Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

DISEMINASI BUKU PANDUAN MAGANG KEPADA MAHASISWA DALAM MENUNJANG KEBIJAKAN MBKM KEMDIKBUDRISTEK Al Zuhri; Riezky Purnama Sari; Giovanni Oktavinanda; Siti Jahria Sitompul; Mirza Anggriawin; Agus Pratama
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2: Mei 2022
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v2i2.1550

Abstract

Kebijakan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM) merupakan manifestasi konsep baru di dunia perguruan tinggi yang memberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk belajar selama tiga semester di luar program studinya. Tren belajar seperti ini dianggap lebih fleksibel, otonom, dan relevan di zaman sekarang. Ini dianut dengan maksud membantu mahasiswa agar lebih mantap dalam ancang-ancang memasuki dunia kerja. Namun begitu, kebijakan yang tergolong baru ini memunculkan banyak polemik dalam benak mahasiswa, terutama bersinggungan dengan prasyarat, prosedur, dan benefit mengikutinya. Adapun magang atau praktik kerja merupakan salah satu item dari kebijakan MBKM tersebut yang menjadi bahasan khusus dalam artikel ini. Berakar dari masalah yang telah diuraikan, maka penulis memandang krusial untuk mengadakan pengabdian ini. Tujuan pelaksanaannya adalah membantu mahasiswa khususnya Prodi Ilmu Komunikasi, Univesitas Teuku Umar untuk lebih paham secara totalitas menyangkut berbagai ihwal yang masih mengganjal. Diseminasi dan dialog interaktif menjadi metode utama dalam pelaksanaan pengabdian ini, sehingga diperoleh hasil sebagai berikut: (1). Minat dan keingintahuan mahasiswa terhadap magang tinggi; dan (2). Banyak mahasiswa masih minim pengetahuan tentang prasyarat, prosedur, dan benefit magang, sehingga banyak dari mereka sangsi antara lebih baik memilih magang atau tidak. Merespons temuan ini, maka para pembicara menjelaskan secara detail tentang apa yang dianggap penting dan apa yang ingin diketahui oleh peserta diseminasi dengan mengacu pada buku panduan. Selanjutnya, alternatif tambahan untuk mewanti-wanti jika masih ada hal urgen yang belum tuntas tersampaikan, maka pembicara mengarahkan mahasiswa untuk mencari jawabannya melalui buku panduan yang telah disusun dan diunggah di web Prodi yang dapat diakses siapa saja, kapan saja, dan dimana saja.
PEMBERDAYAAN UMKM MELALUI USAHA MURNISOY MILK (MINUMAN SEHAT PENCEGAH STUNTING SEBAGAI AGEN PERUBAHAN DALAM PENCEGAH STUNTING Riezky Purnama Sari; Rini Mastuti; Amelia Amelia; Ulya Nabilla; Fitra Muliani; Nurviana Nurviana; Fairus Fairus
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3785-3791

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bukan hanya memiliki peran dalam peningkatan ekonomi masyarakat namun juga dapat berperan membantu peningkatan nilai gizi masyarakat. Sekaligus menjadi agen perubahan dalam pencegah stunting sehingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan produk berkualitas seperti minuman sehat susu kedelai.  Tujuan dari kegiatan pemberdayaan  ini adalah untuk membekali UMKM Usaha Maju Mandiri dengan kapasitas usaha mandiri yang maju untuk memperkuat usaha minuman susu kedelai yang sehat dan siap menjadi agen perubahan pencegah stunting di Desa Paya Bujok tungoh.  Hasil diskusi antara mitra dan tim PKM mengidentifikasi dua permasalahan prioritas, yaitu: (1) Produk mitra masih dikemas secara tradional dan tidak menarik (2) Produk susu kedelai mitra hanya di pasarkan di seputar desa Paya Bujok tungoh saja sehingga perlu dipasarkan secara luas dengan memanfaatkan pemasaran digital. Kegiatan PKM ini terbagi dalam tiga tahapan yaitu: persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah PRA (Partisipatori Rural Appresial) dengan teknik ceramah, diskusi interaktif demontrasi dan praktik langsung. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa mitra mendapatkan pengetahuan dan pendampingan PkM untuk meningkatkan kualitas produk usahanya. Selain itu 97% mitra sangat setuju pendampingan PkM sesuai dengan Kebutuhan mitra dan 100% Mitra sangat setuju jika Tim PkM yang terlibat dalam kegiatan pengabdian   masyarakat.
PEMBERDAYAAN REMAJA PRODUKTIF MELALUI PELATIHAN KREASI RANUP PEUNEUWOE SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN TRADISI BA RANUP DALAM ADAT ACEH Nurviana Nurviana; Rahmawati Rahmawati; Ulya Nabilla; Amelia Amelia; Riezky Purnama Sari; Fitra Muliani; Fairus Fairus
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3645-3651

