Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : INOVTEK POLBENG

Analisis Fatigue Life pada Poros Kapal TB. 27 M Menggunakan Metode Elemen Hingga Alamsyah Syah Alam
INOVTEK POLBENG Vol 10, No 2 (2020): INOVTEK VOL 10, NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v10i2.1653

Abstract

Paper ini membahas tentang sistem propulsi yang berfungsi sebagai penggerak kapal. Salah satu bagian sistem propulsi yang sangat penting adalah poros propeller. Tekanan berlebih yang terjadi pada poros propeller tentunya harus ditunjang dengan komposisi material yang baik, sehingga poros propeller bisa bekerja maksimal dan bertahan lebih lama. Tujuan penelitian mengetahui nilai tegangan yang bekerja dan fatigue life pada poros propeller kapal TB. 27 M. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah elemen hingga dan Palmgren-Miner cumulative damage dengan memberikan variasi beban putaran mesin 100%, 80% dan 60%. Hasil penelitian didapatkan nilai tegangan saat kondisi putaran mesin 100%, 80%, dan 60% secara berurutan yakni sebesar 201.85 Mpa, 176.69 Mpa, dan 150.03 Mpa dimana tegangan yang terjadi di bawah tegangan luluh material poros propeller yakni 215 Mpa. Untuk nilai fatigue life didapatkan saat kondisi putaran mesin 100%, 80%, dan 60% secara berurutan yakni sebesar 14 tahun, 28 tahun dan 51 tahun dengan jumlah siklus minimum yakni 2.458 x 108 serta siklus maksimum yakni 8.927 x 108.
Analisis Desain Lifting Poonton Untuk Kapal Kecil Alamsyah bin Muhammad Saleh
INOVTEK POLBENG Vol 10, No 1 (2020): INOVTEK VOL. 10 N0 1
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.117 KB) | DOI: 10.35314/ip.v10i1.1405

Abstract

PT. XYZ  mengembangkan prototipe  pontoon lifting berbahan alumunium yang berfungsi sebagai floating dock untuk keperluan reparasi kapal. Diameter dan panjang tabung sangat mempengaruhi besar gaya angkat yang dihasilkan oleh pontoon lifting. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi desain  poonton lifting agar   dapat  mengangkat  kapal  kecil. Metode yang digunakan yaitu dengan prisnsip Archimedes dan persamaan luas lingkaran. Dari hasil penelitian didapatkan ukuran utama yakni L = 31 m, diameter tabung bawah (D) = 1.88 m, diameter tabung atas (D) = 0.44 m Tmax = 3.55 m, Tmin = 0.28 m serta displasemen = 80.90 ton. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan prinsip Archimedes didapatkan kesimpulan bahwa pada volume air ballast 8,334  meter3 di tabung bagian belakang dan dengan volume air ballast 63,716 meter3 di tabung bagian depan pada kondisi even keel.
ANALISIS PERBANDINGAN PENGUJIAN TURNING CIRCLE ANTARA RUDDER KONVENSIONAL DENGAN RUDDER JENIS FISHTAIL PADA MODEL KAPAL BARGE DENGAN METODE OPEN FREE RUNNING MODEL TEST Abrari Noor Hasmi; Alamsyah Alamsyah; Muhammad Nuzhand
INOVTEK POLBENG Vol 11, No 1 (2021): INOVTEK VOL.11 NO1, 2021
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v11i1.1764

