Hendi Bowoputro
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 55 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

MODEL TARIKAN PERGERAKAN DAN POLA SEBARAN PERGERAKAN PADA KAWASAN INDUSTRI AGROBISNIS JABUNG Widianingrum, Wiahni; Isa, Ilusi; Wicaksono, Achmad; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.646 KB)

Abstract

Industri agrobisnis yang beradadi Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang menjadi bukti bahwa pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Jabung harus didukung oleh adanya model  tarikan pergerakan dan pola sebaran pergerakan yang akan berguna bagi pemerintah setempat untuk lebih mengembangkan kawasan industri agrobisnisdi Kecamatan Jabung. Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk tarikan pergerakan adalah Metode Analisis Regresi sedangkan untuk pola sebaran pergerakan adalah Metode Matriks Asal-Tujuan (MAT). Hasil analisis regresi menunjukan bahwa hubungan antara variabel terikat Y dengan variabel bebas X3 dan X5 pegawai memiliki hubungan yang sangat berpengaruh karena memiliki nilai R rendah yaitu 0,1311 dengan bentuk model Y= -49,9719 + 0,0010 X2 + 8,3935 X4 + 4,8555 X5dan hubungan antara variabel terikat Y dengan variabel bebas X2, X4, dan X5 pengunjung memiliki hubungan yang sangat berpengaruh karena memiliki nilai R tinggi yaitu 0,7157 dengan bentuk model Y= -10,4548 + 13,4527 X4 + 1,6248 X5. Sedangkan untuk pola sebaran pergerakan pegawai paling dominan yaitu internal Desa Slamparejo sebanyak 23,11%  dan pola pergerakan untuk pengunjung yang paling dominan yaitu internal di Desa Jabung sebanyak 26,49%. Kata Kunci: model tarikan pergerakan, pola sebaran pergerakan, metode analisis regresi, Matriks Asal-Tujuan (MAT), pegawai, pengunjung, kawasan industri igrobisnis.
PENGARUH LIMBAH BETON DAN MARMER PADA CAMPURAN ASPAL PORUS DENGAN BAHAN TAMBAHAN GILSONITE Susanto, Andriyas; Sayekti, Sukma Priya; Arifin, M. Zainul; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.371 KB)

