Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

TINGKAT KEANEKARAGAMAN HAMA SERANGGA DAN MUSUH ALAMI (PREDATOR) PADA TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) DI DESA LIMPOK KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Erdi Surya; Armi Armi; muhammad Ridhwan; Jailani Jailani; Lukmanul Hakim; Rika Notalia
Jurnal Biology Education Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jbe.v8i2.2386

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang “Tingkat Keanekaragaman Hama Serangga dan Musuh Alami (Predator) pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) di Desa Limpok  Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar”. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 2 Januari s.d 19 Januari 2017. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat keanekaragaman hama serangga dan musuh alami (predator) yang terdapat di lahan cabai merah (Capsicum annuum L.) di Desa Limpok Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Objek dalam penelitian ini adalah semua hama dan musuh alami (predator) yang terdapat pada tanaman cabai merah (Capicum annuum L.) di Desa Limpok  Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, teknik analisis data menggunakan metode diagonal dimana data yang diperoleh pada setiap pengamatan dikumpulkan, dikelompokkan dan dihitung jumlahnya dengan menggunakan rumus (FM, FR%, KM, KM% dan H’). Hasil penelitian tentang Tingkat Keanekaragaman Hama Serangga dan Musuh Alami (Predator) pada Tanaman Cabai Merah (Capicum annuum L.) di Desa Limpok Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar menunjukkan bahwa (1) Nilai tertinggi diperoleh dari spesies Thrips sp dengan (Km) 0,79, (Kr) 31,47 %, (Km) 0,67 dan (Fr) 12,60 % dan pada musuh alami (predator) nilai tertinggi diperoleh dari spesies Kumbang koksi (Coccinella transversalis) dengan (Km) 0,25, (Kr) 84,45 %, (Fm) 1,00 dan (Fr) 46,30 %. Indeks keragaman (H’) hama serangga tergolong sedang dengan nilai berkisar antara 1,96 dan indeks keragaman musuh alami (H’) tergolong sedang dengan nilai berkisar antara 1,01. (2) Jenis-jenis hama serangga yang terdapat di lahan cabai terdiri dari spesies Thrips sp 119 ekor, kutu daun (Myzus persicae) 56 ekor, kutu daun (Aphis gossypii) 64 ekor, kutu kebul (Bemisia tabaci) 32 ekor, kepik hijau (Nezara viridula) 35 ekor, lalat buah (Droshopila melanogaster) 6 ekor, ulat grayak (Spodoptera litura) 64 ekor dan Ulat buah (Helicoverpa armigera) 5 ekor. (3) Jenis-jenis musuh alami (predator) yang terdapat di lahan cabai terdiri dari 4 ordo dan 44 jumlah total spesies yang terdiri dari Lalat tachinid (Billaea maritima) 3 ekor, Lalat prajurit (Argyra argyria) 2 ekor, Kumbang koksi (Coccinella transversalis) 37 ekor, spesies Belalang sembah (Hierodula parviceps) 2 ekor.  
TINGKAT KEANEKARAGAMAN HAMA SERANGGA DAN MUSUH ALAMI (PREDATOR) PADA TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) DI DESA LIMPOK KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Erdi Surya; Armi Armi; muhammad Ridhwan; Jailani Jailani; Lukmanul Hakim; Rika Notalia
Jurnal Biology Education Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jbe.v8i2.2386

