Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Effect of the Intensity of Internet Banking, Mobile Banking, and Automated Teller Machine (ATM) Usage on the Return on Assets of Banking Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) Christian Daniel Manu; Angela Merici Minggu; Silvi Ayu Willa
Journal of Economics, Entrepreneurship, Management Business and Accounting Vol 3 No 3 (2025): Volume 3, Issue 3, September-December 2025
Publisher : CV. Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jeemba.v3i3.1798

Abstract

The development of Financial Technology (FinTech) has driven digital transformation in the banking industry through the use of Internet Banking, Mobile Banking, and Automated Teller Machine (ATM) services. Although the use of digital services continues to increase, the results of previous studies on their impact on banking profitability remain inconsistent. This study aims to analyze the impact of Internet Banking, Mobile Banking, and ATM transactions on banking profitability as proxied by Return on Assets (ROA) among banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2019–2024. The study employs a quantitative approach with an explanatory design and utilizes secondary data obtained from the companies’ annual reports. The sample was selected using purposive sampling, resulting in five banking companies with a total of 30 observations. Data analysis was conducted using multiple linear regression with the aid of IBM SPSS. The results indicate that Mobile Banking has a positive and significant effect on ROA, whereas Internet Banking and ATMs do not have a significant effect on ROA. These findings suggest that an increase in transactions via Mobile Banking can enhance operational efficiency and fee-based income, thereby contributing to improved profitability. Conversely, Internet Banking and ATMs have not yet made a significant contribution due to the high investment and operational costs associated with the development of these two services. This study provides an empirical contribution in explaining the effectiveness of each digital service channel on banking profitability and serves as input for bank management in determining priorities for digital technology investments.
Peningkatan Literasi Hukum Masyarakat tentang Sengketa Proses Pemilu Oesapa Selatan Filmon M. Polin; Melkianus Ndaomanu; Yanto M.P. Ekon; Christian Daniel Manu
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v4i3.2330

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman masyarakat Kelurahan Oesapa Selatan, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, mengenai jenis sengketa proses Pemilu, kewenangan lembaga penyelesaian sengketa, serta prosedur penyelesaiannya. Kondisi tersebut dapat menghambat partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu secara sadar hukum. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi hukum masyarakat mengenai mekanisme penyelesaian sengketa proses Pemilu. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan hukum partisipatif dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Peserta berjumlah 40 orang yang terdiri atas tokoh masyarakat, ketua RT/RW, pemilih atau masyarakat umum, pemuda/karang taruna, dan perangkat kelurahan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, dan angket sikap peserta. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pemahaman dari 57,25 pada pre-test menjadi 84,75 pada post-test, atau meningkat 27,50 poin (48,03%). Evaluasi sikap memperoleh rata-rata 4,47 dengan kategori sangat baik. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan sikap peserta setelah mengikuti penyuluhan. Namun, karena evaluasi tidak menggunakan kelompok pembanding, hasil tersebut tidak dimaksudkan untuk membuktikan efektivitas kausal kegiatan. Penyuluhan ini berkontribusi positif sebagai upaya edukatif dalam memperkuat literasi hukum dan kesadaran masyarakat terhadap penyelesaian sengketa proses Pemilu.   This community service activity was motivated by the limited understanding among residents of Oesapa Selatan Village, Kelapa Lima District, Kupang City, regarding the types of electoral process disputes, the authority of dispute resolution institutions, and the applicable resolution procedures. This condition may hinder community participation in electoral monitoring based on legal awareness. The activity aimed to improve community legal literacy concerning mechanisms for resolving electoral process disputes. The activity employed a participatory legal counseling approach through lectures, discussions, and question-and-answer sessions. A total of 40 participants took part, consisting of community leaders, neighborhood representatives, voters or general citizens, youth groups, and village officials. Evaluation was conducted using pre-tests, post-tests, and participant attitude questionnaires. The results showed an increase in the mean understanding score from 57.25 in the pre-test to 84.75 in the post-test, representing an increase of 27.50 points (48.03%). The attitude evaluation obtained a mean score of 4.47, categorized as very good. These findings indicate improvements in participants’ understanding and attitudes following the counseling activity. However, because the evaluation did not include a comparison group, the results do not establish a causal effect of the activity. The counseling therefore provides a positive educational contribution to strengthening legal literacy and community awareness regarding electoral process dispute resolution.
Edukasi Hukum Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu bagi Masyarakat Kelurahan Oesapa Filmon M. Polin; Melkianus Ndaomanu; Yanto M.P. Ekon; Christian Daniel Manu
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v5i2.2332