Abstract

Aspal porus merupakan campuran perkerasan yang didesain mempunyai porositas tinggi dibanding dengan jenis perkerasan lain. Umumnya aspal porus memiliki stabilitas Marshall yang rendah, karena menggunakan campuran dengan sedikit agregat halus. Pada penelitian ini digunakan limbah beton dan marmer sebagai agregat kasar dan halus untuk campuran aspal porus juga ditambahkan Gilsonite untuk meningkatkan nilai stabilitas pada campuran perkerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi optimum agregat kasar pada campuran aspal porus dan kadar aspal optimumnya. Setelah itu dilakukan penelitian tahap selanjutnya untuk mendapatkan pengaruh penambahan Gilsonite terhadap karakteristik Marshall dan kadar optimum Gilsonitenya. Pada penelitian ini Perlakuan yang digunakan yaitu dengan membuat campuran aspal perkerasan dengan variasi persentase proporsi agregat kasar 100/0, 80/20, 60/40, 40/60, 20/80, 0/100 (batupecah/limbah beton) menggunakan aspal pen 60/70. Kemudian campuran dicampur dan dipadatkan pada suhu 140 - 1600 sesuai standar Bina Marga untuk campuran aspal panas. Setelah itu ditumbuk pada masing-masing sisi atas dan bawah sebanyak 50 kali. Pengujian selanjutnya adalah uji Falling Head sesuai ASTM untuk mengetahui tingkat permeabilitas campuran aspal dan uji Marshall dengan metode sesuai dengan standar Bina Marga. Setelah didapat KAO, maka dilakukan pembuatan benda uji tahap kedua dengan variasi bahan tambahan Gilsonite sebesar 8%, 9%, dan 10% dari berat aspal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah KAO dari masing-masing komposisi limbah beton sebagai agregat kasar pada campuran aspal porus. Kemudian dipilih KAO dengan mempertimbangkan hasil karakteristik Marshall yang terbaik menggunakan metode grafik pita dan 3D. Dari kedua metode tersebut didapatkan hasil campuran optimum dengan menggunakan komposisi 0/100 (batu pecah/limbah beton) denga KAO 5,433%. Selanjutnya dilakukan pembuatan benda uji tahap dua dengan penambahan Gilsonite dengan menggunakan komposisi campuran agregat kasar maksimum dan KAO yang telah didapat. Dari pengujian tahap kedua didapatkan hasil kadar Gilsonite optimum sebesar 9% dari berat aspal. Dengan penambahan Gilsonite HMA Modifier Grade, mampu mempengaruhi peningkatan nilai VIM sebesar 4,417% dan nilai stabilitas sebesar 16,863%. Hasil tersebut memenuhi standar Australia sebagai acuan nilai karakteristik Marshall aspal porus pada penelitian ini. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan standar gradasi lain atau penambahan zat additive lainnya untuk memperoleh spesifikasi yang lebih baik. Kata kunci : aspal porus, limbah beton, limbah marmer, gilsonite, VIM, stabilitas.
PENGARUH KAPUR PADAM SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN CPHMA (COLD PAVING HOT MIX ASBUTON) DENGAN VARIASI KADAR LGA TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL Wiyanta, Yogi Kurnia; Baisa, Havizh Lukman; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal buton merupakan salah satu aspal alam (rock asphalt) yang hanya terdapat di Indonesia dan mulai dimanfaatkan keberadaannya sebagai bahan pengikat. Jumlahnya yang melimpah dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mengisi kekurangan produksi aspal minyak oleh Pertamina. Salah satu produk dari asbuton yang dapat dimafaatkan sebagai alternatif pengganti aspal minyak adalah LGA (Lawelle Granular Asphalt). Kajian ini dilakukannya untuk mengetahui pengaruhpenggunaan kapur padam sebagai filler dan variasi kadar LGA terhadap karakteristik marshall-nya. Pembuatan benda uji pada penelitian ini menggunakan agregat lokal dari Purwosari, Lawelle Granular Asphalt (LGA) dan komposisifillerantara kapur padam dan abu batu dengan gradasi rencana yang telah ditentukan. Pada penelitian ini digunakan dua macam perlakuan yaitu pembuatan benda uji dengan variasi kadar LGA sebesar 25%, 30%, 35% dan variasi komposisi filler/ bahan pengisi sebesar 0/100, 25/100, 50/50, 75/25, 100/0 (kapur padam : abu batu).  Kemudian campuran tersebut dilakukan pencampuran pada suhu 140 – 160 0C sesuai standar Bina Marga untuk campuran aspal panas.  Setalah campuran diperam selama ±24 jam kemudian dilakukan pemadatan dengan suhu pemanasan 67,50C sesuai suhu optimum penelitian sebelumnya.Dari persamaan yang didapatkan untuk masing-masing karakteristik dilakukan plot terhadap Grafik 3D yang menjelaskan hubungan antar variabel independen (X1 dan X2) terhadap variabel dependen.  Dari hasil analisa proyeksi kontur dari Grafik 3D masing-masing karakteristik didapatkan kadar LGAoptimum sebesar 29,635% dan komposisi kadar filler optimum sebesar (59,3 : 40,7)%.  Berdasarkan nilai kadar optimum LGA dan komposisi filler optimum didapatkan nilai stabilitas, flow, marshall quotient, VIM (void in mix), VMA (void in mineral agregat), dan VFB (void filled with bitumen) berturut turut sebesar 1304,64 kg; 4,905 mm; 363,84 kg/mm; 25,92%; 38,43%; dan 27,69%.  Nilai karakteristik marshall yang dihasilkan dengan kadar optimum secara keseluruhan memenuhi standar Bina Marga untuk CPHMA meskipun ada beberapa karakteristik yang tidak memenuhi spesifikasi.Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan standar gradasi lain atau penggunaan mineral filler yang lain untuk memperoleh spesifikasi yang lebih baik.  Serta dapat dilakukan peninjauan terhadap pengaruh modifier ataupun lama pemeraman. Kata kunci : Aspal Buton, LGA, Kapur Padam, Karakteristik Marshall, CPHMA.
KAJIAN KOORDINASI SIMPANG JALAN PATIMURA DENGAN SIMPANG JALAN PANGLIMA SUDIRMAN, KOTA MALANG F, Rizki Wahyu; A., Ramadhan Ridlo; Arifin, M. Zainul; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.029 KB)