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang “Tingkat Keanekaragaman Hama Serangga dan Musuh Alami (Predator) pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) di Desa Limpok  Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar”. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 2 Januari s.d 19 Januari 2017. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat keanekaragaman hama serangga dan musuh alami (predator) yang terdapat di lahan cabai merah (Capsicum annuum L.) di Desa Limpok Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Objek dalam penelitian ini adalah semua hama dan musuh alami (predator) yang terdapat pada tanaman cabai merah (Capicum annuum L.) di Desa Limpok  Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, teknik analisis data menggunakan metode diagonal dimana data yang diperoleh pada setiap pengamatan dikumpulkan, dikelompokkan dan dihitung jumlahnya dengan menggunakan rumus (FM, FR%, KM, KM% dan H’). Hasil penelitian tentang Tingkat Keanekaragaman Hama Serangga dan Musuh Alami (Predator) pada Tanaman Cabai Merah (Capicum annuum L.) di Desa Limpok Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar menunjukkan bahwa (1) Nilai tertinggi diperoleh dari spesies Thrips sp dengan (Km) 0,79, (Kr) 31,47 %, (Km) 0,67 dan (Fr) 12,60 % dan pada musuh alami (predator) nilai tertinggi diperoleh dari spesies Kumbang koksi (Coccinella transversalis) dengan (Km) 0,25, (Kr) 84,45 %, (Fm) 1,00 dan (Fr) 46,30 %. Indeks keragaman (H’) hama serangga tergolong sedang dengan nilai berkisar antara 1,96 dan indeks keragaman musuh alami (H’) tergolong sedang dengan nilai berkisar antara 1,01. (2) Jenis-jenis hama serangga yang terdapat di lahan cabai terdiri dari spesies Thrips sp 119 ekor, kutu daun (Myzus persicae) 56 ekor, kutu daun (Aphis gossypii) 64 ekor, kutu kebul (Bemisia tabaci) 32 ekor, kepik hijau (Nezara viridula) 35 ekor, lalat buah (Droshopila melanogaster) 6 ekor, ulat grayak (Spodoptera litura) 64 ekor dan Ulat buah (Helicoverpa armigera) 5 ekor. (3) Jenis-jenis musuh alami (predator) yang terdapat di lahan cabai terdiri dari 4 ordo dan 44 jumlah total spesies yang terdiri dari Lalat tachinid (Billaea maritima) 3 ekor, Lalat prajurit (Argyra argyria) 2 ekor, Kumbang koksi (Coccinella transversalis) 37 ekor, spesies Belalang sembah (Hierodula parviceps) 2 ekor.  
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BUAH PEPAYA TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L) DI GAMPONG LAMTEUBA KECAMATAN SEULIMUM KABUPATEN ACEH BESAR Erdi Surya; Vera Vahira; Anita Noviyanti; M Ridhwan; Armi Armi; Muchsin Muchsin; Yeni Rimadeni; Lukmanul Hakim
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v5i1.5123

Abstract

Pupuk organik cair (POC) merupakan pupuk organik yang tersedia dalam bentuk cair, di dalamnya terkandung unsur hara berbentuk larutan sehingga sangat mudah diserap tanaman. Pupuk organik cair dapat dimanfaatkan dari bahan baku buah-buahan, sayur-sayuran baik dalam bentuk buah atau sayur segar maupun dalam bentuk limbah, seperti limbah rumah tangga, rumah makan, pasar pertanian, peternakan, maupun limbah organik jenis lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair (POC) buah pepaya (Carica papaya L.) terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman seledri (Apium graveolens) di Gampong Lamteuba Kecamatan Seulimum Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 kali pengulangan. Perlakuan terdiri atas P0 (control), P1 (30 ml), P2 (40 ml) dan P3 (50 ml). Analisis data menggunakan uji ANAVA dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair (POC) buah pepaya (Carica papaya L.) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman saledri (Apium graveolens L) dengan F hitung F tabel pada taraf signifikan 0,05. Konsentrasi pupuk yang paling efektif terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman saledri (Apium graveolens L) pada umur tanaman 30 hari setelah tanam terdapat pada P2 (40 ml) dengan tinggi tanaman rata-rata mencapai (20,50 cm), jumlah daun (75,50 helai), dan peranakan (17 peranakan). Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pupuk organik cair (POC) buah pepaya (Carica papaya L.) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman seledri (Apium graveolens).
DIFERSIFIKASI PENGOLAHAN TELUR AYAM RAS MENJADI TELUR ASIN DENGAN PERBEDAAN MEDIA PENGASINAN TERHADAP KARAKTERISTIK HEDONIK Juliani Juliani; Rita Sunartaty; M. Daud AK; Lukmanul Hakim; Teuku Makmur; Ruka Yulia
Serambi Journal of Agricultural Technology Vol 4, No 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/sjat.v4i1.4256

