Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Physics Student Journal

KALIBRASI DETEKTOR NaI(Tl) UNTUK PEMANTAUAN KONTAMINASI BAHAN RADIOAKTIF DI TANAH SECARA IN-SITU Sholihuddin, Imam; Noor, Johan A. E.; Bunawas, bunawas
Physics Student Journal Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan kalibrasi terhadap spektrometer gamma dengan detektor NaI(Tl). Kalibrasi ini terdiri dari kalibrasi energi yang menunjukkan hubungan antara energi sinar gamma dengan channel pada sofware portable gamma mapping acquisition, kalibrasi efisiensi yang menunjukkan hubungan antara cacahan spektrometer dengan aktivitas sinar gamma. Kalibrasi energi dilakukan dengan menentukan puncak energi hasil pencacahan sumber titik Co-60 dan Cs-137. Kalibrasi efisiensi dilakukan dengan cara melakukan pencacahan terhadap sumber standar tanah dengan kandungan radionuklida alam dan sumber standar tanah dengan kandungan radionuklida buatan dengan nilai variasi ketinggian detektor yang berbeda antara detektor menggunakan shielding dan detektor tanpa menggunakan shielding. Hubungan energi dengan channel pada software dirumuskan oleh energi = 3,153 channel + 29,97. Nilai faktor koreksi stripping rasio 𝛼 dan 𝛽 untuk detektor menggunakan shielding adalah 0,03 dan 0,60, sedangkan untuk detektor tanpa menggunakan shielding adalah 0,02 dan 0,47. Nilai KMD (Konsentrasi Minimum yang dapat Dideteksi) untuk selang kepercayaan 1σ (68,5%) untuk detektor tanpa menggunakan shielding pada ketinggian 38 cm untuk radionuklida Cs-137 = 4,6 Bq/kg, K-40 = 23,4 Bq/kg, U-238 = 10,3 Bq/kg, Th-232 = 10,1 Bq/kg, sedangkan nilai KMD untuk detektor dengan menggunakan shielding pada ketinggian 23 cm untuk radionuklida Cs-137 = 1,9 Bq/kg, K-40 = 13,8 Bq/kg, U-238 = 5,9 Bq/kg, Th-232 = 5,8 Bq/kg.Kata kunci: kalibrasi, detektor NaI(Tl), energi, efisiensi, dan KMD.
PENGUKURAN KONSENTRASI TIMBAL (Pb) DALAM DEBU DI RUMAH PENDUDUK KAWASAN DESA KADU, KECAMATAN CURUG, TANGERANG – BANTEN Bobu, Fetronela R.; Noor, Johan A.E.; bunawas, Bunawas
Physics Student Journal Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The processing industry of ex accu can give bad impact to the air quality. Dust from  industrial activity is one of  main lead exposure (Pb). The aim of this researh is to know  Pb concentration in dust. This research have been done on the resident area at DesaKadu, Tangerang, Banten. The  sample took at three region.  This region is in recycle ex accu industrial area (RT 3a, RT 3b and RT 4a) by total respondents, 51. This research is observational quantitative with cross sectional design. It was look Pb concentration in floor’s dust and sand’s dust in the same period.  The Pb concentration measurement were conducted by X ray Fluorescence (XRF) and to measure supporting variable were conducted by kuisioner. The results show that Pbconcentration in floor’s dust 442-558 μg/ft2 and in sand’s dust 505-5066 μg/ft2. The results show that Pb concentration had out of standard.   Keywords : recycle ex accu industry, dust, lead (Pb), X-ray Fluorescene (XRF)
PENGUKURAN SPEKTRUM dan PAPARAN BREMSSTRAHLUNG dari SUMBER STANDAR BETA Sr-90/Y-90 dan Kr-85 Pradani, Ayu Puspita; Bunawas, Bunawas; Noor, Johan A.E
Physics Student Journal Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan pengukuran spektrum dan paparan bremsstrahlung dari sumber standar beta 90Sr/90Y dan 85Kr dengan menggunakan spektrometer CdTe xR-100T untuk pengukuran spektrum dan berbagai jenis surveymeter untuk pengukuran paparan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini untuk spektrum bremsstrahlung dengan sumber terbuka dari 90Sr/90Y didapatkan energi maksimal sebesar 90,85 keV sedangkan 85Kr energi maksimal sebesar 86,78 keV. Sedangkan hasil dari 90Sr/90Y  didapatkan energy maksimal sebesar 89,37 keV dan energi maksimal 85Kr sebesar 86,41 keV. Kemudian untuk hasil paparan bremsstrahlung didapatkan hasil untuk detektor Babyline 61A memiliki hasil pengukuran yang lebih tinggi dibandingkan dengan detektor Inspector dan detektor Atomtek. Hal ini disebabkan karena kemampuan dari detektor yang berbeda-beda. Kemudian hasil pengukuran yang diperoleh dimana spektrum dan paparan bremsstrahlung dari sumber standar beta untuk 90Sr/90Y memiliki radiasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan  85Kr. Serta sebagai informasi yang perlu diperhatikan dari bahaya bremsstrahlung bagi para pekerja dalam bidang industri.   Kata kunci: Stronsium-90/Yttrium-90, Krypton-85, Surveymeter dan Spektrometer CdTe xR-100T.