Abstract

Banyaknya persimpangan di kota besar seperti Kota Malang ternyata menimbulkan permasalahan tersendiri, terlebih pada jarak antar Simpang yang pendek seperti pada Simpang di Jalan Panglima Sudirman dan Simpang di Jalan Patimura yang berada dalam jarak 172 meter pada ruas Jalan Patimura. Permasalahan yang terjadi adalah kendaraan yang terkadang harus selalu berhenti pada tiap Simpang karena selalu mendapat sinyal merahdanarus yang jenuh. Tentu saja hal ini menimbulkan ketidaknyamanan pengendara.Tujuandaristudiiniadalahmengetahui kinerja SimpangJalan Pattimura dan SimpangJalan Panglima Sudirman Kota Malang kondisi eksisting,mengetahui kinerja Simpang yang sama bila di lakukan koordinasi Simpangdenganlampulalulintaspada kedua Simpang,membandingkan kinerja kedua Simpang tersebut berdasarkan kondisi eksisting dan kondisi koordinasi. Didapatkan waktu siklus baru sebesar 115 detik untuk untuk semua kondisi arus lalu lintas. Waktu siklus semua Simpang disamakan untuk mempermudah koordinasi sinyal. Untuk bandwidth yang dihasilkan dari diagram koordinasi, didapat bandwidth sebesar 18 detik  dari arah Selatan Simpang Jalan Patimura yaituJalanTrunojoyomenuju arah timurkeJalanPatimura.   Kata Kunci: Koordinasi Sinyal Antar Simpang, Waktu Offset, Bandwidth, Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Patimura, Kota Malang
KAJIAN PEMILIHAN TRASE DAN PERENCANAAN PERKERASAN JALAN LINGKAR TIMUR KABUPATEN BANYUWANGI Rahma Dewi, Mustika Iluni; Iswandari, Retno; Bowoputro, Hendi; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.508 KB)

Abstract

Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banyuwangi teruslah meningkat di tiap tahunnya, hal ini mempengaruhi meningkatnya keinginan masyarakat di Kabupaten Banyuwangi untuk terus melakukan mobilitas, oleh karena itu peningkatan mobilitas juga harus diiringi dengan peningkatan fasilitas yang disediakan seperti perencanaan Jalan Lingkar timur Kabupaten Banyuwangi. Dalam penelitian ini pemilihan trase dilakukan dengan menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) dengan metode diversi dan bangkitan sebagai peramalan volume yang terjadi pada jalan baru.Perencanaan perkerasan pada Jalan Lingkar Timur Kabupaten Banyuwangi dilakukan dengan menggunakan Perkerasan Lentur dengan pedoman manual desain perkerasan jalan Nomor 02/M/BM/2013. Hasil analisis menunjukan bahwa Alternatif 1 adalah trase terbaik yang dapat digunakan sebagai Trase terpilih Jalan Lingkar Timur Kabupaten Banyuwangi dengan nilai skor 1,459.Desa/kecamatan yang dilewati trase alternatif 1 adalah Kampung Melayu  -  Kepatihan  -  Karangrejo  -  Tukangkayu  -  Sobo  -  Pakis  - Pondongnongko –Sukojati – Karangbendo - Kaotan. Volume terdiversi pada tahun 2025 di perkirakan sebesar 981 Smp/Jam maka lebar jalan yang digunakan untuk jalan Lingkar Timur Kabupaten banyuwangi adalah 7 meter dengan tipe 2/2 UD. Serta hasil analisis perkerasan lentur yang diperoleh tebal lapisan perkerasan  15 cm, lapisan pondasi atas 20 cm dan lapisan pondasi bawah 20 cm. Kata Kunci : Pemilihan Trase, Perencanaan perkerasan lentur, AHP (Analitycal Hierarchy Process)., Kabupaten Banyuwangi.
KAJIAN POTENSI PENGGUNA JALAN TOL MALANG – KEPANJEN Iswara, Ade Yudha; Husein, Fahry; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.296 KB)

