Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Desain Pembelajaran Kooperatif Berbasis Teori Bruner Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Matematika Di Kelas Viii Smpn 1 Labakkang Arifin, Sadriwanti; Yusri, Andi Yunarni
ALFAmath (Jurnal Pendidikan Matematika) Vol 1, No 1 (2020): ALFAMATH: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/alfamath.v1i1.41

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian desain research yang bertujuan untuk mendesain pembelajaran, dalam hal ini perangkat yang digunakan dengan model pembelajaran kooperatif berbasis teori Bruner pada pokok bahasan kubus dan balok yang meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Buku Siswa, dan Lembar Kerja Siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Labakkang dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang. Prosedur desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan siklus Mc. Kenney yang dipadukan dengan model Dick Carey yang meliputi 3 tahap, yaitu Preliminary design, Prototyping phase, dan assessment phase. Perangkat pembelajaran kooperatif berbasis teori Bruner yang telah didesain telah divalidasi dan direvisi tiga kali sehingga layak untuk digunakan. Hasil dari ujicoba terbatas menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran kooperatif berbasis teori Bruner bersifat efektif dan praktis, yaitu (1) skor rata-rata yang diperoleh siswa pada tes hasil belajar adalah 76,87 dari skor ideal 100 dengan standar deviasi 12,43. Dimana 24 dari 30 siswa  atau 80% memenuhi ketuntasan individu yang menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal tercapai; (2) dengan menggunakan perangkat pembelajaran kooperatif berbasis teori Bruner, siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran ; (3) pada umumnya siswa memberikan respons positif terhadap kegiatan pembelajaran. Jadi berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa hasil desain pembelajaran pembelajaran kooperatif berbasis teori Bruner di kelas VIII SMP Negeri 1 Labakkang  berkualitas. Implikasi dari penelitian ini, disarankan kepada guru matematika SMP kelas VIII untuk mengimplementasikan desain pembelajaran ini pada lingkup yang lebih luas, desain pembelajaran ini dapat menjadi panduan atau contoh bagi guru matematika dalam membuat desain pembelajaran pada materi yang lain dan bagi peneliti di bidang pendidikan matematika yang berminat melanjutkan penelitian ini diharapkan agar mencermati segala kelemahan dan keterbatasan penelitian ini, sehingga penelitian yang dilakukan betul-betul dapat menyempurnakan hasil penelitian ini.
Pelatihan Budidaya Larva Lalat Buah Sebagai Pakan Alternatif Produksi Tambak Ikan di Kabupaten Pangkep Andi Yunarni Yusri; Khaerun Nisa'a Tayibu; Andi Zam Immawan Alam
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 4 No. 4 (2023): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v4i4.9266

Abstract

This service activity aims to increase the knowledge and skills of fish farming residents regarding cultivating fruit fly larvae (BSF maggots) as an alternative feed for fish pond production in Pangkep Regency. Implementing this service used training and assistance in making alternative feed products. The evaluation instrument for this activity was an interview guide and practice, then analyzed descriptively. This activity showed that training activities on cultivating fruit larvae as alternative feed provided benefits and positive impacts for fish farmers, where farmers could make an alternative feed from fruit fly larvae that was cheaper and had high nutritional value.
Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Matematika terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah pada Peserta Didik Kelas VIII SMP DDI SIBATUA PANGKAJENE Yusri, Andi Yunarni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 3 (2017): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.463

