Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

STUDI STRES KERJA OPERATOR AIR TRAFFIC CONTROL (ATC) PADA BANDARA AHMAD YANI SEMARANG Prasetyo, Ahmad Dwi; Budiawan, Wiwik
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.465 KB)

Abstract

Sebagai upaya dalam meningkatkan keselamatan penerbangan khususnya di bandara udara ahmad yani semarang, maka perlu dilakukan kajian tentang faktor-faktor timbulnya stress kerja operator ATC. Karena ATC memegang peranan penting dalam menjaga keselamatan penerbangan khususnya pesawat. Maksud dari kajian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana peranan workload, role conflict, human relationship, family factor, dan working environment terhadap stress kerja operator ATC untuk mengantisipasi adanya human error. Tujuan kajian ini adalah memberikan masukan kepada jasa angkutan udara dan instansi terkait untuk mencegah stress kerja dengan melakukan upaya-upaya maksimal. Hasil kajian ini mengindikasikan beberapa faktor yang memberikan pengaruh stress kerja, yaitu working environment dan role conflict. Adjusted R Square sebesar 0,744 atau sebesar 74,4%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen workload, role conflict, family factor, human relationship, working environment mampu menjelaskan variasi yang terjadi pada workstress sebesar 74,4%
EVALUASI TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE DENGAN PENDEKATAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) PADA MESIN CARDING PT. ABC Putra, Alfredo Buddhi; Budiawan, Wiwik
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.242 KB)

Abstract

EVALUASI TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE DENGAN PENDEKATAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE)  PADA MESIN CARDING PT. ABC. PT.ABC sebagai perusahaan yang bergerak dibidang produksi yarn dan tekstil terbesar di Indonesia. Salah satu jenis produk yang dihasilkan, yaitu produk yarn yang menjadi produk unggulan perusahaan. Produk yarn diproses menggunakan beberapa mesin antara lain mesin blowing, carding, Hylap/combing, drawing, roving, ring frame, dan winding. Berdasarkan data evaluasi kinerja fasilitas produksi periode Desember 2016, ditemukan indikasi losses pada mesin carding. Losses tersebut ditandai dengan adanya downtime, speed losses, dan defects pada mesin tersebut. Berdasarkan perhitungan OEE, ditemukan bahwa nilai availability ratio dari mesin carding hanya sebesar 63,053%, dan nilai OEE keseluruhan masih jauh dari standar nilai OEE ideal yaitu sebesar 48,014%. Pada perawatan mesin, dikenal istilah Six Big Losses yang merupakan enam kerugian yang dapat mengurangi tingkat efektifitas mesin. Six Big Losses dikategorikan menjadi tiga kategori utama yaitu Downtime, Speed Losses, dan Defects. Munculnya ketiga indikasi losses pada data evaluasi kinerja fasilitas PT. ABC menunjukkan bahwa mesin yang digunakan pada produksi yarn belum bekerja secara efektif.  Sehingga diperlukan upaya untuk meminimalisasi terjadinya losses pada mesin produksi yarn, yaitu mesin carding. Identifikasi terhadap penyebab losses terbesar digunakan untuk menemukan bagian yang bermasalah pada kinerja fasilitas produksi dan faktor penyebabnya. Diharapkan peneliti dapat memberi saran  perbaikan pada sistem agar PT. ABC dapat meminimalisasi terjadinya losses pada mesin yang digunakan. ABSTRACTTOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE EVALUATION WITH OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) APPROACH TO CARDING MACHINE PT. ABC. PT.ABC as a company engaged in the production of yarn and the largest textiles in Indonesia. One type of product namely yarn products that become the company's flagship product. Yarn products are processed using several machines including blowing machine, carding, Hylap / combing, drawing, roving, ring frame, and winding. Based on the performance evaluation data of production facilities for the period of December 2016, there are indications of losses on the carding machine. Losses are characterized by downtime, speed losses, and defects on the machine. Based on the OEE calculation, it was found that the availability ratio of the carding machine was only 63.053%, and the overall OEE value was still far from the ideal OEE standard value of 48.014%. In machine maintenance that defined as Six Big Losses which are six losses, can reduce the level of engine effectiveness. Six Big Losses are categorized into three main categories: Downtime, Speed Losses, and Defects. The emergence of the three indications of losses on performance evaluation data of PT. ABC shows that the machines used in yarn production have not worked effectively. So it takes effort to minimize the occurrence of losses on yarn production machine, namely carding machine. The identification of the biggest cause of losses is used to find the problematic part of the performance of the production facility and its causal factors. It is expected that the researcher can give suggestions for improvement on the system so that PT. ABC can minimize the occurrence of losses on the machine used.
ANALISIS PERSEPSI PEMASOK TERHADAP PENGADAAN JASA LAINNYA, JASA KONSULTAN, BARANG DAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DI UNIVERSITAS DIPONEGORO Siahaan, Lowis Onike; Budiawan, Wiwik; Suliantoro, Hery
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.878 KB)