Abstract

Jumlah infrastruktur yang tidak bertambah menyebabkan sering terjadinya kemacetan pada ruas-ruas jalan di daerah Malang – Kepanjen. Kemacetan ini mengakibatkan pemborosan waktu dan materi, produktifitas industri semakin menurun dan biaya pengiriman barang semakin tinggi, sehingga harga barang semakin tinggi. Maka diperlukan pembangunan infrastruktur transportasi darat seperti jalan tol untuk dapat menanggulangi hal-hal tersebut. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi pengguna jalan eksisting agar mau berpindah ke jalan tol dan mengetahui potensi pengguna maupun tarif rencana jalan tol Malang – Kepanjen.Analisis potensi pengguna tol menggunakan metode Stated Preference.Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa variabel yang mempengaruhi masyarakat untuk berpindah ke jalan tol yaitu tarif dan kemacetan atau kepadatan kondisi jalan (VCR). Apabila tarif tol berada di bawah angka Rp 1.000,00/km dan VCR diatas 0,5 maka potensi pengguna tol akan semakin meningkat, dan potensi pengguna tol akan mengalami penurunan bila tarif tol berada diatas Rp 600,00/km dan VCR dibawah 1.Potensi pengguna tol tertinggi untuk golongan I diperoleh pada saat tarif tol Rp 600,00/km dan VCR = 1,1 yaitu sebanyak 18.447 kendaraan/hari dengan persentase probabilitas berpindah sebesar 90.5%. Sedangkan untuk golongan II & III pada saat tarif tol Rp 900,00/km dan VCR = 1,1 yaitu sebanyak 4.180kendaraan/hari dengan persentase probabilitas berpindah sebesar 89.2%. Penentuan tarif ideal ditetapkan dari tarif hasil analisis stated preference, sehinggs didapat hasil untuk kendaraan golongan I-V berturut-turut sebesar Rp 730,00/km, Rp 1.095,00/km, Rp 1.460,00/km, Rp 1.825,00/km, dan Rp 2.190,00/km. Kata kunci: Potensi Pengguna Tol, Stated Preference (SP), Volume Capacity Ratio (VCR), Tarif Tol
ANALISIS PERENCANAAN TRASEJALAN TOL GEMPOL-MOJOKERTO Justitia, Riztya; Maulana, Luthfi Farhan; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.168 KB)

Abstract

Pembangunan Tol Gempol – Mojokerto sebagai bagian dari jaringan tol trans jawa diharapkan menjadi solusi pemecah kemacetan pada jalan eksisting Gempol – Mojokerto. Untuk mendapatkan pelayanan jalan tol yang optimal salah satu perencanaan penting adalah penentuan trase dan perencanaan perkerasannya. Pengumpulan data pada penelitian ini melalui survei kondisi lapangan setiap alternatif trase yang telah direncanakan, kuisioner terhadap stakeholder yang bersangkutan pada perencanaan  pembangunan jalan tol Gempol–Mojokerto, serta data LHR jalan eksisting Gempol-Mojokerto yang didapat dari hasil penelitian terdahulu. Digunakan metode Analytical Hierarchy Process dalam penentuan faktor yang digunakan sebagai penentuan alternatif trase yang efisien. Hasil survei kondisi lapangan berupa skoring disesuaikan dengan hasil bobot kriteria dengan metode AHP. Dari keseluruhan hasil penelitian, alternatif trase yang terpilih adalah alternatif trase nomor 2 dengan nilai skoring tertinggi. Direncanakan dengan tebal perkerasan kaku sebesar 24 cm berdasarkan pedoman PdT-14-2003. Kata Kunci : Pemilihan Trase, Analitycal Hierarchy Process (AHP), Perkerasan Kaku, AASHTO, Jalan Tol, Gempol, Mojokerto.
KAJIAN KINERJA OPERASIONAL KERETA API JENGGALA JURUSAN MOJOKERTO – SIDOARJO Nurdiansyah, Irfan; Wicaksono, Achmad; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.521 KB)

Abstract

On November 24, 2014 PT.KAI (Persero) inaugurated Jenggala train with Mojokerto - Sidoarjo route in order to meet the mobility needs of the areas. To find out the performance of the Jenggala train, it needs to be reviewed in terms of travel time, stop time, time delay, load factor, and cross capacity. It is also necessary to review the service facility for passengers to find out the level of satisfaction on Jenggala train. In this study using survey as a method to get primely data related to operational performance in the form offield survey, and to know customer satisfaction using quisoner with Importance Performance Analysis (IPA) method. The analysis used for the travel time, stop time, and delay time is the 1 tail t-test, load factor using Vukan R Vuchic capacity calculation, route capacity by using scott formula, and customer satisfaction using Importance Performance Analysis (IPA) method. The result of the analysis showed that the average travel time from Mojokerto is 48 minutes at Jenggala 294 and from sidoarjo is 54 minutes at Jenggala 289, the average stop  time from Mojokerto is 3minutes atJenggala 288 and from Sidoarjo is 10 minutes at Jenggala 289, the average of time delay on departure and arrival from Mojokerto is 6 minutes and 5 minutes, while from Sidoarjo is 3 minutes and 3 minutes. The highest Load Factor from Mojokerto is 63.95% and from Sidoarjo is 63,57%. Cross capacity on Mojokerto – Tarik stastion is 56 trains / day and cross capacity at  Sidoarjo – Tulangan is 79 train / day,  with the result of user satisfaction level is 89.34%. Keywords: Railway, Jenggala, Operational Performance, Cross Capacity, IPA
DAMPAK OPERASIONAL JALAN TOL MOJOKERTO – SURABAYA TERHADAP KINERJA JEMBATAN TIMBANG TROSOBO DAN KINERJA PERKERASAN JALAN DI SEKITARNYA Dan Nur Illiyin, Bondan Fariz Rahman; Bowoputro, Hendi; Sulistio, Harnen
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.163 KB)