Abstract

Turning circle adalah salah satu uji yang harus dipenuhi oleh kapal dalam menentukan kemampuan manuvernya selama berlayar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai tactical diameter  saat proses turning circle dari penggunaan model rudder konvensional dan rudder fishtail. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah open free running test. Untuk hal tersebut, dibuat sebuah model kapal yang dilengkapi dengan sistem propulsi dan GPS. Selama eksperimen, kapal dijalankan dengan putaran propulsi yang tetap dan dibelokan menggunakan rudder dengan sudut belok konstan sementara posisi kapal terus menerus disimpan menggunakan GPS. Metode yang digunakan yakni metode eksperimen dengan memvariasikan kecepatan yaitu sebesar 1 mph, 1,5 mph serta 2 mph dengan masing-masing dari kecepatan itu menggunakan  variasi sudut belok yang berbeda pula sebesar 10°, 15°, dan 35°. Turning circle dibuat menggunakan AutoCAD berdasarkan hasil test. Analisis menunjukan bahwa rudder fishtail memiliki tactical diameter yang lebih kecil, yaitu sekitar 18% lebih kecil dibandingkan rudder konvensional.
PERENCANAAN DISTRIBUSI PENERANGAN UNTUK RUANGAN DI ATAS KAPAL TB LIBERTY 217 GT MENGGUNAKAN METODE ZONAL CAVITY suardi suardi; Muhammad Uswah Pawara; Alamsyah Alamsyah; Andi Mursid Nugraha Arifuddin; Faisal Mahmuddin; Sherly Clara
Jurnal Inovtek Polbeng Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3164

Abstract

Perencanaan kelistrikan kapal harus dilakukan secara cermat dan akurat karena akan berpengaruh terhadap besar daya generator yang akan digunakan. Generator kapal dirancang untuk mampu mendistribusikan listrik untuk kebutuhan power (pompa), Penerangan (Lightning), Komunikasi dan Navigasi untuk berbagai kondisi pelayaran.  Sama halnya dengan kapal lainnya, TB Liberty  juga memerlukan distribusi tenaga dari generator untuk suplai kebutuhan listrik di atas kapal khususnya untuk penerangan kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran daya listrik yang dibutuhkan untuk distribusi penerangan diatas kapal dengan menggunakan lampu Light-Emitting Diode (LED). Metode yang digunakan adalah metode zonal cavity dengan konsep dasar membagi setiap ruangan menjadi tiga bagian yaitu height ceiling cavity (hcc), height room cavity  (hrc), dan height floor cavity (hfc) serta penentuan nilai iluminasi sesuai dengan standar yang telah di tetapkan oleh American Bureau of Shipping (ABS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar beban listrik untuk distribusi penerangan pada kapal TB Liberty dengan menggunakan lampu LED yaitu deck buttom plane sebesar 0.633 Kw, pada main deck sebesar 0.6625 Kw dan pada geladak navigasi didapatkan sebesar 0.238 Kw. Penelitian ini mampu menjadi rujukan dalam penentuan kelistrikan di atas kapal khususnya untuk instalasi penerangan kapal.
PERENCANAAN DISTRIBUSI PENERANGAN UNTUK RUANGAN DI ATAS KAPAL TB LIBERTY 217 GT MENGGUNAKAN METODE ZONAL CAVITY suardi suardi; Muhammad Uswah Pawara; Alamsyah Alamsyah; Andi Mursid Nugraha Arifuddin; Faisal Mahmuddin; Sherly Clara
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3164

Abstract

Perencanaan kelistrikan kapal harus dilakukan secara cermat dan akurat karena akan berpengaruh terhadap besar daya generator yang akan digunakan. Generator kapal dirancang untuk mampu mendistribusikan listrik untuk kebutuhan power (pompa), Penerangan (Lightning), Komunikasi dan Navigasi untuk berbagai kondisi pelayaran.  Sama halnya dengan kapal lainnya, TB Liberty  juga memerlukan distribusi tenaga dari generator untuk suplai kebutuhan listrik di atas kapal khususnya untuk penerangan kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran daya listrik yang dibutuhkan untuk distribusi penerangan diatas kapal dengan menggunakan lampu Light-Emitting Diode (LED). Metode yang digunakan adalah metode zonal cavity dengan konsep dasar membagi setiap ruangan menjadi tiga bagian yaitu height ceiling cavity (hcc), height room cavity  (hrc), dan height floor cavity (hfc) serta penentuan nilai iluminasi sesuai dengan standar yang telah di tetapkan oleh American Bureau of Shipping (ABS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar beban listrik untuk distribusi penerangan pada kapal TB Liberty dengan menggunakan lampu LED yaitu deck buttom plane sebesar 0.633 Kw, pada main deck sebesar 0.6625 Kw dan pada geladak navigasi didapatkan sebesar 0.238 Kw. Penelitian ini mampu menjadi rujukan dalam penentuan kelistrikan di atas kapal khususnya untuk instalasi penerangan kapal.