Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENINGKATAN PEMAHAMAN TEKNIK DASAR BOLAVOLI PADA SISWA PENGURUS OSIS UPT SMPN 1 SIAK HULU KABUPATEN KAMPAR Mimi Yulianti; Rika Ningsih; Enjel Kirana; Leli Haryani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38233

Abstract

Penguasaan pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan tentang teknik dasar permainan bolavoli Pada Siswa Pengurus OSIS UPT SMPN 1 Siak Hulu Kabupaten Kampar masih sangat rendah sehingga perlu ditingkatkan melalui pelatihan teknik dasar permainan bolavoli yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan penguasaan keterampikan teknik dasar bolavoli. Untuk itu solusi yang ditawarkan adalah 1) Mempersiapkan materi latihan teknik dasar permainan bolavoli, meliputi teknik servis, passing, smes dan blok, 2) Menyajikan materi teori dan praktek tentang teknik dasar bolavoli, menggunakan metode ceramah, dan demonstrasi. 3) Mengadakan evaluasi, untuk mengetahui tingkat penguasaan materi pelatihan. Adapun manfaat manfaat yang diperoleh : 1) Meningkatkan pemahaman teori teknik dasar permainan bolavoli Pada Siswa Pengurus OSIS UPT SMPN 1 Siak Hulu Kabupaten Kampar, 2) Meningkatkan penguasaan teknik dasar permainan bolavoli dalam bentuk praktek, 3) Meningkatkan keterampilan bermain dalam bentuk bermain/bertanding. Adapun luaran: 1) Peserta memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang teori teknik dasar bolavoli., Kesimpulan: 1) Pengetahuan dan pemahaman teknik dasar permainan bolavoli Siswa Pengurus OSIS UPT SMPN 1 Siak Hulu Kabupaten Kampar makin meningkat, 2) Penguasaan teknik dasar permainan bolavoli Siswa sekolah menengah pertama UPT negeri 1 Siak Hulu meningkat.
PENGEMBANGAN EKSTRAKURIKULER PETANQUE DI SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN DAN KESEHATAN SISWA SMPN 4 TAMBANG Mimi Yulianti; Rika Ningsih; M. Ghaza Algazali; Yuda Hadi Purnomo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.56870

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler petanque di sekolah sebagai sarana peningkatan keterampilan motorik dan kesehatan siswa. Petanque merupakan olahraga yang sederhana, mudah diterapkan, dan dapat dimainkan oleh semua kalangan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan kepada guru serta siswa, meliputi sosialisasi, demonstrasi teknik dasar, dan pembentukan kelompok petanque sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan minat siswa terhadap aktivitas fisik, kemampuan koordinasi, konsentrasi, dan kebugaran jasmani. Kegiatan ini juga menumbuhkan nilai-nilai sportivitas, kerja sama, dan tanggung jawab. Dengan demikian, pengembangan ekstrakurikuler petanque dapat menjadi alternatif efektif dalam mendukung program pembinaan olahraga dan kesehatan siswa di sekolah.
Tindak Tutur Ekspresif dalam Ulasan Produk Lozy Hijab Official Shop di Platform Shopee Riri sabrina -; Rika ningsih
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.16524

Abstract

Perkembangan teknologi digital membuat pola transaksi masyarakat berubah dari transaksi langsung menjadi transaksi daring melalui platform e-commerce. Salah satu fitur yang sering digunakan oleh konsumen dalam platform tersebut adalah ulasan produk. Ulasan yang ditulis konsumen tidak hanya berisi informasi mengenai kualitas produk, tetapi juga memuat ungkapan perasaan, sikap, dan penilaian terhadap barang yang mereka terima. Ungkapan tersebut dapat dikaji sebagai bentuk tindak tutur ekspresif dalam kajian pragmatik. Namun, banyaknya ulasan konsumen pada platform e-commerce belum banyak dianalisis dari sudut pandang tindak tutur ekspresif, khususnya untuk mengetahui bentuk-bentuk tuturan yang digunakan konsumen ketika menyampaikan pengalaman mereka terhadap suatu produk. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam ulasan konsumen pada produk Lozy Hijab Official Shop di platform Shopee. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung tindak tutur ekspresif dalam ulasan konsumen. Sumber data penelitian adalah ulasan konsumen pada produk Lozy Hijab Official Shop di platform Shopee yang dipublikasikan pada tahun 2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, baca, dan catat dengan mengambil tangkapan layar ulasan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 77 data ulasan yang dianalisis ditemukan lima bentuk tindak tutur ekspresif, yaitu berterima kasih sebanyak 1 data, mengecam sebanyak 2 data, memuji sebanyak 53 data, menyalahkan sebanyak 3 data, dan mengkritik sebanyak 18 data. Bentuk tuturan yang paling dominan adalah tuturan memuji. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen memberikan tanggapan positif terhadap produk yang mereka beli. Ulasan konsumen tidak hanya berfungsi sebagai pengalaman pribadi setelah menggunakan produk, tetapi juga dapat menjadi informasi bagi calon pembeli lain serta bahan evaluasi bagi penjual untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan.  
PERUBAHAN MAKNA KATA DALAM BAHASA INDONESIA PADA KOLOM KOMENTAR YOUTUBE: RUANG GURU ACADEMY OF CHAMPIONS (AOC) EPS 2 Nisa Fitria -; Rika Ningsih
Jurnal Lazuardi Vol 9 No 2 (2026): Vol 9 No 2 (2026): JURNAL LAZUARDI EDISI XXI BULAN JUNI
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53441/jl.Vol9.Iss2.524