Abstract

Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur dengan zona industri yang luas. Zona industri yang luas tersebut mengakibatkan tingkat distribusi barang semakin tinggi. Tingginya tingkat distribusi barang tersebut tentu memerlukan pergerakan kendaraan berat angkutan barang yang tinggi pula. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu kontrol dari pemerintah untuk mengawasi muatan barang yang dibawa kendaraan berat dengan mengoperasikan jembatan timbang. Namun, saat ini kontrol Jembatan Timbang Trosobo (JT Trosobo) yang mengontrol kendaraan berat dari Mojokerto dan sekitarnya menuju ke Kota Surabaya masih belum maksimal. Kontrol jembatan timbang tersebut akan semakin menurun apabila Jalan Tol Mojokerto-Surabaya sudah beroperasi karena akan menyebabkan peralihan rute kendaraan. Oleh karena itu, tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui kondisi kontrol muatan pada JT Trosobo, dampak dari tidak terkontrolnya muatan kendaraan berat angkutan barang terhadap jalan di sekitar Jalan Tol Mojokerto – Surabaya dan JT Trosobo, dan pemilihan lokasi jembatan timbang baru dari beberapa alternatif untuk meningkatkan kontrol pemerintah terhadap muatan kendaraan berat. Dari hasil analisis  kondisi kontrol muatan, didapatkan tingkat persentase kontrol muatan JT Trosobo saat ini adalah sebesar 41,8% dan diprediksi akan menurun menjadi 23% setelah jalan tol beroperasi. Dari analisis penurunan umur rencana jalan yang dilakukan dengan menghitung persentase peningkatan VDF (Vehicle Damage Factor) masing-masing golongan kendaraan, prediksi penurunan umur rencana dalam sepuluh tahun umur rencana jalan adalah 2,9 tahun pada Jalan Legundi 1, 3,1 tahun pada Jalan Gubernur Sunandar, dan 2,8 tahun pada Jalan Legundi 2. Penurunan umur rencana jalan tersebut menyebabkan pemerintah mengalami kerugian biaya yaitu senilai Rp. 62.380.880 per km jalan. Dari hasil analisis AHP, alternatif 1 yang berlokasi di Jalan Gubernur Sunandar memperoleh skor 0,75, alternatif 2 yang berlokasi di Jalan Bypass Krian memperoleh skor 0,72, dan alternatif 3 yang berlokasi di Jalan Legundi 1 memperoleh skor 0,66. Sehingga alternatif terbaik yang dapat dijadikan lokasi jembatan timbang baru adalah alternatif 1. Kata kunci: jembatan timbang, kendaraan berat, umur rencana jalan, AHP (Analytic Hierarchy Process).
PENGARUH KADAR KAPUR PADAM SEBAGAI BAHAN PENGISI CAMPURAN COLD PAVING HOT MIX ASBUTON Djakfar, Ludfi; Wiyanta, Yogi Kurnia; Bowoputro, Hendi; Baisa, Havizh Lukman
Jurnal Transportasi Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.111 KB) | DOI: 10.26593/jt.v18i1.2970.%p

