Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SMARTek

PENGEMBANGAN WILAYAH PERBATASAN SEBAGAI UPAYA PEMERATAAN PEMBANGUNAN WILAYAH DI INDONESIA Budianta, Aziz
SMARTek Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : SMARTek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.477 KB)

Abstract

Pembangunan Nasional Negara Indonesia yang tujuan umumnya adalah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan pemerataannya di seluruh wilayahnya, sampai dengan saat ini masih banyak timbul masalah. Salah satu masalah yang masih dijumpai adalah belum berkembangnya wilayah perbatasan antar wilayah administrasi dalam Negara Indonesia. Wilayah perbatasan selama ini identik dengan wilayah perdesaan, wilayah pertanian, wilayah miskin, dll. Untuk pengembangannya diperlukan kebijaksanaan yang sesuai secara lokalita, yang disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi dan hambatan pengembangan di wilayah perbatasan tersebut
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan dan Evaluasi Kekritisan DAS Kawasan Das Blongkeng Jawa Tengah Tahun 1993 - 2000 Budianta, Aziz
SMARTek Vol 4, No 3 (2006)
Publisher : SMARTek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.045 KB)

Abstract

DAS Blongkeng merupakan Sub DAS Progo, terletak di Kabupaten Magelang dan Boyolali Propinsi Jawa Tengah, dan merupakan daerah tangkapan hujan yang cukup potensial secara lokal dan regional. Berdasarkan PP 47/1997 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, lereng tengah-atas DAS diklasifikasikan sebagai kawasan konservasi tanah dan air. Peningkatan jumlah penduduk serta aktivitas pembangunan selama tahun 1993 – 2000 telah mendorong terjadinya konversi lahan menjadi lahan terbangun. Hal ini akan mengganggu fungsi kawasan sebagai kawasan lindung dan konservasi. Tujuan penelitian adalah mengetahui luasan konversi lahan yang sudah terjadi, serta evaluasi kekritisan DAS yang dilakukan dengan pendekatan Model Indeks Konservasi (IK). Metode analisis meliputi: pembobotan dan analisis peta dengan SIG. Penelitian menunjukkan terjadi konversi lahan sebesar 10,94%, terutama untuk permukiman, lahan kosong, dan kebun. Lahan yang mengalami penyusutan adalah sawah, hutan, dan tegalan/ladang. Meskipun hasil evaluasi kondisi DAS menunjukkan kondisi DAS masih normal, akan tetapi ditemukan lahan kritis sebesar 1,51% yang perlu segera diatasi dengan metode konservasi lahan yang sesuai dengan kondisi fisik dan sosial-budaya setempat