PENGUKURAN PAPARAN DAN DOSIS KEDALAMAN RADIASI BETA DENGAN MENGGUNAKAN EXTRAPOLATION CHAMBER Indriani, Dewi; Noor, Johan A.E; Bunawas, Bunawas
Physics Student Journal Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menganalisa paparan dan dosis kedalaman radiasi beta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan paparan radiasi dan dosis kedalaman dengan menggunakan alat Bohm Extrapolation Chamber. Pengukuran laju paparan radiasi beta dilakukan dengan menggunakan variasi terhadap jarak dan sudut, sementara pengukuran dosis kedalaman radiasi beta dilakukan dengan menggunakan medium Mylar dan PMMA. Dari hasil pengukuran paparan dan dosis kedalaman radiasi beta analisis didapatkan bahwa laju paparan radiasi sumber radiasi beta Sr-90/Y-90 dan Kr-85 yang diperoleh dari sumber bekas industri. Laju paparan radiasi beta untuk sumber Sr-90/Y-90 sebesar 252,79 mGy/h (30 cm) dan 88,12 mGy/h (50 cm) sedangakan untuk sumebr Kr-85 sebesar 93,71 mGy/h (30 cm). Dan dapat dinyatakan bahwa laju dosis radiasi beta bergantung pada jarak dan fungsi sudut.     Kata kunci : radiasi beta, Bohm Extrapolation Chamber, paparan radiasi beta, dosis kedalaman,
Perkiraan Dosis dan Distribusi Fluks Neutron Cepat dengan Simulasi Monte Carlo MCNPX pada Fantom Saat Terapi Linac 15 MV Azizah, Azizah; Abdurrouf, Abdurrouf; Bunawas, Bunawas
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Linac (Linear Accelerator) dengan energi di atas 10 MV akan menghasilkan neutron cepat karena terjadi interaksi antara foton dengan inti atom suatu material dengan nomor atom (Z) tinggi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghitung dosis neutron cepat yang dihasilkan oleh Linac adalah dengan menggunakan metode simulasi Monte Carlo. Salah satu aplikasi dari kode transport radiasi Monte Carlo yang dapat menghitung dosis dan fluks neutron adalah MCNPX (Monte Carlo N-Particle eXtended). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis ekivalen dan distribusi fluks partikel neutron pada saat terapi Linac dengan metode simulasi Monte Carlo pada program MCNPX. Fantom disimulasikan menggunakan program MCNPX untuk menentukan dosis pada tiap organ dan ditribusi fluks pada fantom. Simulasi penyinaran dilakukan pada 4 sudut yaitu 0°, 90°, 180°, dan 270°. Hasil dari penelitian ini yaitu diperoleh dosis ekivalen neutron cepat paling tinggi terdapat pada permukaan tubuh yaitu dengan total sebesar 6,32 x10-11 mSv. Sedangkan dosis paling rendah terdapat pada kaki kiri bawah yaitu dengan total sebesar 4,77 x10-13 mSv. Fluks paling tinggi pada penyinaran sudut 0° terdapat pada daerah payudara yaitu sebesar 1,40x10-6 MeV/cm3. Fluks paling tinggi pada penyinaran sudut 90° terdapat pada bagian tubuh sebelah kiri fantom yaitu sebesar 1,60x10-5 MeV/cm3. Fluks paling tinggi pada penyinaran sudut 180° terdapat pada punggung fantom yaitu sebesar 9,00x10-6 MeV/cm3. Fluks paling tinggi pada penyinaran 270° terdapat pada bagian tubuh sebelah kanan fantom yaitu sebesar 1,40x10-5 MeV/cm3.   Kata kunci              : Linac, neutron cepat, simulasi Monte Carlo, MCNPX.