Abstract

Penyelesaian sengketa proses Pemilu merupakan bagian penting dalam menjaga integritas dan kualitas demokrasi. Namun, keterbatasan pemahaman masyarakat mengenai jenis sengketa, lembaga yang berwenang, serta mekanisme penyelesaiannya dapat menjadi hambatan dalam penggunaan jalur hukum secara tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman hukum masyarakat Kelurahan Oesapa mengenai tata cara penyelesaian sengketa proses Pemilu. Metode kegiatan dilakukan melalui edukasi hukum dengan pendekatan partisipatif menggunakan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Materi yang diberikan meliputi jenis sengketa proses Pemilu, kewenangan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), serta mekanisme penyelesaian melalui musyawarah, mediasi, dan adjudikasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai klasifikasi sengketa proses Pemilu dan prosedur penyelesaiannya berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Edukasi hukum ini berkontribusi dalam memperkuat literasi hukum masyarakat serta mendorong partisipasi demokrasi yang lebih sadar hukum dan bertanggung jawab.   The resolution of electoral process disputes is an important element in maintaining democratic integrity and quality. However, limited public understanding of dispute types, authorized institutions, and settlement mechanisms can hinder the proper use of legal procedures. This community service activity aimed to improve the legal understanding of the Oesapa community regarding electoral process dispute resolution procedures. The activity was conducted through legal education using a participatory approach involving lectures, discussions, and question-and-answer sessions. The materials covered types of electoral process disputes, the authority of the Election Supervisory Body (Bawaslu), and dispute resolution mechanisms through consensus, mediation, and adjudication. The results showed an improvement in community understanding of electoral process dispute classifications and their legal settlement procedures. This legal education activity contributed to strengthening community legal literacy and encouraging more law-aware and responsible democratic participation.
Pelatihan Penyusunan Pendahuluan Skripsi Bagi Mahasiswa Fakultas Ekonomi UKAW Jems Arison Zacharias; Christian Daniel Manu; Dian Nustanti Ndaomanu; Yudith Febrianty Lerrick
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.9326

Abstract

Mahasiswa semester enam Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana masih menghadapi kendala dalam menentukan ide penelitian, menelusuri literatur secara sistematis, mengevaluasi kelayakan topik, dan menyusun pendahuluan skripsi. Kondisi tersebut berpotensi menghambat kesiapan mahasiswa dalam menyusun proposal skripsi pada semester berikutnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam merumuskan ide penelitian dan menyusun pendahuluan skripsi melalui pelatihan yang mengintegrasikan penelusuran literatur berbasis Science and Technology Index (SINTA), evaluasi kelayakan ide penelitian, serta praktik penyusunan pendahuluan secara sistematis. Mitra kegiatan terdiri atas 24 mahasiswa semester enam Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen Artha Wacana. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, praktik, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman serta rubrik penilaian untuk menilai hasil praktik mahasiswa dalam penelusuran literatur, pemilihan ide penelitian, dan penyusunan pendahuluan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan praktis mahasiswa, terutama dalam melakukan penelusuran literatur dan mengevaluasi kelayakan ide penelitian. Sebagian besar peserta juga mampu mengidentifikasi literatur yang relevan dan menyusun komponen utama pendahuluan secara lebih sistematis. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi penelusuran literatur, evaluasi kelayakan penelitian, dan praktik penyusunan pendahuluan dapat menjadi pendekatan yang relevan untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam memasuki tahap penyusunan proposal skripsi.