixing Variations And Curing Time To The Stability of Recycled Asphalt Mixture Bowoputro, Hendi; Djakfar, Ludfi; Muslim, Muhamad Iqbal; Rizaldi, Taqwa
Rekayasa Sipil Vol 7, No 3 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.755 KB)

Abstract

The aim of this research is to determine the relationship pattern between the variation in levels of used oil and curing time to Marshall Stability of recycled asphalt mixture, and to determine levels of used oil and curing time were used to obtain the optimum stability of recycled asphalt mixture. Asphalt recycled used in this research is from asphalt pavement milling in front of the Head Office of Brawijaya University. Marshall test is used to test recycled asphalt mixture with a content rate of 4%,5%,6%,7% ,8% used oil and curing time 4 until 7 days. Test result indicated that the value of stability decreased with increasing levels of addition of used oil, but at 8% content of used oil, stability increased although it’s not significant. Stability value increases with increasing levels of curing time, but at the 5 th day of curing time, the stability is decreased although it’s not significant. The optimum levels of used oil is 4.0%. Optimum curing time is 7 days. 
Evaluasi Kinerja Stasiun Kereta Api Malang Kota Baru Berdasarkan SPM K.A. Dan IPA Bowoputro, Hendi; K., Rahayu; A., Ahmad Syahirul
Rekayasa Sipil Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.817 KB)

Abstract

Kinerja stasiun yang optimal berdampak pada tingkat pelayanan terhadap konsumen yaitu pengguna jasa kereta api. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, masih banyak calon penumpang yang berdiri baik untuk mengantri di loket dan menunggu kedatangan kereta. Selain itu juga terdapat keluhan tentang kurangnya ketersediaan tempat duduk di ruang tunggu, serta terbatasnya lahan parkir yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja dan mendapatkan arahan untuk mengadakan perbaikan. Standar yang digunakan adalah sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No.9 tahun 2011, dari peraturan inilah didapatkan poin untuk pertanyaan kuesioner. Sedangkan untuk analisis data digunakan metode IPA dan SWOT. Data primer yang didapatkan adalah data penilaian tingkat kinerja dan tingkat kepentingan pada fasilitas dan pelayanan yang ada di Stasiun Malang Kota Baru. Dan data sekunder yang diperlukan adalah data jadwal K.A.,jumlah penumpang serta site plan stasiun. Hasil evaluasi kinerja pelayanan dan fasilitas menunjukkan tingkat kesesuaian antara kinerja dengan tingkat kepentingan sebesar 75%, artinya penumpang secara keseluruhan merasa sudah cukup puas. Namun masih terdapat beberapa atribut yang kinerjanya dirasa kurang yaitu kinerja ketersediaan tempat duduk di ruang tunggu, ketersediaan toilet, ketersediaan tempat parkir serta fasilitas penyandang cacat. Kinerja fasilitas-fasilitas ini belum memenuhi standar pelayanan minimal. Berdasarkan metode IPA dan SWOT maka didapatkan beberapa strategi untuk meningkatkan kinerja, yaitu : a) Menyediakan tempat duduk yang lebih banyak di ruang tunggu serta memperbaiki kondisi pengeras suara, b) penambahan 2 buah toilet normal dan 2 buah toilet penyandang cacat tambahan masing-masing untuk pria dan wanita, c) mengevaluasi kebutuhan lahan parkir untuk mengatasi kekurangan kapasitas lahan parkir yang ada sekarang, d) khusus penumpang dengan berkebutuhan khusus, harus disediakan ramp pada setiap akses di semua fasilitas yang ada di stasiun, kemiringan maksimum ram yaitu 20%. 
Co-Authors A., Ramadhan Ridlo Abdillah, Hilmy Abid Abiel Cahya Nugraha, R. Cakra Bagaskara, Achmad Wicaksono Ahmad Syahirul A., Ahmad Syahirul Ahmad syahirul Alim Ahmad Zainul Arifin Akbar, Rendy Zesario Akbariawan, Ricky Alfan Baharuddin, Alfan Alva Afriza Putra P, Donny Bagas W. , Anisa Faray, Afifah Mauludiah , APRIANSYAH SAPUTRA, APRIANSYAH Bagus, Gabriel Baisa, Havizh Lukman Baisa, Havizh Lukman Bonifasius Raditya Cibro, Lolo Karina Dan Nur Illiyin, Bondan Fariz Rahman Devia, Yatnanta P. Erick Luckita Saputra F, Bestananda F, Rizki Wahyu Fadiansyah, Rendi Fambella, Bayu Chandra Ferry Fairul, Ferry Firstyan, Frigi Ghifari, Reza Iqbal GIAN FARISKY, LALU MUHAMAD Harnen Sulistio Haryo, Alan Hermawan Santiko Hidayat, Samsul Arif Husein, Fahry I Kadek Adit Putra I., M.Iqbal Ravanelli , Isa, Ilusi Iswandari, Retno Iswara, Ade Yudha Justitia, Riztya Kartika, Irdwi Khairul Arifin, Devina Candra Puspita Rini, Krismanto, Indra Lasmini Ambarwati Ludfi Djakfar M, Jundina Syifa’ul M. Fahmi Lutfi, Bagus Akbar M. , M. Zainul Arifin Mashudman Mashudman Maulana Rizky Akbar, Moch. Ilham Dwiyulianto Maulana, Luthfi Farhan Muhamad Iqbal Muslim Muhammad Ibnu Shina, Herdian Yunihartanto , Muhammad, Faris Irva n, Ridhwan Falih Nugraha Pasca Ogenta Tarigan Nur Hilmy Dhiya Ul’Aziz, Nur Hamidah & Nurdiansyah, Irfan Permana, Maulana Zakki Pratama, Ganeswara Nova Prawiro, Bangun Prayuda Krisna S, Riky Pradana Trisilvana Priskila Dorothy, Ayu Anisa, R.A.A.G.S, Syafalia Rachmad Reza B, Nizar Ramadhan, Rahayu K Rahayu K., Rahayu Rahayu Kusumaningrum Rahma Dewi, Mustika Iluni Rakhmad, Nova Nur Roro Sulaksitaningrum S, M F Satria, Febrian Adi Satrio, Bagas Wisesa Sayekti, Sukma Priya Sumantri, Bambang Susanto, Andriyas Syaviq, Muhammad Fahrus Syela Angela Febrianti, Syela Angela Taqwa Rizaldi Warni, Intan Sulistyo Warni Widianingrum, Wiahni Wiyanta, Yogi Kurnia Wiyanta, Yogi Kurnia Yaris Bohoh Yulvi Zaika