Azlin Atika Putri
Fakultas Pendidikan Dan Vokasi, Universitas Lancang Kuning

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Impresi Guru pada Penggunaan Media Digital dalam Pembelajaran Awal Bahasa Inggris Anak Usia Prasekolah Yesi Novitasari; Siti Fadillah; Azlin Atika Putri
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.4619

Abstract

Belakangan ini bahasa Inggris telah banyak menyentuh dan tidak jarang dijadikan program unggulan pada suatu Lembaga PAUD. Sehingga dalam pembelajarannya membutuhkan inovasi-inovasi media yang diselaraskan dengan kemajuan zaman serta karakteristik anak usia prasekolah. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui impresi guru pada pemanfaatan media pembelajaran digital dalam pengajaran awal bahasa inggris pada anak usia prasekolah. Adapun jenis riset ini merupakan deskriptif kuantitatif dengan sampel penelitian guru PAUD di Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru berjumlah 36 orang yang ditentukan melalui teknik total sampling. Hasil penelitian menjelaskan bahwa impresi guru pada penggunaan media pembelajaran digital dalam pengajaran awal bahasa inggris anak usia prasekolah berada dalam kategori baik. Dengan kata lain meskipun kemampuan guru dalam menggunakan perangkat digital untuk kegiatan pembelajaran masih cukup rendah, namun guru memandang media digital ini berpotensi meningkatkan minat dan motivasi belajar anak, selain itu juga bermanfaat dalam menstimulasi pengetahuan dan keterampilan anak usia prasekolah. Oleh karenanya, berdasarkan hasil penelitian ini juga diperlukan tindak lanjut berbentuk pelatihan literasi digital untuk guru PAUD di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, dalam pembelajaran anak usia prasekolah khususnya bahasa inggris awal.
Impresi Permainan Edukatif atas Kecerdasan Spiritual untuk Putra-Putri Rentang Usia 5-6 Tahun Dian Tri Utami; Yenni Yunita; Alucyana Alucyana; Yesi Novitasari; Siti Fadillah; Azlin Atika Putri; Mayang Belia Sameto
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.4767

Abstract

Salah satu fungsi dari pengembangan kecerdasan spiritual adalah kesadaran anak atas eksitensi dirinya, kekurangannya, serta kelebihan, guna menuju pribadi dengan kesehatan fisik dan mental yang baik di masa depan. Tujuan penelitian yakni mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran melalui media permainan ular tangga dengan tema Islami untuk meningkatkan kecerdasan spiritual anak kelompok B RA Uniq Pekanbaru, Riau. Subjek penelitian 15 anak rentang usia 5-6 tahun. Metode penelitian menggunakan studi tindakan model Kemmis dan Mc. Taggart, dengan teknik pengumpulan data dengan instrumen non-tes: observasi, catatan lapangan, dan wawancara. Penelitian ini berjalan dengan dua siklus, siklus pertama mencakup empat kali tatap muka dan siklus kedua dengan tiga kali tatap muka. Analisis data dilakukan secara mix method antara kualitatif dan kuantitatif. Hasil riset menunjukkan adanya perubahan kecerdasan spiritual anak melalui alat permainan edukatif ular tangga bertema islami dengan rata-rata skor kecerdasan spritual anak pada pra-siklus sebesar 36,07 mengalami peningkatan pada siklus pertama sebesar 62,86 dan pada siklus kedua sebesar 72. Disarankan bagi guru dan peneliti selanjutnya agar mengembangkan ular tangga bertema Islami untuk optimalisasi aspek perkembangan anak lainnya.
Strengthening Early Childhood Collaborative Skills through Malay Ethnopedagogy: A Qualitative Descriptive Approach Azlin Atika Putri
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i1.5698

Abstract

The purpose of this study is to outline the ways in which Al Mahira Kindergarten in Rumbai, Pekanbaru City, uses Malay ethnopedagogical principles to improve the cooperative abilities of its five to six-year-old students. Important early childhood competences include collaborative skills like teamwork, role sharing, respecting peers' ideas, and problem solving. Early findings, however, suggest that young children continue to exhibit traits such as egocentrism, role-competing, and trouble settling disputes with their peers. Seventeen youngsters between the ages of five and six served as the subjects of this qualitative descriptive study. Visual documentation, semi-structured interviews with educators and caregivers, and participant observation were used to gather data. Through data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification, data analysis was carried out interactively. The study's findings demonstrated that incorporating Malay ethnopedagogical values—like tolerance, politeness, deliberation, and mutual cooperation—into play activities, group projects, and casual conversations greatly enhanced kids' capacity for teamwork. Of the 17 kids, 76.5% showed that they could support their peers, 64.7% could respect differences of opinion, 70.6% could share tasks during activities, and 58.8% could work together to solve difficulties. These results demonstrate that Malay ethnopedagogy is a successful pedagogical approach to fostering cooperation in early childhood education, in addition to its significance in conserving local culture.
Pendekatan Integratif dalam Bimbingan dan Konseling untuk Meningkatkan Kesiapan Belajar Anak Usia Dini Menuju Sekolah Dasar Sean Marta Efastri; Azlin Atika Putri
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i2.5838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan integratif dalam layanan bimbingan dan konseling serta pengaruhnya terhadap peningkatan kesiapan belajar anak usia dini menuju sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di TK Ar-Rahman pada kelompok B yang berjumlah 29 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket kepada orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan integratif diterapkan melalui kegiatan bermain peran, bercerita, kerja kelompok kecil, pemberian penguatan positif, serta pelibatan orang tua dalam proses pendampingan anak. Implementasi pendekatan tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan kesiapan belajar anak yang ditunjukkan melalui peningkatan kemampuan kognitif, sosial-emosional, bahasa, dan kemandirian. Keberhasilan pelaksanaan program didukung oleh kompetensi guru, lingkungan sekolah yang kondusif, serta keterlibatan orang tua dalam mendukung perkembangan anak. Dengan demikian, pendekatan integratif dalam bimbingan dan konseling dapat menjadi strategi yang efektif untuk mempersiapkan anak usia dini memasuki jenjang sekolah dasar.
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN BERBASIS DEEP LEARNING: MENINGKATKAN KETERAMPILAN DIGITAL ERA 4.0 BAGI GURU DAN ORANG TUA DI TK KARTINI Azlin Atika Putri; Sean Marta Efastri; Siti Fadillah; Yesi Novitasari; Ade Tursina
Jurnal ABDI PAUD Vol. 7 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/abdipaud.v7i1.49512

Abstract

ABSTRACT This community service activity aims to improve teachers' and parents' understanding of deep learning-based learning transformation and digital skills in the 4.0 era at Kartini Kindergarten, Limapuluh District, Pekanbaru City. The main problems found among partners were a low understanding of deep learning-based learning, minimal digital skills of educators and parents, and the suboptimal use of technology in the early childhood learning process. The activity implementation method was carried out through the stages of planning, socialization, training, practice using digital media, mentoring, monitoring, and evaluation. The activity participated in 30 people consisting of teachers and parents of early childhood. Data collection techniques were carried out through observation, documentation, interviews, and the administration of pre- and post-tests. The results of the activity showed an increase in participants' understanding after participating in the training. The average score of participants' pre-test was 58.3, increasing to 86.7 in the post-test. This increase indicates that the deep learning-based learning transformation training was able to improve the digital skills of teachers and parents in supporting the early childhood learning process. In addition, participants also showed high enthusiasm in practicing the use of digital learning media that is educational and safe for children. This activity has a positive impact on improving the digital competence of teachers and parents as an effort to face the challenges of education in the era of the industrial revolution 4.0.