Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

RANCANG BANGUN MINI SYSTEM SPIN COATING UNTUK PELAPISAN SENSOR QCM (QUARTZ CRYSTAL MICROBALANCE) Hudha, Lalu Sahrul; Sakti, Setyawan; Masruroh, Masruroh
Physics Student Journal Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quartz Crystal Microbalance (QCM) adalah salah satu sensor yang dapat mengukur massa per unit area dengan cara mengukur perubahan frekuensi pada resonator kristal kuarsa. Tebal dan keseragaman lapisan yang melapisi QCM ini mempengaruhi sensitifitas dan kestabilan sensor QCM. Oleh karena itu, perlu dibuat suatu teknik pelapisan yang dapat menghasilkan lapisan yang diinginkan. Salah satunya adalah teknik spin atau yang bisa disebut sebagai spin coating. Oleh karena itu, telah dilakukan pembuatan alat spin coater yang digunakan untuk melapisi permukaan kristal quartz dengan polysterine agar dapat digunakan sebagai sensor QCM. Alat spin coater yang telah dibuat berbasiskan mikrokontroler ATmega 8535 sebagai sistem control utama. Selain itu, alat ini terdiri dari keypad 4x4 yang digunakan sebagai inputan kecepatan referensi yang diinginkan, LCD 16x2 yang dapat menampilkan kecepatan referensi dan kecepatan aktual yang terbaca. Pembacaan kecepatan aktual dari motor menggunakan sensor hall effect. Alat ini memiliki kestabilan putaran yang terkontrol karena sistem kontrol yang dikembangkan pada alat ini bersifat close loop. Setelah dilakukan pelapisan terhadap permukaan kristal quartz menggunakan alat spin coater ini, didapatkan korelasi antara kecepatan rotasi dan konsentrasi larutan polysterine terhadap beda frekuensi kristal yang terukur. Kecepatan rotasi memiliki korelasi negatif, sedangkan konsentrasi larutan memiliki korelasi positif terhadap beda frekuensi kristal yang terukur.   Kata kunci: Quartz Crystal Microbalance (QCM), Spin Coating, spin coater, beda frekuensi kristal quartz.
Pelatihan Pembuatan Alat Peraga Fisika Untuk Madrasah Aliyah (MA) Nurul Qomariyah; Rahadi Wirawan; Hiden; Suhayat Minardi; Lalu Sahrul Hudha
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 1 (2022): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.876 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i1.1373

Abstract

Pengabdian pada masyarakat ini dilatar belakangi adanya kesenjangan kemampuan dan prestasi siswa antara Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) dalam memahami konsep Fisika. Untuk itu diadakan kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan alat peraga fisika pada Siswa MA, dengan harapan dapat membantu para siswa MA dalam memahami konsep fisika dengan cara pengamatan langsung menggunakan alat peraga. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga tahapan yaitu pra pelaksanaan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Pra pelaksanaan dilaksanakan untuk pembuatan alat peraga sederhana pada kasus Gerak Jatuh Bebas (GJB) dan pengukuran massa jenis cairan oleh Tim Pengabdian. Alat peraga dibangun berbasis Mikrokontroler. Tahap pelaksanaan berupa pelatihan pembuatan alat peraga dengan metode direct instruction. Pada tahap ini tim pengabdian memberikan materi mengenai konsep dasar pengenalan mikrokontroler sebagai komponen alat peraga dan cara pembuatan alat peraga berdasarkan konsep Fisika. Pada tahap ini Tim PKM juga mendemonstrasikan prinsip kerja alat peraga dan memberikan kesempatan peserta untuk mencoba langsung menggunakan alat peraga. Tahapan terakhir adalah evalusi kegiatan dengan melihat respon peserta pengabdian dan pemahaman materi kegiatan. Kegiatan pengabdian berjalan lancar, respon peserta sangat baik. Kegiatan pengabdian memberikan pengalaman baru bagi peserta dimana siswa dapat melihat langsung fenomena fisika yang terjadi melalui pengamatan dan dan pengenalan Mikrokontroler yang sangat luas penggunaanya untuk pembuatan alat Peraga Fisika.
PENGUKURAN LAJU DOSIS NEUTRON TERMAL DAN EPITERMAL DI TUNNEL REAKTOR SERBA GUNA G. A SIWABESSY DENGAN AKTIVASI KEPING INDIUM Nur Khasanah; Bunawas Bunawas; Lalu Sahrul Hudha
KONSTAN - JURNAL FISIKA DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 6 No 2 (2021): KONSTAN (Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/konstan.v6i2.134

