Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGEMBANGAN HASIL TANI DAN DIGITAL MARKETING KELOMPOK TANI KAMPUNG SEMARANG MANDIRI, BALIKPAPAN Wahab, Muhammad Fajrin; Khala, Christianto Credidi Septino; Putri, Andina Prima; Athirah, Athirah; Nuradila, Eka Risky; Mujiono, Devi Azalia; Pitaloka, Feby Ayu Caroline
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 1 No 03 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v1i03.173

Abstract

Kota Balikpapan merupakan salah satu kota dengan banyaknya sumber daya alam yang berlimpah dengan penyebaran perkebunannya. Berdasarkan Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur tahun 2018 data produksi hasil perkebunan di tahun 2018 mencapai 8.846,9 ton, sedangkan untuk data produksi hortikultura di tahun 2018 mencapai 260.882 ton. Pada Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara tepatnya di Jalan Giri Rejo RT.27 Kampung Semarang Mandiri, terdapat Kelompok Tani Karya Mukti dengan sumber daya yang melimpah. Seperti tanaman hortikultura dan perkebunan dengan hasil sumber daya hortikultura yang meliputi tanaman singkong, bengkoang, jagung, cabe kecil, terong, kacang panjang dan buncis. Kelompok Tani Karya Mukti masih menjalankan kegiatan pertanian dan pemasaran hasil panen secara konvensional, hasil panen yang berlimpah dan terkadang tidak laku terjual secara keseluruhan mengakibatkan para petani mengalami kerugian yang cukup besar. Sehingga untuk menghindari hasil panen yang membusuk begitu saja, para petani membagikan sayur-sayuran tersebut secara cuma-cuma kepada masyarakat sekitar misalnya seperti komoditi kacang panjang. Berlimpahnya hasil pertanian Kelompok Tani Karya Mukti untuk komoditi kacang panjang dapat dimanfaatkan untuk menjadi sebuah produk inovasi berupa tempe dari biji kacang panjang. Strategi pemasaran melalui pemanfaatan teknologi ini sangat memungkinkan untuk mendapatkan jangkauan pasar yang lebih luas sehingga keuntungan yang didapat pun juga semakin besar. Dengan memanfaatkan model pemasaran melalui digital marketing dapat membantu pelaku usaha dalam hal mempromosikan dan memasarkan produk dan jasa mereka tanpa adanya batasan jarak, waktu dan cara komunikasi.
PENGEMBANGAN KAWASAN PESISIR DENGAN MEMANFAATKAN RUANG TERBUKA SEBAGAI TAMAN REKREASI DAN SISTEM PENGELOLAAN JARINGAN PERSAMPAHAN YANG LAYAK PADA RT 8 KELURAHAN MANGGAR BARU Lhara Sari, Oryza; Putri, Andina Prima; Yanti, Rossana Margaret Kadar; Apriani, Dyah Wahyu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 2 No 03 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v2i03.573

Abstract

Manggar Baru is one of the sub-districts in East Balikpapan District, Balikpapan City. According to the 2012-2032 RTRW of Balikpapan City, Manggar Baru is planned to become a minapolitan and tourism area based on the geographical conditions which are located along the coast. Optimizing the potential of coastal areas is carried out by developing existing land or open spaces into proper beach tourism and can be enjoyed by residents and visitors. Based on the results of a survey that has been conducted, Kampung Nelayan RT 8 Kelurahan Manggar Baru has unfavorable solid waste conditions. Overcoming this problem regarding waste regulations, several things can be done, namely managing existing waste conditions through the provision of infrastructure such as garbage dumps in front of every house in RT 8 to make it easier to collect and sort waste. Then, conduct outreach to the surrounding community regarding education on waste management based on its type and utilization. One of the uses of waste that can be developed is to use plastic bottles or other plastic waste to make eco bricks. In addition, the results of the ecobrick that has been made can be used as material to build a vertical garden. The garden area can be used to develop toga plants for the local community. Seeing the waste problems that occur in RT 8, it is necessary to empower the community in managing waste. Community empowerment can be carried out using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach which first takes inventory of assets owned by the community to be used as resources in waste management. The community empowerment methods that require participation include Rapid Rural Appraisal (RRA), Participatory Rapid Appraisal (PRA), Participatory Learning and Action (PLA) and Participatory Training. It is hoped that some of the solutions described above can be a way out of existing problems and can have an impact on both the surrounding community and the people who come to use these facilities.