Abstract

This research is motivated by the changes in meaning that occur in the digital space. As time goes by and social and cultural developments have created new meanings in the digital space. This triggering various changes in meaning in the comment column of the Ruang Guru Academy of Champions episode 2 YouTube. The problem in this study is how the form of change in meaning in the comment column of the Ruang Guru Academy of Champions episode 2 YouTube and what factors cause changes in meaning. This study aims to explore and elaborate on the form of change in meaning in the comment column of the Ruang Guru Academy of Champions episode 2 YouTube. The approach used in this study is a qualitative approach with the content analysis method. The data in this study are the main comments that contain changes in meaning. The data source in this study is the Ruang Guru Academy of Champions Episode 2 YouTube. Data collection techniques in this study are documentation techniques, reading techniques, note-taking techniques. Data analysis techniques in this study are coding, classification, analyzing and finding relationships and compiling a draft report. The results of this study found 87 changes in meaning, changes in meaning expanded 51 data, narrowed 3 data, total changes 32 data and roughing 1 data. The conclusion of this study is that the most dominant changes in meaning extend, amounting to 51 data points, and one change in meaning, namely refinement, was not found. The most dominant factor causing changes in meaning is social development, with several other factors missing. This suggests that social media users prefer to use vocabulary that can describe various situations.
CODE-MIXING IN MERRY RIANA AND REZA RAHADIAN’S YOUTUBE DISCOURSE Tri Ayu Aprillia; Rika Ningsih
Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching Vol 10, No 1: June 2026 (In Progress)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara (UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ll.v10i1.13552

Abstract

This study investigates code-mixing practices in the YouTube discourse of Merry Riana and Reza Rahadian, particularly in the episode “Speaking Out About Politics, Family, and Identity.” Drawing on Suandi’s sociolinguistic framework, the study examines the types of code-mixing and the factors influencing their occurrence in digital communication. Using a qualitative content analysis approach, the data were collected through transcription, observation, and note-taking techniques from a podcast video uploaded on YouTube. The findings reveal 287 instances of code-mixing consisting of clause-level (155), word-level (75), and phrase-level (57) insertions, with clause-level code-mixing appearing most frequently. All identified forms are categorized as outward code-mixing due to the insertion of English elements into Indonesian discourse. The dominant influencing factors include the use of popular terms, bilingual identity, communicative efficiency, and speakers’ linguistic habits. The study demonstrates that code-mixing functions not only as a linguistic phenomenon but also as a strategic communicative practice for constructing professional identity and audience engagement in digital media discourse.
TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM KOLOM KOMENTAR INSTAGRAM @PKUCITY TERKAIT KASUS ABDUL WAHID 2025/2026 Dian Nurul Fitra; Rika Ningsih
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL KREDO VOL 10 NO 1 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v10i1.17311

