Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pemanfaatan Media Film Pendek Karya Paniradya Kaistimeiwan dalam Menulis Teks Puisi Kelas X di SMK PGRI 2 Karawang Fitri Dewi Anggraeni Suriyanto Fitri; Sutri Sutri; Dewi Suprihatin
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v4i1.697

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan media film pendek karya Paniradya Kaistimeiwan terhadapa kemampuan menulis teks puisi siswa kelas X di SMK PGRI 2 Karawang. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui adakah peningkatan dalam pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media film pendek karya Paniradya Kaistimeiwan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen dengan jenis Nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMK PGRI 2 Karawang. Teknik Sampling yang digunakan adalah purposive sampling, sehingga dipilih dua kelas sebagai sampel yaitu kelas X TBSM 2 dan X TBSM 3, dengan masing-masing kelas berjumlah 30 siswa. Kelas X TBSM 2 sebagai kelas kontrol dan X TBSM 3 sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa tes, tes diberikan sebanyak dua kali yaitu pretest dan posttest. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis uji perbedaan dua rata-rata menggunakan uji mann-withney dan n-gain. Sebagai prasyarat analisis dilakukan uji normalitas data dan uji homogenitas data. Data diolah dengan berbantuan Software SPSS 26.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan kemampuan menulis teks puisi siswa yang menggunakan media film pendek karya Paniradya Kaistimeiwan lebih baik daripada yang memperoleh media pembelajaran konvensial. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji N-Gain pada kelas eksperimen memiliki skor rata-rata yaitu 0,5355 dan rata-rata nilai kelas kontrol sebesar 0,1025. Kelas eksperimen memiliki peningkatan yang sedang sedangkan kelas kontrol rendah. Maka, untuk melihat perbedaan yang signifikan maka dilakukan uji perbedaan dua rata-rata skor n-gain dan memiliki hasil 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak. Berdasarkan penyataan di atas maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berupa film pendek karya Paniradya Kaistimeiwan yang berjudul Seutas Kenangan memilki peningkatan lebih baik untuk kemampuan menulis teks puisi siswa kelas X di SMK PGRI 2 Karawang.
Pengaruh Model Kwl (Know, Want, And Learned) dalam Keterampilan Membaca Pemahaman Teks Biografi Pada Siswa Kelas X di SMK Negeri 3 Kota Bekasi Novelia Fitriyanti; Sutri Sutri; Dewi Suprihatin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model KWL (Know Want and Learned) dalam meningkatkan pemahaman membaca siswa pada teks biografi. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain Pre-Test and Post-Test Non-Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di SMK Negeri 3 Kota Bekasi dengan sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model KWL dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman membaca sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada pemahaman membaca siswa yang menggunakan model KWL dibandingkan dengan siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model KWL efektif dalam meningkatkan pemahaman membaca siswa pada teks biografi.
Peningkatan kompetensi guru madrasah melalui pelatihan dan pendampingan penyusunan bahan ajar digital berbasis pembelajaran diferensiasi Ramlah Ramlah; Agung Prasetyo Abadi; Sutri Sutri; Nita Hidayati; Amanda Mutiara Putri; Fitri Nur Arielhan; Vanessa Rahmawati Julistiwa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25402

Abstract

AbstrakPenerapan teknologi informasi dan komunikasi di era Kurikulum Merdeka dalam dunia pendidikan semakin menjadi kebutuhan yang penting, yang menuntut guru dapat menguasai teknologi digital untuk pencapaian pembelajaran efektif. Pelatihan dan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru madrasah dalam mendesain bahan ajar berbentuk video digital berbasis pembelajaran diferensiasi menggunakan aplikasi canva. Metode yang digunakan adalah mengkolaborasi workshop dan project-based training, dengan tahapan kegiatan meliputi: pemaparan materi pelatihan, melakukan demonstrasi dan praktek, dan evaluasi desain bahan ajar. Peserta pelatihan sebanyak tujuh belas guru MI Nihayatul Amal 2 Purwasari, Kabupaten Karawang. Hasil pelatihan ini menunjukkan peningkatan dalam pemahaman dan keterampilan guru, dengan rata-rata skor pre-test 53% meningkat menjadi 87% pada post-test. Para guru menghasilkan video pembelajaran yang menarik dan efektif, serta menunjukkan antusias yang tinggi selama pelatihan berlangsung. Kendala yang dihadapi dalam pelatihan ini yakni keterbatasan fitur aplikasi canva yang tidak berbayar dan waktu pelatihan yang terbatas. Namun, kendala ini dapat diatasi melalui diskusi secara online dan memberikan video tutorial. Luaran dari kegiatan PkM ini mencakup peningkatan keterampilan guru dalam mendesain bahan ajar digital berupa video pembelajaran yang dapat diakses. Harapan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kualitas pembelajaran dan motivasi belajar siswa, serta mengembangkan kemampuan literasi digital siswa maupun guru. Kata kunci: bahan ajar digital; kompetensi guru; video pembelajaran; pembelajaran diferensiasi. AbstrakThe application of information and communication technology in the era of the independent curriculum in the world of education is increasingly an important need, which requires teachers to be able to master digital technology to achieve effective learning. This training and mentoring aims to improve the competence of madrasah teachers in designing teaching materials in the form of digital videos based on differentiated learning using the Canva application.  The method used is to collaborate on workshops and project-based training, with the stages of activities including presentation of training materials, demonstrations and practices, and evaluation of teaching material design. The training participants were seventeen MI Nihayatul Amal 2 Purwasari, Karawang Regency teachers. This training showed an improvement in teachers' understanding and skills, with an average pre-test score of 53% increasing to 87% on the post-test. The teachers produced interesting and effective learning videos and showed high enthusiasm during the training. The obstacles faced in this training are the limitations of the features of the unpaid Canva application and the limited training time. However, this obstacle can be overcome through online discussions and video tutorials. The outputs of this PkM activity include improving teachers' skills in designing digital teaching materials in the form of accessible learning videos. These activities hope to improve the quality of learning and student learning motivation, as well as develop the digital literacy skills of students and teachers. Keywords: digital teaching materials; teacher competence; learning videos; differentiation learning.
Analisis Kepribadian Tokoh Utama Novel Sesuk Karya Tere Liye Dinda Ati Aullia; Dewi Suprihatin; Sutri Sutri
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3001