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the effect of using hydrated lime as a filler of Marshall Parameters on a mixture of Lawelle Granular Asphalt, which was produced from Asphalt Buton, using local aggregates. For this purpose, 45 specimens were prepared with variations in Lawelle Granular Asphalt levels and filler percentages. Variations of Lawelle Granular Asphalt levels are 25%, 30%, 35% whereas the filler variations are 0/100, 25/100, 50/50, 75/25, 100/0, between stone ash and hydrated lime. The analysis results show that the optimum level of Lawelle Granular Asphalt level was 29% and the optimum filler content was 60% stone ash and 40% hydrated lime. This means that the hydrated lime can be used as fillers in the Lawelle Granular Asphalt mixture. Keywords: buton asphalt, filler, hydrated lime, Marshall Parameters  Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh penggunaan kapur padam sebagai bahan pengisi  terhadap Parameter Marshall pada campuran beraspal Lawelle Granular Asphalt, yang diproduksi dari Aspal Buton, dengan menggunakan agregat lokal. Untuk maksud tersebut, dibuatlah 45 benda uji dengan variasi pada kadar Lawelle Granular Asphalt dan persentase bahan pengisi. Variasi kadar Lawelle Granular Asphalt adalah 25%, 30%, 35% sedangkan variasi bahan pengisi adalah 0/100, 25/100, 50/50, 75/25, 100/0, antara abu batu dan kapur padam. Dari hasil analisis didapat bahwa kadar Lawelle Granular Asphalt optimum sebesar 29% dan komposisi optimum bahan pengisi adalah 60% abu batu dan 40% kapur padam. Hal ini berarti bahwa kapur padam dapat digunakan sebagai bahan pengisi pada campuran Lawelle Granular Asphalt. Kata-kata kunci: aspal buton, bahan pengisi, kapur padam, Parameter Marshall
Co-Authors A., Ramadhan Ridlo Abdillah, Hilmy Abid Abiel Cahya Nugraha, R. Cakra Bagaskara, Achmad Wicaksono Ahmad Syahirul A., Ahmad Syahirul Ahmad syahirul Alim Ahmad Zainul Arifin Akbar, Rendy Zesario Akbariawan, Ricky Alfan Baharuddin, Alfan Alva Afriza Putra P, Donny Bagas W. , Anisa Faray, Afifah Mauludiah , APRIANSYAH SAPUTRA, APRIANSYAH Bagus, Gabriel Baisa, Havizh Lukman Baisa, Havizh Lukman Bonifasius Raditya Cibro, Lolo Karina Dan Nur Illiyin, Bondan Fariz Rahman Devia, Yatnanta P. Erick Luckita Saputra F, Bestananda F, Rizki Wahyu Fadiansyah, Rendi Fambella, Bayu Chandra Ferry Fairul, Ferry Firstyan, Frigi Ghifari, Reza Iqbal GIAN FARISKY, LALU MUHAMAD Harnen Sulistio Haryo, Alan Hermawan Santiko Hidayat, Samsul Arif Husein, Fahry I Kadek Adit Putra I., M.Iqbal Ravanelli , Isa, Ilusi Iswandari, Retno Iswara, Ade Yudha Justitia, Riztya Kartika, Irdwi Khairul Arifin, Devina Candra Puspita Rini, Krismanto, Indra Lasmini Ambarwati Ludfi Djakfar M, Jundina Syifa’ul M. Fahmi Lutfi, Bagus Akbar M. , M. Zainul Arifin Mashudman Mashudman Maulana Rizky Akbar, Moch. Ilham Dwiyulianto Maulana, Luthfi Farhan Muhamad Iqbal Muslim Muhammad Ibnu Shina, Herdian Yunihartanto , Muhammad, Faris Irva n, Ridhwan Falih Nugraha Pasca Ogenta Tarigan Nur Hilmy Dhiya Ul’Aziz, Nur Hamidah & Nurdiansyah, Irfan Permana, Maulana Zakki Pratama, Ganeswara Nova Prawiro, Bangun Prayuda Krisna S, Riky Pradana Trisilvana Priskila Dorothy, Ayu Anisa, R.A.A.G.S, Syafalia Rachmad Reza B, Nizar Ramadhan, Rahayu K Rahayu K., Rahayu Rahayu Kusumaningrum Rahma Dewi, Mustika Iluni Rakhmad, Nova Nur Roro Sulaksitaningrum S, M F Satria, Febrian Adi Satrio, Bagas Wisesa Sayekti, Sukma Priya Sumantri, Bambang Susanto, Andriyas Syaviq, Muhammad Fahrus Syela Angela Febrianti, Syela Angela Taqwa Rizaldi Warni, Intan Sulistyo Warni Widianingrum, Wiahni Wiyanta, Yogi Kurnia Wiyanta, Yogi Kurnia Yaris Bohoh Yulvi Zaika