Abstract

Keberadaan radiasi neutron yang mempunyai rentang energi luas memiliki implikasi yang cukup signifikan untuk diperhatikan terkait dengan proteksi radiasi.Oleh karena itu, telah dilakukan pengukuran laju dosis neutron termal dan epitermal di tunnel reaktor serba guna G. A. Siwabessy yang merupakan saluran yang mengalirkan hasil reaksi fisi pada reaktor berupa radiasi neutron dan energi panas. Pengukuran dilakukan dengan metode aktivasi keping Indium dan Indium dilapisi Cadmium di atas tunnel tersebut. Setelah itu, keping Indium meluruh menghasilkan radiasi gamma yang dicacah menggunakan spektrometer gamma HPGe (High Purity Germanium). Hasil cacahan tersebut digunakan untuk menghitung besarnya fluks dan laju dosis neutron termal dan epitermal. Sehingga didapatkan bahwa fluks dan laju dosis thermal maupun ephitermal yang paling besar diperoleh di titik sambungan antara parafin. Selain itu, didapatkan bahwa pada titik tersebut laju dosis neutron epitermal sebesar 9,2 μSv/jam dan neutron termal sebesar 2,2 μSv/jam atau 80,7% didominasi oleh neutron epitermal. Hasil tersebut hampir sama jika dibandingkan dengan hasil pengukuran spektrum radiasi neutron dengan menggunakan Bonner Sphere yang menunjukkan bahwa di titik tersebut laju dosis neutron didominasi oleh neutron epitermal sebesar 74,6%. Hasil ini menunjukkan bahwa metode aktivasi keping indium bisa menjadi metode alternatif yang praktis dan murah sebagai acuan atau referensi dalam pertimbangan tindakan proteksi radiasi neutron untuk pihak yang terkait.
Artikel Ilmiah Sebagai Media Kenaikan Pangkat Guru MA – MTs di Pondok Pesantren Darul Aminin NW Aikmual Praya Lombok Tengah Dian W. Kurniawidi; Teguh Ardianto; Syamsuddin Syamsuddin; I Wayan Sudiarta; L. Sahrul Hudha
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 3 No 2 (2020): .
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.275 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v3i2.570

Abstract

Kegiatan penelitian, contohnya menulis karya ilmiah, di sekolah tidak pernah diproritaskan untuk dilakukan, walaupun pemerintah telah melaksanakan bermacam pelatihan untuk meningkatkan kompetensi menulis guru. Menulis karya ilmiah juga ditetapkan sebagai syarat kepangkatan bagi guru. Terkait dengan permasalahan tersebut maka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pemahaman guru dalam hal penulisan ilmiah, (2) Penyediaan Pembimbingan Karya Ilmiah (3) Mengetahui kompetensi penyaji terkait materi penulisan karya ilmiah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru di yayasan Pondok Pesantren Darul Aminin NW Aikmual Praya Lombok Tengah. Peserta terdiri dari Guru Madrasah Tsanawiyah dan Guru Madrasah Aliyah yang berada di Yayasan PP Darul Aminin. Berdasarkan hasil kuisioner menyatakan bahwa 82% peserta menginginkan pembimbingan terstruktur, materi yang disajikan memenuhi kriteria yang dibutuhkan sebanyak 84% dan penyaji memiliki kemampuan profesional sebesar 99%. Direncanakan untuk mengadakan kelas virtual menggunakan LMS moodle UNRAM sebagai langkah tindak lanjut kegiatan ini.
PENGEMBANGAN SISTEM PENGUKURAN EMISI UDARA JENIS FINE PARTICLE SKALA PORTABLE UNTUK LABORATORIUM Arif Budianto; Susi Rahayu; Ramadian Ridho Illahi; Lalu Sahrul Hudha; Intan Utami
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i2.17574