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman siswa tentang notasi aljabar melalui kemampuan. Pemahaman dalam penelitian ini berarti kemampuan menerjemahkan (translasi), kemampuan menafsirkan (interpretasi), dan kemampuan untuk melakukan ekstrapolasi (ekstrapolasi). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 5 di sekolah dasar, terdiri dari 2 siswa dengan kemampuan verbal tinggi yang disebut subjek verbal tinggi (SVT), 1 siswa dengan subjek verbal menengah (SVS), dan 1 siswa dengan subjek verbal rendah (SVR ). Fokus dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman siswa tentang notasi aljabar berdasarkan kemampuan verbal mereka dalam terjemahan, interpretasi, dan ekstrapolasi. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara berbasis uji coba dengan subyek penelitian. Data penelitian divalidasi dengan metode triangulasi, yaitu wawancara dengan menggunakan pertanyaan utama seperti pertanyaan yang tercantum dalam TPNA. Data penelitian dianalisis dengan (a) mempelajari data subjek dan membandingkan data yang diwawancarai untuk mendapatkan data yang valid, (b) melakukan reduksi data dengan membuat abstraksi, (c) mengklasifikasi dan mengidentifikasi data untuk menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemahaman notasi aljabar dengan subjek verbal tinggi (SVT): (a) pemahaman simbol yang termasuk dalam pemahaman translate (translasi), (b) memahami konsep simbol tapi Blum mampu membedakan antara simbol dan variabel, (c) mampu menafsirkan makna notasi aljabar (simbol dan tanda) dengan baik; (2) pemahaman notasi aljabar medium verbal subject (SVS): (a) pemahaman simbol yang termasuk dalam pemahaman translate (translasi), (b) mengenali simbol namun belum dapat membedakan simbol dan variabelnya, c) mampu menafsirkan makna notasi aljabar (simbol dan tanda) dengan baik; (3) pemahaman notasi aljabar dengan subjek verbal rendah (SVR): (a) pemahaman simbol yang termasuk dalam pemahaman translasi (translasi), (b) mengenali simbol namun belum dapat membedakan simbol dan variabelnya, c) belum bisa menafsirkan makna notasi aljabar (simbol, variabel, dan tanda) dengan baik. The purpose of the study is to describe the students’ understanding on algebraic notation through abilities. The understanding in this study means the ability to translate (translation), the ability to interpret (interpretation), and the ability to extrapolate (extrapolation). This study is qualitative research. The subjects of this study are 4 fifth grade students in elementary school, consisted of 2 students with high verbal ability called as high verbal subject (SVT), 1 student with medium verbal subject (SVS), and 1 student with low verbal subject (SVR). The focus of this research is to describe the students’ understanding on algebraic notation based on their verbal abilities in translation, interpretation, and extrapolation. The data were collected by conducting test-based interview to the research subjects. The research data were validated by conducting triangulation method, namely interview using major questions as the questions stated in TPNA. Research data were analyzed by (a) studying the subject data and comparing interviewed data to obtain the valid one, (b) conducting data reduction by making the abstraction, (c) classifying and identifying the data to draw the conclusion. The results of the study reveals that (1) the understanding of algebraic notation of high verbal subject (SVT): (a) understanding of the symbols included in the comprehension translate (translation), (b) understand the concept of the symbol but Blum was able to distinguish between symbols and variables, ( c) able to interpret the meaning of algebraic notation (symbols and signs) well; (2) the understanding of algebraic notation of medium verbal subject (SVS): (a) understanding of the symbols included in the comprehension translate (translation), (b) recognize symbols but have not been able to distinguish the symbols and variables, (c) is able to interpret the meaning of the notation algebra (symbols and signs) well; (3) the understanding of algebraic notation of low verbal subject (SVR): (a) understanding of the symbols included in the comprehension translate (translation), (b) recognize symbols but have not been able to distinguish the symbols and variables, (c) has not been able to interpret the meaning of algebraic notation (symbol, variable, and marks) well.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VII di SMP Negeri Pangkajene Yusri, Andi Yunarni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.474

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting. Model pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran matematika di kelas VII SMP Negeri 1 Pangkajene pada materi pecahan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pangkajene yang terdiri dari 12 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 439 orang. Adapun yang menjadi sampelnya adalah siswa kelas VII. Aritmatika yang diambil dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa terdapat 15 orang siswa memperoleh nilai cukup, berarti (44.1%) siswa mendapat nilai pada rentang 55,00 – 69,99. Terdapat 17 orang siswa memperoleh nilai baik, berarti (50%) siswa mendapat nilai pada rentang 70,00 – 84,99. Dan terdapat 2 orang siswa memperoleh nilai sangat baik, berarti (5.9%) siswa mendapat nilai pada rentang 85,00 – 100. Dan nilai Fhitung > Ftabel (5.673 > 4.15), dengan taraf signifikansi 0.23, yang berarti bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Pangkajene.
Pelatihan Pembuatan Pakan Ekonomis Bernutrisi Tinggi Berbahan Dasar Maggot BSF Yusri, Andi Yunarni; Nurhidayatullah, Nurhidayatullah; Jamaluddin, Ruqayyah; Alimuddin, Herman
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 5 No. 4 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v5i4.13229