Abstract

Manajemen rantai pasok mengambil peran penting dalam keberhasilan kegiatan pada suatu perusahaan atau organisasi, termasuk di lembaga pendidikan seperti Universitas Diponegoro. Rantai pasok berperan meningkatkan pelayanan, produkivitas dan menurunkan biaya operasional. Dalam menjalankan proses pengadaan barang yang melibatkan pihak pemasok, antara pemasok dan Undip harus tercipta hubungan kerja sama yang baik. Maka, untuk terus mampu menciptakan kerja sama dan peningkatan kinerja yang baik, Undip membutuhkan persepsi pemasok tentang hal-hal yang berkaitan dengan proses pengadaan di Undip. Perpsepsi pemasok ini didapatkan dengan mengedarkan kuesioner terhadap pemasok yang pernah bekerja sama dengan Undip melalui lelang umum untuk pengadaan jasa lainnya, jasa konsultan, barang dan pekerjaan konstruksi. Selanjutnya dilakukan pengelompokkan dari hasil pengumpulan data tersebut ke dalam Supplier Perception Matrix, yang berfokus pada dua dimensi utama, yaitu level ketertarikan dan nilai bisnis. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pemasok jasa lainnya tergolong kuadran develop, pemasok jasa konsultan tergolong kuadran marginal, pemasok barang tergolong kuadran exploit dan pemasok pekerjaan konstruksi tergolong kuadran core. Dari total 21 kriteria dan sub kriteria yang ditanyakan, 20 pernyataan mendapat kategori puas dan 1 pernyataan lainnya kategori cukup puas. Abstract Supply chain management has become an integral part of business and is essential to any company or organization’s success, include educational institutions like Diponegoro University. Supply chain management has the power to boost customer service, productivity and reduce operating costs of a company. That’s why it is important to build a good realtionship between Diponegoro University and the suppliers, so there will be a great team work. To maintain a good relationship, Diponegoro University have to know how the suppliers see them and what they want in the business. The supplier’s perception can be known by sending a questionniare about the business with Diponegoro University to those who have ever won the auction of outsourcing, consultant, goods and construction. Then, we put those suppliers in the Supplier Perception Matrix based on their level of attractiveness and the business value because those two things are the dimension that matters here. So, the result shows that the services or outsourcing suppliers is in develop quadrant, the suppliers of consultant is in marginal quadrant, the suppliers of goods is in the explooit quadrant and the construction manufacturers is in the core quadrant. Overall we can say that the suppliers think that Diponegoro University has been good on doing the business thing by the data that shows only 1 from 21 criterion gets the enough category, while the 20 others gets the satisfying score.
ANALISIS ALTERNATIF PEMBELIAN DAN PEMBUATAN PRODUK DALAM PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI (STUDI KASUS BRAND FASHION MUSLIM ZYSKU XENA) Nurrizki, Muhammad Risvan; Budiawan, Wiwik; Rinawati, Dyah Ika
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.832 KB)