Abstract

This study examines expressive speech acts used by netizens in the Instagram comment section of @pkucity regarding the Abdul Wahid case. The research was motivated by the increasing use of social media as a platform for expressing opinions, emotions, and responses to social issues. The objective of this study was to identify and describe the forms of expressive speech acts found in netizens’ comments. This research employed a qualitative approach using content analysis. The data consisted of written comments collected from Instagram posts related to the Abdul Wahid case that generated significant public interaction. Data were gathered through documentation, reading, and note-taking techniques and analyzed through coding, classification, interpretation, and reporting. Data validity was ensured through credibility, transferability, dependability, and confirmability. The findings revealed that condemnation was the most dominant expressive speech act (56 data), followed by criticism (40 data), complaints (20 data), expressions of sadness (17 data), and blaming (10 data). Expressions of praise and congratulations were found in two instances each, while gratitude, forgiveness, and condolences were not identified. The results indicate that social media communication is largely dominated by negative expressions reflecting public disappointment, criticism, and emotional responses to social issues. These findings demonstrate that the meaning of speech on social media is strongly influenced by the context and communicative intentions of the speakers.
Pelatihan Penyusunan Rubrik Penilaian Keterampilan Menulis Puisi Untuk Tim MGMP Bahasa Indonesia Tingkat SMA Se-Pekanbaru Fatmawati Fatmawati; Rika Ningsih; Noni Andriyani; Desi Sukenti; Sudirman Shomary
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v1i2.759

Abstract

Abstract: The assessment position in the design of learning implementation is part of three main components, namely learning objectives, learning activities, and assessment of learning outcomes. The phenomenon that occurs is that not all teachers make appropriate assessments regarding students' poetry writing skills. Several cases indicated that teachers did not assess students' poetry using appropriate indicators. Therefore, the PkM team assumes that there is a need for training in the creation of a poetry writing skill assessment rubric for the Indonesian Language MGMP team at the high school level in Pekanbaru. This PkM activity aims to provide teachers with an understanding of how to compose a rubric for assessing poetry writing skills. After mentoring, it was concluded that the assessment of poetry writing skills could be done by paying attention to the skills to form two structures that build poetry. The two skills are: (1) the skill to form the physical structure of poetry which includes the ability to use diction, the ability to imagine, the ability to use figure of speech, the ability to use rhyme and the ability to use typography; (2) skills in forming the inner structure of poetry which include skills in expressing themes and skills in expressing messages. The two skills above can be derived in the form of a poetry writing skill assessment rubric that can be used by teachers in assessing poetry written by students. The amount of weight for each indicator varies depending on the level of difficulty of each.         Keywords: poetry writing skills; inner structure; physical structureAbstrak: Kedudukan penilaian dalam desain penyelenggaraan pembelajaran adalah sebagai bagian dari tiga komponen pokok, yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Fenomena yang terjadi adalah tidak semua guru melakukan penilaian yang tepat terkait keterampilan menulis puisi siswa. Beberapa kasus mengindikasikan bahwa guru tidak menilai puisi siswa dengan menggunakan indikator yang tepat. Oleh karena itu, tim PkM berasumsi bahwa perlu diadakan pelatihan pembuatan rubrik penilaian keterampilan menulis puisi untuk tim MGMP Bahasa Indonesia tingkat SMA se-Pekanbaru. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru bagaimana cara menyusun rubrik penilaian keterampilan menulis puisi. Setelah dilakukan pendampingan, diperoleh simpulan bahwa penilaian keterampilan menulis puisi dapat dilakukan dengan memperhatikan keterampilan membentuk dua struktur yang membangun puisi. Kedua keterampilan itu adalah: (1) keterampilan membentuk struktur fisik puisi yang meliputi kemampuan menggunakan diksi, kemampuan dalam pengimajian, kemampuan menggunakan majas, kemampuan menggunakan rima dan kemampuan menggunakan tipografi; (2) keterampilan membentuk struktur batin puisi yang meliputi keterampilan mengungkapkan tema dan keterampilan mengungkapkan amanat. Dua keterampilan di atas dapat diturunkan dalam bentuk rubrik penilaian keterampilan menulis puisi yang bisa digunakan oleh para guru dalam menilai puisi yang ditulis oleh siswa. Besaran bobot untuk tiap-tiap indikator bervariasi tergantung pada tingkat kesulitan masing-masing.Kata kunci: keterampilan menulis puisi; struktur batin; struktur fisik
Pelatihan Penyusunan Soal Penguasaan Kosakata Dalam Pembelajaran Sastra Untuk Tim MGMP Bahasa Indonesia Tingkat Sma Se-Pekanbaru Rika Ningsih; Fatmawati Fatmawati; Noni Andriyani; Erni Erni; Alber Alber
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v1i2.762

