Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI PERKOTAAN MELALUI PERTANIAN HIDROPONIK DAN BUDIKDAMBER Saptaning Tyas, B. Hari; Sulistyowati, Fadjarini; Widati, Widati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.19886

Abstract

Pemberdayaan kelompok tani di perkotaan penting dilakukan mengingat lahan pertanian di wilayah kota semakin sempit dan jumlah penduduk yang semakin meningkat. Salah satu upaya mengatasi sempitnya lahan pertanian perkotaan dengan teknik pertanian hidroponik dan budi daya ikan dalam ember (budikdamber). Kelompok Tani Code Hijau Asri adalah salah satu dari kelompok tani perkotaan di kelurahan Wirogunan yang mempunyai lahan terbatas tapi memiliki motivasi untuk meningkatkan pertanian perkotaan yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan mendukung ketahanan pangan. Kegiatan pemberdayaan kelompok tani dilakukan melalui pelatihan dan praktek pertanian hidroponik yang dipadukan dengan budikdamber. Metode pelaksanaan terbagi tiga tahap yakni 1) Tahap observasi dan analisis situasi; 2) Tahap pelatihan dan praktek serta 3) Tahap pendampingan dan monitoring. Kegiatan pelatihan diikuti pengurus dan anggota kelompok sejumlah 33 orang. Tanggapan peserta terhadap materi yang disampaikan narasumber sangat baik, dengan hasil 100% menunjukkan kepuasan. Sedangkan tanggapan peserta untuk menindaklanjuti kegiatan pelatihan dengan mempraktekan teknik hidroponik di rumah menunjukkan persentasi yang agak menurun yakni 92%. Tanggapan peserta terhadap kemanfaatan kegiatan pelatihan sebesar 88%. Dari hasil pelatihan dan praktek dilanjutkan dengan membangun instalasi hidroponik dan budikdamber melalui kegiatan gotong royong. Upaya keberlanjutan program ini akan terus dimonitoring secara berkala baik melalui kegiatan KKN maupun program pengabdian selanjutnya.
PENDAMPINGAN KETRAMPILAN BERKOMUNIKASI BAGI KADER KOMITE KESEJAHTERAAN PERLINDUNGAN ANAK (KKPA) KALURAHAN GILANGHARJO, BANTUL Setyowati, Yuli; Sulistyowati, Fadjarini; Muhsin, Habib
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i3.860-868

Abstract

KKPA merupakan organisasi yang bergerak dalam perlindungan anak dan perempuan di Kalurahan  Gilangharjo,Pandak, Kabupaten Bantul.  KKPA memberikan pendampingan bagi anak dan perempuan yang mengalami kekerasan dalam keluarga. Kader KKPA yang sering disebut Satuan Tugas (SATGAS) KKPA merupakan perwakilan dari tiap padukuhan di Kalurahan  Gilangharjo.  Dalam menjalankan tugasnya dalam memfasilitasi masyarakat, para kader membutuhkan  keterampilan berkomunikasi. Untuk itu, dibutuhkan pendampingan peningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal baik tatap muka maupun  melalui media digital. Tujuan kegiatan: 1) memberikan pemahaman kepada para kader KKPA tentang teknik-teknik komunikasi efektif agar dapat memfasilitasi masyarakat secara baik; 2) memberikan pelatihan teknik berkomunikasi interpersonal dan melalui media digital; 3) melakukan pendampingan praktik berkomunikasi secara efektif; 4) melakukan pendampingan kepada kader KKPA dalam menyusun SOP panduan berkomunikasi. Metode kegiatan dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan.  Kegiatan diawali dengan FGD dengan semua kader untuk pemetaan potensi dan problematika dalam berkomunikasi.  Kegiatan pelatihan dan pendampingan dilaksanakan  dalam empat sesi yakni:   1) Pelatihan berkomunikasi interpersonal secara efektif; 2) Pelatihan berkomunikasi melalui media digital secara efektif dan 3) Pelatihan memfasilitasi masyarakat; dan 4) Pendampingan praktik fasilitasi menggunakan komunikasi interpersonal dan media digital. Hasil dari kegiatan pendampingan adalah  peningkatan pemahaman dan keterampilan berkomunikasi para kader dan tersusunnya buku saku keterampilan berkomunikasi bagi para kader KKPA.   
PELATIHAN PENGOLAHAN DAN PENGEMASAN HASIL URBAN FARMING KELOMPOK TANI CODE HIJAU ASRI Tyas, B. Hari Saptanin; Sulistyowati, Fadjarini; Widati, Widati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19542