Abstract

Emisi udara jenis fine particle tergolong partikel submikron yang berukuran sangat kecil dan sangat mudah untuk terhirup. Sistem pengukuran ataupun mitigasi emisi ini tergolong relatif mahal dan kurang portable. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem portable yang relatif murah untuk pengukuran emisi udara jenis fine particle dalam ruang laboratorium. Sistem dirancang dengan sebuah sensor partikulat yang relatif murah namun memiliki performa yang baik. Sensor tersebut dihubungkan dengan sebuah mikrokontroler yang berfungsi memproses sinyal sensor. Sistem diuji di dalam area soldering laboratorium selama satu jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang laboratorium, pada area soldering, memiliki konsentrasi fine particle antara 23 sampai dengan 463 µg/m3. Sistem ini memiliki performa yang baik, ditunjukkan dengan linearitas 99% dan akurasi lebih dari 90%. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa sistem dapat mendeteksi sekaligus mengukur besar konsentrasi emisi udara jenis fine particle skala ruangan dengan rentang 0 – 999 µg/m3. Kata kunci: emisi, partikulat, polusi udara, sistem pengukuran
Design and Development of A Portable Conductivity-Based Salinity Measurement System for Coastal Well Water Azhari, Mohammad Rasyidi; Hudha, Lalu Sahrul; Kurniawidi, Dian Wijaya
KONSTAN - JURNAL FISIKA DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 9 No 01 (2024): KONSTAN (Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/konstan.v9i01.516

Abstract

Seawater intrusion increases groundwater salinity and affects the quality of residents' healthy water around coastal areas. Therefore, simple mapping of seawater intrusion distribution based on the salinity values of healthy water around coastal areas is necessary. This mapping can be done by measuring the salinity of the water using a portable and real-time instrument. The existing measurement system is not resistant to corrosion, does not have a data logger system, and does not have a display system capable of showing real-time salinity value graphs. In this study, a portable salinity measurement system resistant to corrosion caused by high salt levels was developed. The salinity measurement method used is the conductivity method. The salinity value of the solution is proportional to the measured conductivity value of the solution. Conductivity measurement uses two electrodes connected to a voltage divider circuit with an AC power source to avoid electrode polarization and electrochemical reactions. The output voltage of this voltage divider circuit is proportional to the conductivity value of the solution in which the two electrodes are immersed, based on Ohm's law. This output voltage is fed into a signal conditioning circuit consisting of an amplifier, filter, and full-wave rectifier. Subsequently, an Atmega 328 microcontroller processes this data for real-time display on a TFT LCD and real-time storage on a data logger module. Testing and calibration are then carried out to obtain the relationship between the solution's salinity value and the measured output voltage, expressed as a 2nd-order polynomial function Vout = -0.0012C2 + 3.5126C + 14.194. Additionally, it is known that salinity measurement results using the conductivity method are influenced by temperature, so temperature measurement using the DS18B20 sensor is required to obtain a compensation factor due to temperature changes. The higher the temperature, the higher the measured salinity value for the exact solution measurement.
MENDUKUNG NTB DALAM PROGRAM NZE 2050 DENGAN EDUKASI 6R (REFUSE, REDUCE, REUSE, RECYCLE, RETHINK, and ROT) UNTUK SAMPAH PLASTIK DI SMA N 2 SELONG, LOMBOK TIMUR Putraji, L.M. Guguh; Ardianto, Teguh; Budianto, Arif; Hudha, L. Sahrul; Rahayu, Susi; Kurniawidi, Dian W.
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.6052