Abstract

Zysku Xena merupakan salahsatu brand fashion muslim yang bermain di pasar busana muslim yang sekarang sedang berkembang di Indonesia. Dengan brand yang cukup kuat dan pasar yang menjanjikan, Zysku Xena mengalami kekurangan kapasitas produksi untuk menangani permintaan yang masuk terhadap produknya. Kekurangan kapasitas ini menyebabkan banyak efek domino, diantaranya adalah lost sale karena pilihan item yang diinginkan tidak tersedia, pemenuhan order yang mundur dari jadwal yang dijanjikan, terlambatnya barang masuk ke website stockiest—yang menyebabkan juga mundurnya pembayaran, terjadinya overlap untuk produksi bulan selanjutnya, belum lagi pengerjaan barang reject dan restock. Sebuah studi kelayakan dibutuhkan untuk mengetahui apakah lebih menguntungkan menambah kapasitas dengan menambah vendor jahit (buy), ataukah membuat konveksi sendiri (make). Untuk mengetahui alternatif mana yang lebih baik, akan digunakan 2 indikator kelayakan investasi, yaitu NPV dan Benefit-cost ratio. Hasil menunjukkan pada skenario optimis dan normal penambahan kapasitas lebih baik menggunakan alternatif make, sedangkan untuk kondisi pesimis lebih baik menggunakan alternatif buy. AbstractZysku Xena is one of the muslim fashion brand that plays in the rapidly growing muslim fashion market in Indonesia. With a decently strong brand and a promising market, Zysku Xena is currently suffering with a shortage of production capacity to handle incoming demands for their product. This shortage of production capacity leads to many domino effects, such as lost sale because the inavailability of the particularly requested item, backtrack of order fulfillment from the promised deadline, delayed supply to stockiest websites—which leads to delayed payment, production capacity overlap to handle previously incomplete demands and that particular period’s demands, and on top of that rework of reject items and restocks. A feasibility study is required to find out whether it is more profitable to increase production capacity by using a vendor (to make), or to make it using their own production facility (make). To find out which is the better alternative, investment feasibility indicators are used, which are NPV and benefit-cost ratio. Results show that in an optimistic and normal scenarios, making their own product in a privately owned facility has the upper hand, whereas at a pessimistic scenario buying it instead is a better alternative.
PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN DOKUMEN ELEKTRONIK BERBASIS WEB DENGAN METODE SDLC Studi Kasus Teknik Industri Universitas Diponegoro Bagaskara, Unggul Dewandana Erich; Purwaningsih, Ratna; Budiawan, Wiwik
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.905 KB)

Abstract

Teknik Industri merupakan salah satu program studi dari Fakultas Teknik yang ada di lembaga pendidikan perguruan tinggi negeri Universitas Diponegoro, dalam menjalankan kegiatan akademik tentunya tidak dapat terlepas dari pemanfaatan dokumen. Salah satu kegiatan akademik yang dilakukan yaitu berupa proses aktivitas dari mata kuliah Kerja Praktek (KP), Kuliah Kerja Industri (KKI) dan Tugas Akhir (TA) yang masih berjalan secara manual, meliputi proses pendaftaran, proses pengajuan dosen pembimbing, proses pembagian dosen pembimbing, proses asistensi, proses pendaftaran seminar, proses penentuan dosen penguji, proses pendaftaran sidang serta proses pengumpulan laporan. Untuk itu diperlukan sebuah sistem informasi yang dapat menjembatani proses tersebut yang berupa pengelolaan dokumen digital (Electronic Document Management System / EDMS). Metode yang digunakan yaitu berupa System Development Life Cycle / SDLC, dengan tahapan proses utama antara lain perencanaan, analisis, desain dan implementasi. Output yang dihasilkan berupa sistem informasi manajemen dokumen elektronik berbasis web dalam bentuk Electronic Document Management System (EDMS) dengan multiuser dari proses aktivitas mata kuliah Kerja Praktek (KP), Kuliah Kerja Industri (KKI) dan Tugas Akhir (TA) di bagian akademik program studi Teknik Industri Universitas Diponegoro. AbstractIndustrial Engineering is one of the courses of the Faculty of Engineering in community college education institutions Diponegoro University, in carrying out academic activities certainly can not be separated from the use of the document. One academic activities carried out in the form of process information from the practical work (KP), industrial college work (KKI) and thesis (TA) study are still running it manually, activities are includes the registration process, the process of filing lecturers, preceptor lecturers division process, guidance process or assistance, seminar registration process, the process of determining the examiners lecture, the session registration process as well as the process of collecting reports. It required an information system are can bridge the process known as edigital docement management (Electronic Document Management System / EDMS). The method applied that is in the form of System Development Life Cycle / SDLC, with step including planning, analysis, design and implementation. The output is produced about information system,in the form of an electronic document management system in the form of web-based Electronic Document Management System (EDMS) in a multiuser system with information from the practical work study (KP), Industrial college work (KKI) and thesis (TA) in the academic study program in Industrial Engineering of Diponegoro University.
ANALISIS PENYEBAB CACAT MENGGUNAKAN METODE FTA DAN FMEA PADA DEPARTEMEN FINAL SANDING (Studi Kasus : PT. ABC, Semarang) Gusti, Muhammad Fakhri; Budiawan, Wiwik
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.048 KB)