Abstract

The purpose of this community service is to improve the knowledge and skills of partners in making economical, highly nutritious fish feed using BSF mango as the basic ingredient. The method of implementing this service uses training and mentoring which is evaluated using interview instruments and analyzed descriptively. The results of this service activity show that training in making economical fish feed provides benefits and positive impacts for fish farmers, where farmers can make fish feed that is relatively cheaper and has a high nutritional content compared to manufactured feed sold on the market.
PKM Pelatihan Manajemen Referensi Publikasi Pada Kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Tingkat SMP Yusri, Andi Yunarni; Taufik, Akbar; Yusuf, Ahmad
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Nopember 2021, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.382 KB) | DOI: 10.51577/globalabdimas.v1i2.172

Abstract

Referensi merupakan aspek yang sangat penting dalam dunia akademis. Seorang akademisi tentunya tidak dapat dipisahkan dari buku, jurnal, ataupun artikel dan makalah. Tidak terlalu mengherankan bila seorang akademisi memiliki referensi dengan jumlah hampir satu ruangan kerja bahkan lebih. Seiring dengan perkembangan teknologi, hampir semua referensi ilmiah tersebut telah dialih bentuk menjadi format digital dalam bentuk dokumen/file komputer. Hal ini tentunya sangat membantu sekali sehingga penyimpanan referensi tidak lagi memerlukan ruangan fisik yang besar atau banyak, namun cukup disimpan dalam harddisk seukuran telapak tangan. Tujuan PKM ini adalah: 1) Meningkatkan keterampilan guru dalam membuat referensi publikasi melalui software; 2) Untuk mendukung pelaksanaannya, Metode yang ditawarkan adalah pemberian materi pelatihan tentang manajemen referensi publikasi.
Desain Pembelajaran Kooperatif Berbasis Teori Bruner Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Matematika Di Kelas VIII SMPN 1 Labakkang Yusri, Andi Yunarni; Arifin, Sadriwanti
ALFAmath (Jurnal Pendidikan Matematika) Vol 4, No 1 (2023): ALFAMATH: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/alfamath.v3i1.47

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian desain research yang bertujuan untuk mendesain pembelajaran, dalam hal ini perangkat yang digunakan dengan model pembelajaran kooperatif berbasis teori Bruner pada pokok bahasan kubus dan balok yang meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Buku Siswa, dan Lembar Kerja Siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Labakkang dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang. Prosedur desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan siklus Mc. Kenney yang dipadukan dengan model Dick Carey yang meliputi 3 tahap, yaitu Preliminary design, Prototyping phase, dan assessment phase. Perangkat pembelajaran kooperatif berbasis teori Bruner yang telah didesain telah divalidasi dan direvisi tiga kali sehingga layak untuk digunakan. Hasil dari ujicoba terbatas menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran kooperatif berbasis teori Bruner bersifat efektif dan praktis, yaitu (1) skor rata-rata yang diperoleh siswa pada tes hasil belajar adalah 76,87 dari skor ideal 100 dengan standar deviasi 12,43. Dimana 24 dari 30 siswa  atau 80% memenuhi ketuntasan individu yang menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal tercapai; (2) dengan menggunakan perangkat pembelajaran kooperatif berbasis teori Bruner, siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran ; (3) pada umumnya siswa memberikan respons positif terhadap kegiatan pembelajaran. Jadi berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa hasil desain pembelajaran pembelajaran kooperatif berbasis teori Bruner di kelas VIII SMP Negeri 1 Labakkang  berkualitas. Implikasi dari penelitian ini, disarankan kepada guru matematika SMP kelas VIII untuk mengimplementasikan desain pembelajaran ini pada lingkup yang lebih luas, desain pembelajaran ini dapat menjadi panduan atau contoh bagi guru matematika dalam membuat desain pembelajaran pada materi yang lain dan bagi peneliti di bidang pendidikan matematika yang berminat melanjutkan penelitian ini diharapkan agar mencermati segala kelemahan dan keterbatasan penelitian ini, sehingga penelitian yang dilakukan betul-betul dapat menyempurnakan hasil penelitian ini.
Workshop Implementasi Pembuatan Google Sites dalam Mendukung Pembelajaran Interaktif bagi Guru di Sd Negeri 12 Biraeng Kec. Minasatene Kab. Pangkep Rahmat, Muh.; Zaid, Muhammad; Yusri, Andi Yunarni; Razak, Firdah; Rustinah
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20534