Abstract

Sampah secara umum dihasilkan dari kegiatan manusia sehari-hari. Dari berbagai jenis sampah, sampah plastik merupakan sampah non-organik yang paling banyak dihasilkan, tidak dapat diurai secara alamiah, dan memiliki dampak bagi kesehatan maupun lingkungan. Kabupaten Lombok Timur, memproduksi sampah terbanyak setiap harinya di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Usaha mengurangi sampah perlu didukung oleh kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah dan memilah sampah sehingga dapat mengurangi beban pengelolaan sampah yang dilakukan oleh pemerintah daerah, terlebih setelah pemerintah propinsi NTB menggaungkan program Net Zerowaste Emission Tahun 2050. SMA N 2 Selong merupakan salah satu sekolah di wilayah Selong Lombok Timur yang diharapkan mampu menjadi pionir dalam edukasi pengembangan kesadaran diri sehingga memiliki peran yang sangat stategis untuk mengedukasi masyarakat. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan sampah perlu dilakukan edukasi pemilahan sampah plastik di lingkungan sekolah. Bahkan perlu diperkenalkan manfaat mendaur ulang sampah karena hal ini akan menunjukkan animo generasi muda dalam mewujudkan program zero waste di lingkungan SMA N 2 Selong, dan nantinya diharapkan pada generasi muda di seluruh wilayah Lombok Timur. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas X, XI dan XII sejumlah 54 siswa terpilih dan hampie seluruh guru SMA N 2 Selong dengan respon Sangat Memuaskan.
Identification of Lightweight Concrete Characteristics Based on Density, Compressive Strength, and Absorbency Values with the Addition of Fly Ash and Glass Waste Aggregates Putraji, Lalu M. Guguh; Kurniawidi, Dian Wijaya; Hudha, Lalu Sahrul
KONSTAN - JURNAL FISIKA DAN PENDIDIKAN FISIKA Vol 10 No 01 (2025): KONSTAN (Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/konstan.v10i01.723

Abstract

Fly ash and glass waste can pose a significant environmental problem, as they cannot naturally decompose in the environment. This occurs due to the presence of pozzolan and silica in the waste. The purpose of this study is to categorize lightweight concrete and evaluate its properties, including density, compressive strength, and water absorption when incorporating additional fly ash and glass waste. This research uses experimental methods in the laboratory with a total of 72 samples with dimensions (25x25x50) mm in the form of blocks. Concrete samples were divided into two variations of storage duration, namely 21 days and 28 days, and given the same treatment and testing. The fly ash mixture variations used in this study were 0%, 20%, 40%, and 60%, with each variation consisting of 3 samples. The results obtained in this study indicate that, when viewed in terms of age, concrete with a storage period of 28 days exhibits better quality than concrete with a 21-day storage period. Based on the density value, both 21-day-old and 28-day-old concrete samples fall within the quality category of lightweight concrete, as per category A. When viewed from the compressive strength value, 21-day-old and 28-day-old concrete are of C quality. Regarding water absorption, the best value is achieved by the concrete mix with a 20% fly ash content and an 11% water absorption rate. When compared with concrete samples that do not contain fly ash, it is known that the test results on concrete samples without fly ash (0%) have higher compressive strength and density values, and the percentage of water absorption is by SNI standards.
MENDUKUNG NTB DALAM PROGRAM NZE 2050 DENGAN EDUKASI 6R (REFUSE, REDUCE, REUSE, RECYCLE, RETHINK, and ROT) UNTUK SAMPAH PLASTIK DI SMA N 2 SELONG, LOMBOK TIMUR Putraji, L.M. Guguh; Ardianto, Teguh; Budianto, Arif; Hudha, L. Sahrul; Rahayu, Susi; Kurniawidi, Dian W.
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.6052