Abstract

Abstract: Vocabulary is an important thing that must be possessed by a student in Indonesian language lessons, including literature lessons. To measure the extent to which the students' vocabulary mastery, the teacher needs to test the students. Before doing the test, of course, the teacher needs questions in measuring students' vocabulary mastery. The phenomenon found in the field is that teachers pay less attention to indicators in making literary questions. This causes the questions made to be not in accordance with the student's abilities so that the expected results are not achieved properly. The teacher's lack of skill in making literary questions, especially about vocabulary mastery, is caused by several factors. One of the factors is the lack of upgrading and training provided to teachers. The purpose of this PkM activity is to provide understanding to teachers in preparing vocabulary mastery questions in learning literature. There are several conclusions that can be drawn after carrying out this community service activity. First, the participants of the PkM activity (the teachers of the MGMP team at the high school level throughout Pekanbaru) were very enthusiastic about participating in this training. Second, after conducting training and discussions with teachers, four indicators were obtained in the preparation of vocabulary questions derived from theories related to vocabulary. Third, after obtaining several indicators, a vocabulary mastery question is drawn up which is also derived directly from the indicators that have been mutually agreed upon.Keywords: indicators; literature learning; vocabulary  Abstrak: Kosakata merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh seorang siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia tidak terkecuali dalam pelajaran sastra. Untuk mengukur sejauh mana penguasaan kosakata siswa guru perlu melakukan tes terhadap siswa. Sebelum melakukan tes tentunya guru memerlukan soal dalam mengukur penguasaan kosakata siswa. Fenomena yang ditemukan di lapangan adalah guru kurang memperhatikan indikator dalam pembuatan soal  sastra. Hal tersebut menyebabkan soal yang dibuat tidak sesuai dengan kemampuan siswa sehingga hasil yang diharapkan tidak tercapai dengan baik. Kurang terampilnya guru dalam membuat soal sastra khususnya soal penguasaan kosakata ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu faktornya adalah kurangnya penataran dan pelatihan yang diberikan kepada guru. Tujuan Kegiatan PkM ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada guru dalam melakukan penyusunan soal penguasaan kosakata dalam pembelajaran sastra. Ada beberapa simpulan yang dapat diambil setelah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Pertama, peserta kegiatan PkM (guru-guru tim MGMP tingkat SMA se Pekanbaru) sangat  antusias mengikuti pelatihan ini. Kedua, setelah dilakukan pelatihan dan diskusi dengan guru-guru diperolelah empat indikator dalam penyusunan soal kosakata yang diturunkan dari teori yang berhubungan dengan kosakata. Ketiga, Setelah mendapat beberapa indikator disusunlah soal penguasaan kosakata yang juga diturunkan langsung dari indikator yang sudah disepakati bersama.Kata kunci: indicator; kosakata; pembelajaran sastra
NETIZENS' POLITENESS IN PRABOWO SUBIANTO'S INSTAGRAM COMMENT COLUMN "DURING A STATE VISIT TO QATAR" APRIL 13, 2025 Indah Sardila; Rika Ningsih
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.7894

Abstract

This research is motivated by a survey published by Kompas.com which states that the level of politeness of Indonesian netizens is the worst in Southeast Asia. The writer wants to find out more about whether it is true that such a level of politeness is true.  The problem in this study is how the politeness of netizens is contained in Prabowo Subianto's Instagram comment column. The purpose of this study is to explore and elaborate the politeness of netizens contained in Prabowo Subianto's Instagram comment column. Referring to the principle of Leech's politeness, this study uses a qualitative approach and content analysis method. The data in this study is in the form of all polite and impolite speech in Prabowo Subianto's Instagram comment column. In this study, the source of data is Prabowo Subianto's Instagram comment column on the post "During a State Visit to Qatar" The data collection technique is documentation, reading and recording techniques. The data analysis technique of this study uses the following Bungin content analysis techniques: Coding, data classification, analyzing and looking for relationships, and draft reports. Based on the results of the study, 80 data were obtained with the following details. The maxim of wisdom obtained 13 manners and 5 immodesties, the maxim of generosity obtained 7 manners and 0 immodesties, the maxim of praise obtained 17 manners and 0 immodesties, the maxim of humility obtained 5 manners and 7 immodesties, the maxim of agreement obtained 6 manners and 0 immodesty and the maxim of sympathy obtained 20 manners and 0 immodesties. Based on the details of the data above, it can be concluded that the politeness of netizens on Prabowo Subianto's Instagram is predominantly polite, it can be said to be polite because they appreciate and uphold respect for others, especially state leaders