Abstract

Telur asin adalah produk olahan telur yang peminatnya cukup banyak. Sebagian besar telur asin dibuat dari telur bebek. Selain telur bebek, telur ayam juga dapat dibuat menjadi telur asin. Dalam pembuatan telur asin diperlukan media pengasinan. Salah satu media pengasinan telur dapat digunakan yaitu abu. Abu sebagai media pengasinan diduga memiliki karakteristik fisik maupun komponen kimia yang berbeda yang dapat berkontribusi terhadap organoleptic telur ayam ras asin. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbedaan media pengasinan terhadap karakteristik telur ayam ras asin secara organoleptic. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 4 taraf Media Pengasinan (M) yaitu; M1 = abu pelepah kelapa,  M2 = abu sekam, M3 = abu jerami, dan M4 = abu sabut kelapa dengan 5 ulangan. Analisa organoleptic berupa uji hedonik meliputi warna, rasa aroma, dan tekstur. Hasil uji hedonik untuk semua media pengasinan menunjukkan nilai warna 3,98 (suka) – 4,22 (suka) dengan nilai rata-rata 3.07 (suka), aroma 3,84 (suka) – 4,17 (suka) dengan nilai rata-rata 3,00 (suka), rasa 3,89 (suka) – 4,22 (suka) dengan nilai rata-rata 3,06 (suka) dan tekstur 3,88 (suka) – 4,22 (suka) dengan nilai rata-rata 3,04 (suka).
EFEKTIFITAS SERASAH SEBAGAI MEDIA PERTUMBUHAN VEGETATIV TANAMAN HALIA (ZINGIBER OFFICINALE) Lukmanul hakim; Tengku Mia Rahmiati; Jailani Jailani; Erdi Surya
Serambi Journal of Agricultural Technology Vol 4, No 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/sjat.v4i1.4269

Abstract

Tanaman halia (Zingiber officinale)  adalah tanaman perdu juga tanaman semusin yang lebih dikenal dengan tanaman rimpang. Tanaman ini termasuk  family Zingiberacea yang sangat banyak mengandung manfaat sebagai rempah. Untuk meningkatkan produktivitas dan memicu pertumbuhan vegetative diperlukan tindakan atau perlaluan, seperti penambahan serasah sebagai media tumbuh yang dicampurkan dengan tanah. Tujuan yang harapkan dari penelitian ini adalah untuk mengifengetahui efektif itas serasah untuk memicu pertumbuhan vegetative anakan, daun, dan batang.ing Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Masing-masing faktor terdiri dari serasah dan tanah 1:1 (S1.T1)., serasah dan tanah 1:2 (S1.T2)., Serasah dan tanah 2:1 (S2.T1)., serasah dan tanah 2:2 (S2.T2). data dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncant Multiple Ring Test (DMRT) pada taraf 5%. Masing-masing perlakuan dengan tiga kali pengulangan. Berdasarkan hasil yang dicapai terhadap efektifitas  serasah sebagai media pertumbuhan vegetativ tanaman halia (Zingiber officinale), maka perlakuan terbaik terhadap jumlah daun, jumlah anakan dan tinggi batang halia ditemukan dengan rasio perbandingan serasah dan tanah 1:1.
Herba Reudeuep With Modification of Heating In Virgin Cocanut Oil Wahyuzan Wahyuzan; Lukmanul Hakim; Rahmat Afrizal; Asmeri Lamona; Khairuni Khairuni; Liya Fitriyana
Serambi Journal of Agricultural Technology Vol 2, No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/sjat.v2i1.2054