Abstract

ABSTRAK PT ABC  merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang furniture. PT ABC  telah berdiri sejak tahun 1996 dan berlokasi di Semarang. Selain di dalam negeri, PT ABC  juga memenuhi permintaan pelanggan dari luar negeri. Untuk itu, PT ABC harus mempertahankan kualitas produknya agar dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan. Namun selama proses produksi dilakukan, ada kemungkinan menghasilkan produk yang tidak sesuai spesifikasi dan menimbulkan defect pada produk. Salah satu departemen yang memiliki angka defect tertinggi adalah departemen final sanding. Perusahaan perlu menelusuri penyebab cacat yang terjadi untuk menurunkan angka defect agar kualitas produk yang dihasilkan tetap memenuhi spesifikasi dari pelanggan dan target produksi dapat tercapai. Metode yang digunakan untuk menganalisis penyebab cacat pada penelitian ini adalah FTA dan FMEA. Dari penelitian yang dilakukan analisis penyebab cacat dari setiap jenis cacat yang ada dan diberikan saran perbaikan atas analisis tersebut. Hasil penelitian menunjukan penyebab cacat didominasi oleh kesalahan operator walaupun kinerja operator juga dipengaruhi dari kurang mendukungnya lingkungan kerja dan sistem kerja yang diterapkan. ABSTRACT[Defect Cause Analysis Using FTA and FMEA Method in Final Sanding Departement (Study Case : PT. ABC, Semarang)]. PT ABC is a company engaged in the field of furniture. PT ABC has been established since 1996 and located in Semarang. Besides supplying domestically, PT ABC also supplying to abroad. Therefore PT ABC must maintain the quality of its products in order to provide satisfaction to customers. But during the production process, there is possibility the product produced does not match with the specifications and cause defects in the product. One department that has the highest defect rate is departement final sanding. Companies need to trace the causes of defects that occur to reduce defect rates so that the quality of products produced still meet the specifications of customers and production targets can be achieved. The methods used to analyze the causes of defects in this study are FTA and FMEA. From the research conducted the analysis of the causes of defects of each type of defect that exists and given suggestions for improvement of the analysis. The results showed the cause of the defect is dominated by operator error although operator performance is also influenced from less support it work environment and work system applied.
PERENCANAAN RAW MATERIAL PADA KOMPONEN WINGLET PESAWAT CN235 DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING Dyandra, Halida; Budiawan, Wiwik
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.213 KB)