Abstract

Latar Belakang: Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru digital di SD Negeri 12 Biraeng dengan mengajarkan penggunaan Google Sites sebagai media pembelajaran interaktif. Fokus pelatihan meliputi fitur dasar seperti antarmuka drag-and-drop , penambahan teks, gambar, video, dan integrasi dengan Google Forms . Para guru juga belajar mendesain halaman yang menarik dan mudah dinavigasi. Metode: Metode yang digunakan adalah kombinasi ceramah, konferensi, dan praktik langsung. Permasalahan yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman guru dalam mengoperasikan media berbasis teknologi seperti Google Sites , yang disebabkan oleh tidak adanya pelatihan atau workshop. Hasil: Hasil kuesioner menunjukkan keberhasilan yang tinggi: 93% peserta memahami fitur dasar, 90% percaya diri mengimplementasikannya, dan 86% merasa lokakarya sangat bermanfaat. Namun, 7% peserta masih memerlukan bimbingan untuk fitur lanjutan, dan 14% menyarankan agar materi lebih fokus pada penerapan praktis di kelas. Kesimpulannya: diharapkan, lokakarya ini akan menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan efektif di sekolah, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan bermanfaat.
Pemecahan Masalah Numerasi Siswa Pemecahan Masalah Numerasi Siswa di daerah 3T dalam Rangka Penyelenggaraan Pendidikan inklusif di SD : Pemecahan Masalah Numerasi Siswa di daerah 3T dalam Rangka Penyelenggaraan Pendidikan inklusif di SD Alimuddin, Herman; Yusri, Andi Yunarni; PD, Ruri Muhammad; Rahmat, Muh.
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 7 No 4 (2025): Desember
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v7i4.9957

Abstract

This study aims to provide an in-depth overview of the numeracy problem-solving skills of elementary school students in 3T (frontier, outermost, and disadvantaged) regions, particularly in Pangkep Regency, within the framework of inclusive education. The selection of research subjects was based on the results of the Minimum Competency Assessment (AKM), focusing on numeracy, which includes mastery of basic mathematical concepts and their application in real-life situations. Data collection was carried out through numeracy tests and in-depth interviews. The findings reveal that all respondents, both from grade IV and grade V, were categorized as having low numeracy skills. In the number pattern question, only 16% of grade IV students and 35% of grade V students answered correctly. For the number name question, the achievement rate was 58% for grade IV and 25% for grade V. Meanwhile, in the data analysis question, none of the grade IV students answered correctly, and only 30% of grade V students provided the correct answer. These results indicate that students’ numeracy literacy is low, particularly in reading, understanding, and analyzing information. Contributing factors include the lack of practice with context-based problems, limited learning facilities, the continued use of conventional teaching methods, and the socio-economic background of families. Based on these conditions, there is a need for numeracy learning interventions that are contextual, problem-based, and supported by teacher training to improve the numeracy skills of students in 3T areas. The novelty of this research lies in its specific combination of three aspects: problem-solving, numeracy skills, and inclusive education, particularly in 3T regions.