Abstract

Abstrak: Kelompok Tani Code Hijau Asri sebagai salah satu kelompok tani di kota Yogyakarta memiliki keterbatasan dalam pengolahan hasil urban farming. Hasil urban farming mereka, Bayam Brazil dan ikan Lele namun mereka belum memiliki kapasitas dalam pengolahannya termasuk untuk menjadikan ide jualan yang dapat meningkatkan pendapatan. Tujuan kegiatan pengabdian untuk peningkatan kapasitas ketrampilan memproduksi dan pengemasan hasil olahan Ikan Lele dan Bayam kelompok tani Code Hijau Asri. Kegiatan dilakukan melalui pelatihan pengolahan hasil urban farming berupa Bayam Brazil dan ikan Lele serta pengemasan produk (packaging) dan branding. Metode kegiatan adalah pelatihan dan praktik pengolahan Bayam Brazil dan Lele serta ketrampilan packaging dan branding. Kelompok tani “Code Hijau Asri” yang beranggotakan 36 orang menjadi mitra kegiatan pengabdian. Hasil pelatihan menunjukkan kepuaasan 100% dari para peserta puas terhadap penyampaian materi dan praktek. Dari sisi ketertarikan peserta untuk mengembangkan ketrampilan olahan bahan Bayam Brazil dan Ikan Lele menjadi usaha kuliner ada 75%. Dari hasil kegiatan tersebut, menunjukkan pelatihan dan praktek ini telah meningkatkan kapasitas kelompok tani ‘’Code Hijau Asri’’. Untuk memantau keberhasilan kegiatan pelatihan dilakukan monitoring dan evaluasi atas keberlanjutan program pengolahan hasil Ikan Lele dan Bayam Brazil dengan kunjungan langsung yang dilakukan secara periodik.Abstract: The Code Hijau Asri Farmer Group, one of the farmer groups in the city of Yogyakarta, has limitations in processing urban farming products. The results of their urban farming are Brazilian spinach and catfish. However, they cannot yet process them, including turning them into selling ideas that can increase income. The aim of the service activity is to increase the capacity of skills in producing and packaging processed catfish and spinach products for the Code Hijau Asri farmer group. Activities are carried out through training on processing urban farming products in the form of Brazilian spinach and catfish, as well as product packaging and branding. The activity method is training and practice in processing Brazilian Spinach and Catfish as well as packaging and branding skills. The "Code Hijau Asri" farmer group has 36 members and is a partner in service activities. The results of the training showed 100% satisfaction from the participants with the delivery of material and practice. In terms of participants' interest in developing their skills in processing Brazilian spinach and catfish into a culinary business, there were 75%. The results of these activities show that this training and practice has increased the capacity of the "Code Hijau Asri" farmer group. To monitor the success of training activities, monitoring and evaluation are carried out on the sustainability of the Brazilian Catfish and Spinach processing program with periodic direct visits. 
Influential, but not singular: Social media use during the election 2024 in Sambirejo Village Setyowati, Yuli; Sulistyowati, Fadjarini; Muhsin , Habib; Suanto, Tri Agus; L, Irvan Riyadi
Jurnal Komunikasi Vol. 20 No. 1 (2026): VOLUME 20 NO 1 APRIL 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol20.iss1.art7

Abstract

Public participation is a critical component of elections, which function as indicators of state continuity. This study examines public participation and preferences for social media use during the 2024 general election in Sambirejo village. A qualitative descriptive-exploratory methodology was utilized, with data collected through observation, focus group discussions (FGDs), and interviews. Fifteen informants were purposively selected, representing youth, women, men, the village head and staff, and KPPS officers. The findings indicate that the Sambirejo community actively participated in the election, with nearly all eligible voters exercising their right to vote. This active engagement is attributed to factors such as local community characteristics, the village head's participatory leadership style, and KPPS outreach initiatives. Additionally, sa was identified as a significant source of election information; however, FGDs revealed that it is primarily used as a supplementary reference rather than the sole determinant of political decisions.
Toward Just Participation: Dynamics Of Empowerment Communication In Tourism-Village Dvelopment Yuli Setyowati; Fadjarini Sulistyowati; Habib Muhsin
Profetik: Jurnal Komunikasi Vol. 18 No. 2 (2025): Vol. 18 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Social Sciences and Humanities Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/pjk.v18i2.3234

Abstract

Sustainable tourism development requires community participation as local involvement contributes to community welfare as is the case in Sambirejo Village  Tebing Breksi (Breksi Cliff) tourism. The study aims to: 1) explore and interpret the dynamics of empowerment communication in the development of the Sambirejo tourism village seen from the aspects of participation, utilization of community potential, and empowerment communication efforts that have been carried out; 2) the dynamics of empowerment communication from the perspective of sustainable tourism. This research employs a descriptive qualitative research design, with data collected through observation, interviews, focus group discussions (FGDs), and documentation. Informants were selected purposely, consisting of Village Heads, Village Secretaries, BUMDes (Village Owned Enterprises) managers, tourism actors, and community members. The results indicate that community participation in Sambirejo Village is quite high, but this involvement is not fair and equitable. Further efforts are needed to encourage broader  and more inclusive participation Community Empowerment is carried out based on the principles of community-based tourism namely empowerment in economic, social, political, cultural, and environmental aspects