Abstract

PT. Dirgantara Indonesia adalah perusahaan pemerintah yang bergerak di bidang industri pesawat terbang. Salah satu faktor yang mempengaruhi kelancaran produksi adalah ketersediaan material. Di PT. DI sendiri memiliki departemen perancanaan material, pada departemen ini data yang dimiliki hanya pergerakan material tidak ada data rinci mengenai penggunaan material terhadap setiap komponen sehingga tidak jarang terjadi stock out yang menyebabkan terhambatnya proses produksi. Hal tersebut menunjukan perlunya ada perencanaan material. Pada jurnal ini peneliti meneliti sample kasus dengan membuat perencanaan material untuk komponen winglet pesawat CN235, yaitu Z-19.101, Z-19.904, Z-19.905, dan Z-14.510 untuk tahun 2017 untuk meningkatkan efisiensi dalam pemesanan material. Penelitian ini mengambil data berupa material yang digunakan, permintaan Winglet tahun 2017, jumlah penggunaan material untuk komponen winglet, dan biaya-biaya material. Dari data tersebut kemudian dibuat BOM dan setelah itu dilakukan perencanaan material menggunakan konsep MRP. Setiap material pun dihitung besar safety stocknya. Hasil pengolahan data di analisis dan didapat bahwa metode terbaik untuk  material Z-19.101 dan  Z-19.904 adalah metode FPR 3, material Z-19.905 adalah metode FPR 4, dan material Z-14.510 tidak perlu melakukan pemesanan.
Pengaruh Distraksi dan Kelelahan Kerja Terhadap Tingkat Kewaspadaan Masinis dan Asisten Masinis Kereta Api Kaligung Mas (Studi Kasus di PT. KAI DAOP IV Semarang) Kusumaningsari, Aldisa; Suliantoro, Hery; Budiawan, Wiwik
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.037 KB)

Abstract

Faktor operator dan sarana merupakan salah satu faktor terbesar yang menjadi penyebab kecelakaan kereta api, yaitu sebesar 28%. Untuk meminimasi jumlah kecelakaan kereta api di Indonesia, maka dilakukan penelitian yang membahas mengenai adakah pengaruh variabel gangguan dan kelelahan kerja terhadap tingkat kewaspadaan masinis dan asisten masinis. Software Stroop Test dan kuisioner FAS merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kelelahan kerja, sedangkan kuisioner General Job Stress digunakan untuk mengukur distraksi. Software Psychomotor Vigilance Test (PVT) digunakan untuk mengukur tingkat kewaspadaan. Dengan menggunakan metode regresi linier majemuk maka diketahui pengaruh dari kedua faktor terhadap tingkat kewaspadaan sebelum dan sesudah jam dinas. Dari pengolahan data yang dilakukan,didapatkan hasil uji F yaitu pada saat sebelum bekerja variabel distraksi dan kelelahan kerja (FAS) terhadap tingkat kewaspadaan memiliki nilai 2,371 dan  variabel distraksi dan kelelahan kerja (Stroop Test) terhadap tingkat kewaspadaan memiliki nilai 1,726. Sedangkan  pada saat setelah bekerja variabel distraksi dan kelelahan kerja (FAS) terhadap tingkat kewaspadaan memiliki nilai 2,953 dan  variabel distraksi dan kelelahan kerja (Stroop Test) terhadap tingkat kewaspadaan memiliki nilai 2,289. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan  bahwa faktor distraksi dan kelelahan kerja berpengaruh simultan dan individual terhadap tingkat kewaspadaan. Faktor yang memiliki pengaruh terbesar terhadap tingkat kewaspadaan baik sebelum maupun sesudah jam dinas yaitu faktor kelelahan kerja.    ABSTRACT Factors operators and facilities is one of the biggest factors that cause the train wreck, which is 28%. To minimize the number of railway accidents in Indonesia, then conducted research that discussed the influence is there any variable to distraction and fatigue vigilance level machinist and machinist's assistant. Software Stroop Test and FAS questionnaire is a tool used to measure job burnout, while General Job Stress questionnaire used to measure distraction. Software psychomotor Vigilance Test (PVT) is used to measure the level of vigilance. By using the linear regression method, the compound of the two factors known to influence the level vigilance before and after office hours. From the data processing, the F test showed that the time before work variable distraction and fatigue (FAS) of the level of vigilance has a value of 2.371, distraction and fatigue (Stroop Test) on the level of vigilance has a value of 1.726. While at the time after work variable distraction and fatigue (FAS) on the level of vigilance has a value of 2.953, distraction and fatigue (Stroop Test) on the level of viilance has a value of 2.289. From these results it can be concluded that distraction and fatigue factors working simultaneously and individually affect the level of alertness. The factor that has the greatest influence on the level of vigilance both before and after office hours is the fatigue factor 
PENERAPAN SIMULASI DAN RELIABILITAS PADA MODEL VEHICLE ROUTING PROBLEM (VRP) DENGAN PERMINTAAN PROBABILISTIK Arvianto, Ary; Nartadhi, Rizal Luthfi; Sari, Diana Puspita; Budiawan, Wiwik
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 9, No 1 (2018): JURNAL SIMETRIS VOLUME 9 NO 1 TAHUN 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.969 KB) | DOI: 10.24176/simet.v9i1.1583