Abstract

Sampah secara umum dihasilkan dari kegiatan manusia sehari-hari. Dari berbagai jenis sampah, sampah plastik merupakan sampah non-organik yang paling banyak dihasilkan, tidak dapat diurai secara alamiah, dan memiliki dampak bagi kesehatan maupun lingkungan. Kabupaten Lombok Timur, memproduksi sampah terbanyak setiap harinya di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Usaha mengurangi sampah perlu didukung oleh kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah dan memilah sampah sehingga dapat mengurangi beban pengelolaan sampah yang dilakukan oleh pemerintah daerah, terlebih setelah pemerintah propinsi NTB menggaungkan program Net Zerowaste Emission Tahun 2050. SMA N 2 Selong merupakan salah satu sekolah di wilayah Selong Lombok Timur yang diharapkan mampu menjadi pionir dalam edukasi pengembangan kesadaran diri sehingga memiliki peran yang sangat stategis untuk mengedukasi masyarakat. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan sampah perlu dilakukan edukasi pemilahan sampah plastik di lingkungan sekolah. Bahkan perlu diperkenalkan manfaat mendaur ulang sampah karena hal ini akan menunjukkan animo generasi muda dalam mewujudkan program zero waste di lingkungan SMA N 2 Selong, dan nantinya diharapkan pada generasi muda di seluruh wilayah Lombok Timur. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas X, XI dan XII sejumlah 54 siswa terpilih dan hampie seluruh guru SMA N 2 Selong dengan respon Sangat Memuaskan.
Inovasi edukasi kesehatan yang efektif dan interaktif menggunakan teknologi Play on Demand dan Broadcast (PODCAST) Akhyar, Halil; Fajriyah, Putri Arifatul; Wirawan, Rahadi; Ali, Muhamad; Hudha, Lalu Sahrul; Alaydrus, Alfina Taurida; Mardiana, Laili; Rahayu, Susi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24669

Abstract

AbstrakSaat ini, promosi media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat menjadi tantangan tersendiri di pemerintah daerah, seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) di Provinsi Susa Tenggara Barat. Organisasi ini masih menerapkan ukuran konvensional dalam melakukan program promosi, seperti Radio, Surat Kabar, Flyer, dan lain-lain. Hal ini belum bisa menjangkau seluruh responden, terutama generasi muda yang seharusnya mengakses media sosial. Tujuan dilakukannya konten podcast adalah untuk memperluas jangkauan responden remaja melalui penerbitan video edukasi kesehatan di YouTube. Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian yaitu pendekatan participatory rural appraisal, serta pendekatan persuasive dan edukatif. Kegiatan dibagi dalam 3 tahapan penting yaitu persiapan, pembuatan konten, dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pembuatan konten youtube edukasi Kesehatan melalui podcast telah berhasil dilakukan dan dapat diakses pada https://www.youtube.com/@dinaskesehatanprovinsintb3184/videos. Berdasarkan hasil diskusi, program diberi nama SENIN SEHAT sesuai arahan pemerintah provinsi NTB kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Program telah menghasilkan Sembilan episode diantaranya hubungan komunikasi dan kesehtan, pemberian makanan pendamping air susu ibu, waspada kasus demam berdarah, dll. Oleh karena itu, podcast ini menjadi salah satu inovasi untuk melakukan edukasi secara efektif dan interaktif kepada masyarakat. Kata kunci: media informasi; senin sehat; teknologi informasi; teknologi komunikasi Abstract Recently, the media promotion to enhance citizens' awareness of healthy lifestyles has become a challenge in the local government, such as the West Susa Tenggara Province health department. The organization still applies conventional measurements to promote programs such as radio, newspapers, and flyers. The previous approach could only reach some respondents, especially young people who are supposed to access social media. The aim of establishing podcast content is to expand the reach of teenage respondents through publishing health education videos on YouTube. The methods used in implementing the service are the participatory rural appraisal approach and the persuasive and educational approach. Activities are divided into three critical stages: preparation, content creation, and evaluation. The results showed that creating health education YouTube content through podcasts was successfully carried out and can be accessed at https://www.youtube.com/@dinaskesehatanprovinsintb3184/videos. Based on the discussion, the program was named SENIN SEHAT according to the direction of the NTB provincial government. The program has produced nine episodes, including communication and health relations, providing complementary foods with breast milk, alerting for dengue fever cases, etc. Therefore, this podcast is an innovation that offers effective and interactive education to the public. Keywords: information media; healthy monday; information technology; communication technology.