Abstract

Penelitian ini memaparkan hasil analisis kepribadian tokoh utama dalam novel Sesuk karya Tere Liye. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menelaah novel Sesuk karya Tere Liye sebagai sumber datanya. Teori kajian psikologi sastra (Sigmund Freud), yaitu id, ego, dan superego digunakan sebagai landasan teori. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga langkah, yaitu pemilahan data, penguraian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat tokoh utama memiliki tiga aspek kepribadian, yaitu id, ego, dan superego. Struktur kepribadian tokoh utama Gadis terdiri atas 1) enam id meliputi kecemasan, kesedihan, keheranan, rasa kantuk, berjalan dengan gagah berani, dan melamun, 2) tiga ego meliputi sikap bijaksana, marah, dan berani, serta 3) empat superego meliputi sikap suka menolong, baik hati, penurut, dan cinta damai. Berdasarkan hal tersebut, kepribadian yang paling dominan adalah id. Temuan penelitian terhadap novel Sesuk karya Tere Liye dapat dijadikan rujukan dalam penyusunan modul ajar untuk pembelajaran apresiasi novel pada jenjang SMA/SMK kelas XII.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS NEGOSIASI SISWA KELAS X SMAN 2 SETU KABUPATEN BEKASI Nadya Elvita Refiardani; Slamet Triyadi; Sutri Sutri
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 9 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v9i2.27319

Abstract

The skill that is currently still difficult for students to master in Indonesian language learning is writing skills. This research aims to describe the implementation of the experiential learning model in improving the writing ability of negotiation texts for grade X students of SMAN 2 Setu, Bekasi Regency. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental method. The sampling technique in this study is purposive sampling. The sample used is class X 1 as the experimental group and class X 7 as the control group. Data collection techniques in this study consist of interviews, tests, questionnaires, and documentation. The instrument used is one essay question. The learning activities in the experimental class use the experiential learning model. Based on the results of hypothesis analysis, the significance value < 0.001 < 0.05 shows a significant difference between the experimental and control classes. This means that H0 is rejected and H1 is accepted. Furthermore, the experimental class achieved a higher mean score, namely 79.85 compared to the control class which only scored 57.35. The improvement observed in this study can be seen from the ability of the experimental class students to write negotiation texts after applying the experiential learning model. The experimental class students were able to write negotiation texts by paying attention to the relevance of content; the use of capital letters, spelling, and punctuation; the characteristics of negotiation texts; the structure of negotiation texts; as well as considering the linguistic elements of negotiation texts compared to the control class.
Efektivitas Kolaborasi Model Experiential Learning Dengan Artificial Intelligence (AI) Sebagai Upaya Peningkatan Menulis Syair Siswa Kelas VII Siti Nuraini; Cut Nuraini; Sutri Sutri
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 10 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v10i1.27483

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the collaboration between the Experiential Learning model and Artificial Intelligence (AI) technology in improving the ability of eighth-grade students at SMP Tunas Darma to write traditional poems (syair). The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental method and a Nonequivalent Control Group Design. Instruments used included pretest and posttest, supported by observation and documentation. The analysis results revealed a significant difference between the experimental and control groups, with a t-test significance value of < 0.001. The average N-Gain score in the experimental class was 0.7774, which falls into the high category, indicating that the collaborative implementation of Experiential Learning and AI effectively enhanced students' ability to write syair. The findings also suggest that this learning model improves student engagement, creativity, and interest in traditional literature. Keywords: learning model; experiential learning; artificial intelligence; writing; poetry