Abstract

Traditional medicine in Indonesia has been known by the public before formal health services using modern medicine. Indonesia has many type of herbal plants which have medicinal properties including dadap (Erythrina orientalis). This study aims to utilized dadap herbal liniment by modifying heating in Vigin Cocanut Oil. The study conducted in the laboratory of Agricultural Product Processing using a Factorial Completely Randomized Design (CRD). The first factor is the addition of 250 ml (M1), 375 ml (m2), and 400 ml (M3) Virgin Cocanut Oil treatment. The second factor is the heating tim of 5 minutes (L1), 10 minutes (L2), and 15 minutes (L3). Observation variable consisted of yield, Specific gravity, and organoleptic test of aroma and colored. The result showed an average yield of 87.70-91.88%. The highest yield was found in the treatment of adding 400 ml Virgin Cocanut Oil and 15 minutes of heating time. The highest type of weight was found in the treatment of addition of 325 ml Virgin Cocanut Oil and 5 minutes heating time. Based on the organoleptic scent test, the everage penalist gives a like answer. Organoleptic colors of reudeuep herbal products is according to SNI number 06-23-2006.
Composition of White Potato Starch (Ipomea batatas L.) with Avocado Seed Starch (Persea americana Mill) and Glyserol Concentration in Edible Film Musdar Musdar; Lukmanul Hakim; Juliani Juliani; Jailani Jailani
Serambi Journal of Agricultural Technology Vol 2, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/sjat.v2i2.2415

Abstract

White sweet potato starch (Ipomea batatas L.) and avocado seed starch (Parsea americana Mill) derived from local plants have the potential to be developed as agricultural products. Starch is a hydrocolloid compound as a potential local resource to be utilized. Glycerol function as an anti-freezing which is hygroscopic. This study aims to determine the ratio of white sweet potato starch with avocado seed starch and the concentration of glycerol for making edible film. This study was an experiment using a completely randimized factorial design with 2 (two) main factor consisting of a comparison of white sweet potato starch and avocado seed with 3 levels: P1 = 35%:65%., P2=50%:50%., P3=65%:35% and glycerol concentration with 3 levels: G1=1%., G2=2%., G3=3%. The best result reasearch were content of 23.03% (tratment P1G1), solubility of 55.57% (treatment P3G2)., swelling test of 9.83% (treatment P2g3)., elongation of 8.18% (treatment P3G2)
EFEKTIFITAS SERASAH SEBAGAI MEDIA TUMBUH TANAMAN HALIA FASE GENERATIF (ZINGIBER OFFICINALE) Lukmanul Hakim
Serambi Journal of Agricultural Technology Vol 5, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/sjat.v5i1.6042

Abstract

Tanaman halia (Zingiber officinale)  adalah tanaman rimpang atau tanaman semusin dari   family Zingiberacea yang banyak manfaat. Untuk meningkatkan produktivitas dan memicu pertumbuhan genetatif diperlukan media tanam yang sesuai, seperti penambahan serasah sebagai media yang dicampurkan dengan tanah. Tujuan yang harapkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas serasah sebagai media tanam untuk  memicu pertumbuhan generatif. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Masing-masing faktor terdiri dari serasah dan tanah berbanding 1:1 (S1.T1)., serasah dan tanah berbanding 1:2 (S1.T2)., Serasah dan tanah berbanding 2:1 (S2.T1)., serasah dan tanah 2:2 (S2.T2). data dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncant Multiple Ring Test (DMRT) pada taraf 5%. Masing-masing perlakuan dengan tiga kali pengulangan. Berdasarkan hasil yang dicapai terhadap efektifitas  serasah sebagai media pertumbuhan generatif tanaman halia (Zingiber officinale), maka perlakuan terbaik terhadap berat rimpang  pada perbandingan serasah dan tanah 2:2.