Abstract

Vehicle Routing Problem (VRP) memiliki aplikasi yang penting di bidang manajemen distribusi, sehingga  menjadi  salah  satu  contoh  masalah  yang  banyak  dipelajari  dalam  literatur  optimasi kombinatorial dan diakui sebagai salah satu pengalaman tersukses dalam riset operasi. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi dari penelitian [1] dengan memperhatikan varian VRP homogeneous fleet  size and mix vehicle routing, multiple trips, multiple product and compartements, split delivery, dan multiple time windows dan permintaan tidak pasti (Probabilistic Demand). Hasil yang didapatkan bahwa model yang dibuat telah mampu merepresentasikan penelitian sebelumnya [1] dengan verifikasi hasil   yang sama. Permintaan tidak pasti   ditunjukkan dengan melakukan pengurangan kapasitas sebesar 5%   dan 10% dengan hasil bahwa  dengan mengurangi  kapasitas sebesar 5% terjadi permintaan pelanggan yang tidak tercukupi di beberapa pos, sedangkan pada 10% semua   permintaan dapat tercukupi. Namun dari segi biaya pada nilai 10% memiliki biaya yang lebih tinggi daripada 5%   hal ini dikarenakan rute   yang dihasilkan lebih banyak sehingga mengakibatkan penggunaan kapal lebih banyak dilakukan.
TINJAUAN DATA WAREHOUSE DALAM ANALISA KECELAKAAN KERETA API (STUDI KASUS DI PT. KAI DAOP IV SEMARANG) Budiawan, Wiwik; Arvianto, Ary
Rekayasa Vol 7, No 1: April 2014
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.354 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v7i1.2083

Abstract

Data Warehouse merupakan salah satu faktor penting dalam penyediaan data untuk proses pengambilan keputusan. Salah satunya, data dan informasi tersebut dimanfaatkan dalam analisa resiko kecelakaan transportasi. PT. Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai perusahaan operator moda transportasi kereta api, tentu terdapat berbagai kendala administratif maupun operasional dalam memberikan pelayanan kepada penumpang. Kendala tersebut dapat berimbas pada jadwal yang tertunda hingga  dampak paling buruk yaitu terjadinya kecelakaan. Ketika  kecelakaan kereta api terjadi, investigasi dilakukan terhadap unit-unit yang diduga terkait terhadap kontribusi kecelakaan. Akan tetapi, proses investigasi saat ini belum dapat berjalan efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan, data dan informasi sebagian masih manual (tidak terkomputerisasi) dan belum tersusun dalam bentuk data warehouse. Penelitian ini merupakan tahap awal dalam pengembangan sistem analisa kecelakaan kereta api yang terintegrasi. Keluaran tahap awal ini dirancang suatu data warehouse yang mampu menyediakan data periodik maupun insidental guna proses pengambilan keputusan terutama dalam analisa kecelakaan. Adapun metode yang digunakan untuk merancang data warehouse adalah dengan Entity Relationship Diagram (ERD) dan menggunakan software MS. SQL Server 2008 R2. Warehouse data is one of the important factors in providing data for decision-making process. One of them, the data and information are used in the analysis of the risk of transportation accidents. PT. Kereta Api Indonesia (KAI) as its operator railway transportation mode, there are of course a variety of administrative and operational constraints in providing services to passengers. Such constraints could impact on the schedule is delayed until the worst impact namely accidents. When the train accident happened, an investigation carried out on the units allegedly linked to the contribution of the accident. However, the investigation has yet run effectively and efficiently. This is because, the data and information is still partly manual (not computerized) and has not been arranged in the form of a warehouse data. This study is an early stage in the development of systems for analysis of integrated rail accident. The output of this initial stage, designed a data warehouse that is able to provide data periodically and incidental to the decision making process especially in the analysis of the accident. The methods are used to design a warehouse data is the Entity Relationship Diagram (ERD) and use MS software. SQL Server 2008 R2.