Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Medula

Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Lingkungan Terhadap Pengendalian Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue Muhammad Rizal Ardiansyah; Nur Nasry Noor; I Putu Sudayasa
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.538 KB) | DOI: 10.46496/medula.v1i1.186

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai saat ini merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang cenderung meningkat. Kejadian DBD di Kelurahan Anawai Kecamatan Wua-wua, Kendari, bulan Januari-Maret tahun 2013,sebanyak 10 kasus dengan jumlah kematian 1orang. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi penularan penyakit DBD adalah dengan mengendalikan vektor penyakit DBD melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan lingkungan terhadap pengendalian vektor penyakit demam berdarah dengue di Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-wua, Tahun 2013.Metode penelitian bersifat observasional analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional study. Besar sampel penelitian 300 responden, diambil dengan menggunakan teknik stratified random sampling dan data diuji dengan Chi-Square.Hasil penelitian, terdapat hubungan antara pengetahuan kepala keluarga (ρ = 0,012), sikap kepala keluarga (ρ = 0,017), tempat perindukan nyamuk (ρ = 0,000), kebiasaan membersihkan tempat penampungan air (TPA) (ρ = 0,000) terhadap pengendalian vektor penyakit di Kelurahan Anawai Kecamatan Wua-wua,Kendari, tahun 2013.Simpulannya, terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap dan lingkungan terhadap pengendalian vektor penyakit DBD di Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-wua tahun 2013. Kata kunci : pengendalian vektor penyakit demam berdarah dengue, pengetahuan, sikap, tempat perindukan, kebiasaan membersihkan tpa
ANALISA FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU Dhilah Harfadhilah; Nur Nasry Noor; I Nyoman Sunarka
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.828 KB) | DOI: 10.46496/medula.v1i1.184

Abstract

WHO Report 2009 menyatakan bahwa Indonesia menempati peringkat kelima dari 22 negara di dunia dengan jumlah penderita TB terbanyak. Diperkirakan jumlah pasien TB di Indonesia sebanyak 0.34 sampai 0.52 juta kasus atau sekitar 5.7% dari jumlah penderita TB di dunia. Laporan P2TB Kota Kendari tahun 2011 tercatat penderita TB Paru BTA (+) sebanyak 448 kasus. Lingkungan merupakan salah satu faktor risiko yang mempengaruhi kejadian TB paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar risiko kondisi lingkungan terhadap kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Poasia tahun 2011-2012. Penelitian ini merupakan penelitian kasus kontrol dengan variabel independen yang diteliti adalah kepadatan hunian rumah, ventilasi, jenis dinding, jenis lantai rumah dan kontak serumah dengan keluarga yang menderita TB paru. Besar sampel untuk penelitian ini menggunakan total pada tahun 2011-September 2012, yaitu 68 sampel untuk kasus dan 68 sampel untuk kontrol. Analisis data untuk mengetahui besarnya risiko variabel independen dapat dilihat dari nilai Odds Ratio. Hasil analisis menunjukkan bahwa 5 variabel diperkirakan sebagai faktor risiko TB Paru, yaitu : Kepadatan hunian rumah (OR:7.756, CI 95%:3.546-16.967), ventilasi (OR:6.651, CI 95%:3.145-14.068), jenis lantai (OR:6.217, CI 95%:2.952-13.095), jenis dinding (OR:1.548, CI 95%:1.277-5.753), dan kontak serumah dengan keluarga yang TB (OR:18.962, CI 95%:2.426-148.192). Disarankan perlunya penyuluhan tentang syarat rumah sehat, perilaku hidup sehat, dan peningkatan kerja sama lintas sektoral yang lebih komprehensif dan adekuat.Kata kunci : tuberkulosis paru, faktor risiko lingkungan