Abstract

Melestarikan keberagaman adat dan budaya Indonesia adalah tanggung jawab bersama pemerintah, masyarakat, dan individu. seni kreasi ranup peuneuwoe (sirih hantaran) merupakan salah satu adat dan kebudayaan Aceh yang harus dijaga kelestariannya dan juga kewajiban bersama dalam mewariskan seni ini kepada generasi muda. Hal ini karena seni ini merupakan salah satu warisan budaya Aceh dan menjadi kearifan lokal yang perlu dikembangkan. Penggunaan sirih di Aceh memiliki nilai simbolis dan sering terkait dengan tradisi adat dan upacara. Sirih digunakan dalam prosesi adat sebagai lambang keharmonisan, kerukunan, dan penyatuan keluarga Saat ini, kegiatan merangkai sirih biasanya dilakukan oleh para orang tua di desa, sementara generasi muda terlibat dalam tingkat yang lebih rendah atau bahkan tidak terlibat sama sekali sehingga dikhawatirkan tidak ada generasi penerus dalam upaya pelestarian tradisi ba ranup dalam upacara adat Aceh. Hal ini menjadi perhatian tim pengabdian untuk dilakukan kegiatan pelatihan kreasi Ranup Peuneuwoe bagi remaja usia produktif di Desa Sungai Pauh. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan dan melestarikan tradisi ba ranup dalam adat istiadat Aceh sehingga dapat membentuk remaja produktif yang kreatif dan inovatif serta mencintai adat budaya. Adapun hasil dari kegiatan ini sangat baik dan berdampak dapat dilihat dari antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan yang menghasilkan produk kreasi yang rapi dan indah. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan masyarakat dan upaya pelestarian adat Aceh khususnya masyarakat Desa Sungai Pauh. Selain itu, keterampilan merangkai sirih juga dapat dijadikan ladang usaha untuk meningkatkan pendapatan di bidang ekonomi kreatif.
Weather-Driven Loss Modeling for Rice Farmers' Losses Using Cobb-Douglas and VaR-ES Nurviana Nurviana; Amelia Amelia; Riezky Purnama Sari; Ulya Nabilla; Mawarni Mawarni; Masthura Masthura
ZERO: Jurnal Sains, Matematika dan Terapan Vol 9, No 3 (2025): Zero: Jurnal Sains Matematika dan Terapan
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/zero.v9i3.26842

Abstract

Weather variability poses significant risks to rice production, leading to potential income losses for farmers and increased uncertainty in agricultural planning. This study integrates a Cobb-Douglas production function with Value at Risk (VaR) and Expected Shortfall (ES) measures to assess weather-driven production losses in Aceh Besar using secondary data on rainfall, temperature, and wind speed from 2010 to 2023. Rice production is first modeled to estimate output sensitivity to climatic factors, after which production losses are derived from forecast-based outcomes. Several candidate parametric probability distributions are fitted to the loss data, and the most suitable distribution is selected based on goodness-of-fit ranking. The results indicate that weather variables significantly reduce rice output and that the production process exhibits decreasing returns to scale. The selected distribution yields a potential loss of IDR 774,352 and an expected loss of IDR 940,160 per hectare at the 95% confidence level. These findings provide a quantitative basis for weather-based agricultural risk assessment and support evidence-based risk mitigation strategies for farmers and policymakers.
Penguatan Strategi Pemasaran Melalui Pendampingan Desain Merek Usaha Poklahsar 'Harapan Ibu' di Desa Sungai Kuruk III Aceh Tamiang Fairus Fairus; Riezky Purnama Sari; Muhammad Jamil; Agus Putra AS; Afrah Junita; Muhammad Fuad; Muhammad Salman; Safrizal Safrizal
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 1 Januari - Maret 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i1.5519

Abstract

Kelompok pengolahan dan pemasaran (Poklahsar) Harapan Ibu merupakan salah satu kelompok unggulan di Desa Sungai Kuruk III yang memiliki usaha kepiting rajungan kupas, dalam sehari kelompok ini dapat menghasilkan 70 kilogram daging kepiting dari 300 kilogram kepiting utuh, akan tetapi selama ini produk yang di hasilkan langsung di jual kepada penampung dengan harga jual dibawah pasar. Oleh karena itu dibutuhkan strategi pemasaran secara online agar produk dapat dipasarkan secara luas dengan harga diatas standar, sehingga dapat meningkatkan omset kelompok. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pendampingan pembuatan merek/label, dan kemasan yang menarik guna meningkatkan daya saing produk. Metode yang digunakan adalah Sosialisasi dan Pelatihan dengan melibatkan partisipatif mitra dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil pengabdian ini diperoleh merek/label usaha mitra dan akun e-commerce penjualan produk mitra. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa 91% mitra setuju bahwa pentingnya memiliki merek usaha, 90% mitra memahami strategi pemasaran usaha kepiting kupas, 84% mitra terampil menggunakan aplikasi penjualan dan media sosial untuk pemasaran usaha.